Untuk apakah perpuluhan kedua itu ?
<< Go Back


UNTUK APAKAH PERPULUHAN KEDUA ITU ?

 

 

Pertanyaan No. 103 :

Untuk maksud-maksud apakah perpuluhan kedua itu di belanjakan ?

Jawab    :

“Untuk berusaha mengumpulkan umat untuk menghadiri upacara gereja, maupun untuk membantu orang-orang miskin, maka suatu perpuluhan kedua dari semua penghasilan diminta. Mengenai perpuluhan pertama Tuhan menyatakan : ‘Saya telah mengaruniakan kepada bani Lewi semua persepuluh itu (all the tenth) di Israel.’ Tetapi mengenai perpuluhan yang kedua perintah-Nya :

‘Hendaklah kamu makan di hadapan Tuhan Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk menempatkan nama-Nya di sana, perpuluhan dari gandummu dari pada air anggurmu, dan dari pada minyakmu, dan buah-buah sulung dari kawanan ternakmu dan dari kawanan dombamu, supaya dapat engkau belajar takut akan Tuhan selalu.’ Perpuluhan ini, atau kesamaan nilainya dalam bentuk uang, selama dua tahun harus mereka bawa ke tempat di mana kaabah kesucian itu didirikan. Sesudah mempersembahkan suatu persembahan syukur kepada Allah, dan suatu bagian tertentu kepada imam, maka para pemberi perpuluhan itu harus menggunakan yang sisanya bagi suatu perayaan agama, dalam mana orang Lewi, orang asing, anak piatu, dan janda harus ikut mengambil bagian. Dengan demikian persediaan itu telah dibuat bagi persembahan-persembahan syukur dan perayaan-perayaan pada festival-festival tahunan, dan orang banyak itu telah ditarik kepada masyarakat imam-imam dan orang-orang Lewi, supaya mereka dapat menerima petunjuk dan dorongan dalam pekerjaan pelayanan Allah.

“Tetapi, setiap tahun ketiga perpuluhan kedua ini akan di gunakan di rumah, dalam menjamu orang Lewi dan orang miskin, sesuai yang dikatakan oleh Musa : ‘Supaya mereka dapat makan di dalam pintu-pintu gerbangmu dan dikenyangkan.’ Perpuluhan ini akan menyediakan suatu dana untuk digunakan bagi keperluan-keperluan amal dan penyambutan.

“Dan penyediaan selanjutnya dibuat bagi orang miskin. Tidak ada apa-apa lagi, setelah mereka mengakui akan tuntutan-tuntutan Allah yang lebih membedakan hukum-hukum yang diberikan oleh Musa dari pada roh ramah-tamah, lemah-lembut dan murah hati yang diharuskan terhadap orang miskin. Walaupun Allah telah menjanjikan akan memberkati umat-Nya dengan sebesar-besarnya, namun bukanlah rencana-Nya agar kemelaratan akan sama sekali tidak dikenal di antara mereka. Ia menyatakan bahwa orang miskin tidak pernah akan habis dari tanah itu. Akan senantiasa ada orang-orang di antara umat-Nya yang akan mengundang perasaan simpati mereka, kasih sayang mereka, dan kebaikan mereka. Di waktu itu, seperti juga halnya di waktu ini, orang-orang terkena kemalangan, penyakit, dan kerugian harta benda; namun selama mereka mengikuti petunjuk yang diberikan Allah, maka tidak akan ada seorang pengemis pun di antara mereka, juga tidak akan ada seorangpun yang akan menderita karena kekurangan pangan.

“Hukum Allah memberikan kepada orang miskin suatu hak atas sebagian tertentu dari hasil tanah. Apabila lapar, maka seseorang bebas untuk pergi kepada ladang atau kebun buah-buahan atau kebun anggur tetangganya, lalu memakan gandum atau buah untuk mengenyangkan perutnya. Adalah sesuai dengan perizinan ini, maka murid-murid Yesus telah memetik dan memakan butir-butir gandum yang berdiri sewaktu mereka melewati sesuatu ladang pada hari Sabat.

“Semua sisa-sisa penuaian dari ladang, kebun buah-buahan, dan kebun anggur yang telah dituai, adalah milik orang miskin. ‘Apabila engkau menuai di padang,’ demikian kata Musa,’ dan telah terlupa akan seikat gandum di padang itu, janganlah engkau kembali mengambilnya ………. Apabila engkau memalu pohon zaitmu, maka jangan lagi engkau menaiki batangnya ……….. Apabila engkau menghimpunkan buah-buah dari kebun anggurmu, maka jangan lagi engkau kemudian memungut sisa-sisanya. Ia itu supaya dibiarkan bagi orang asing, bagi anak-anak piatu, dan bagi para janda. Maka hendaklah engkau ingat, bahwa engkau dahulu adalah seorang hamba di tanah Mesir.”

“Setiap tahun yang ketujuh penyediaan khusus diadakan bagi orang miskin. Tahun sabatis (sabbatical year), sebagai biasanya ia itu disebut, adalah dimulai pada akhir dari penuaian. Pada musim pembibitan, yang menyusul pengumpulan itu, orang banyak itu tidak menabur; mereka tidak boleh menghiasi kebun anggur dalam musim semi; dan mereka tidak boleh mengharapkan baik penuaian maupun hasil panen. Dari apa yang dihasilkan secara serentak oleh tanah itu, boleh mereka makan selagi masih baru, tetapi mereka tidak diperbolehkan menyimpan sebagian pun dari padanya di dalam lumbung-lumbung mereka. Hasil dari tahun ini akan disediakan bebas bagi orang asing, anak-anak piatu, dan para janda, dan juga bagi hewan-hewan di padang.”

“Tetapi jika tanah itu secara sederhana menghasilkan hanya cukup bagi menunjang segala kebutuhan orang banyak itu, maka apakah yang dapat menunjang mereka selama tahun itu apabila sama sekali tidak ada hasil yang dapat dikumpulkan? — Untuk ini Allah berjanji memberikan persediaan yang limpah. ‘Aku akan memerintahkan berkat-Ku dituangkan atas kamu dalam tahun yang keenam,’ demikian firman-Nya. ‘maka ia itu akan mengeluarkan hasil untuk selama tiga tahun. Maka kamu akan menabur pada tahun yang kedelapan, dan masih akan memakan hasil yang lama sampai tahun kesembilan, sampai hasil-hasilnya masuk kamu akan memakan simpanan yang lama’.” — Patriarchs and Prophets, pp. 530, 531.

Dengan demikian perpuluhan kedua itu, meskipun dasarnya lebih bersifat suka rela dari pada yang pertama (perpuluhan pertama), namun adalah sama pentingnya, dan benar-benar adalah suatu iuran jangka panjang keputusan Ilahi bagi kebahagiaan diri seseorang. Pada waktu ini ia itu merupakan semua persembahan tatangan kita pada umumnya. Dahulu ia itu digunakan untuk memajukan pekerjaan Akademi kita dan untuk membayar sebagian dari pada hutang-hutangnya yang tertinggal. Tetapi sekarang, sementara Persekutuan terus bertumbuh dan meluas, maka penggunaan perpuluhan kedua inipun akan sama meluas.

Di tempat pertama, ia itu kini menunjang bagian dari pekerjaan Pendidikan itu, untuk mana perpuluhan pertama tidak dapat dibenarkan untuk digunakan. Dan di tempat kedua, ia itu menunjang kebutuhan-kebutuhan orang-orang miskin yang pantas disebut miskin. Tegasnya, ia itu benar-benar merupakan satu-satunya polis asuransi bersama yang asli dan benar, dan harus diikuti oleh semua orang Davidian yang sedang memiliki Kartu Keanggotaan.

Sebab itu sementara adalah wajib agar semua penganut Kebenaran-Sekarang mendaftarkan dirinya untuk memiliki Kartu Keanggotaan ini, bahkan adalah lebih penting lagi bahwa semua mereka itu harus menjadi pembayar-pembayar perpuluhan pertama dan perpuluhan kedua, sebab jika sesuatu Kartu Keanggotaan diberikan kepada orang-orang yang bukan pembayar-pembayar perpuluhan yang sedemikian ini, maka mereka bukan saja akan membawakan pengaruh-pengaruh merusak kepada moral para anggota, melainkan juga akan merupakan parasit-parasit yang mematikan di tengah-tengah para anggota. Oleh sebab itu, karena alasan yang jelas inilah Persekutuan wajib memberikan Kartu Keanggotaan hanya kepada para anggota baru yang telah memenuhi syarat dan yang merupakan pelaksana-pelaksana Firman yang gembira. (Dalam hal di mana tidak mungkin bagi seseorang untuk membayar sepenuhnya suatu perpuluhan kedua, maka tentunya, sebagian pun dapat diterima.)

Kelalaian Organisasi untuk memelihara para anggotanya, suatu kelalaian tugas yang sangat berat hukumannya itu, hendaklah menjadi suatu pelajaran yang keras bagi kita semua, supaya kita sebagai orang-orang reformasi dan pembawa-pembawa kabar jangan sekali lalai. Karena diberi kesempatan untuk membangun kembali tempat-tempat lama yang sudah rusak, dan mendirikan kembali semua reruntuhan yang dahulu, dan memperbaiki kota-kota yang sudah rusak, kerobohan-kerobohan dari banyak generasi yang lalu (Yesaya 61 : 4), maka kita harus jika perlu menguras setiap saraf dan merentangkan setiap otot untuk menyesuaikan diri dengan keinginan-keinginan Tuhan. Dan lebih lagi dari itu dalam hal ini, sebab adalah demi keuntungan materi maupun keuntungan rohani bagi masing-masing kita sendiri. Itulah suatu rencana ekonomi yang keliru — bagian dari program yang seimbang yang dikaruniakan Allah kepada Musa di Gunung Sinai, tetapi sudah lama dilalaikan dan menjadi gelap. Seperti yang sedemikian ini, ia itu merupakan salah satu dari “lembaga-lembaga ilahi” Prophets and Kings, p. 678) yang harus dikembalikan “dahulu dari pada datang hari Tuhan yang besar dan hebat itu.”

Oleh sebab itu, marilah kita secara jujur dan dengan bijaksana menanyakan kepada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Jika kita jatuh pada organisasi-organisasi badan amal dunia ini atau pada perusahaan-perusahaan asuransi dunia ini, maka bagaimanakah mungkin kita sebagai orang-orang Davidian dapat menjadi tonggak-tonggak dari sidang lalu dengan demikian juga menjadi tonggak-tonggak dari dunia? Dan sudahkah Tuhan menunjuk sidang ataukah dunia untuk melindungi umat-Nya yang istimewa? Jika kita, sebagai juru-juru penyelamat tidak dapat memelihara semua kebutuhan orang-orang yang ada di dunia, maka sedikit-dikitnya yang dapat kita perbuat ialah menjaga kepentingan-kepentingan kita sendiri.

“Ada yang menghambur-hamburkan, tetapi diperolehnya makin banyak; dan ada yang menahan hartanya, tetapi makin melarat dia. Bahwa jiwa yang pemurah itu akan dikaruniakan dengan limpah; dan orang yang menyirami itu akan disirami juga dirinya dengan air.” Amzal Solaiman 11 : 24, 25.

“Bahwa si pemalas tidak mau membajak sawah karena alasan kedinginan; oleh sebab itu ia harus mengemis di masa penuaian, sehingga tidak satupun diperolehnya.” Amzal Solaiman 20 : 4.

“Dan akan jadi kelak, bahwa jikalau kamu hendak mematuhi dengan rajin akan suara Tuhan Allahmu, menurut dan melaksanakan semua perintah-Nya yang ku pesankan kepadamu pada hari ini, maka kamu akan diangkat tinggi oleh Tuhan Allahmu melebihi segala bangsa yang di bumi; maka segala berkat ini akan datang kelak atasmu, dan ia itu akan sampai kepadamu, jikalau kamu hendak mematuhi suara Tuhan Allahmu. Berkatlah kelak kamu di dalam negeri, dan berkatlah kelak kamu di ladang. Berkatlah kelak buah kandunganmu, dan hasil dari pada tanahmu, dan hasil dari pada ternakmu, kandungan lembumu, dan kawanan dombamu. Berkatlah kelak keranjangmu dan gudangmu. Berkatlah kamu kelak apabila kamu masuk, dan berkatlah kamu kelak apabila kamu keluar.

“Tuhan akan membuat segala musuhmu yang bangkit melawan dikau dipalu di hadapan mukamu; mereka akan keluar melawan dikau dari satu jalan, dan berlarian di hadapanmu melalui tujuh jalan. Bahwa Tuhan akan menyuruhkan berkat menyertai kamu dalam segala perbendaharaanmu, dan dalam semua yang kamu letakkan tanganmu; maka Ia akan memberkati kamu di dalam negeri yang dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu. Tuhan akan menetapkan kamu sebagai suatu umat yang suci bagi diri-Nya sendiri, seperti yang telah dijanjikan-Nya kepadamu pakai sumpah, jikalau kamu hendak memeliharakan perintah-perintah Tuhan Allahmu, dan berjalan di dalam semua jalan-Nya.

“Maka segala bangsa di bumi akan menyaksikan, bahwa kamu adalah dipanggil dengan nama Tuhan; maka mereka akan takut kepadamu. Maka Tuhan akan melimpahkan kamu dengan kebajikan, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu, dan dalam hasil bumimu, di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk diberikan kepadamu. Tuhan akan membukakan kepadamu perbendaharaan kebajikan-Nya, langit akan memberikan hujan kepada tanahmu pada musimnya, dan untuk memberkati semua pekerjaan tanganmu; maka kamu akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kamu sendiri tidak akan meminjam.

“Maka Tuhan akan membuat kamu menjadi kepala, dan bukan ekor; dan kamu akan hanya berada di atas, dan kamu tidak akan berada di bawah; jika kamu mendengar kepada perintah-perintah Tuhan Allahmu, yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini untuk dipatuhi dan untuk dilaksanakan.” Ulangan 28 : 1 – 13.

 

 

 256 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart