Apakah sudah terlambat untuk masuk ke dalam pukat?
<< Go Back


APAKAH SUDAH TERLAMBAT UNTUK
MASUK KE DALAM PUKAT ?

 

 

Pertanyaan No. 89 :

Ada di antara kita seseorang yang mengajarkan, bahwa jika pukat itu ditarik ke pantai (Matius 13 : 47, 48) di tahun 1930, maka barangsiapa yang tidak berada di dalamnya pada waktu itu (artinya, barangsiapa yang belum menjadi anggota dari gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pada waktu itu) tidak mungkin berharap untuk menjadi sebagian dari buah-buah pertama itu. Jika benar, maka mengapakah orang harus mencoba untuk masuk sekarang daripada menunggu sampai kepada saat bagi buah-buah kedua ?

Atau, jika sudah berada dalam pekabaran itu, maka mengapakah ia harus terus berjuang untuk hidup sesuai dengan pekabaran itu jika sekiranya semua usahanya sudah pasti akan sia-sia karena ia telah melewati batas waktunya?

Jawab :

Perbuatan simbolis mengenai penarikan pukat itu ke pantai (Tuhan melaksanakan pekerjaan-Nya secara silih-berganti sebentar lagi), bukan dalam hubungan yang sesungguhnya, menghalangi seseorang untuk masuk ke dalamnya jika mereka sudah melakukan usaha-usaha yang diperlukan. Karena, walaupun ikan, sebagaimana halnya ikan, tidak mungkin dapat berenang untuk mencapai pukat itu setelah ia itu ditarik ke pantai, namun sebagai umat mereka benar-benar masih dapat masuk ke dalam sidang sampai kepada berakhirnya masa kasihan.

Sesungguhnya jika ikan yang baik berusaha masuk ke dalam pukat sementara ia itu ditarik ke pantai, maka nelayan tentunya tidak akan membuang mereka itu keluar bersama-sama dengan ikan yang jelek hanya karena alasan pukat tidak menangkap mereka. Melainkan sebaliknya, mereka itu akan dinilai jauh lebih berharga karena adalah oleh tambahan usaha mereka sendiri untuk masuk ke dalam pukat, tanpa seseorang pergi keluar menangkap mereka itu dengan pukat. Jika seseorang belum dapat melihat kemungkinan dirinya sendiri sebagai seekor ikan masuk ke dalam pukat, maka ia dengan mudah dapat melihat dirinya sendiri sebagai seekor domba masuk ke dalam kandang.

Jadi jelaslah, bahwa pendapat mengenai batas waktu itu hanyalah pendapat yang tampaknya bagus, yang hanya dapat merongrong kemajuan Kristen, membuat sebagian orang sudah berada dalam pekabaran untuk mencari-cari jalan untuk keluar karena kesia-siaan mereka tinggal di dalam, dan membenarkan orang-orang lain agar tidak perlu berusaha untuk masuk ke dalam pukat keselamatan itu sementara kesempatan masih ditawarkan. Memang, ia itu bahkan mendesak mereka untuk meninggalkan kesempatannya yang ada sekarang, dan untuk menunggu mengharapkan sesuatu yang tidak pernah akan datang.

Roh Allah mengatakan : “Hari ini, jika engkau kelak mendengar suara-Nya, maka janganlah mengeraskan hatimu.” Ibrani 4 : 7.

 

 

 232 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart