Apakah yang menciptakan persatuan ?
<< Go Back


APAKAH YANG MENCIPTAKAN PERSATUAN ?

 

 

Pertanyaan No. 104 :

Bagaimanakah orang-orang percaya dapat mencapai persatuan dan mempertahankannya di antara mereka ?

Jawab:

Untuk mengalahkan Musuh lalu mempertahankan persatuan dan keharmonisan, maka hendaklah setiap orang percaya berhenti mencari-cari salah di antara saudara-saudaranya, awasi langkah-langkah hidupnya sendiri dan jangan mengawasi langkah-langkah orang lain; menyadari bahwa mereka mempunyai kesempatan yang sama dengan dia untuk mengetahui perbedaan di antara yang benar dan yang salah; pikul sendiri tanggung jawab pribadinya dan jangan memikul tanggung jawab orang lain, menghargai mereka lebih baik dari pada akan diri sendiri, dan jangan berbuat atau mengatakan apapun apabila dirinya sendiri tidak menyukai perbuatan dan perkataan itu ditujukan kepadanya.

Hendaklah masing-masing menyadari, seperti yang dilakukan Paulus, bahwa toleransi — tahan sabar melalui kasih — adalah sangat diperlukan, mendesak, dan merupakan puncak dari pada semua yang dicapai.

“Sekalipun aku berkata-kata dengan bahasa-bahasa manusia dan malaikat, jika tiada aku memiliki kemurahan hati, maka jadilah aku sebagai gong yang berbunyi, atau seperti genta yang gemerincing. Dan sekalipun aku memiliki karunia nubuatan, dan memahami semua rahasia, dan semua pengetahuan, dan walaupun aku memiliki semua iman sehingga aku dapat memindahkan gunung-gunung, jika tiada aku memiliki kemurahan hati, maka sia-sialah aku.

“Dan sekalipun aku menyedekahkan semua hartaku untuk memberi makan orang miskin, dan walaupun aku menyerahkan tubuhku untuk dibakar, jika tiada aku memiliki kemurahan hati, maka sekaliannya itu tidak bermanfaat apapun bagiku. Kemurahan hati itu panjang sabar dan penyayang; kemurahan hati itu tidak dengki; kemurahan hati itu tidak memegahkan dirinya sendiri, tidak sombong, tiada melakukan yang tidak senonoh, tidak mencuri keuntungan diri sendiri, tidak mudah dihasut, tiada memikirkan kejahatan; tiada bergemar dalam kelaliman, melainkan bergemar dalam kebenaran; sabar memikul segala perkara, percaya segala perkara, mengharapkan segala perkara, sabar akan segala perkara.

“Kemurahan hati itu tidak pernah lalai; tetapi jika ada nubuatan-nubuatan, maka nubuatan-nubuatan itu akan melalaikan; jika ada karunia-karunia lidah, maka karunia-karunia lidah itu akan berhenti; jika ada pengetahuan, maka ia itu akan melenyapkan. Karena kita mengetahui hanya sebagian, dan kita menubuatkan sebagian. Tetapi apabila yang sempurna itu datang, maka apa yang merupakan sebagian akan disingkirkan. Sewaktu aku masih kanak-kanak, aku berbicara seperti kanak-kanak, aku mengerti seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak; tetapi sesudah aku dewasa, kusingkirkan semua perkara kekanak-kanakan itu. Karena kini kita melihat melalui sebuah kaca, agak kegelapan; tetapi kemudian kita akan menyaksikan muka dengan muka; kini aku mengetahui hanya sebagian; tetapi kemudian kelak akan ku ketahui bahkan sama seperti juga aku diketahui. Dan sekarang tinggallah ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kemurahan hati; maka yang terbesar dari ketiganya ini ialah kemurahan hati.” 1 Korinthi 13.

Laksanakanlah ini, Saudara-Saudaraku, maka Iblis akan melarikan diri dan semua kekacauanmu akan mengikuti dia.

Ingatlah bahwa “Setan itu hidup, dan senantiasa giat, maka setiap hari kita perlu berteriak dengan sungguh-sungguh kepada Allah memohon bantuan dan kekuatan untuk melawannya. Selama Setan masih memerintah kita harus mampu mengalahkan diri sendiri, mengalahkan semua serangannya, dan tidak ada satupun tempat berhenti, tidak ada satupun titik yang akan kita capai lalu mengatakan kita telah sepenuhnya berhasil.

“Kehidupan Kristen adalah suatu gerakan maju yang bersifat tetap. Yesus duduk sebagai seorang penggosok dan pemurni emas bagi umat-Nya, maka bilamana rupa-Nya sudah sempurna dipantulkan di dalam mereka, maka baharulah mereka sempurna dan suci, dan siap untuk diobahkan.” — Testimonies, vol. 1. p. 340.

Sekiranya orang-orang Kristen tidak pernah saling menuduh antar sesamanya, tidak pernah saling mengkomunikasikan di antara sesamanya kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan,  kegagalan-kegagalan, dan kekacauan-kekacauan, maka mereka akan mendapati dirinya bersatu sedemikian rupa, sehingga tidak ada apapun yang dapat memecahkan rantai ikatan Kekristenan mereka yang biasa. Tetapi suatu roh persatuan yang sedemikian ini hanya dapat dipertahankan oleh suatu umat yang tetap tanpa mengenal lelah mengawasi dirinya sendiri, selalu sepakat dan membicarakan perkara-perkara yang sama oleh meninggalkan jalan-jalan dan pikiran-pikiran mereka sendiri untuk mengikuti jalan-jalan dan pikiran-pikiran Tuhan.

Oleh sebab itu, adalah wajib agar setiap penganut Kebenaran Sekarang mengajarkan dan mempraktikkan hanya Kebenaran Sekarang — jangan mengajar kurang atau melampaui semua yang sudah diterbitkan, jangan memasukkan ke dalamnya interpretasi-interpretasi atau tafsiran-tafsiran pribadi, teori-teori dan pendapat-pendapat, dan jangan menambah-nambah atau mengurang-ngurangi apapun dari pada yang diajarkan oleh pekabaran itu.

Dengan mengesampingkan pendapat-pendapat dan jalan-jalanmu sendiri sedemikian ini, dan memanfaatkan dirimu sesuai dengan pendapat-pendapat dan jalan-jalan Tuhan (Yesaya 55 : 8, 9), khusus dalam penyerahan diri kepada Roh Kebenaran, maka kamu akan benar-benar sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Kemudian baharulah kamu mampu untuk mengusir roh pengacauan dan mempertahankan roh kasih dan persatuan.

Dan karena kekuatan dan kerohanian itu hanya ada apabila terdapat persatuan, maka janganlah seorang anggotapun dari sesuatu kelompok umat melalaikan kewajibannya untuk mempertahankan persatuan Kristen yang sedemikian ini.

 

 

 258 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart