<< Go Back
SIAPAKAH RAJA DARI PUSAT GUNUNG KARMEL, ALLAH ATAUKAH MANUSIA?
Pertanyaan No. 88 :
Kebanyakan dari kita telah bergumul untuk melepaskan diri dari ikatan-ikatan yang diwajibkan kepada kita oleh kepemimpinan sidang yang ada sekarang, dan tampaknya tidak lagi benar bahwa kita memiliki jaminan bahwa Tuhan sedang memimpin dalam semua pergerakan di Gunung Karmel. Bolehkah kami mengetahui berapa banyak pekerjaan dari Gunung Karmel itu yang berada di bawah pengendalian Tuhan?
Jawab :
Suatu pemikiran menyeluruh yang saksama akan hal ini hanya dapat berakhir dalam kesadaran, bahwa sebagaimana Allah telah berjanji untuk memegang sendiri pemerintahan di dalam tangan-Nya, maka itulah satu-satunya yang perlu harus Ia lakukan.
Oleh sebab itu semua kekacauan dan kebingungan yang oleh pendatang sedang dipertanyakan, dikeritik, dan diragukan mengenai pekerjaan itu adalah tidak rational (tidak masuk akal), tidak dapat dimaafkan, dan merusak.
Roh Nubuatan mengatakan : “Setan memiliki kemampuan untuk menganjurkan keragu-raguan dan untuk menciptakan penolakan-penolakan terhadap kesaksian yang tegas yang dikirim Allah, dan banyak orang menyangkakannya sesuatu yang baik, suatu alamat kecerdasan di dalam mereka, untuk tidak percaya, dan untuk mempertanyakan dan berdalih-dalih. Orang-orang yang ingin meragukannya akan memperoleh kesempatan yang limpah untuk itu. Allah tidak menganjurkan untuk menyingkirkan semua kesempatan bagi ketidak-percayaan. Ia memberikan bukti, yang harus diperiksa dengan saksama dengan suatu pikiran yang rendah hati dan suatu roh yang suka belajar, maka semua orang harus memutuskan sesuai dengan bobot kenyataan.” — Testimonies, vol. 3, p. 255.
Lagi pula, tidak seorang pun dapat menilai pekerjaan itu oleh kepintarannya sendiri ataupun oleh kepintaran manusia-manusia lain, sebab, Roh Nubuatan mengatakan: “Para pengerja akan tercengang terheran-heran oleh cara-cara sederhana yang akan digunakan-Nya untuk menghasilkan dan menyempurnakan pekerjaan kebenaran-Nya ……….. Marilah ku ceritakan kepadamu bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali di luar tata kebiasaan segala perkara, dan dengan suatu cara yang akan bertentangan dengan setiap rencana manusia.” — Testimonies to Ministers, p. 300.
“Adalah bukan bagimu untuk ditakut-takuti oleh hal-hal yang tampak betapapun terlarang tampaknya sekalian itu. Adalah bagimu untuk memajukan pekerjaan itu sesuai dengan yang telah difirmankan Tuhan.” — Testimonies, vol. 9, p. 141.
Jika setiap orang melaksanakan bagiannya dengan baik dalam pekerjaan yang diberikan kepadanya untuk dilakukan, maka ia akan segera melihat bahwa ia tidak perlu dan juga tidak akan mampu untuk mengurusi tugas-tugas pekerjaan Tuhan itu, ataupun mengurusi pekerjaan yang diberikan kepada orang lain. Ia akan mengerti bahwa satu-satunya perkara yang terbesar dan benar yang dapat ia perbuat ialah menyambut dengan berani tantangan besar “malaikat Tuhan” kepada Yosua yang berbunyi: “Jika engkau mau berjalan di dalam jalan-jalan-Ku, dan jika engkau mau memeliharakan perintah-Ku, maka engkau pun akan mengadili isi rumah-Ku, dan akan juga memeliharakan kepadamu tempat-tempat untuk berjalan di antara mereka ini yang berdiri di sini.” Zakharia 3 : 7.
Bagi para penganut Kebenaran-Sekarang, satu daripada bukti-bukti yang pasti bahwa Tuhan sedang memimpin dalam pekerjaan di Gunung Karmel, ialah bahwa tanpa menghiraukan tantangan yang tidak habis-habisnya, kurangnya para pengerja, dan banyak lagi kekurangan-kekurangan lainnya, pekerjaan itu sedang bergerak maju secara tetap dengan suatu kuasa yang tak dapat dilawan. Memang benar, ia itu adalah bagaikan benih sesawi.
Meskipun dengan kesederhanaannya, dengan permulaan yang sama sekali tak berarti, berbagai kritikan dan tantangan melawannya, dan berbagai bentuk halangan dan kesukaran yang harus dilaluinya, namun ia itu sedang membangunkan orang banyak di seluruh Laodikea. Ia itu telah menurunkan untuk berlayar kapal Reformasi itu, dan sementara banyak orang telah menumpanginya, orang-orang lain dengan cepat sedang mendekati mengambil keputusan untuk mencari keselamatan yang ditawarkan olehnya. Mereka sedang mempelajari kembali Alkitab itu dalam Terang Ilahi dari Tongkat Gembala itu. Pekabaran-pekabaran Tiga Malaikat itu bagi mereka telah menjadi makin jelas dan makin manis bagaikan aliran sungai yang keluar dari gunung. Dan orang-orang yang belum pernah memilikinya, dan bahkan orang-orang yang belum pernah percaya akan tulisan-tulisan Roh Nubuatan itu, kini sedang membeli semua buku-buku itu.
Tentu saja tidak seorang pun dapat dengan penuh kesadaran mengatakan, bahwa yang sedemikian ini adalah pekerjaan Musuh, dengan menghubungkan penulis Alkitab itu kepada Setan. Jika Alkitab itu berasal dari Tuhan, maka pekabaran di dalam Tongkat Gembala itu tidak mungkin berasal dari iblis, karena itulah Alkitab yang diungkapkan. Belum pernah itu tanpa kuasa Allah berhasil meragikan seluruh Mazhab Organisasi sedemikian itu, karena Dia Yang Maha Kuasa itu menyatakan : “Akulah Tuhan yang memeliharakannya; Aku akan menyiraminya setiap saat; supaya jangan ada apapun yang mengganggunya, maka Aku akan memeliharakannya siang dan malam. Murka-Ku tidak ada pada-Ku; siapakah yang hendak memasang duri dan onak menghadapi Aku dalam peperangan? Aku hendak berjalan melewati mereka, Aku hendak membakar habis mereka bersama-sama.” Yesaya 27 : 3, 4.
Kepada orang-orang yang hanya mengaku percaya, di sini diberi amaran, bahwa Tuhan mengetahui perbuatan mereka, dan bahwa Ia tidak membiarkan orang-orang pekerja-Nya dalam kegelapan mengenai hal itu. Dalam menelanjangi segala rahasia mereka itu, Ia mengatakan : “Adapun akan dikau, hai anak Adam, segala bani bangsamu masih sedang berbicara menentangmu pada segala dinding tembok dan di dalam segala pintu rumah, mereka itu berbicara seorang kepada seorang, masing-masing kepada saudaranya, katanya: ‘Marilah, dan dengarlah apa artinya firman yang keluar dari Tuhan.’ Maka datanglah mereka itu kepadamu sebagaimana halnya banyak orang datang, dan duduklah mereka itu di hadapanmu seperti halnya umat-Ku, dan mereka mendengarkan segala perkataanmu, tetapi mereka tidak mau melaksanakannya; karena dengan mulutnya mereka memperlihatkan banyak kasih, tetapi hati mereka mengikuti keinginannya sendiri. Maka sesungguhnya, engkau bagi mereka itu adalah bagaikan sebuah nyanyian dari seseorang yang sangat merdu yang memiliki suara emas, dan yang dapat bermain dengan sempurna pada sesuatu alat musik; karena mereka mendengarkan segala perkataanmu, tetapi tidak diturutinya akan dia. Maka apabila ini terjadi, (tengoklah, ia itu akan datang), maka mereka akan mengetahui, bahwa seorang nabi telah berada di tengah-tengah mereka itu.” Yeheskiel 33 : 30 – 33.
221 total, 1 views today


