<< Go Back
APAKAH KEBENARAN ITU MEMECAH BELAH?
Pertanyaan No. 6 :
Mengapakah Saudara tidak mengakui secara terus terang, bahwa setiap pekabaran yang datang dari Allah tidak akan menimbulkan perpecahan dan perpisahan di antara umat-Nya? Bukankah kenyataan bahwa “Tongkat Gembala” itu telah menimbulkan kedua-duanya, sehingga cukup membuktikan bahwa ia itu tidak mungkin berisikan pekabaran mengenai jam itu?
Jawab :
Adalah benar sekali bahwa setiap ungkapan kebenaran yang baru dari Firman Allah seharusnya tidak pernah menimbulkan perpecahan dan pemisahan. Tetapi kebenaran yang menyedihkan ialah bahwa kebalikannyalah yang selalu menjadi kenyataan.
Untuk memuaskan dirinya penanya perlu menanyakan hanya kepada dirinya sendiri : Berapa banyak kalikah Allah telah mengirimkan kepada sidang-Nya pekabaran-pekabaran yang tidak menimbulkan kekacauan maupun perpisahan di antara umat-Nya? Sekiranya kesimpulan-kesimpulannya menunjang pendiriannya, maka sebagai orang-orang Kristen kita tentunya harus merubah pendirian kita lalu mengakui bahwa Tongkat itu tidak berisikan pekabaran apapun dari Allah. Tetapi, jika sekiranya sejarah sidang bertentangan dengan alam pikirannya, maka tentunya kita harus mengharapkannya, sebagai seorang Kristen yang jujur dan seorang pencari kebenaran, untuk mengakui bahwa cara berpikirnya itu tidak menolak Tongkat itu.
Sama dengan semua pekabaran-pekabaran kiriman sorga yang mendahuluinya, maka pekabaran Tongkat ini sesuai dengan nubuatan Yeheskiel di dalam pasal 9, dan Testimonies to Ministers, p. 445, ditetapkan “bagi kejatuhan dan kebangkitan kembali banyak orang di Israel” (Lukas 2 : 34) ; maka ia itu tepatnya diperhitungkan untuk memulaikan suatu penyaringan, suatu pemisahan lalang-Ialang dari antara gandum di dalam keanggotaan sidang. (Lihat juga Early Writings, p. 270).
Kenyataan bahwa pekabaran dari Tongkat itu mendatangkan suatu pemisahan merupakan sebuah lagi kenyataan yang membuktikan bahwa sedikit-dikitnya dalam akibat yang mendasar ini, ia itu benar sejalan dengan semua pekabaran lainnya yang berasal dari Allah. Oleh sebab itu pekabaran ini menambahkan lagi suatu rangkaian lain pada rantai keemasan dari Kebenaran yang tidak mungkin ternoda ataupun binasa. “Bobotnya kenyataan itu” merupakan satu-satunya standard yang adil dan terakhir yang pantas bagi seorang Kristen yang harus senantiasa melakukan penyelidikan bagi dirinya sendiri terhadap kebenaran yang diakui.
237 total, 1 views today


