Pendahuluan berkenan dengan Tanya Jawab ini
<< Go Back


PENDAHULUAN BERKENAN DENGAN
TANYA JAWAB INI

Tahukah Saudara !

 

Saudara-Saudara yang kekasih di Laodikea, tahukah anda bahwa nubuatan dengan pasti menyatakan bahwa umat Allah di dalam sidang Laodikea berada dalam kondisi yang kritis dan berbahaya, tetapi mereka tidak menyadarinya? Saudara, apakah anda menyadarinya atau tidak, apakah anda mempercayainya atau tidak, namun demikian itulah keadaannya yang tepat. Dan jika anda berharap untuk masuk ke dalam kehidupan yang kekal, maka anda harus mempercayainya, dan supaya tidak berlambatan. Apapun saja yang mungkin anda percaya ataupun tidak percaya, perkara yang satu ini harus anda percaya, “karena adalah Saksi Yang Benar itu sendiri yang berbicara, maka kesaksian-Nya tak dapat tiada harus benar.” — Testimonies, vol. 3, p. 253.

Dan ingatlah bahwa melebihi semua orang, orang-orang Laodikea itu seharusnya bukan saja menjadi yang terakhir, melainkan juga yang tersedikit cenderung untuk mengeritik, sebab mereka sendiri demikian kata Saksi Yang Benar itu, adalah “tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang,” tanpa banyak mencurigai akan hal itu, melainkan sebaliknya sambil merasa syukur menyangka dirinya “kaya, dan telah bertambah kekayaannya sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi.” Wahyu 3 : 17. Jadi, bagaimanakah dapat mereka benar-benar mengetahui setiap perkara dari hal orang-orang lain!

Ingatlah Saudara, dan bangkitlah kepada kehidupan! Suara ini, yang sedang menghimbau anda untuk bangun dan menghindari lobang jerat Musuh itu, tidak mungkin adalah suara Musuh itu sendiri! Ingatlah bahwa Tuhan “membuat kita tercengang oleh mengungkapkan kuasa-Nya melalui alat-alat pilihan-Nya sendiri, sebaliknya Ia melewati orang-orang yang telah kita anggap sebagai orang-orang yang melalui merekalah terang harus datang. Allah menghendaki kita supaya menerima kebenaran itu atas dasar kebenarannya sendiri, — karena itulah kebenaran.” – Testimonies to Ministers, p, 106.

Tak perduli melalui siapapun juga terang itu dikirim, kita harus membuka hati kita untuk menyambutnya dengan kelemahlembutan Kristus …………….… Kita semua harus mengetahui apa yang sedang diajarkan di antara kita: karena jika ia itu adalah kebenaran, maka kita memerlukannya.” —- Gospel Workers p. 301.

“Bahaya besar berada dengan umat kita adalah karena bergantung pada manusia, dan menjadikan daging sebagai pegangannya. Mereka yang tidak biasa menyelidiki sendiri Alkitab bagi dirinya, atau menimbang-nimbang akan kenyataan, mereka menaruh harap pada orang-orang yang memimpin, lalu menerima saja keputusan-keputusan yang dibuat mereka; sehingga dengan demikian banyak orang akan menolak pekabaran-pekabaran penting yang dikirim Allah kepada umat-Nya, jika sekiranya saudara-saudara pemimpin ini tidak mau menerima pekabaran-pekabaran itu.” —- Testimonies to Ministers, pp. 106, 107.

“Ia akan menggunakan orang-orang, untuk menyelesaikan maksud-Nya, yaitu mereka yang akan ditolak oleh sebagian saudara-saudara karena dianggap tidak cakap untuk ikut serta dalam pekerjaan.” —- The Review and Herald, Februari 9, 1895.

Dalam terang dari amaran-amaran ini, tidakkah anda mau mengambil waktu sejenak untuk secara seksama dan penuh doa memastikan adakah benar Allah sedang memimpin dalam pekerjaan reformasi ini ? Ia telah berjanji kepada semua orang yang hendak melakukan hal ini, bahwa Ia tidak akan meninggalkan mereka dalam kegelapan, melainkan Ia akan memimpin mereka ke dalam semua Kebenaran. Olehnya itu maukah anda berpegang pada kata-kata-Nya, lalu mencoba-Nya?

Kami mengundang anda untuk mencobanya, karena “perwakilan-perwakilan jahat itu sedang mempersatukan kekuatan-kekuatan mereka, dan sedang berkonsolidasi. Mereka sedang memperkuat diri bagi krisis besar yang terakhir. Perubahan-perubahan besar akan segera terjadi di dalam dunia kita,” demikian kata Ilham, “dan pergerakan-pergerakan yang terakhir akan merupakan pergerakan-pergerakan yang cepat ………. Masa itu sedang mendekat datangnya apabila dalam penipuan dan keangkuhan mereka itu manusia akan mencapai suatu titik dimana Tuhan tidak akan lagi mengijinkan mereka lewat, sehingga mereka akan mengetahui bahwa ada suatu batas bagi kesabaran Allah …….. Orang-orang yang memegang kuasa pemerintahan tidak akan mampu, untuk memecahkan persoalan penyelewengan moral, kemelaratan, kemiskinan, dan kejahatan yang terus meningkat. Mereka sedang bergumul dengan sia-sia untuk menempatkan usaha-usaha dagang pada suatu landasan yang lebih aman ……… Segera tak lama lagi setiap perkara yang dapat digoncangkan akan tergoncang, sehingga perkara-perkara itu yang tidak dapat digoncangkan akan tetap tinggal………….

“Adalah tidak mungkin untuk memberikan sesuatu pendapat mengenai pengalaman umat Allah yang akan hidup di bumi apabila kemuliaan sorga dan suatu ulangan aniaya-aniaya masa lampau itu kelak bergabung. Mereka akan berjalan dalam terang yang menyinari keluar dari tahta Allah. Oleh perantaraan malaikat-malaikat kelak akan ada komunikasi yang tetap antara sorga dan bumi.” —- Testimonies, vol. 9, pp. 11, 13, 15, 16.

Mengingat akan kenyataan-kenyataan yang hebat ini bahkan yang kini muncul dihadapan mata kita, maka Saudara, Saudariku, jangan lagi menyembunyikan dirimu dalam kegelapan. Berdirilah dalam terang, supaya jangan anda terantuk dan jatuh sehingga tidak lagi ditemui. Marilah, ambillah waktu, dan

Marilah kita pertimbangkan
Bersama-sama

Oleh karena sidang Laodikea, yang terakhir dari tujuh sidang itu (Wahyu 2 dan 3) adalah melambangkan sidang Kristen dalam masa periodenya yang terakhir, masa sejarah kita, maka pekabaran pada catatan yang ditujukan kepadanya itu adalah pekabaran yang terakhir kepada sidang. Jadi, jelaslah, jika ada terdapat sesuatu pokok masalah Alkitab yang penting bagi sidang untuk dipelajari, maka tentu pekabaran kepada orang-orang Laodikea itulah yang penting untuk dipelajari.

Sungguhpun puas dengan hasil pegangan mereka, namun orang-orang Laodikea yang percaya dan berharap pada Allah oleh Firman-Nya tidak akan mempertanyakan Dia akan hal kondisi mereka, melainkan tanpa melihatnya atau tidak mereka akan mengakui bahwa memang mereka berada dalam suatu “kesesatan yang sangat menyedihkan,” “tidak terkasihan, dan sengsara, dan buta, dan bertelanjang.” Setelah dengan jujur memberikan pengakuan ini, maka sebagai hasil kepatuhan mereka kepada nasehat Saksi Yang Benar itu untuk membeli kepada-Nya salp mata sebagai satu-satunya yang menyediakannya, mereka akan menggosok mata mereka dengannya dan mereka akan mampu melihat.

Meskipun demikian, orang-orang yang tetap tenang dalam kesentausaan palsu kepuasan sendiri tidak akan menaruh perhatian kepada nasehat amaran itu, sehingga akibatnya mereka akan kehilangan segala perkara —- diludahkan keluar! Namun betapa sedikitnya orang yang dibangunkan oleh gemparnya ancaman yang mengerikan ini! Betapa sedikitnya orang yang berhasil dipaksanya untuk mencari tahu dimana letak kekacauan itu dan bagaimana mereka berdiri! Memang, betapa sedikitnya yang berhasil dibuat gempar oleh amaran itu. Dan betapa sedikitnya orang yang cenderung untuk menyelidikinya karena takut kalau-kalau ia itu akan menegor jalan kejahatannya dan merampas mereka dari beberapa kesenangan dosanya yang mereka pegang dengan sungguh-sungguh! Mengherankan karena hanya sedikit, namun sekaliannya itu memang begitu.

Kemudian juga, karena telah ditanamkan di dalam mereka ketakutan yang besar terhadap nabi-nabi palsu, dan sama sekali tidak dibangunkan di dalam mereka sesuatu harapan apapun terhadap nabi-nabi yang benar (walaupun tidak mungkin ada nabi palsu jika tidak ada nabi yang benar), maka mereka kini hampir-hampir berada di luar jangkauan. Dan di balik sikap mereka yang acuh itu terlihat kebenaran itu bahwa “berbagai kesulitan tugas dan keplesiran dosa adalah merupakan tali-tali yang digunakan Setan untuk mengikat orang-orang dalam jerat-jeratnya.” (Testimonies, vol. 5, p, 53), sedangkan di balik ketakutan akan nabi-nabi palsu yang tertanam dengan mendalam itu, terlihat kelalaian pengawal palsu itu menghalangi mereka dari pada datang berkomunikasi dengan para utusan yang dikirim Allah kepada mereka.

Oleh sebab itu, maka keprihatinan kami yang mendalam ialah agar hendaklah bangkit di dalam anda, anggota Laodikea yang kekasih, suatu keinginan untuk turun sampai ke dasar masalah itu, untuk meyakinkan keselamatanmu. Dengan demikian tidakkah anda mau berlaku sopan dan penuh perasaan untuk duduk bersama-sama dengan pembawa terang ini dalam rendah hati, tidak memihak, menyelidiki dengan penuh doa akan apa yang tak dapat tiada akan membayar kembali anda dengan berlipat ganda untuk semua yang telah anda masukkan ke dalamnya? Ingatlah, adalah suatu hukum Ilahi yang mengembalikan setiap usaha yang jujur menjadi kegembiraan, suatu pengalaman pribadi dengan Allah, dan kehidupan yang kekal. Olehnya itu, tidakkah anda mau memulai sekarang untuk mengukur dirimu sendiri, bukan lagi dengan apa yang anda sangkakan, melainkan oleh apa yang Tuhan firmankan kepadamu? Mulailah penyelidikanmu dengan tujuh pertanyaan berikut ini.

Tujuh Pertanyaan

  1. Siapakah Laodikea itu?
  2. Siapakah yang dilambangkan oleh malaikat itu?
  3. Apakah yang dimaksudkan dengan tidak terkasihan dan sengsara dan miskin dan buta dan telanjang?
  4. Apakah artinya menjadi “suam”?
  5. Mengapakah Allah memilih salah satu dingin atau panas dan bukan suam?
  6. Apakah artinya salp mata?
  7. Sekiranya Laodikea gagal bertobat, maka bagaimanakah kelak malunya ditelanjangi?

Wahyu pasal 2 dan 3 melukiskan kondisi masing-masing dari tujuh sidang itu, yang terakhirnya ialah sidang Laodikea. Sidang-sidang ini, diakui, menggambarkan sidang Kristen dalam tujuh masa periode yang berbeda-beda; periode yang ketujuh, Laodikea, menggambarkan sidang dalam masa periode menjelang “penuaian,” yaitu yang terakhir dalam mana “gandum dan lalang” itu bercampur bersama-sama dan periode inilah dimana sidang akan mengalami pemisahan yang jelek dari antara yang baik (Matius 13 : 30, 47 – 49).

Oleh karena dalam setiap bagiannya, sidang itu harus betul sesuai namanya (hanya itu yang merupakan tanda pengenalnya), maka sebab itulah kita akan membicarakan pertanyaan :

Siapakah Laodikea Itu ?

Laodikea dapat dikenal secara sempurna di tengah-tengah banyak “faham” dunia Kristen oleh tugas yang sedang dikerjakannya —- yaitu memberitakan pehukuman. Sesungguhnya tanda pengenalan ini ditunjukkan dengan tegas oleh nama Laodikea itu sendiri, yaitu gabungan dari dua kata bahasa Yunani lao dan dekei, yang satu berarti “orang-orang,” juga “bicara,” yang lainnya berarti “pehukuman,” kedua-duanya menjadi satu berarti orang-orang yang memberitakan pehukuman. Oleh sebab itu, maka sidang yang memberitakan, “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena jam pehukuman-Nya ada datang” (Wahyu 14 : 7), jelas adalah sidang yang disebut Laodikea itu. Dan adalah hampir sama dikenal baik di luar lingkungan Masehi Advent Hari Ketujuh maupun di dalam, bahwa gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedang berusaha membawakan pekabaran pehukuman dari Wahyu 14 : 7; dan karena itulah tak dapat dibantah haknya atas gelar itu, yaitu Laodikea.

Oleh sebab itu, karena gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah satu-satunya yang memberitakan pehukuman itu, dan karena masing-masing dari tujuh pekabaran itu adalah dialamatkan kepada malaikat dari masing-masing sidang-sidang itu, maka sesuai dengan itu pekabaran kepada Laodikea akan dialamatkan

Kepada Malaikat Masehi Advent
Hari Ketujuh

Sesuai dengan Wahyu 1 : 20, maka “kaki-kaki pelita” adalah melambangkan sidang-sidang, dan “bintang-bintang” itu ialah malaikat-malaikat (para pemimpin) yang bertugas mengawasi sidang-sidang itu. Karena merupakan penunggu-penunggu dari sidang-sidang itu, maka malaikat-malaikat itu dengan demikian terlihat merupakan pihak pendeta, yang berkewajiban menjaga lampu-lampu itu tetap menyala, penuh dengan minyak, dan menyala dengan secerah-cerahnya, sehingga sidang dapat memberikan terang kepada semua orang sekelilingnya.

Sesuai dengan itu, karena malaikat Laodikea, yaitu dia kepada siapa pekabaran tuduhan itu ditujukan, adalah melambangkan dinas kependetaan di dalam Laodikea, maka dengan sendirinya ia harus lebih giat mencari tahu dimana letak kekacauan itu, karena Tuhan berfirman, bahwa ia adalah

Tidak Terkasihan, Sengsara, Miskin,
Buta, dan Bertelanjang

Dengan sebuah dinas kependetaan yang tidak terkasihan, sengsara, miskin, buta, dan bertelanjang, maka bagaimanakah mungkin sidang (kaki pelita) dapat tetap bercahaya? Dan dengan terangnya yang sedemikian menghilang atau hanya berkelip-kelip buram, bagaimanakah dapat ia menerangi dunia sesuai yang ditugaskan Allah kepadanya? Oleh sebab itu, melalui penglihatan mata Saksi Yang Benar itu, maka tragedi Laodikea terlihat secara nyata —- yaitu “pendeta-pendeta yang tidur sedang berhotbah kepada suatu umat yang tidur” (Testimonies, vol. 2, p. 337), sementara sebuah dunia yang digelapkan oleh dosa terus meluncur jatuh ke arah neraka dalam kegelapannya! Oh betapa memilukan keadaannya! Walaupun demikian ia itu sama sekali tidak dihiraukan !

Dengan keduanya baik pihak kependetaan maupun pihak anggota berada dalam keadaan kegelapan yang sedemikian ini, maka jelaslah terlihat bahwa walaupun sidang Laodikea adalah yang terakhir dalam urutan tujuh sidang itu, namun Allah tidak mungkin oleh perantaraannya dapat menerangi dunia dan mempersiapkan umat-Nya bagi Kerajaan itu apabila ia sendiri berada dalam kegelapan dan tidak siap. Sebab itulah perlu adanya suatu pengaturan yang baru, suatu dinas kependetaan yang baru, seperti yang diramalkan di dalam Testimonies, vol. 5, p. 80, dan di dalam Zefanya 3 : 11, 12.

Kemudian akan jadi kelak bahwa “hanya orang-orang yang telah bertahan melawan godaan dalam kekuatan Dia Yang Maha Kuasa itu, yang akan diijinkan mengambil bagian dalam memberitakannya (Pekabaran Malaikat Yang Ketiga) apabila ia itu kelak berkembang menjadi Seruan Keras.” —- The Review and Herald, No. 19, 1908.

Dalam terang dari semua kenyataan ini, maka pekabaran nubuatan kepada malaikatnya orang-orang Laodikea itu jelas harus dibawakan dan diberitakan oleh seseorang yang bukan malaikat itu sendiri. Namun ini tentunya merupakan hal penting yang baik pihak kependetaan maupun pihak anggota tidak mengharapkan dan tidak ingin terjadi. Meskipun demikian, demi kepentingan orang-orang yang setia, maka ia itu terus berlaku.

Sebab itu, karena Firman Allah mengatakan bahwa pihak kependetaan dari sidang Laodikea itu adalah tidak terkasihan, sengsara, miskin, buta, dan bertelanjang, dan bahwa baik mereka maupun para anggota tidak menyadari akan kenyataan ini, maka ia itu memberikan tekanan kuat pada ucapan-ucapan yang berbunyi : “Pendeta-pendeta yang tidur sedang berhotbah kepada suatu umat yang tidur!” (Testimonies, vol. 2, p. 337) ; “pekabaran Saksi Yang Benar itu menemukan umat Allah dalam suatu kesesatan yang sangat menyedihkan, tetapi jujur dalam kesesatan itu.” —- Testimonies, vol. 3, p. 253.

Walaupun mereka berada di dalam keadaan sulit yang mengerikan ini, yaitu sesuatu yang seharusnya membuat mereka takut dan gentar lalu membelanjakan apa saja untuk keluar dari padanya, namun ternyata mereka terus saja

Suam — Dingin Tidak Panaspun Tidak

Apabila seseorang mendapatkan dirinya dalam suatu udara yang dingin tidak panaspun tidak, tetapi suam, suatu temperature yang disukai dan dicari oleh semua orang, maka disanalah ia berjemur seperti seorang miskin menjadi seorang putera mahkota! Demikianlah halnya dengan orang-orang Laodikea, seperti yang dikemukakan dalam nubuatan, walaupun semua kekayaan sangkaan mereka itu tak lain hanyalah suatu jerat yang mematikan!

Untuk menyelamatkan seseorang dari bahaya kesesatan yang sedemikian ini adalah suatu tugas yang memerlukan kebijaksanaan yang tinggi bukan saja karena korban secara buta telah terbiasa dengan kondisi yang berbahaya dimana ia berada, sementara para penolongnya berusaha menyelamatkannya dari kebinasaan, tetapi juga karena ia menganggap mereka sebagai musuh-musuhnya, yaitu nabi-nabi palsu, bukan sebagai teman-teman dan para penyelamatnya, yaitu utusan-utusan dari Allah.

Dari tali pengaman, yaitu pekabaran penyelamatan, yang mereka sampaikan kepadanya dengan membujuk-bujuk justru dilompatinya. Dan akibatnya oleh sikapnya yang menentang mereka, ia berteriak : Pergi, pergi, aku cukup kaya dan telah meningkat semua kekayaanku ; aku tidak memerlukan apa-apa lagi ; aku telah memiliki semua kebenaran. “Aku sudah puas dengan kedudukanku. Aku telah mengambil ancang-ancang, dan aku tidak mau beralih dari kedudukanku, apapun juga yang akan datang.” —- Testimonies on Sabbath – School Work, p, 65; Counsels on Sabbath School Work, p. 28.

Dalam menggugat bahwa mereka itu bukan tidak dikasihani (bukan tidak berbahagia), bukan sengsara (tidak kacau), bukan miskin (tidak kekurangan kebenaran), “tidak buta (bukan gelap ataupun buta huruf), tidak telanjang (bukan tanpa kebenaran Kristus), maka orang-orang Laodikea itu sedang menentang Saksi Yang Benar itu sambil menolak nasehat-Nya, dan mengabaikan obat-Nya

Salp Mata ltu,

Karena hanya “salp” itu yang akan menyembuhkan mereka dari penyakit Laodikea mereka yang mematikan itu, maka jika mereka lalai memanfaatkan bagi dirinya pengobatan itu (dengan cara menyelidiki kebenaran itu bagaikan akan harta benda yang tersembunyi) lalu menggunakannya (bertobat), maka mereka akan diludahkan keluar. Oh Saudara, Saudariku, tidakkah anda mau berusaha mendapatkan “salp” itu? Atau maukah anda terus berlanjut dalam keadaanmu yang tidak terkasihan itu, yang sengsara, melarat, buta, dan telanjang itu, sehingga dengan demikian memaksa-Nya untuk meludahkan anda keluar dan

Menelanjangi Malumu ?

Agar supaya malumu itu tidak tampak kepada semua orang, Saudara-Saudara ku, maka Allah sudah lama menahan diri untuk tidak mengungkapkan kepada dunia dosa-dosa yang sudah lama anda pelihara dan sembunyikan. Walaupun demikian, la tidak akan menahan diri untuk selamanya. Sebab itu demi untuk kepentingan dirimu, maka jangan lagi bersikeras bahwa anda sudah memiliki semua Kebenaran ; jangan lagi menambah-nambah dosamu ; bertobatlah, dan kembalilah kepada-Nya ; Ia akan dengan senang hati menyambutmu lalu mengadakan suatu pesta perayaan bagimu, sama seperti yang diperbuat oleh ayah dalam perumpamaan yang menyambut kembali anaknya yang terhilang itu lalu mengadakan suatu pesta perayaan baginya.

Janganlah berlaku seperti orang-orang Yahudi. Melainkan bukakanlah hatimu ; buangkanlah keluar kesombongannya, sangka-sangka jahatnya, dan sifat meninggikan dirinya ; janganlah sekalian itu merampas dari padamu kehidupan kekal pada kesempatan terakhir sekarang ini. Jika anda mengulangi lagi kesalahan orang-orang Yahudi itu, maka malumu dan kerugianmu akan jauh lebih besar dari pada mereka sesuai dengan terangmu dan berbagai kesempatan dan hak-hak istimewa yang telah anda peroleh. Memang tak ada tandingannya! Oleh sebab itu janganlah melalaikannya, kami menghimbau anda supaya hentikanlah penyakit dan kemelaratan Laodikeamu yang lama itu, dan jangan lagi merasakan dirimu

Kaya, Melimpah Dengan Harta

Belum pernah anda sedemikian banyak mengisyaratkan bahwa anda telah memiliki semua bangunan gedung, semua lembaga, semua uang, semua pekerja, dan semua orang bertobat yang diperlukan! Hanya satu-satunya kesombongan anda ialah tidak memerlukan kebenaran lagi! Oleh sebab itu Tuhan berfirman, bahwa sikap inilah yang merupakan cara dalam mana anda mengatakan; “Aku kaya dan telah meningkatkan segala hartaku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi.” Inilah sumber kesulitanmu, dan hal inilah yang diharapkan-Nya dari padamu supaya mengakui lalu bertobat meninggalkannya.

Kekeliruan malaikat itu (kependetaan) menyatakan dirinya kaya dan telah bertambah kekayaannya, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, bukan membuatnya menjadi pembohong, melainkan sebaliknya menunjukkan dia sebagai korban kebodohan dan kesesatan. Bahkan persangkaannya bahwa ia memiliki dan mengetahui semua Kebenaran, justru membuat keadaannya jauh lebih berbahaya dari pada seorang pembohong, sebab pembohong mengerti bahwa ia membohong. Oh Saudara Saudariku, sadarlah, sadarlah dan bangunlah!

Berbuatlah Seperti Nathaniel

Marilah dan lihatlah!
Melihat apa? Orang-orang Laodikea yang kaya dan bertambah-tambah kekayaankah, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, dengan dalihnya bahwa keperluan mengurusi perkara-perkara materi hidupnya menghalangi mereka dari pada menyambut undangankah?

Tentu tidak!
Melihat orang-orang Laodikea dari jalan-jalan dan lorong-lorong — “orang-orang miskin, dan orang-orang buntung, dan orang-orang pincang, dan orang-orang buta” (Lukas 14 : 21), yang dengan senang hati menyambut akan pengobatan itu!

Tetapi sayang, tidak semua orang yang datang itu tetap bertahan, karena “apabila orang mendengar perkataan dari hal kerajaan itu, lalu tiada ia mengerti, maka datanglah si jahat lalu merebut apa yang telah tertabur di dalam hatinya. Inilah dia yang memperoleh benih di tepi jalan.” Janganlah jadi seperti dia, melainkan berusahalah sesuai yang dipersyaratkan untuk memahami Kebenaran itu. Dan orang-orang lainnya, “apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab perkataan itu,” maka menyelewenglah mereka. Inilah mereka “yang menerima benih itu ke dalam tempat-tempat yang berbatu-batu.” Juga janganlah jadi seperti mereka; melainkan berakarlah di dalam Kebenaran. “Tetapi dia yang menerima benih ke dalam tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan perkataan itu, lalu memahaminya ; yang juga menghasilkan buah-buah, lalu mengeluarkan, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh.” Matius 13 : 19 – 23.

Walaupun “yang jelek” itu bersama-sama dengan “yang baik” masih tetap datang (karena kita masih berada dalam masa periode dimana gandum dan lalang, ikan yang baik dan ikan yang jelek, masih bercampur), anda tidak perlu tergolong pada lalang-lalang atau pada “ikan yang jelek itu.” Masuklah dalam golongan gandum, berbuatlah sebagai “yang baik” itu “singkirkanlah semua pikiran dan jalan-jalanmu, kemudian ikutilah jalan-jalan Tuhan, karena firman-Nya : ” ……… Semua pikiran-Ku adalah bukan pikiran-pikiranmu, segala jalanmu pun bukanlah jalan-jalan-Ku ………. Karena seperti segala langit adalah lebih tinggi dari pada bumi, demikian pula segala jalan-Ku adalah lebih tinggi dari pada jalan-jalanmu, dan segala pikiran-Ku dari pada segala pikiranmu.” Yesaya 55 : 8, 9.

Dan akhirnya, jangan sekali jadi seperti orang Parisi yang mampu melihat suatu butir kecil di dalam mata saudaranya, tetapi ia tidak mampu melihat balok di dalam matanya sendiri (Matius 7 : 3). Karena bagaimanapun Tuhan menanyakan : “Siapakah engkau?” Bukankah engkau sendiri seorang Laodikea? Siapakah engkau ini yang “mengadili hamba milik orang lain? Kepada tuannya sendirilah baik ia berdiri atau jatuh. Bahwa ia akan tetap tegak; karena Allah berkuasa untuk membuatnya berdiri” Rum 14 : 4.

Saudara-saudaraku, biarkanlah rekan yang lain itu ; hanya sedikit lagi waktu bagimu untuk memikirkan dirimu sendiri. Lagi pula, janganlah mengukur Kebenaran itu dengan tongkat manusia, melainkan dengan Tongkat Allah : “Dengarlah olehmu akan Tongkat itu, dan akan (DIA) Yang telah menentukannya.” (Mikha 6 : 9), demikianlah anjuran Tuhan.

Maukah anda mematuhi nasehat-Nya? Jika anda mau, maka jangan lagi berlambatan, kirimkanlah nama dan alamat anda untuk mendapatkan buku-buku Kebenaran Sekarang — yaitu pesta perayaan itu, yang meskipun berguna bagi apa saja, namun ia itu diberikan dengan cuma-cuma kepadamu. Dan disamping merupakan satu-satunya pengobatan bagi keadaan Laodikeamu, ia itu akan menggetarkan dan mengenyangkan jiwamu yang berlapar itu dengan sesuatu yang benar-benar kaya dan luar biasa!

Kemudian kita semua bersama-sama “akan memiliki penglihatan rohani untuk melihat ke dalam ruangan-ruangan sebelah dalam dari kaabah sorga. Kita akan menangkap tema-tema dari pada nyanyian dan ucapan syukur dari paduan sorga yang berdiri mengelilingi tahta itu. Apabila Sion kelak bangkit dan bercahaya, maka sinarnya akan sangat menembus, dan lagu-lagu pujian yang bernilai berikut ucapan syukur akan terdengar di dalam perhimpunan-perhimpunan orang-orang suci …………. Sementara kita memakai salp mata keemasan itu, kita akan menyaksikan kemuliaan-kemuliaan di seberang sana. Iman akan memotong habis bayangan Setan yang pekat itu, dan kita akan menyaksikan Pembela kita mempersembahkan kemenyan dari jasa-jasa kebaikan-Nya dalam membela kita. Apabila kita menyaksikan ini sebagaimana adanya, sesuai keinginan Tuhan kepada kita untuk melihatnya, maka kita akan dipenuhi dengan suatu perasaan yang luas dan aneka ragam mengenai kasih Allah.” — Testimonies, vol. 6, p. 368. Dan kemudian kita tidak lagi akan bertanya :

Nasehat Siapakah Yang Harus Diturut?

Kini kami ingin anda mengetahui bahwa kami benar-benar senang akan perhatianmu terhadap keselamatan kerohanian kami, sesuai yang dikemukakan dalam begitu banyak tegoranmu, dan kami meyakinkan anda bahwa kami sepenuhnya menyadari akan hal itu, bahwa sekiranya kami keliru, maka nasehatmu akan pasti sangat berharga bagi kami, dan sekiranya kami benar, maka nasehat kami itu adalah bagimu. Sebab itu kami yakin bahwa anda akan setuju dengan kami, bahwa kita harus menyelesaikan persoalan.

Siapakah Siapa Di Atas ltu ?

Untuk memulai penyelidikan kita, maka perlu sekali secara adil bagi kedua belah pihak untuk memikirkan pengetahuan pengalaman masing-masing kita.

Mengingat akan pengalaman kita yang lama dengan Pekabaran Malaikat yang Ketiga dalam bagian pertamanya, maupun dalam tambahannya yang sekarang (Early Writings, p. 277), seperti yang dibawakan di dalam buku Tongkat Gembala, karena menentang pengalamanmu dalam bagian pertamanya saja, maka kami terdorong untuk percaya bahwa kemungkinan anda disesatkan oleh malaikatnya orang-orang Laodikea adalah lebih besar dari pada kemungkinan kami disesatkan oleh Tongkat Gembala itu.

Sekiranya anda berada dalam kedudukan seperti kami, yang sepenuhnya memperoleh informasi dalam kedua pekabaran itu, — yaitu dalam kedua-duanya baik pekabaran tahun 1844 itu maupun pekabaran sekarang, — maka kemungkinan anda benar dan kami keliru, terhadap kemungkinan anda keliru dan kami yang benar, adalah kira-kira seimbang. Meskipun demikian, karena anda sudah terbiasa dengan bagian yang pertama itu saja, maka jauh lebih mungkin bahwa kedudukan kami memberikan suatu persentase kemungkinan benar yang lebih besar dari pada kemungkinan anda benar.

Lagi pula, terlepas dari apakah Tongkat itu benar atau keliru, “malaikat sidangnya orang-orang Laodikealah, sesuai yang ditegaskan oleh Tuhan sendiri, yang berada dalam kesesatan yang menyedihkan, menakutkan, dan mengerikan (Testimonies, vol. 3, pp. 253, 254, 260), dan sedang akan diludahkan keluar.

Oleh sebab itu, mengingat akan akibat tanggung jawab yang lebih besar yang ada di atas kami, maka kami tidak mungkin kurang memperhatikan anda dari pada perhatian anda pada kami. Dan anda tidak mungkin berhasil meremehkan nasehat kami kepada anda dari pada yang dapat kami meremehkan nasehat anda kepada kami.

Dan akhirnya, karena yakin bahwa anda adalah jujur seperti kami, maka kami percaya anda akan dengan senang hati dan seksama mempertimbangkan setiap perkataan yang ada di sini.

Karena kami adalah orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang dewasa, seperti anda ketahui, yang menganut Alkitab dan tulisan-tulisan Nyonya White dengan tidak menyimpang, maka kami yakin bahwa baik Alkitab maupun tulisan-tulisan Nyonya White keduanya menunjang Tongkat itu seratus persen. Oleh sebab itu, maka ketiga-tiganya kami saksikan berada dalam keserasian satu dengan yang lainnya, dengan “kuasa dan dorongan” pemberian Tongkat kepada pekabaran itu seperti yang diberikan semenjak tahun 1844 yang lalu. (Lihat Early Writings, p. 277).

Karena kami menunjang keyakinan yang teguh ini, maka anda dapat cepat mengerti bahwa penolakanmu terhadap Tongkat itu karena alasan tidak sejalan dengan tulisan-tulisan Nyonya White, ia itu sama sekali bagi kami tidak terbukti seperti yang tampak olehmu.

Kemudian juga, karena memiliki setiap alasan untuk percaya bahwa pikiran kami adalah sepenuhnya rasional, maka sesuai dengan itu kami memiliki setiap alasan untuk percaya bahwa kami bukan tidak mampu dibandingkan orang-orang lain untuk secara bijaksana menyelidiki baik Alkitab maupun tulisan Nyonya White. Sebab itu, marilah kita sebagai orang-orang Kristen yang benar-benar ingin mengetahui kebenaran, bersama-sama mulai

Memeriksa Baik Terhadap Kedudukanmu
Maupun Terhadap Kedudukan Kami

Untuk memulainya, bukankah tepat bahwa buku bacaan Kristen itu ialah Alkitab? Jika jawabanmu terhadap pertanyaan yang mendasar ini tegas, maka jawaban itu akan memaksa kita untuk menyelidiki tulisan-tulisan Nyonya White di bawah terang dari Alkitab, bukan Alkitab di bawah terang dari tulisan-tulisannya. Hal ini ternyata dijelaskan sendiri olehnya sebagai berikut :

“Hanya orang-orang yang telah menjadi penyelidik-penyelidik Alkitab yang rajin, dan yang telah memperoleh kasih dari kebenaran itu, yang akan terlindung dari penipuan yang kuat yang memperbudak dunia. Oleh kesaksian Alkitab (bukan oleh kesaksiannya), sekaliannya ini akan mendeteksi penipu itu dalam penyamarannya. ………..  Adakah umat Allah kini cukup kokoh berdiri pada landasan firman-Nya sehingga mereka tidak akan tunduk kepada kenyataan perasaan-perasaan mereka? Maukah mereka, dalam suatu kesulitan sedemikian ini, bergantung pada Alkitab, dan hanya kepada Alkitab saja?” — The Great Controversy, p. 625.

Oleh sebab itu, jelaslah bahwa jangan sekali pekerjaannya diartikan sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan Alkitab, melainkan selalu memperjelaskannya. Jika anda secara tidak menyimpang mengikuti tata-cara interpretasi yang mutlak ini, maka anda tidak pernah mungkin menemui sesuatu kesulitan dengan Tongkat itu atau dengan sesuatu pekabaran yang mungkin Tuhan pernah kirimkan.

Interpretasi-interpretasimu terhadap banyak tulisan Nyonya White, khususnya yang berkenan dengan Kerajaan itu, barangkali, karena ternyata bertentangan dengan nubuatan-nubuatan Alkitab, menyebabkan orang yang menerima tulisan-tulisan Ny. White meragukan Alkitab, dan orang yang berpegang pada Alkitab beralih menentang tulisan-tulisan Ny. White, sehingga dengan demikian menimbulkan perselisihan dan paham-paham di antara saudara-saudara. Oleh sebab itu interpretasi-interpretasi yang sedemikian ini, yang memihak dan yang menimbulkan perpecahan, adalah sangat tidak adil bukan saja bagi Alkitab dan bagi tulisan-tulisan Ny. White, melainkan juga bagi dirimu sendiri, dan akibatnya bagi kepentingan Kebenaran.

Sebab itu kami percaya, bahwa anda akan melihat, bahwa sementara anda dengan sengaja berusaha membuktikan hanya Tongkat itu yang keliru, maka pada kenyataannya anda secara tidak sadar sedang berusaha membuktikan perselisihan Nyonya White dengan Alkitab — suatu pekerjaan yang sedang mencerai beraikan dari Kristus, gantinya mengumpulkan bagi-Nya.

Karena baik kedudukan ajaranmu maupun kedudukan ajaran kami harus sempurna sejalan dengan Alkitab, maka kepadamu kami minta supaya menyelaraskan dulu kedudukanmu mengenai Kerajaan itu dengan Daniel 2 : 44 ; Yeremiah 51 : 20 ; Hosea 3 : 4, 5 ; Yesaya 2 : 1 – 4; Mikha 4 : 1 – 6 ; Yesaya 11 : 12 – 16 ; Yeremiah 30 : 18, 21 ; 31 : 2 – 13 ; 32 : 37 ; Yeheskiel 37 : 15 – 28.

Kami memegangnya sebagai suatu kebenaran yang sederhana, yang terbukti dengan sendirinya bahwa karena batu itu (Daniel 2 : 34) melambangkan Kerajaan itu, dan bahwa karena Kerajaan itu menghantam jari-jari kaki patung itu, maka Kerajaan itu tak dapat tiada harus sudah didirikan sebelum ia menghantam jari-jari kaki itu, sama seperti yang dikatakan oleh Daniel : “Pada zaman raja-raja ini (raja-raja – jari-jari kaki : raja-raja yang ada sekarang) Allah di Sorga akan mendirikan sebuah kerajaan.” “Pada zaman raja-raja ini,” tidak mungkin dimaksudkan kepada sesudah zaman mereka. Dan jika Kerajaan itu tidak diperdirikan (didatangkan), maka ia itu tidak mungkin menghantam bangsa-bangsa.

Lagi pula, jika Yehuda dan Israel (kedua kerajaan) belum berkumpul bersama-sama menjadi sebuah kerajaan saja, sesuai yang dikatakan nubuatan-nubuatan itu (Yeheskiel 37 : 15 – 28), maka bagaimanakah mungkin dapat mereka menjadi “cokmarNya” (Yeremiah 51 : 20)? Dan bagaimanakah dapat nubuatan-nubuatan itu digenapi?

Adalah sama terbukti dengan sendirinya bahwa “banyak hari” (Hosea 3 : 4, 5) itu adalah tahun-tahun yang panjang semenjak dari zaman Kerajaan itu runtuh sampai kelak ia itu pada akhirnya didirikan kembali. Oleh sebab itu kata-kata “kembali” itu tidak mungkin dimaksudkan lain dari pada orang-orang yang tercerai-berai selama “banyak hari” itu yang akan kembali ke tanah itu dari mana sebelumnya mereka telah diambil dengan tertawan.

Selanjutnya, inilah satu-satunya kedudukan yang sejalan dengan semua ajaran Alkitab yang berkaitan, yang memberi jaminan kegenapan nubuatan Yesaya pasal 2 dan kegenapan nubuatan Mikha pasal 4.

Kembali : dari Yesaya pasal 11 kita saksikan bahwa Tuhan akan “mengangkat tangan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk menerima kembali umat-Nya yang sisa” (ayat 11), dan bahwa apabila Ia berbuat sedemikian itu, Ia akan mempersiapkan suatu jalan bagi mereka “sama seperti halnya bagi Israel pada hari sewaktu ia keluar dari tanah Mesir.” Ayat 16.

Dan Yeremiah membuktikan bahwa Tuhan “akan membawa kembali tawanan dari semua perkemahan Yakub, dan akan menaruh sayang terhadap semua tempat tinggalnya ; maka kota itu akan dibangun di atas timbunannya sendiri ……… maka penghulu-penghulu mereka akan berasal dari mereka sendiri, dan pemerintah mereka akan keluar dari tengah-tengah mereka.” Yeremiah 30 : 18, 21.

Lagi pula kepada Yeheskiel, “demikianlah firman Tuhan Hua; bahwasanya, Aku akan mengambil bani Israel dari antara orang-orang kapir, kemana mereka itu telah pergi, dan Aku akan mengumpulkan mereka pada setiap sisi, lalu menghantarkan mereka ke dalam tanah mereka sendiri.” Yeheskiel 37 : 21.

Alkitab itu adalah salah satu, benar atau salah. Jika anda percaya ia itu benar, maka masukkanlah dia ke dalam hati, dan ambillah pendirianmu di atasnya, sedikit-dikitnya di atas ayat-ayat resmi yang sedemikian ini seperti yang dikemukakan di sini — yaitu ayat-ayat yang tidak lagi memerlukan interpretasi.

Dan tentu Allah tidak akan mau memaafkan setiap orang yang mencoba mengesampingkan ayat-ayat itu, yang sedemikian jelas dan pasti itu. Juga tidak seorangpun akan berhasil menghindari diri dari hukuman-hukuman Allah oleh berusaha di satu pihak untuk menghindar melalui apa yang disangkanya terobosan- terobosan di dalam Tongkat itu, dan oleh berusaha di lain pihak mendirikan halangan-halangan di dalam tulisan-tulisan Nyonya White untuk berlindung dibaliknya.

Usaha-usaha sia-sia yang sedemikian ini pada waktu ini tidak akan lagi dapat dimaafkan bagi para pelaku kejahatan itu. Sama seperti halnya semua usaha sia-sia orang-orang Yahudi yang lalu yang mencoba menemukan terobosan-terobosan dalam pekerjaan Kristus oleh menggunakan tulisan-tulisan Musa.

Jika seseorang berdalih bahwa ajaran-ajaran Tongkat itu tidak ditemukan di dalam tulisan-tulisan Nyonya White, maka ia tidak lagi dapat dipertahankan dalam menolak suara Tongkat itu oleh alasan-alasan yang sedemikian ini, sama seperti halnya orang-orang Yahudi yang menentang dan memerangi Injil Wasiat Baru oleh alasan bahwa sekaliannya itu tidak ditemukan di dalam tulisan-tulisan para nabi.

Jika anda benar-benar adalah seorang percaya yang jujur dan setia pada baik Alkitab maupun Roh Nubuat, maka anda akan mau mematuhi nasehat ini : ” ………… jika sesuatu pekabaran datang tetapi tidak kamu mengerti, maka berusahalah supaya engkau dapat mendengarkan alasan-alasan yang dapat diberikan oleh juru kabarnya.” — Testimonies on Sabbath-School Work, p. 65 ; Counsels on Sabbath School Work, p. 29.

Kejujuranmu dalam menyangkal pekabaran pemeteraian itu karena alasan bahwa ia itu bertentangan dengan tulisan-tulisan Nyonya White, akan diuji oleh sambutanmu kepada anjurannya supaya memeriksa bersama-sama dengan juru-kabarnya, dan bukan bersama-sama dengan musuh-musuhnya.

Apa yang bagi sebagian orang dari kamu mungkin tampaknya ajaran Tongkat itu atau ini secara jujur bertentangan, dengan tulisan-tulisan Nyonya White, adalah sama saja dengan apa yang bagi semua orang terlihat pernyataan Tuhan di dalam Matius 10 : 23 benar-benar bertentangan dengan janji-janji-Nya. Alkitab mengatakan : “Janganlah kamu menjalani habis segala kota Israel itu sebelum datang Anak-manusia.” Tetapi para rasul dahulu pergi menghotbahkan injil bukan saja ke kota-kota Israel, melainkan juga kepada “setiap mahluk yang berada di bawah langit” (Kolose 1 : 23), tetapi pun Anak-manusia belum “datang,” walaupun 1900 tahun sudah berlalu semenjak dari saat itu. Kristus sudah harus membicarakan kebenaran itu, tetapi ia itu belum dimengerti, sama halnya dengan banyak persoalan yang berkaitan dengan Kebenaran Sekarang adalah belum dimengerti, dan sebab itulah dalam banyak hal telah salah diartikan.

Pada waktu Musa menulis bagian yang pertama dari Alkitab ia belum diberi hak untuk menulis seluruh Kebenaran yang dimaksud Allah untuk diungkapkan kepada umat-Nya. Kemudian dalam periode Wasiat Lama telah datang Yesaya, Yeremiah, Yeheskiel dan lain-lain. Kemudian dalam periode Wasiat Baru telah datang Yahya Pembaptis, Kristus, para rasul, para reformator, Miller, dan Nyonya White, masing-masing secara bergiliran mengajarkan kebenaran-kebenaran yang bagaimanapun juga tidak mungkin bertahan dengan tulisan-tulisan Musa saja. Inilah tata peraturan Ilahi dalam mengungkapkan kebenaran. Maka rugilah orang yang menolak mengakui bahwa tata-peraturan itu pun masih tetap berlaku sekarang, walaupun pekabaran itu pada waktu ini berasal seluruhnya dari para penulis sebelumnya yang telah diilhami.

Walaupun masih banyak lagi untuk dibicarakan mengenai masalah ini, namun cukuplah penggarisan-penggarisan ini untuk waktu ini, karena jika anda tidak mau menyambutnya demi untuk kepentingan hidupmu sendiri, maka makin banyak tulisan kami hanya akan menjemukan saja bagimu, dan suatu kerugian waktu bagi kami.

Oleh sebab itu, doa kami yang sesungguhnya dan harapan kami yang sedalam-dalamnya, ialah agar supaya waktu yang begitu berharga yang tak tertebus lagi itu, yang telah dihabiskan dalam usaha kemauan baik ini, berikut kerinduan yang dalam bagi jiwa-jiwa, akan menjadi sarana yang menghantarkan anda untuk bersukaria dalam harapan yang gilang gemilang itu, yang disajikan ke hadapan kita oleh Tongkat itu. Kiranya hatimu masih mau menjawab akan “suara Tuhan,” yang masih “berseru-seru kepada negeri itu, …………… dengarlah olehmu akan Tongkat itu, dan akan Dia yang telah menentukannya.”

Jika anda telah memutuskan sekarang untuk setuju dengan anjuran ini, dan dengan anjuran yang terdapat di dalam buku Testimonies on Sabbath-School Work, p. 65, untuk berusaha mendengar alasan yang diberikan oleh juru-kabarnya, dan untuk mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang berkenan dengan pekabaran itu, baik yang berhubungan dengan Alkitab ataupun dengan tulisan-tulisan Nyonya White, maka yakinlah bahwa kami akan menyambut mendengar suara anda, dan kami dengan senang hati akan berusaha sekuatnya untuk menyelesaikan apa saja yang terkandung di dalamnya.

***

 

 253 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart