Bagaimanakah mengenai Petrus dan “Kunci-Kunci” itu?
<< Go Back


BAGAIMANAKAH MENGENAI PETRUS DAN “KUNCI-KUNCI” ITU ?

 

 

Pertanyaan No. 95 :

Mohon dijelaskan Matius 16 : 15 – 19. Mengapakah Kristus memberikan Kunci-kunci itu kepada Petrus? Mengapa tidak kepada seseorang yang lain, atau kepada semua orang ?

Jawab :

Petrus adalah satu-satunya orang yang telah memberikan jawaban yang tepat kepada pertanyaan yang berbunyi: “Siapakah Saya ini menurut pendapatmu?” Oleh sebab itu hanya kepada Petrus dan bukan kepada orang lain Yesus mengatakan: “Aku akan memberikan kepadamu kunci-kunci kerajaan sorga,” setelah lebih dulu Yesus menjaminkan kepadanya, bahwa “bukan daging dan darah yang telah mengungkapkan hal itu kepadanya”, melainkan Bapa-Nya yang di dalam sorga.

Bilamana Allah membuat manusia mengerti akan sesuatu yang berada di luar jangkauan pengetahuan yang terbatas, maka Alkitab menamakan perbuatan itu : Ilham. Oleh sebab itu, maka Yesus mengatakan Petrus telah diilhami. Oleh karena itu, Ilham dan kesaksian Yesus ini adalah merupakan Kunci-Kunci bagi pusat thema keselamatan manusia — yaitu pengetahuan tentang Anak Allah. Inilah kebenaran itu, injil itu, yang harus diberitakan. Itulah yang merupakan Kebenaran Sekarang — sebuah pekabaran yang diilhami langsung dari Allah. Pemilikan sesuatu Wahyu yang sedemikian oleh mana setiap orang akan diadili baik bagi keselamatan atau bagi hukuman, Petrus dan rekan-rekannya memikul tanggung jawab baik untuk membuka ataupun untuk mengunci keselamatan itu bagi setiap jiwa yang hidup di bawah langit.

Dengan sendirinya, sewaktu Kristus memberikan Kunci-Kunci itu kepada Petrus, Ia telah memberikan kepadanya Injil dan suatu penugasan Ilahi untuk menghotbahkannya. Maka selama Petrus dan rekan-rekannya itu setia pada penugasan ini, selama itu pula mereka memiliki Kunci-kunci itu untuk membuka ataupun untuk menutup dari manusia Kerajaan Allah itu, sehingga berhasil mengesahkan di dalam sorga apapun yang mereka ikat atau yang mereka lepaskan di bumi. Sesuai dengan itu, maka Ilham dan Wahyu yang terus berkembang, yaitu Kebenaran Sekarang, berjalan bersama-sama dengan Kunci-Kunci itu.

Oleh sebab itu jelaslah, bahwa sesuatu pekabaran dari sorga yang diberitakan oleh hamba-hamba pilihan Allah adalah penuh kuasa, dan olehnya juga nasib kekal manusia ditentukan.

Jadi jelaslah, bahwa Kunci-Kunci itu bukanlah sidang itu sendiri, melainkan terdapat di dalam pekabaran yang diberitakannya. Sebab itu tidak seorangpun ataupun kelompok orang-orang, memiliki kuasa untuk melepaskan atau mengikat sesuai dengan kehendak Sorga terkecuali dalam hal sesuatu pekabaran diberikan langsung dari Sorga bagi mereka untuk dibawa bagi masa yang bersangkutan itu : “Masa-masa periode yang berbeda dalam sejarah sidang masing-masingnya telah ditandai oleh berkembangnya sesuatu kebenaran khusus yang sesuai bagi kebutuhan-kebutuhan umat Allah pada masa itu.” — The Great Controversy, p. 609.

Telah terjadi sedemikian itu semenjak dari zaman belum ada catatan.

Nuh juga telah memperoleh Kunci-Kunci, sehingga dengan demikian ia telah mampu untuk melepaskan atau mengikat baik di dalam sorga maupun di bumi. Kenyataan bahwa “gerbang-gerbang neraka” sekalipun tidak berhasil menang melawan bahtera itu, merupakan bukti yang kuat akan hal ini.

Dan janji Allah kepada Ibrahim: “Aku akan memberkati mereka yang memberkati kamu, dan mengutuk orang yang mengutuk kamu; maka dalam kamulah semua keluarga manusia di bumi kelak akan diberkati” (Kejadian 12 : 3), menunjukkan bahwa ia juga telah memperoleh Kunci-Kunci sorga itu.

Juga, dalam tangan Musa yang dikendalikan Takdir Ilahi, Kunci-Kunci itu telah membuka pintu-pintu gerbang kerajaan bagi kebebasan dan keselamatan orang-orang benar, dan telah menutup pintu-pintu bagi bencana yang menimpa orang-orang jahat. Demikian inilah “Musa mengatakan: Demikianlah akan kamu ketahui, bahwa Tuhan telah mengutus aku untuk melaksanakan semua pekerjaan ini, karena sudah ku lakukan sekaliannya itu bukan dari kehendak pikiranku sendiri. Jika orang-orang ini mati sesuai kematian biasa semua manusia, atau jika mereka dibunuh sesuai seperti pembunuhan terhadap semua manusia, maka Tuhan bukan mengutus aku. Tetapi jika Tuhan melakukan sesuatu perkara yang baru, lalu bumi mengangakan mulutnya dan menelan mereka itu, berikut segala sesuatu yang ada padanya, lalu mereka itu turun dengan cepatnya ke dalam lobang; maka kamu akan mengerti, bahwa orang-orang ini telah menghasut Tuhan. Maka jadilah kemudian, setelah ia selesai mengucapkan segala perkataan ini, maka terbelahlah bumi yang di bawah mereka itu, lalu bumi membuka mulutnya lalu menelan mereka itu, berikut rumah-rumah mereka, berikut semua orang yang mengikuti Korah, berikut semua harta-bendanya.” Bilangan 16 : 28 – 32.

Melalui Musa Allah menyerahkan Kunci-Kunci itu kepada orang-orang Iberani, lalu menarik mundur mereka di zaman Kristus sewaktu orang-orang Yahudi menolak-Nya. Kemudian Ia mengalihkan Kunci-Kunci itu kepada para pendiri sidang Kristen.

Tetapi meskipun adanya contoh-contoh teladan dari masa lampau, para pengikut rasul-rasul akhirnya juga mengulangi kembali kesalahan-kesalahan para pengikut Musa itu. Namun sepanjang Zaman Kegelapan itu, dan terutama selama periode Reformasi, Allah terus mempercayakan warisan Ilahi-Nya itu kepada  utusan demi utusan, dan Pergerakan demi Pergerakan. Namun berulang kali sepanjang Reformasi sampai kepada panggilan kepada William Miller, masing-masing kelompok secara bergantian mengulangi kembali kebodohan dengan cara merasa puas dengan sebuah pekabaran statis, sehingga pada akhirnya setelah semua gereja Protestant di zaman Miller menolak pekabaran bagi zaman itu, maka mereka pun secara tidak sadar menolak untuk tidak lagi menjadi pemelihara Kunci-Kunci yang suci itu.

Demikianlah Miller dan kawan-kawannya telah menguasai Kunci-Kunci itu sampai kepada saat pekabaran Allah yang berikutnya, yaitu pehukuman orang-orang yang sudah mati, sewaktu Kunci-Kunci yang suci itu beralih dari Pergerakan Miller kepada gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Tetapi jika ia itu kini menolak imbauan-imbauan Allah untuk menggosok matanya dengan salp mata yang sedang Ia tawarkan kepadanya, maka ia juga, akan membiarkan Kunci-Kunci itu lepas dari pegangannya lalu beralih ke dalam tangan orang-orang yang akan memberitakan pekabaran tambahan, yaitu pehukuman orang-orang hidup, pekabaran tentang Seruan Keras itu. (Bacalah Early Writings, pp. 277 – 279.) Maka, bencana besar menimpa ! Perkara yang maha penting ini sedang dilalaikan secara buta oleh orang-orang Laodikea, sehingga mereka kembali mengulangi pengalaman sejarah umat Allah selama berabad-abad yang lalu.

 

 

 260 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart