<< Go Back
TANYA JAWAB
APAKAH YANG MERUPAKAN KESULITAN
LAODIKEA?
Pertanyaan No. 1 :
Apakah yang salah dengan Laodikea dan apakah obatnya?
Jawab :
Dalam melukiskan kondisi keadaannya dalam bahasa sekarang, maka Ilham menyatakan sebagai berikut :
“Pekabaran kepada sidangnya orang-orang Laodikea adalah suatu tuduhan yang mengejutkan, dan adalah berlaku bagi umat Allah pada waktu ini………
“Umat Allah diperlihatkan dalam pekabaran kepada orang-orang Laodikea itu bagaikan berada dalam suatu kedudukan kesentausaan badaniah. Mereka sedang bersantai-santai, sambil merasa dirinya berada dalam suatu kondisi keberhasilan rohani yang terpuji : ……
“Betapa lebih besarnya kesesatan yang dapat datang menghinggapi pikiran manusia dari pada suatu keyakinan bahwa mereka adalah benar, padahal mereka semuanya keliru! Pekabaran dari Saksi Yang Benar itu menemukan umat Allah dalam suatu kesesatan yang menyedihkan, namun mereka jujur dalam kesesatan itu. Mereka tidak mengetahui bahwa keadaan kondisi mereka adalah sangat menyedihkan dalam pemandangan Allah. Sementara orang-orang yang dituju itu membanggakan dirinya, bahwa mereka sedang berada dalam suatu kondisi kerohanian yang terpuji, maka pekabaran Saksi Yang Benar itu memecahkan ketenangan mereka dengan tuduhan yang mengejutkan dari hal kondisi keadaan mereka yang sebenarnya, yaitu buta rohani, melarat, dan tidak terkasihan. Kesaksian, yang sedemikian tajam dan keras itu, tidak mungkin keliru, karena adalah Saksi Yang Benar itu sendiri yang membicarakannya, maka kesaksiannya tak dapat tiada harus tepat.” — Testimonies, vol. 3, pp. 252, 253.
“Saya menanyakan arti daripada kegoncangan yang telah saya saksikan itu, maka telah ditunjukkan bahwa ia itu disebabkan oleh kesaksian yang tegas yang timbul oleh nasehat dari Saksi Yang Benar itu kepada orang-orang Laodikea. Ini akan membawa pengaruh pada hati penerimanya, dan akan memimpinnya untuk meninggikan panji-panji lalu menyampaikan kebenaran yang tegas. Sebagian orang tidak akan tahan mendengarkan kesaksian yang tegas ini. Mereka akan bangkit menentangnya, dan inilah yang akan menimbulkan suatu kegoncangan di antara umat Allah.
“Aku tampak bahwa kesaksian dari Saksi Yang Benar itu belum separuh yang dipatuhi. Kesaksian penting itu pada mana nasib sidang bergantung telah dipandang enteng, kalau bukan dilalaikan sama sekali.” — Early Writings, p. 270.
“………… kehidupan kita sendiri yang terus menerus merosot yang telah memisahkan kita dari Allah. Kesombongan, gelojoh, dan cinta akan dunia ini telah hidup di dalam hati tanpa takut akan penghapusan atau pehukuman. Dosa-dosa yang mengerikan dan dosa-dosa kesombongan telah tinggal di antara kita. Namun pendapat umum mengira bahwa sidang sedang berkembang, dan bahwa damai dan kemakmuran rohani sedang berada di dalam semua perbatasannya.
“Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya, dan sedang terus menerus mundur menuju Mesir. Namun ada sebagian kecil yang waspada atau tercengang karena kebutuhan mereka akan kuasa rohani. Keragu-raguan dan bahkan ketidakpercayaan terhadap kesaksian-kesaksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita dimana-mana. Setan menghendakinya demikian. Pendeta-pendeta yang menghotbahkan diri sendiri menggantikan Kristus menghendakinya demikian. Kesaksian-kesaksian itu adalah tidak dibaca dan tidak disukai, Allah telah berbicara kepadamu. Terang telah menyinari dari firman-Nya dan dari kesaksian-kesaksian itu, tetapi kedua-duanya telah diremehkan dan dilalaikan. Akibatnya adalah nyata dalam kegagalan kesucian dan penyerahan dan iman yang sungguh-sungguh di antara kita.” — Testimonies, vol. 5, p. 217.
Karena Laodikea adalah jenis nama bagi madzab organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh, maka setiap orang Masehi Advent Hari Ketujuh mengetahuinya, namun tidak seorangpun menghiraukannya untuk berbuat sesuatu mengenai hal itu. Sebagai gantinya, semua orang justru merasa puas, bahwa mereka telah memiliki semua kebenaran untuk membawa mereka seterusnya dengan jelas.
Untuk memperpanjang kondisi suam mereka itu secara tak terbatas, maka kuasa iblis telah menyempurnakan suatu thermos-penutup yang terdiri dari suatu lapisan syakwasangka yang tidak tertembus, percaya diri sendiri, dan ketakutan bahwa seseorang sedang berusaha sekuat tenaga untuk menyesatkan mereka dengan kata-kata atau dengan buku-buku. Sebab itu kebanyakan dari kita, sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, tidak mau membicarakan atau membaca kebenaran-kebenaran Alkitab yang dianjurkan oleh siapapun sebelum disetujui oleh malaikat Laodikea — yaitu pendeta-pendeta tinggi conference. Akibatnya, orang-orang yang sedemikian ini tidak mungkin dapat dicapai dengan sesuatu pekabaran dari sorga di waktu ini dengan lebih mudah dari pada yang dapat dicapai oleh orang-orang Yahudi di zaman mereka dahulu. Meskipun demikian, Dia yang maha mengetahui itu memerintahkan :
“Dan kepada malaikat sidangnya orang-orang Laodikea tuliskanlah sebagai berikut : Segala perkara ini, kata Amin, Saksi yang setia dan benar itu, Permulaan dari ciptaan Allah ; Aku tahu segala perbuatanmu, bahwa engkau itu dingin tidak panaspun tidak : Aku ingin engkau dingin atau panas. Oleh sebab engkau adalah suam, dan dingin tidak panaspun tidak, maka Aku hendak meludahkan engkau dari dalam mulut-Ku. Sebab katamu : aku kaya, dan telah bertambah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi ; padahal tidak engkau ketahui bahwa engkau adalah tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang ; Aku menganjurkan kepadamu supaya membeli kepada-Ku emas yang sudah teruji di dalam api, supaya engkau kaya ; dan pakaian putih, supaya engkau dapat berpakaian, dan supaya malu ketelanjanganmu itu tidak tampak; dan supaya menggosok matamu dengan salp mata supaya dapat engkau melihat.” Wahyu 3 : 14 – 18.
Dengan demikian apabila di dalam Wahyu 2 : 5 Tuhan dengan keras mengamanatkan kepada suatu kelompok pemimpin, sambil mengamarkan kepada mereka bahwa jika tidak mereka bertobat dan melakukan segala pekerjaan mereka yang mula-mula, maka Ia akan datang secepatnya kepada mereka lalu mengalihkan kakidian itu dari pengawasan mereka. Ia membuat keputusan itu seluruhnya dengan syarat supaya mereka menyambut sendiri tegoran-Nya yang keras itu.
Tetapi kemudian, kepada pemimpin Laodikea (malaikat), Ia bahkan mengeluarkan suatu keputusan yang lebih drastis lagi, suatu pernyataan yang bersifat tetap, tegas, tajam dan merupakan keputusan final, bahwa Ia akan meludahkan mereka keluar, sehingga dengan demikian menghantarkan pemerintahan sidang Laodikea kepada suatu perubahan puncak yang keras dan kasar. Maka tepat sekarang ini sidang akan mengalami suatu pembersihan, suatu penggantian administrasi dan organisasi, sama seperti halnya di masa lalu Kerajaan itu telah “dipecah dari” Saul lalu diberikan kepada Daud (1 Samuel 15 : 28).
Dan seperti halnya Daud, putera ke delapan dari Isai itu, ia baharu dipilih setelah tujuh saudara laki-lakinya secara bergantian satu demi satu melewati pemeriksaan, demikian pula “isi rumah Daud” (Zakharia 12 : 8 ; Testimonies, vol. 5, p. 81), yaitu sidang yang sudah bebas dari pada “lalang-lalang itu,” sebagai sidang yang ke delapan dalam urutan Wasiat Baru, ia baharu akan muncul setelah tujuh sidang itu secara berurutan berlalu satu demi satu. (Bacalah Traktat No. 8, Gunung Sion Pada Jam Kesebelas)
Jelaslah, bahwa “malaikat” dan sidang yang dialamatkan di sini tak dapat tiada melambangkan dua kelompok — yaitu pihak kependetaan dan pihak anggota. Tetapi yang langsung dituju dan dituduh itu ialah malaikat, yaitu dia yang bertugas mengawasi pihak anggota. Oleh sebab itu, maka tuduhan yang mengejutkan dari Saksi Yang Benar itu, walaupun tidak mengecualikan pihak anggota, tuduhan itu secara resmi dan khusus ditujukan bagi kepentingan pihak kependetaan. Olehnya itu, khususnya mereka supaya mematuhi dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh tata-susila yang besar itu karena Gembala Utama tidak akan membiarkan satu pun domba-dombaNya berkeliaran tak terurus, jatuh ke dalam jurang, selama Ia masih dapat menolongnya.
Tetapi karena sebagai gembala-gembala pembantu mereka sudah lama secara menyedihkan melalaikan tugasnya, maka Tuhan bertahun-tahun yang lalu telah berjanji bahwa Ia akan segera “mengawasi kawanan domba itu sendiri.” — Testimonies, vol. 5, p. 80.
Dalam sebuah ramalan mengenai perubahan yang lengkap ini dari kelembaban Laodikea, Roh Kebenaran secara sungguh-sungguh menegaskan : “Allah akan menggunakan berbagai jalan dan sarana oleh mana akan terlihat, bahwa Ia sedang memegang pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terheran-heran ………………..” — Testimonies to Ministers, p. 300.
Kembali kita baca bahwa Allah akan menyingkirkan orang-orang yang “merasa kecukupan sendiri, yang tidak bergantung pada Allah,” dan mereka yang “Ia tidak dapat gunakan,” dan Ia akan memunculkan “orang-orang yang bernilai mahal itu yang kini tersembunyi, yang tidak menyembah sujud kepada Baal.” — Testimonies, vol. 5, pp. 80, 81.
Demikianlah bahkan dengan lebih tepat lagi sejarah Alkitab sendiri menceriterakan kembali melebihi yang diceriterakan oleh sejarah biasa. Maka kata-kata nabi Samuel kepada Saul yang menakutkan dan yang tak dapat ditarik kembali itu, datang mendengung berabad-abad lamanya dengan dua kali ketegasannya kepada orang-orang Laodikea sebagai berikut:
“Tuhan telah merebut kerajaan Israel dari padamu pada hari ini, dan Ia telah memberikannya kepada seorang tetanggamu, yang jauh lebih baik dari padamu. Dan juga Kekuatan Israel tidak akan berbohong ataupun menyesal : karena Ia bukan seorang manusia sehingga Ia harus menyesal.” 1 Samuel 15 : 28, 29.
Kesuaman Laodikea itu — yaitu kepuasan karena merasa kaya dan bertambah kekayaan, merasa memiliki kebenaran, dan bahkan menambah kepada kebenaran itu — tidak lain dari pada semata-mata kepuasan diri sendiri. Adalah yang sedemikian ini, maka orang-orang Laodikea berada dalam keadaan “tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang” (Wahyu 3 : 17), secara keliru menyangka dirinya kaya dan bertambah-tambah kekayaannya. Namun karena kesesatan ini adalah berbahaya, maka ia itu tidak perlu menjadi berbahaya kalau saja mereka mau merendahkan dirinya lalu “membelikan” “salp mata” itu yang telah ditawarkan kepada mereka supaya mereka dapat menyaksikan ketelanjangan dirinya, lalu bertobat, mencarikan pengampunan, lalu maju berkembang dalam kebenaran. Tetapi sayang, kesuaman mereka itu (merasa kepuasan), bukan panas atau dingin (merasa tidak puas), keadaan itu mempersulit bagi mereka untuk mengakui kondisi keadaan mereka sama seperti halnya dengan orang-orang Yahudi di zaman Kristus yang lalu.
279 total, 1 views today


