Apakah pekerjaan Tongkat Gembala memiliki sesuatu contohnya ?
<< Go Back


APAKAH PEKERJAAN TONGKAT GEMBALA
MEMILIKI SESUATU CONTOHNYA ?

 

 

Pertanyaan No. 52 :

Jika “Tongkat Gembala” benar bahwa “di mana tidak ada contoh, maka tidak akan ada kebenaran”, maka di manakah contoh dari tugas pekerjaan “Tongkat” itu sendiri, sekiranya seseorang bertanya ?

Jawab :

Di dalam Wasiat Lama ada dikemukakan sesuatu Pergerakan agama yang merupakan sesuatu “contoh”, atau lambang (type), daripada sesuatu saingannya di dalam Wasiat Baru. Dan sebagaimana Allah kemarin mengorganisasikan dan memimpin yang satu untuk membebaskan umat-Nya dari sesuatu perhambaan yang kejam di bawah penguasa-penguasa kapir, demikian itu pula la akan berbuat dengan yang lainnya di waktu ini. Sama halnya dengan la memberi petunjuk kepada yang satu, demikian itu pula la memberi petunjuk kepada yang lainnya mengenai bagaimana mengharapkan untuk dibebaskan dan ditetapkan pada negeri warisan mereka, yaitu kerajaan yang merdeka, damai, dan berkelimpahan. Dalam jaminannya ini la menyatakan : “Kini segala perkara ini berlaku bagi mereka untuk menjadi contoh-contoh; dan sekaliannya itu tercatat untuk menjadi nasehat bagi kita, terhadap siapa segala akhir dunia  akan datang.” 1 Korinthi 10 : 11. Dan “akan ada kelak suatu jalan raya bagi umat-Nya yang sisa, yang akan tertinggal, berasal dari Assyria; sama seperti halnya bagi Israel pada hari ia keluar dari negeri Mesir.” Yesaya 11 : 16.

Semua perkataan ini jelas menunjukkan bahwa Pergerakan Exodus yang lalu yang dipimpin oleh Musa melalui tongkat gembalanya, dari Mesir ke Kanaan, menunjuk kedepan dalam contoh kepada kelepasan yang terakhir umat Allah daripada perhambaan mereka yang lama di bawah kerajaan-kerajaan dunia ini, kepada kemerdekaan di dalam kerajaan Allah. Sesuai dengan itu, maka Pergerakan Exodus akhir zaman yang terakhir ini akan dipimpin oleh Tongkat Gembala contoh saingan, dan akan dibebaskan daripada semua ikatan bumi — yaitu dosa dan dari orang-orang berdosa.

Namun kiranya perlu diingat, bahwa Pergerakan Exodus itu, dalam contoh, teridiri dari dua bagian, bagian yang pertama dipimpin oleh Musa dan bagian yang kedua oleh Yusak, dan bahwa itulah yang terakhir, yang murni, yaitu bagian (yang tumbuh dewasa setelah empat puluh tahun mengembara di padang belantara, dan setelah hanya dua dari semua yang berusia dua puluh tahun ke atas sewaktu meninggalkan Mesir, meninggal dunia) yang memiliki tanah itu.

Pergerakan yang dipimpin oleh Tongkat Gembala itu waktu ini adalah satu-satunya Pergerakan di dalam Dunia Kristen yang cocok dengan contoh itu —- Israel dari zaman Yusak. Sama dengan pergerakan itu yang menarik para pengikutnya hanya dari Pergerakan induk, dan yang memiliki sebagai tujuan tiga rangkapnya kelepasan umat Allah dari penjajahan, pemilikan tanah itu, dan pendirian kerajaan. Dan seperti halnya Israel yang sudah murni dari zaman Yuzak, generasi yang bertahan selama empat puluh tahun pengembaraan di padang belantara itu pertama-tama mewarisi kepemimpinan terakhir dari contoh Pergerakan Exodus itu, dan kemudian tanah perjanjian itu; demikian itu pula Israel yang sudah murni masa kini (mereka yang 144.000 itu), yaitu orang-orang yang sudah bertahan selama empat puluh tahun pengembaraan dari tahun 1890 – 1930, dan yang luput dari pembantaian Yeheskiel 9, akan dipromosikan menduduki kepemimpinan yang terakhir dari Pergerakan Exodus contoh saingan, kemudian mewarisi “tanah perjanjian itu”, dan menjadi warga Negara di dalam Kerajaan yang kekal itu.

Demikianlah kita saksikan, bahwa sesudah orang-orang yang bersungut-sungut itu dihapuskan, sesuai dalam contohnya, baharu Yuzak mengambil alih, dan memimpin Pergerakan Exodus itu di tanah Kanaan. Sesuai dengan itu, maka dalam contoh saingan periode sebelum Tongkat Gembala datang,  periode Laodikea akan merupakan periode di mana akan ditemukan contoh orang-orang yang mengembara, yang ragu-ragu, yang bersungut-sungut, menentang pandiri Pergerakan maupun menentang prinsip-prinsip menu Sehat (“Reformasi Kesehatan”) dari Pergerakan, dan akibat berbagai kutuk dan pembantaian.

Akibat yang cepat dari semua persungutan ini, keluhan-keluhan dan keragu-raguan di waktu ini sudah akan membutakan mata banyak orang di dalam Pergerakan Advent, membuat mereka berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpin mereka, dan terus menerus mundur “menuju Mesir.” — Testimonies, vol. 5. p. 217. Akibatnya, dalam suatu kesamaan tragis yang lain, sama seperti yang ditulis Musa mengenai contoh pengalaman yang menyedihkan itu, demikian itu pula ditulis oleh pendiri gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengenai pengalaman yang bahkan lebih menyedihkan lagi dalam contoh saingannya, yang diucapkannya dalam tahun 1888 yang lalu : “‘Banyak yang telah kehilangan pandangan terhadap Yesus” ; dan “Keragu-raguan dan bahkan ketidakpercayaan terhadap kesaksian-kesaksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita di mana-mana.” — Testimonies, vol. 5, p. 217.

Dengan perkataan lain, sama seperti halnya orang-orang yang tidak percaya pada pihak Israel kuno yang lalu telah dikirim kembali untuk mengembara di padang belantara sampai semua yang bersalah binasa, maka sedemikian itu pula ketidak-percayaan pada pekabaran Pembenaran oleh Iman yang diberitakan di Pertemuan Minneapolis itu telah mengirim gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ke dalam suatu pengembaraan Empat Puluh  Tahun lamanya di padang belantara, sampai tahun 1930, dengan kedatangan pekabaran ini yang oleh suaranya setiap orang harus mematuhi tawaran Allah atau mati seperti halnya Akhan dan keluarganya. Kiranya Allah berkenan agar Israel masa kini, yaitu anak-anak dari mereka yang telah mengulangi sejarah Israel kuno yang lalu (Testimonies, vol. 5, p. 160), dapat diberi nasehat melalui kesalahan-kesalahan para nenek moyang mereka, lalu mematuhi panggilan Jam Kesebelas.

Pengetahuan contoh yang penting ini masih mengungkapkan lagi kesamaan-kesamaan sejajar yang penting lainnya sebagai berikut : sebagaimana Pergerakan Exodus itu telah ditinggal mati pemimpinnya yang kelihatan, sesaat menjelang pergerakan itu memasuki tanah Kanaan, maka demikian itu pula Pergerakan Advent telah ditinggal mati pemimpinnya yang kelihatan, sewaktu ia sudah mendekati perbatasan-perbatasan Kerajaan itu ; dan sebagaimana Yuzak kemudian telah dipanggil untuk memimpin kaki-kaki para peziarah Allah yang sudah letih itu ke tanah air mereka, maka demikian itu pula tak dapat tiada harus bangkit seseorang yang lain pada waktu ini dalam menggenapi contoh itu, untuk menghantarkan pulang kaki-kaki umat kesucian Allah yang ada sekarang.

“Oleh seorang nabi Israel telah dihantarkan Tuhan keluar dari Mesir, dan oleh seorang nabi ia telah dipeliharakan.” Hosea 12 : 13.

“Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, dan apabila ia muncul orang-orang mungkin mengatakan : ‘…………………. anda tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara sepatutnya’.” — Testimonies to Ministers, pp. 475, 476.

Dalam seluruh bagian sejarah sidang semenjak dari Pergerakan Exodus itu, pekabaran Tongkat Gembala adalah satu-satunya pekabaran yang menyerukan bagi sesuatu Pergerakan yang sedemikian ini, dan yang cocok setepat-tepatnya dengan contoh itu.

(Bacalah buku Traktat No. 8, Gunung Sion pada Jam Kesebelas, dan buku Traktat No.9, Tengoklah Aku Jadikan Segala Perkara Baru).

Oleh karena itu, jelaslah bahwa terang yang jelas terpancar dari contoh, dari kesaksian-kesaksian para nabi, dan dari sejarah, mengidentifikasikan pekabaran Tongkat Gembala sebagai satu-satunya pekabaran yang dikuasakan untuk memimpin sidang akhir zaman, yang bebas dari dosa dan orang-orang berdosa, masuk ke dalam tanah perjanjian, apabila “segala masa bangsa-bangsa Kapir genap sudah.” Lukas 21 : 24. “Dalam sejarah raja-raja ini Allah di sorga akan mendirikan sebuah kerajaan, yang kelak tidak pernah dapat dibinasakan.” Daniel 2 : 44. Saat itu telah tiba, dan Tongkat Allah itu ada di sini untuk memungkinkan “pergerakan reformasi yang besar itu di antara umat Allah“ (Testimonies, vol. 9, p. 126), untuk memberikan “kuasa dan kekuatan kepada Pekabaran Malaikat yang Ketiga” (Early Writings, p. 277), sehingga, “dengan bersenjatakan kebenaran Kristus, sidang ………. ‘indah bagaiakan bulan, cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya’,” dapat “keluar ke dalam seluruh dunia, dengan kemenangan dan untuk memenangkan.” — Prophets and Kings, p. 725.

“Dengarlah olehmu akan Tongkat itu, dan akan DIA yang telah menentukannya.”  Mikha 6 : 9.

 

 250 total,  2 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart