<< Go Back
APABILA MEMBUTUHKAN KEBENARAN,
MENGAPAKAH KUASA YANG DIMOHON ?
Pertanyaan No. 12 :
Oleh karena diberitahu supaya berdoa memohonkan curahan Roh Suci, maka beribu-ribu bahkan beribu-ribu orang dengan sungguh-sungguh melakukannya, tetapi sia-sia. Mengapa?
Jawab :
Dari waktu ke waktu banyak Pergerakan-Pergerakan Kristen secara pribadi maupun kelompok dengan sangat bersemangat telah melaksanakan doa marathon yang mengesankan dalam suatu usaha yang penuh tekad dan sungguh-sungguh untuk mendatangkan kegenapan curahan Roh Suci yang dijanjikan itu, yaitu “hujan akhir” itu. Sungguhpun demikian, oleh karena usaha-usaha berkala ini secara bermacam-macam telah berakhir dengan kekecewaan yang sangat dalam dan frustrasi, maka beribu-ribu jiwa telah menjadi kacau dan bimbang, melepaskan iman mereka selengkapnya, dan barangkali telah tenggelam ke dalam kekapiran.
Namun tidak seorangpun siswa Alkitab dapat membantah bahwa Alkitab menjanjikan secara pasti suatu manifestasi tunggal Roh Suci yang dinamis, untuk memberikan kepada semua orang percaya suatu curahan kuasa istimewa yang sedemikian sama seperti yang diterima para rasul pada hari Pantekosta yang lalu, — ya, bahkan lebih besar. Kemudian jawaban terhadap pertanyaan, Mengapa kita tidak menerimanya sekarang? Tak dapat dihindari ialah, Karena segala persyaratan untuk menerimanya itu masih belum lagi dipenuhi. Apabila semua persyaratan itu dipenuhi, maka janji Allah yang pasti ini akan secepatnya digenapi, sama seperti halnya dengan rasul-rasul dahulu.
Oleh sebab itu, apapun yang kini sedang menghalangi orang Kristen dari pada menerima karunia-karunia yang terbesar ini, maka halangan itu tak dapat tiada terletak padanya saja dan bukan pada Allah.
Ada sebuah janji mengenai Penghibur itu, yaitu Roh Kebenaran (Yahya 16 : 7 – 13), dan sebuah janji mengenai “huian akhir” itu. Yoel 2 : 23, 28. Penghibur yang dijanjikan ini, rasul-rasul menerimanya pada hari Pantekosta yang lalu, dan la itu menetap dengan mereka untuk selamanya ; artinya, juga dengan pengganti-pengganti mereka. Tetapi karena dalam penggantian rasul-rasul itu, orang-orang yang berkemampuan rasul-rasul yang kuno itu habis, maka Penghibur itu lambat laun menghilang. Dan walaupun la dalam berbagai masa muncul kembali dalam bentuk Roh Kebenaran, namun kuasa Pantekosta-Nya dan kehadiran-Nya tidak pernah lagi diberikan semenjak itu. Tetapi manifestasi Roh dalam Kuasa ini (Yoel 2 : 28) jangan sekali dikacaukan dengan manifestasi Roh Kebenaran (Yoel 2 : 23).
Gelar “hujan akhir itu sendiri menunjukkan, bahwa manifestasi yang khusus ini terjadi di “akhir zaman” — yaitu di zaman kita. Maka oleh perantaraan nabi Zakharia, Ilham menunjukkan bahwa ada terdapat suatu saat yang telah ditetapkan bagi hujan akhir itu, sehingga dianjurkan-Nya : “Pintalah olehmu kepada Tuhan hujan dalam masa hujan akhir ; maka Tuhan akan membuat awan-awan yang cerah, lalu memberikan kepada mereka siraman-siraman hujan, kepada setiap rumput di padang.” Zakharia 10 : 1.
Bagian yang berkaitan dari Yoel 2 : 23 itu, bagian pertama, menjelaskan bahwa “hujan akhir,” pekabaran yang terakhir itu, ialah “seorang guru kebenaran,” yang menghantarkan kepada si penerima pengetahuan Kebenaran yang penuh, yaitu pembenaran. Oleh sebab itu, sementara orang-orang Kristen secara mendesak diminta untuk berdoa dan memohon dengan mendalam akan Roh Kebenaran itu pada segala masa, maka secara lebih mendesak lagi mereka dianjurkan untuk berdoa memohonkannya sekarang.
Seperti halnya dalam keadaan alamiah hujan akhir itu datang bukan saja untuk membuat gandum bertumbuh, melainkan juga untuk menghantarkannya sampai mencapai kematangannya yang penuh, maka demikian pula secara analogi Guru Kebenaran ini tak dapat tiada harus menghantarkan umat kesucian sampai mencapai ketinggian tubuh manusia yang penuh dalam Kristus Yesus (Epesus 4 : 13) — mempersiapkan mereka bagi Kerajaan itu.
Tetapi tahap kedua, yakni kuasa yang dijanjikan itu (Yoel 2 : 28) yang datang “kemudian” sesudah “hujan akhir itu,” adalah kuasa yang sedang didoakan oleh kebanyakan umat Kristen tanpa memikirkan bahwa ada terdapat suatu tahap pertama (Yoel 2 : 23) — yaitu “guru pembenaran” itu, yaitu suatu curahan Kebenaran Sekarang yang terakhir — yang harus diperoleh sebelum curahan kuasa yang terakhir itu dapat direalisasikan.
Ternyata bahwa bagian yang datang “kemudian” itu, kuasa Pantekosta itu, datang untuk memungkinkan penerimanya untuk dapat memberitakan kebenaran yang terakhir ; maka kuasa ini tidak akan datang sebelum sidang sebagai sebuah badan, yaitu “setiap rumput di padang” (Zakharia 10 : 1), bukan sekelompok di sini sekelompok di sana, berhasil bergabung dengan penuh kesukaan bagi pertumbuhan rohaninya untuk seluruh hujan itu sampai Guru Pembenaran itu yang sekarang sudah datang berhasil menghantarkannya.
Tetapi masalah besar yang menantang kita di sini adalah : Kapankah “setiap rumput” setiap anggota sidang dapat menerima Kebenaran dan kuasa yang gilang gemilang ini? Dapatkah umat yang suci dan orang-orang munafik sama-sama menerimanya? Ilham menjawab :
“Oleh api dan oleh pedang-Nya Tuhan akan menghimbau semua manusia : maka besarlah kelak jumlah orang yang dibunuh Tuhan ………. maka Aku akan mengirim orang-orang yang luput dari mereka itu kepada segala bangsa . …………. dan mereka akan menyatakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa Kapir. ………. mereka akan menghantarkan semua saudaramu ……….. ke gunung kesucian Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, sebagaimana halnya bani Israel menghantarkan suatu persembahan di dalam sebuah bejana yang bersih ke dalam rumah Tuhan.” Yesaya 66 : 16, 19, 20.
Sebab itu dalam masa di antara “hujan akhir” kebenaran itu dan “curahan” kuasa Roh itu, kelak akan dimeteraikan sejumlah orang-orang yang telah menyerahkan diri yang akan luput dari antara “orang-orang yang dibunuh Tuhan itu.” Dengan perkataan lain, pada penuaian buah-buah pertama, apabila semua orang berdosa sudah disingkirkan keluar dari sidang, dan orang-orang benar sendiri yang tertinggal, seperti halnya 120 orang murid di gedung ruangan atas itu, maka hanya pada waktu itulah dapatlah Tuhan pada akhirnya mencurahkan kuasa RohNya atas semua orang, sehingga semua (orang-orang yang “luput” itu) akan bernubuat, akan memperoleh mimpi-mimpi, dan melihat khayal-khayal.
“Maka akan jadi kelak, bahwa orang yang tertinggal di Sion, dan dia yang masih tinggal di Yerusalem itu akan disebut suci, yaitu setiap orang yang tertulis namanya di antara orang-orang hidup di Yerusalem : apabila Tuhan kelak sudah membersihkan kecemaran semua puteri Sion, dan kelak sudah membersihkan darah Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh roh pehukuman dan oleh roh pembakaran. Maka Tuhan akan menciptakan pada setiap tempat tinggal di gunung Sion, dan pada segala perhimpunannya, suatu awan dan asap pada siang hari, dan cahaya dari pada suatu api yang bernyala-nyala pada malam hari ; karena pada semua orang kemuliaan akan merupakan suatu pelindung. Dan akan ada sebuah tabernakel sebagai naungan pada siang hari dari pada panas, dan bagi suatu tempat berlindung, dan bagi suatu tempat bernaung dari pada angin ribut dan dari pada hujan.” Yesaya 4 : 3 – 6.
Hanya sesudah pembersihan yang besar ini di dalam sidang (yang dilukiskan juga di dalam Yeheskiel pasal 9), baharulah umat yang sisa dapat diperlengkapi untuk membawa obor Kebenaran mereka yang menyala dan penuh bersinar-sinar itu kepada seluruh dunia Kapir. Kemudian dari dalam Sion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Yerusalem. Kemudian pekerjaan akan diselesaikan, “dipersingkat dalam pembenaran,” dan kemudian Tuhan akan muncul dalam kemuliaan — terlihat oleh setiap mata (Wahyu 1 : 7).
246 total, 2 views today


