<< Go Back
MENYELAMATKAN SIDANG ATAUKAH DUNIA ?
Pertanyaan No. 67 :
Jika pada jam yang terakhir ini kita memusatkan seluruh usaha kita bagi penyelamatan sidang, maka bagaimanakah kelak dunia yang sisa dapat dicapai ?
Jawab :
Misi untuk menyelamatkan dunia tidak mungkin dapat lebih penting dari pada misi untuk menyelamatkan sidang. Memperluas keanggotaan sidang untuk memajukan Kerajaan Kristus, di bawah kondisi-kondisi kesuaman Laodikea yang sedang merajalela sekarang ini, tidak mungkin lebih baik daripada yang telah dilakukan di bawah kondisi-kondisi yang terdapat di dalam sidang Yahudi pada zaman kedatangan Kristus yang pertama dahulu. Karena mengerti akan situasi yang sebenarnya di dalam sidang itu, maka Yahya Pembaptis dan Kristus sendiri, dan bahkan juga para rasul, pertama sekali melibatkan diri mereka untuk bekerja, bukan bagi dunia pada umumnya, melainkan hanya dalam kepentingan saudara-saudara mereka di dalam sidang.
Karena penyelewengan yang sama dari Kristus terdapat juga di dalam sidang sekarang ini seperti halnya di waktu itu (Testimonies, vol. 5, p. 217), maka akan dibutuhkan usaha yang lebih besar untuk menyelamatkan umat dari “kesesatan Laodikea yang menyedihkan” (Testimonies, vol. 3, p. 253) daripada sekiranya mereka berada dalam kekapiran. Sebab di Laodikea mereka itu dibuat untuk percaya bahwa mereka memiliki semua kebenaran yang ada untuk dimiliki, bahwa mereka adalah kaya, berlimpah kekayaannya, dan tidak memerlukan apa-apa lagi, — artinya keselamatan mereka untuk selama-lamanya sudah terjamin selama mereka memiliki keanggotaan sidang. Sebab itu terdapat resiko mereka yang lebih besar bagi kehilangan jiwanya di dalam sidang sementara sidang “suam” dan akan diludahkan keluar, daripada sekiranya mereka tinggal saja di dunia sampai sidang bangun dari ketidurannya dan menggosok sendiri matanya dengan salp mata (Kebenaran) — melihat yang benar, berbuat yang benar, dan memimpin dan memelihara kawanan domba dengan benar.
Hendaklah setiap anggota yang jujur mengemukakan pertanyaan : Jika sidang sendiri belum terjamin selamatnya (Testimonies, vol. 3, p. 253), belum mengikuti Kristus Pemimpinnya (Testimonies, vol. 5, p. 217), dan “telah menjadi seorang pelacur” (Testimonies, vol. 8, p. 250), maka bagaimanakah mungkin dapat ia menyelamatkan orang lain ? Oleh sebab itu kebutuhan yang terbesar ialah pertama-tama menyelamatkan orang-orang di dalam sidang, kemudian baharu orang-orang di luar sidang. “Pekerjaan pembersihan khusus, pembuangan dosa dari antara umat Allah” (The Great Controversy, p. 425), “pekerjaan penghabisan bagi sidang, dalam masa pemeteraian mereka yang seratus empat puluh empat ribu itu” (Testimonies, vol. 3, p. 266), harus lebih dulu datang, baharu kemudian menyusul pemeteraian orang-orang di dunia.
Manusia dan uang yang telah dipersembahkan bagi pekerjaan missionari bagi dunia adalah demikian limpahnya sehingga keseluruhannya menutupi fasilitas-fasilitas sempit yang tersedia untuk membawakan pekabaran bagi orang-orang Laodikea sendiri, sekalipun sidang lebih membutuhkan daripada dunia.
Tetapi bagaimanapun, membawa pekabaran kepada sidang tidak mempengaruhi pekerjaan mission bagi dunia, karena sementara orang-orang Davidian bekerja bagi kepentingan sidang, Gereja membawakan pekabaran yang lama itu kepada dunia. Tetapi sekiranya orang-orang Davidian harus juga mempersembahkan waktu dan uang untuk melayani kepentingan-kepentingan orang-orang kapir, maka sidang dan dunia kedua-duanya akan terjerumus ke dalam neraka. Dengan sendirinya, untuk menyelamatkan dunia, kita harus pertama sekali berusaha menyelamatkan sidang dari kehancuran yang tak terelakkan, sama seperti yang diperbuat oleh Yahya Pembaptis, Kristus, dan para rasul di zaman mereka.
Setelah sidang bangun dan mengakhiri mimpi-mimpinya bahwa ia adalah “kaya, dan telah meningkat kekayaannya,” menyadari bahwa ia adalah kekurangan segala-galanya, mengenakan kekuatannya oleh kembali kepada Kristus Pemimpinnya, mengenakan pada dirinya pakaian-pakaian kebenaran Kristus, dan tidak lagi membiarkan yang najis itu berjalan melaluinya (Yesaya 52 : 1), maka kebenarannya akan kelak terbit bagaikan terang yang bercahaya, dan penyelamatannya bagaikan sebuah pelita yang bernyala-nyala. Maka bangsa-bangsa Kapir akan menyaksikan kebenarannya, dan semua raja akan menyaksikan kemuliaannya (Yesaya 62 : 1, 2). Pada waktu itulah ia akan benar-benar mampu menyelamatkan. Pada waktu itulah “pintu-pintu gerbangnya akan terbuka selalu; sekaliannya itu tidak akan tertutup baik siang maupun malam; supaya orang-orang dapat memasukkan ke dalamnya bala tentara bangsa-bangsa Kapir, dan supaya raja-raja mereka itu dapat dibawa serta. Karena bangsa dan kerajaan yang tidak mau melayaninya akan binasa; bahkan bangsa-bangsa itu akan dihapuskan sama sekali.’ Yesaya 60 : 11, 12.
Oleh sebab itu, hendaklah semua orang yang percaya pada Kebenaran-Sekarang menempuh jalan ini sampai kepada puncaknya yang berbahagia : “Nyanyilah dan bersukacitalah, hai puteri Sion : karena tengoklah, Aku datang, dan Aku akan tinggal di tengah-tengah kamu, demikianlah firman Tuhan. Maka banyak bangsa akan digabungkan kepada Tuhan pada hari itu, dan akan menjadi umat-Ku; maka Aku akan tinggal di tengah-tengah kamu, dan akan diketahui olehmu, bahwa Tuhan serwa sekalian alam telah mengutus Aku kepadamu.” Zakharia 2 : 10, 11.
Lagi pula, karena adalah bukan kita, melainkan Kristus yang “sedang memegang pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri” (Testimonies to Ministers, p. 300), maka bukanlah tugas kita untuk memberitahukan kepada-Nya pekerjaan mana yang harus dilakukan, dan mana yang harus ditinggalkan, melainkan hendaknya setiap pengikut-Nya menyadari bahwa la akan “bekerja dalam cara yang sangat luar biasa, dan dalam cara yang akan bertentangan dengan setiap rencana manusia.” — Testimonies to Ministers, p. 300.
Janganlah menjadi seperti kelas orang-orang yang “mempertanyakan dan mengeritik apa saja yang timbul dalam pengungkapan kebenaran” (Testimonies, vol. 5, p. 690), melainkan jadilah seperti orang-orang yang “membiarkan Sorga mengendalikan.” — Testimonies to Ministers, p. 475.
Perintah itu kepada kita adalah: “Nyaringkanlah suaramu, janganlah menahaninya, angkatlah suaramu bagaikan nafiri, dan tunjukkanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka, dan isi rumah Yakub semua dosa mereka.” Yesaya 58 : 1.
“Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang; persiapkanlah olehmu jalan orang banyak itu; bukalah, bukalah jalan raya; singkirkanlah batu-batu; tinggikanlah sebuah panji bagi orang banyak itu. Bahwasanya, Tuhan telah mengatakan sampai kepada akhir dunia. Katakanlah olehmu kepada puteri Sion, Bahwasanya, selamatmu ada datang; bahwasanya, pahala-Nya ada menyertaiNya; dan pekerjaan-Nya ada di hadapan-Nya.” Yesaya 62 : 10, 11.
219 total, 4 views today


