Apakah penipuan setan itu secara besar-besaran atau kecil-kecilan ?
<< Go Back


APAKAH PENIPUAN SETAN ITU
SECARA BESAR-BESARAN ATAU KECIL-KECILAN?

 

 

Pertanyaan No. 4    :

Apakah Setan memasang sebuah balok rintangan khusus di hadapan sidang sebagai sebuah badan, ataukah hanya menyerang anggota-anggotanya secara pribadi?

Jawab    :

Semenjak dari hari yang tragis di Eden itu pada waktu ia memperkenalkan dosa ke dalam dunia dan menimbulkan kejatuhan manusia, Setan telah memasang pada jalan dari setiap Pergerakan penebusan sebuah balok rintangan yang berbeda-beda pada mana banyak sekali orang telah terjerat dan jatuh. Oleh sebab itu, sangat pasti bahwa ia tak dapat tiada diharapkan memiliki sesuatu yang terkenal bahaya sedemikian ini yang ditanamkan pada jalan kita di waktu ini. Sungguhpun kita telah memiliki di zaman ini manfaat besar pengetahuan tentang masing-masing jerat yang telah terbukti berbahaya bagi orang banyak dalam Pergerakan-Pergerakan di masa lalu, namun kita akan menderita tuduhan dan hukuman yang jauh lebih besar dibandingkan mereka itu, jika kita lalai mengenali jerat-jerat kita sendiri. Dan lebih dari pada itu, jika kita gagal, maka dari padanya kita akan menyaksikan kepada alam semesta bahwa kita adalah yang terlemah dari pada mereka yang lemah. Kita harus berdiri – berdiri menentang jerat khusus yang sangat rapih yang pernah dipasang oleh Si Jahat itu! Tetapi bagaimanakah dapat kita melakukan hal ini jika kita belum mengetahui apa jerat itu dan di mana jerat itu terdapat?

Untuk menemukan bahaya itu di mana ia itu benar-benar mengintip, marilah kita meninjau secara singkat ke belakang kepada jerat-jerat yang terdahulu, menurut masa-masa periodenya dalam mana sekaliannya itu telah jadi, dimulai dengan Pergerakan sidang yang tercatat pertama sekali :

Pergerakan Nuh telah diciptakan untuk membangun bahtera baik sebagai sebuah amaran terhadap air bah yang tak dapat tiada akan datang maupun sebagai sebuah tempat berlindung dari pada air bah. Balok rintangan khusus yang dipasang oleh Setan menghalangi jalan orang banyak pada masa itu, direncanakannya dari kenyataan bahwa belum pernah dalam seluruh alam pernah manusia menyaksikan sesuatu yang memberikan bukti kenyataan yang begitu jauh mengenai kemungkinan akan terjadinya suatu perwujudan yang sedemikian ini seperti hujan misalnya. Sesuai dengan itu, sambil bersandar pada pengetahuan alam mereka yang terbatas dan mengenai kemampuan-kemampuannya, maka mereka telah mengejek dan mengolok-olok ilmu pengetahuan Nuh itu berikut amaran bahayanya, lalu mereka meneruskan “makan dan minum, dan kawin-mawinnya, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan tidak mereka sadari sampai datang air bah itu, menghanyutkan mereka semuanya,” Matius 24 : 38, 39.

Oleh sebab itu, maka ditinggikannya akan ilmu pengetahuan manusia dan diremehkannya akan ilmu pengetahuan samawi telah merupakan jerat khusus yang telah menjatuhkan orang-orang yang hidup sebelum air bah itu. Nasib mereka benar-benar mengamarkan kepada kita supaya secara seksama menghindari kekeliruan mereka itu.

Dalam Pergerakan Ibrahim, bapa dari segala orang percaya itu telah dipanggil untuk meninggalkan kota-kota dari dunia kuno yang lalu dengan harapan bahwa pada sesuatu waktu Pergerakan itu akan berhasil menguasai tanah perjanjian. Menyadari sepenuhnya akan hal ini, maka Setan bekerja dengan sekuat tenaga untuk mengalihkan perjalanan Pergerakan itu ke dalam kota-kota dari bangsa-bangsa sepanjang perjalanan itu. Pada balok rintangan inilah Lot jatuh, dengan akibatnya bahwa sewaktu Tuhan pada akhirnya merebut dia keluar dari kebinasaan kota Sodom itu, sebagai sebuah puntung yang dipetik dari tengah-tengah api, maka ia telah keluar sebagai orang yang termiskin dari pada semua orang miskin.

Demikianlah kota-kota dunia telah merupakan tempat-tempat tinggal bagi orang-orang yang hidup pertama sesudah air bah. Kiranya kita tidak akan kehilangan semua yang ada di dalamnya, seperti Lot.

Pergerakan Musa telah dibawa keluar dari Mesir untuk menguasai tanah perjanjian, dan untuk menjadi sebuah kerajaan di sana. Secara licik Setan menyesuaikan cobaan-cobaannya dengan kecenderungan-kecenderungan mereka, maka Setan mengilhami orang-orang yang sudah berumur tua sewaktu mereka meninggalkan tanah Firaun itu, untuk terus menerus bersungut-sungut, berbantah-bantah, suka mencari kedudukan dan pemberontakan, dan akhirnya mengissukan perasaan takut terhadap para penduduk yang katanya seperti raksasa-raksasa dari tanah perjanjian itu. Karena mereka lalai menyadari akan kekuatan dirinya sebagai tangan Tuhan yang berkuasa, maka mereka telah dipaksa untuk mengembara empat puluh tahun lamanya di padang belantara, lalu di sana mereka semuanya mati menjadi tulang-tulang kering, dan hanya dua dari antara orang-orang yang berumur itu pada waktu mereka keluar dari Mesir yang berhasil.

Oleh sebab itu ketidak-percayaan, keras kepala, tidak percaya kepada kepemimpinan Ilahi, dan suka mencari kedudukan telah menjadi hantu berkepala empat yang telah menelan orang banyak dari Exodus itu. Dan sekaliannya ini pun akan menelan setiap orang percaya penganut Kebenaran-Sekarang yang sesat ke dalam sarang mereka.

Pergerakan Kanaan di bawah Yusak telah dibersihkan dari semua  orang-orang berdosa dan ditugaskan untuk menguasai tanah perjanjian itu, mengusir keluar orang-orang kapir dari dalamnya, dan mendirikan sebuah kerajaan yang kekal. Karena mengetahui bahwa kelanjutannya adalah bergantung pada kepatuhan mereka kepada petunjuk-petunjuk Tuhan oleh perantaraan nabi-nabi-Nya, maka Setan menggerakkan orang banyak itu untuk mengolok-olok para utusan Allah, meremehkan firmanNya, dan menyalah-gunakan para nabi-Nya, “sampai akhirnya murka Tuhan bangkit melawan umat-Nya, sehingga tidak ada lagi obatnya” (2 Tawarikh 36 : 16). lalu diserahkan-Nya mereka itu kembali menjadi tawanan bangsa-bangsa lain.

Sebab itu bagi rakyat kerajaan itu para nabi adalah merupakan batu karang ujian yang besar — sebuah batu karang pada mana tidak satupun zaman sebelumnya ataupun semenjak itu didapati bebas dari kejatuhan. Oleh sebab itu, maka orang-orang yang bijaksana di waktu ini tidak akan mau “meremehkan nubuatan-nubuatan.” 1 Tesalonika 5 : 20.

Pergerakan Rasul-Rasul telah dilahirkan untuk memberitakan pemindahan tugas. pelayanan tempat kesucian bumi ke “tabernakel sorga yang didirikan oleh Tuhan sendiri, dan bukan oleh manusia” (Iberani 8 : 2), dan untuk membaptiskan “dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh kudus” (Matius 28 : 19) semua orang yang bertobat dari pada dosa-dosanya. Namun untuk mengacaukan rencananya Setan lalu berusaha menciptakan suatu bentuk penipuan yang lain. Maka dengan perginya rasul-rasul ia cepat berhasil membuat sidang melupakan sama sekali baik akan kebenaran tentang keimmamatan Kristus maupun kebenaran tentang baptisan, lalu sebagai gantinya didirikan suatu model keimmamatan ciptaan di bumi dan baptisan terhadap anak-anak bayi.

Dengan demikian karena dipimpin untuk tidak mempercayai dan mengabaikan pelayanan-pelayanan tempat kesucian dan baptisan, sebagai penyelamatan mereka yang utama, maka sidang Kristen telah jatuh melalui pintu jerat Setan ke dalam kekeliruan. Dan pintu itu masih tetap terpasang untuk menangkap kaki-kaki orang-orang yang tidak berhati-hati — yaitu semua orang yang mengabaikan atau meremehkan Kebenaran yang terus berkembang yang diungkapkan di dalam pekabaran pemeteraian khusus bagi waktu ini.

Pergerakan-Pergerakan Protestan telah bangkit untuk menyatakan dan memanfaatkan keunggulan Alkitab, sebab dunia sebelum reformasi yang lalu terikat dalam kegelapan oleh peraturan agama manusia yang tidak diilhami, yang tidak memberikan kepada orang-orang biasa hak untuk memiliki Alkitab, sehingga membuat mereka bergantung pada hasil interpretasinya saja terhadap Alkitab itu. Kemudian datanglah gereja-gereja Protestan secara berturut-turut untuk mengembalikan Kebenaran yang sudah diinjak-injak itu, masing-masing memprotes semua penyalahgunaan ini dan perampasan-perampasan hak-hak azazi manusia, masing-masing muncul membuat dunia Kristen sadar akan perlunya Ilham yang benar dan kebebasan beragama, yaitu hak untuk memiliki sendiri sebuah Alkitab dan untuk mempelajarinya sendiri, dan kewajiban untuk menjadikan Alkitab itu dan Alkitab saja satu-satunya sebagai peraturan iman mereka.

Walaupun demikian, karena telah bertekad untuk menggagalkan Reformasi itu, maka Setan sejak permulaan Reformasi tetap bekerja untuk membuat setiap anggota gereja menggemari interpretasi sendiri Injil dan teori-teori Alkitab tambahan. Akibatnya, Protestantisme di waktu ini mendapati dirinya bukan saja berjalan mengikuti jalan dari hasil interpretasi-interpretasi Alkitab yang tidak diilhami karya satu orang, melainkan bahkan mengikuti banyak jalan dari hasil interpretasi-interpretasi yang tidak diilhami karya beribu-ribu orang. Dan hasilnya adalah bahwa dunia Kristen kini penuh dengan perpecahan dan kekacauan yang tidak ada tandingannya dalam sejarah — terbukti bahwa karya besar dari bapa-bapa pendiri Reformasi Protestan itu telah diselewengkan dan telah dikembalikan ke dalam suatu kekuatan perusak yang mengacaukan rencana istimewa Allah bagi sidang di waktu ini.

Demikianlah kita saksikan bahwa Reformasi itu, yang pada dasarnya di bawah pengendalian orang-orang yang diilhami sidang telah diangkat keluar dari kekacauan yang satu, maka kemudian di bawah pengendalian orang-orang yang tidak diilhami kembali mereka menjerumuskannya ke dalam kekacauan yang lain lagi, di mana di dalamnya sidang bagaikan terus menggelepar-gelepar sampai sekarang. Maka jika kita tidak membiarkan Kebenaran melepaskan kita dari lumpur kekacauan yang berbahaya ini, kita tidak mungkin dapat mengalahkan Musuh Ilham itu dalam usahanya yang kuat dan tidak mengenal lelah mengacaukan semua pelaksanaan penyelamatan kita untuk menjadi senjata-senjata pembinasa kita sendiri.

Pergerakan Masehi Advent Hari Ketujuh telah ditunjuk untuk menyatakan pelayanan di tempat kesucian : “Takutlah akan Allah, dan muliakanlah Dia, karena jam pehukuman-Nya (penuaian) itu ada datang” (Wahyu 14 : 7) untuk memindahkan dari Buku Kehidupan Anak Domba nama-nama orang-orang yang tidak mengisi botol-botol mereka dengan minyak –tambahan (Matius 25 : 3), dan orang-orang yang tidak memakaikan pakaian kawin (Matius 22 : 11), juga orang-orang yang tidak melipatgandakan talenta-talenta mereka (Matius 25 : 14 – 30); dan juga untuk membuang keluar lalang-Ialang dari antara gandum (Matius 13 : 30).

Pemberitaan mengenai orang-orang mati ini adalah untuk mempersiapkan orang-orang hidup bagi pengadilan mereka yang akan datang. Karena alasan inilah, maka Setan telah mempekerjakan setiap cara untuk menenangkan orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh untuk hanya menjadi pendengar-pendengar dan penghotbah-penghotbah tetapi bukan pelaksana-pelaksana Firman; untuk seolah-olah memungut perpuluhan atas mata uang dan jintan dan adas, tetapi mengabaikan masalah-masalah yang lebih penting di dalam hukum. Tegasnya, ia telah membuat mereka menjadi tidak terkasihan dan sengsara dan miskin dan buta dan bertelanjang, oleh kelalaian mereka di satu pihak untuk melaksanakan sendiri dengan setia apa yang mereka ajarkan kepada orang lain, dan oleh kelalaian mereka di lain pihak untuk menghindarkan dirinya sendiri dari pada berbuat apa yang mereka ajarkan kepada orang lain untuk jangan diperbuat. Dan untuk menghalangi mereka dari pada kesadarannya akan “kesesatan yang menyedihkan” ini (Testimonies, vol. 3, p. 254), maka ia terus mempertahankan mereka dalam kesuaman, dengan santai mengkhayalkan diri kaya dalam kebenaran sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, walaupun pada kenyataannya mereka adalah sengsara dan kekurangan dalam segala perkara.

Jadi, jelaslah, bahwa kesuaman dan khayalan merasa kaya adalah kesalahan-kesalahan yang aneh bagi orang-orang Laodikea, dan merupakan bahaya-bahaya yang jika tidak diketahui dan disingkirkan akan pada akhirnya hasilnya mereka akan diludahkan Allah dari mulut-Nya (Wahyu 3 : 16). Demikian inilah kembali Tuhan dengan penuh kasih sayang menghimbau kepada orang-orang penganut Kebenaran Sekarang supaya berjalan dalam terang dan supaya menghindari kesuaman itu, supaya jangan mereka jatuh kembali ke dalam persangkaan diri kaya dan bertambah kekayaan sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, lalu kembali menjadi miskin dan kekurangan dalam segala perkara. Demikianlah kita saksikan, bahwa sungguhpun Setan tidak berhasil menjatuhkan setiap anggota secara pribadi namun ia telah mampu menjatuhkan setiap Pergerakan sampai kepada hari ini.

Pergerakan Jam – Kesebelas karena merupakan yang terakhir sekali, maka dengan sendirinya berada dalam bahaya yang terbesar dari pada semuanya. Jadi, betapa perlunya kita supaya membuka mata lebar-Iebar supaya jangan kita pun ikut jatuh! Namun karena Pergerakan ini adalah usaha injil yang terakhir, maka tak dapat tiada ia harus “memberikan kuasa dan dorongan” kepada Pekabaran Malaikat Yang Ketiga dan “menerangi bumi dengan kemuliaannya” (Wahyu 18 : 1) ; ia harus menang, walaupun setiap Pergerakan yang mendahuluinya telah gagal. la ini bertujuan, bukan untuk “bernubuat lagi” kepada “banyak bangsa-bangsa” (Wahyu 10 : 11), melainkan kepada “semua.” Dan karena ia harus pergi kepada orang-orang yang belum mendengar akan kemasyuran nama-Nya, dan untuk membawa ke rumah Tuhan semua umat kesucian “keluar dari segala bangsa-bangsa” (Yesaya 66 : 19, 20), maka ia dengan sendirinya telah diiramalkan untuk mampu bertahan. Untuk memungkinkan terlaksananya maksud yang telah direncanakan sebelumnya ini, maka Allah kini sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri (Testimonies to Ministers, p. 300), untuk menyucikan sidang dengan cara menyingkirkan dari dalamnya lalang-Ialang, dan untuk memeliharakannya tetap bebas lalang mulai dari sekarang dan seterusnya, supaya dapat ia berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1).

Memang, dalam keadaan yang sesungguhnya dari pada masalah itu, Pergerakan Jam – Kesebelas harus menang, sebab dia adalah yang terakhir, yaitu orang yang akan mengumpulkan penuaian ke dalam lumbung, maka sekiranya dia gagal, setiap orang di dunia di waktu ini akan tetap hilang untuk selama-Iamanya. Oleh sebab itu terdapat alasan ganda bahwa Tuhan menjanjikannya untuk tetap berdiri. Demikianlah orang-orang Davidian telah dipanggil ke “Kerajaan itu untuk waktu yang sedemikian seperti sekarang.”

“Karena,” demikian pernyataan Firman, “oleh api dan oleh pedang-Nya Tuhan akan menuntut kepada semua orang : maka besarlah kelak pembunuhan Tuhan itu …………. Maka Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari antara mereka itu kepada bangsa-bangsa ……….. Dan mereka akan menyatakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa Kapir. Dan mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan keluar dari segala bangsa.” Yesaya 66 : 16 – 20.

“Maka mereka (orang-orang Kapir itu) akan menyebut mereka itu, Umat yang suci, Umat tebusan Tuhan.” Yesaya 62 : 12.

“Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari itu ….. ? Siapakah yang dapat berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pembersih, dan seperti sabun binara.” Maleakhi 3 : 2.

Maka lebih banyak lagi alasan, bahwa para penganutnya harus diuji dan harus terbukti pantas. Oleh sebab itu, apakah yang merupakan bahaya yang pertama dan yang terbesar menghadapi orang-orang penganut Kebenaran-sekarang di waktu ini?

Dengan berakhirnya perjalanan yang panjang di depan, maka pekerjaan ini belum pernah ada sedemikian besarnya, waktu yang tersedia untuk melaksanakannya belum pernah ada sedemikian singkatnya, dan para pekerjanya belum pernah ada sedemikian sedikitnya, seperti sekarang. Oleh sebab itu, maka terbukti dengan sendirinya bahwa usaha Setan yang terbesar pada jam inilah yang tak dapat tiada menjadi penyebab terbuang-buangnya waktu dan pekerjaan tidak terlaksana.

Sebab itu, bangunlah hai penganut Kebenaran – sekarang! Bangkitlah segera kepada tugas yang tersedia, maka “apapun juga yang dapat diperbuat tanganmu, lakukanlah itu dengan segala kekuatanmu.” AIkhatib 9 : 10. Jangan lagi membuang-buang waktu, karena setiap waktu yang berharga itu adalah penting bagi penyelamatan jiwamu sendiri dan bagi jiwa-jiwa orang lain.

***

 

 266 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart