<< Go Back
APAKAH SION DAN YERUSALEM ITU SAMA ?
Pertanyaan No. 85 :
Mohon dijelaskan perbedaan di antara kata-kata “Sion” dan “Yerusalem” dari Yesaya 52 : 1 dan dari Wahyu 14 : 1.
Jawab :
“Sion” dan “Yerusalem” di dalam Yesaya 52: 1 tak dapat tiada harus melambangkan orang-orang, sebab adalah menertawakan jika orang mengatakan kepada sesuatu bukit dan kepada sesuatu kota: “Bangunlah, bangunlah, pakaikanlah kekuatanmu, kenakanlah pakaian-pakaian keindahanmu.”
Di bukit Sion kuno yang ditinggikan itu berdiri istana raja, “dan para pemimpin orang banyak itu tinggal di Yerusalem; orang-orang lainnya membuang undi untuk membawa satu dari antara sepuluh orang untuk tinggal di Yerusalem kota suci itu, dan sembilan bagian orang-orang lainnya untuk tinggal di kota-kota lainnya.” Nehemiah 11 : 1. Demikianlah keluarga kerajaan tinggal di Gunung Sion, dan para pemimpin yang lebih rendah berikut para wakil pemerintahan lainnya tinggal di Yerusalem.
Panggilan yang mengatakan: “Bangunlah, bangunlah, pakaikanlah kuatmu, hai Sion, kenakanlah pakaian-pakaian keindahanmu, hai Yerusalem,” adalah berlaku bagi sidang Laodikea, yaitu yang terakhir dari tujuh sidang itu, dan dialah yang mengakhiri masa periode “gandum” dan “lalang” yang bercampuran itu, karena setelah ia mengenakan pakaian-pakaian keindahannya, maka “semua yang najis tidak akan lagi masuk ke dalamnya.” Barangsiapa yang mau bangun menyambut panggilan itu, memakaikan kekuatan mereka dengan cara memisahkan diri dari orang-orang jahat, lalu mengenakan pakaian-pakaian keindahan dengan membentuk Sion dan Yerusalem di “akhir zaman” — yaitu para penghulu dan para pemimpin orang banyak itu di dalam sidang Kerajaan yang sudah diperdirikan kembali.
Kemudian dengan bersenjatakan kebenaran Kristus sidang akan memasuki peperangannya yang terakhir. ‘Indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari dan mengerikan bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panji,’ ia akan maju terus ke seluruh dunia, dengan kemenangan dan untuk memenangkan.” — Prophets and Kings, p. 725.
Oleh sebab itu, maka “hanya orang-orang yang telah bertahan melawan cobaan-cobaan dalam kekuatan dari Dia Yang Maha Tinggi yang akan diijinkan ikut serta memberitakannya (pekabaran Malaikat Yang Ketiga) apabila ia itu kelak berkembang menjadi seruan keras.” — The Review and Herald, No. 19, 1908.
Kini berkenaan dengan arti dari kedua sebutan itu, Sion dan Yerusalem, seperti yang digunakan di dalam Wahyu 14 : 1, arti yang kedua yang dipertanyakan di atas, Pewahyu menjelaskan, bahwa, 144.000 suku-suku bangsa Israel itu adalah orang-orang yang membentuk Sion. Kata-katanya berbunyi : “Maka ku tampak, dan heran, seekor Anak Domba berdiri di gunung Sion, dan bersama-sama dengan-Nya seratus empat puluh empat ribu orang yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi mereka.” Wahyu 14 : 1.
Karena mereka ini merupakan buah-buah pertama (Wahyu 14 : 4), maka ia itu selanjutnya menunjukkan, bahwa mereka adalah yang pertama dari hasil penuaian di “akhir dunia.” Matius 13 : 39. Jadi jelaslah, bahwa orang-orang yang terlihat sesudah mereka itu, yaitu “rombongan besar orang banyak …………. yang berasal dari semua bangsa” (Wahyu 7 : 9), tak dapat tiada adalah buah-buah kedua dari hasil penuaian itu, yang sebagian mereka akan tinggal di Yerusalem.
Sebab itu pada penuaian ini, “akan jadi kelak …… bahwa gunung rumah Tuhan (Gunung Sion) akan diperdirikan pada puncak segala gunung, dan ia itu akan ditinggikan melebihi segala bukit; maka segala bangsa akan mengalir masuk ke dalamnya.” Yesaya 2 : 2.
287 total, 1 views today


