<< Go Back
APAKAH YANG DIMAKSUDKAN DENGAN
“GUNUNG KESUCIAN” ITU ?
Pertanyaan No. 163 :
Dalam membicarakan berbagai nubuatan-nubuatan, “Tongkat Gembala” secara tetap mengaplikasikan sebutan “gunung kesucian itu” kepada Yerusalem, sidang namun sebaliknya ia mengaplikasikan sebutan “gunung kesucian” yang mulia (Daniel 11 : 45) kepada Gunung Sinai. Apakah alasan yang dapat anda berikan bagi penyimpangan ini ?
Jawab :
Perkataan “gunung kesucian yang mulia” itu, tidak mungkin dimaksudkan kepada sidang, karena hubungan kata-kata dari ayat itu tidak menunjang maksud itu. Sebaliknya, ia itu menunjukkan dengan jelas bahwa Raja dari Utara akan “keluar” dari “tanah yang permai”, Palestina, lalu “menanamkan” kemah tabernakelnya di “gunung kesucian yang mulia” itu, sementara ayat-ayat yang lain menunjukkan bahwa Tuhan akan “kembali” ke tanah yang permai itu dan menanamkan kemah tabernakel-Nya di Sion “gunung kesucian” itu. Zakharia 1 : 16; 2 : 10 – 13; 8 : 3. Dengan demikian, karena kedua kemah tabernakel tidak mungkin berada di tempat yang sama, dan karena kemah tabernakel Tuhan itu akan berada di Yerusalem, maka jelaslah bahwa “gunung kesucian yang mulia itu” dimana Raja dari Utara akan menanamkan kemah tabernakelnya tak dapat tiada harus di tempat lain.
209 total, 1 views today


