<< Go Back
KAPANKAH PENGHITUNGAN TAHUN IBERANI DIMULAI ?
Pertanyaan No. 50 :
Dapatkah Saudara menceriterakan kepada kami hari Tahun Baru Iberani, dan hari-hari dari pesta-pesta perayaan mereka, dalam penanggalan kalender Romawi kita yang ada?
Jawab :
Sambil memimpin rombongan besar orang-orang Iberani itu dari perhambaannya menuju ke kemerdekaan, maka Tuhan terus mengukuhkan mereka dalam kebenaran dari segala perkara, termasuk kebenaran mengenai hari pada mana penghitungan tahun dimulai, kebenaran mengenai hari pada mana penghitungan bulan dimulai, dan kebenaran mengenai hari pada mana penghitungan minggu dimulai. Jelaslah, bahwa agama Iberani secara luas banyak berhubungan dengan hari-hari dari minggu, dari bulan, dan dari tahun.
Orang-orang Iberani itu selamanya harus menyucikan (1) bukan sesuatu hari yang ketujuh dari setiap minggu, melainkan hari yang ketujuh itu dari setiap minggu, yaitu hari Sabat; (2) hari-hari mulai dari hari yang kelima-belas sampai kepada hari yang kedua puluh satu dari bulan yang pertama, yaitu minggu Paskah; (3) hari kelima puluh sesudah berkas ikatan buah-buah pertama dipersembahkan, yaitu hari Pantekosta; (4) hari kesepuluh dari bulan yang ketujuh, hari Grafirat; (5) hari-hari mulai dari hari kelima belas sampai kepada hari kedua puluh satu dari bulan yang sama, yaitu Pesta Perayaan Tabernakel-Tabernakel; dan (6) pesta-pesta perayaan bulan-bulan baru. Demikianlah Dia Yang Maha Tahu itu, Dia yang menciptakan badan-badan langit dan mengetahui tepat saatnya Ia menggerakkan sekaliannya itu untuk memerintahkan hari, bulan, dan tahun, Ia memutuskan bahwa pesta perayaan-perayaan yang suci itu supaya dirayakan tepat pada bulan dan tepat pada hari pada mana sekaliannya itu pertama kali diresmikan.
Dan Ia menetapkan “segala terang di dalam angkasa ………. untuk menjadi tanda-tanda dan musim-musim, dan hari-hari, dan tahun-tahun” (Kejadian 1 : 14), oleh gerakan-gerakannya Ia menentukan setiap tanggal matahari dan setiap tanggal bulan, supaya ia itu tidak akan pernah terlupakan. Kemudian untuk lebih mengamankannya terhadap sesuatu kehilangan yang sedemikian ini, maka “berbicaralah Ia kepada Musa dan Harun di negeri Mesir, kata-Nya, Bulan ini akan bagimu menjadi permulaan dari segala bulan : ia itu akan menjadi bulan yang pertama dari tahun bagimu.” Keluaran 12 : 1, 2.
Demikianlah kita saksikan bahwa jam lonceng-Nya yang besar dan yang tak pernah keliru bagi bumi, yaitu gerakan-gerakan bumi sendiri yang teratur itu, menentukan hari dan tahun, sedangkan perputaran bulan mengelilingi bumi menentukan bulan (months).
Tetapi Tahun Baru Romawi, yaitu 1 Januari, menemukan penetapannya bukan dalam gerakan-gerakan dari sistem matahari (solar system), melainkan dalam dugaan-dugaan dari mitologi. Akibatnya, karena tanggal itu tidak bertepatan sama dengan waktu siang dan malam yang sama panjang dari musim semi ataupun dari musim gugur, ataupun dengan titik balik matahari dari musim panas ataupun dari musim dingin, maka sekiranya penduduk bumi akan kehilangan penghitungan hari dan perlu menemukannya kembali, mereka tak akan mampu menemukannya.
Untuk menghindarkan umat-Nya daripada sesuatu bencana yang sedemikian ini menimpa mereka, dan untuk membuat mereka pandai terhadap saat permulaan penghitungan tahun, maka Tuhan telah memberikan kepada Musa kalender tahunan yang suci yang tidak mungkin hilang atau salah hitung selama bumi masih ada. Kepadanya Ia mengatakan bahwa hari yang mendahului keluaran dari Mesir itu adalah hari keempat belas dari bulan yang pertama : dan untuk selamanya sesudah itu mereka harus memperingati Paskah pada malam itu setiap tahun, yaitu malam sesudah hari yang keempat belas itu. Demikian Tuhan menetapkan kembali kalender kejadian itu, sambil mengukuhkan kembali bahwa perhitungan tahun dimulai pada hari musim semi sewaktu malam dan siangnya sama panjang, pada mana musim semi, sebagai musim yang pertama dalam tahun dimulai, dan pada mana matahari dan bulan diciptakan (hari keempat dari permulaan kejadian dunia) — yaitu satu-satunya saat di dalam waktu di mana dalam alam yang sesungguhnya dari segala-galanya penghitungan tahun dapat dimulai. Dan demikian itulah halnya bahwa hari Paskah, hari Grafirat, dan Pesta Perayaan Tabernakel-Tabernakel (tiga pesta perayaan yang sangat penting di dalam tahun) di samping pesta-pesta perayaan lainnya, adalah dikendalikan oleh tahun matahari (solar year) dan oleh bulan (lunar month); Sabat yang setiap minggu itu dikendalikan oleh hari pada mana kejadian dimulai, dan tahun itu sendiri dikendalikan oleh waktu semi yang siang dan malamnya sama panjang, yaitu tonggak pemberi tanda yang tak dapat berpindah-pindah.
Karena bulan pertamanya dari tahun dimulai dengan bulan baru yang pertama pada, atau sesudah, waktu semi yang malam dan siangnya sama panjang, yaitu bulan Maret tanggal 20 – 21, maka hari yang keempat belas yang pada mana domba Paskah akan disembelih akan jatuh pada tanggal 3 April. Sekaligus akan terlihat, bahwa bulan Romawi sama sekali tidak mungkin memiliki apapun yang berhubungan dengan penentuan waktu Paskah ataupun persembahan berkas ikatan, sehingga dengan demikian tidak ada apapun juga yang berkaitan dengan penghitungan waktu penyaliban ataupun kebangkitan Kristus.
Ini akan lebih jelas terlihat dari hubungan peristiwa-peristiwa suci yang datang dalam musim semi tahun 31 tarikh Masehi, tahun di mana Kristus disalib, dengan peristiwa-peristiwa suci yang datang dalam musim gugur tahun 27 tarikh Masehi, tahun di mana la dibaptis, seperti terlihat melalui bagan berikut ini.
Gambar ini memungkinkan kita melihat bahwa sebagaimana musim (solar season) yang satu menandingi musim yang lainnya (musim semi yang siang malamnya sama panjang menandingi musim gugur yang siang malamnya sama panjang, dan titik balik matahari musim panas menandingi titik balik matahari musim dingin), maka dalam bentuk yang sama pun pesta-pesta perayaan suci dari musim yang satu menandingi pesta-pesta perayaan suci dari musim yang lainnya : hari kesepuluh dari bulan pertama, yaitu pemisahan anak domba yang tak bercacad-cela dari kelompoknya (Keluaran 12 : 3), berkaitan dengan hari kesepuluh dari bulan ketujuh, yaitu pekerjaan Grafirat, pemisahan orang-orang yang benar daripada orang-orang yang tidak benar, yang menunjukkan dalam kedua peristiwa itu suatu hari pengadilan (pehukuman), suatu hari pemisahan orang-orang yang suci daripada orang-orang yang tidak suci; hari keenam belas dari bulan pertama, yaitu hari penyaliban Kristus, berkaitan dengan hari keenam belas dari bulan yang ketujuh, yaitu hari Ia dibaptis, menunjukkan bahwa kubur air-Nya itu adalah membayangi kubur-Nya di dalam tanah; hari kedelapanbelas dari bulan pertama, yaitu kebangkitan, berkaitan dengan hari kedelapan belas dari bulan ketujuh, yaitu hari pertama dari ujian-Nya di padang belantara; empat puluh hari kemenangan-Nya dalam pelayanan kepada murid-murid-Nya; berkaitan dengan empat puluh hari kemenangan-Nya dalam peperangan melawan Setan; dan murid-murid-Nya menghotbahkan injil setelah Pantekosta berkaitan dengan la menghotbahkan injil setelah ujian-Nya di padang belantara.


Lepas dari peristiwa-peristiwa yang bertepatan itu, maka untuk menetapkan tanggal baptisan-Nya sebagai hari yang keenam belas dari bulan yang ketujuh, kita hanya perlu melihat pada kenyataan bahwa “perkataan nubuatan yang lebih pasti” menentukan bahwa Ia akan berhotbah tiga setengah tahun lamanya, dan kemudian “dipotong”. Daniel 9 : 26. Dan karena Ia telah disalibkan pada hari keenam belas dari bulan yang pertama, maka Ia tak dapat tiada harus sudah dibaptiskan bagi tugas pelayanan tiga setengah tahun sebelumnya, yaitu pada hari keenam belas dari bulan yang ketujuh.
266 total, 2 views today


