Apakah Paskah dan penguburan itu pada hari yang sama ?
<< Go Back


APAKAH PASKAH DAN PENGUBURAN ITU
PADA HARI YANG SAMA ?

 

 

Pertanyaan No. 51 :

Akhir-akhir ini banyak usaha telah dilakukan untuk menentukan hari-hari tertentu dari minggu pada mana pemeriksaan, penyaliban, penguburan, dan kebangkitan Yesus terjadi; juga jangka waktu la diperiksa, tergantung di kayu salib, dan berbaring di dalam kubur. Hal-hal yang dikemukakan sebagai bukti mengenai persoalan itu membingungkan saya. Dapatkah anda menjelaskannya? Dan apakah Yesus memakan Paskah pada hari yang sama orang-orang Yahudi melakukannya, ataukah sebelumnya ?

Jawab :

Tanpa menghiraukan betapa tertutupnya tampaknya para penulis Injil membiarkan persoalan ini dalam rahasia, namun suatu rangkaian fakta-fakta ada diberikan secara jelas dan muncul dengan menyolok, yaitu jam-jam di mana peristiwa-peristiwa utama itu terjadi.

Semua Injil membuktikan bahwa Yesus ditangkap pada malam yang sama la memakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Nya (Matius 26 : 34); Markus 14: 30; Lukas 22 : 34). Yahya menegaskan bahwa segera sesudah itu la “dibawa ………. pergi kepada Annas” (Yahya 18 : 13), dan Markus mengungkapkan bahwa kemudian pada malam itu la dibawa ke hadapan “imam-imam besar dan semua majelis.” Markus 14 : 54, 55. “Dan segera setelah hari siang”, setelah semua penghitungan setuju, maka la akhirnya diadili di hadapan Sanhedrin. Untuk membuat pemeriksaan menjadi sah, maka pengadilan itu tidak dapat (oleh Undang-Undang Yahudi) berlangsung sebelum matahari terbit, yaitu jam dua belas, waktu kuno. Tepatnya, waktu pemeriksaan itu tidak dapat lebih awal, dari pada jam 11.50 pagi waktu kuno (jam 5.30 pagi waktu kini), karena minggu Paskah dirayakan mulai dari hari keempatbelas sampai kepada hari kedua puluh satu dari bulan pertama tahun Iberani yang dimulai dengan musim semi (vernal equinox tanggal 20 – 21 bulan Maret), yaitu waktu dari tahun di mana siang dan malamnya sama panjang.

Selanjutnya, sebagaimana ditunjukkan oleh semua penulis Injil, la dibawa ke aula pengadilan Romawi, di mana, sesuai dengan kesaksian Yahya, la diadili di hadapan Pilatus pada “kira-kira jam enam.” Yahya 19 : 14. Dan Markus mencatat bahwa la disalibkan pada “jam tiga” (Markus 15 : 25), sementara Matius dan Lukas, berikut Markus, membuktikan bahwa sewaktu la tergantung pada kayu salib kegelapan menutupi bumi dari jam enam sampai jam sembilan (Matius 27 : 45; Markus 15 : 33; Lukas 23 : 44). Pada akhirnya, semua bergabung dalam menyimpulkan kesaksian bahwa la dikuburkan tepat menjelang jam dua belas, matahari masuk — sebelum masuk Sabat (Matius 27 : 57 – 62; Markus 15 : 42 – 46; Lukas 23 : 54 – 56).

Gambar berikut ini memperlihatkan suatu jangka waktu empat puluh delapan jam. Di atasnya setiap jam ditunjukkan, dan petunjuk bagi masing-masing peristiwa diberikan berhadapan dengan jam di mana peristiwa itu jadi. Angka-angka sebelah luar dari gambar itu memperlihatkan jam kuno; angka-angka sebelah dalam memperlihatkan jam masa kini. Bagian-bagian yang gelap menunjukkan jam-jam dari semua malam yang termasuk di dalamnya, juga kegelapan yang terjadi selama Kristus tergantung pada salibNya.

Sekiranya seseorang hendak menyimpulkan bahwa peristiwa-peristiwa itu dalam kaitannya dengan kesengsaraan Kristus, — penangkapan atas diri-Nya, pemeriksaan-pemeriksaan-Nya, penyaIiban, dan penguburan-Nya, — teriadi dalam satu hari, maka seperti terlihat dengan jelas pada gambar di atas, tentunya tidak akan terdapat “jam enam” bagi pemeriksaan di dalam aula pengadilan Pilatus; memang, tidak akan ada waktu sama sekali yang diperuntukkan bagi pemeriksaan-pemeriksaan di hadapan Pengadilan Romawi — Pilatus dan Herodes.

Dan untuk menerima bahwa Lukas 22 : 7 – 14 itu hanya mencatatkan suatu Paskah pengganti — bahwa Yesus dan murid-murid-Nya merayakan sesuatu paskah sebelum harinya tiba — adalah sama dengan mengambil suatu pendirian yang berbeda dengan “hukum” maupun dengan “kesaksian” dari para nabi dan para rasul (Yesaya 8 : 20). Dan sekiranya memang inilah kenyataannya, maka orang-orang Yahudi yang mati-matian ingin melakukan berbagai perbuatan melawan hukum atas Kristus sudah akan banyak melakukannya, dan sebagai akibatnya murid-murid sudah akan menuliskannya.

Untuk memuaskan tuntutan “hukum” yang tak berubah, maka anak domba itu harus disembelih di sore hari keempat belas dari bulan yang pertama (Bilangan 28 : 16), dan pesta harus dirayakan pada hari kelima belas (ayat 17), yaitu malam yang menyusul hari yang keempat belas itu (Keluaran 12 : 8). Dalam bukti penutup terhadap kenyataan ini Roh Nubuatan dengan tegas mengatakan : “Pada hari keempat belas dari bulan Yahudi yang pertama, yaitu hari dan bulan di mana untuk selama lima belas abad lamanya anak domba Paskah telah disembelihkan, maka setelah memakan Paskah itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, Kristus melembagakan pesta perayaan itu yang akan memperingati kematian-Nya sendiri sebagai ‘Anak Dornba Allah, yang membuangkan dosa dunia ini’.” — The Great Controversy, p. 399.

Sementara minggu Paskah diatur oleh bulan, maka hari di mana berkas ikatan akan dipersembahkan (contoh yang melambangkan kebangkitan — 1 Korinthi 15 : 20; The Desire of Ages, p. 786) adalah diatur oleh minggu. Dan menurut Immamat 23 : 3, 11, berkas ikatan akan dipersembahkan pada hari yang menyusul Sabat hari yang ketujuh, karena Sabat dari ayat 11 itu ialah Sabat dari ayat 3 — yaitu dalam kaitan dengan yang Musa perkenalkan masalah pesta-pesta perayaan itu.

Lagi pula, Alkitab tidak pernah menyebut sesuatu hari perayaan dengan “Sabat itu,” melainkan selalu dengan “sesuatu sabat” atau “sabat-sabat” (lihat ayat 24).

 (Bagi pembahasan yang lebih luas terhadap masalah hari-hari dari minggu Paskah, dan terhadap jangka waktu “tiga hari dan tiga malam” — Matius 12 : 39, 40 itu — bacalah buku Traktat No. 10, yang berjudul The Sign of Jonah.)

 

 

 221 total,  2 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart