Penugasan Jam Kesebelas
<< Go Back


PENUGASAN JAM KESEBELAS

 

“Bangunlah, bangunlah; karena terangmu ada datang, dan kemuliaan Tuhan sudah terbit atas kamu. Karena, bahwasanya, kegelapan akan menutupi bumi, dan kegelapan pekat menudungi manusia; tetapi Tuhan akan bangkit mendatangimu, dan kemuliaan-Nya akan terlihat di atas kamu. Maka bangsa-bangsa Kapir akan datang kepada-terangmu, dan raja-raja kepada cerahnya kebangkitanmu. Angkatlah matamu berkeliling dan lihatlah; sekalian mereka itu berhimpun bersama-sama, mereka datang kepadamu: anak-anakmu lelaki akan datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan akan diasuh pada sisimu”. Yesaya 60 : 1 – 4.

Janganlah dikatakan olehmu, Masih ada empat bulan lagi, dan baharu datang penuaian? Bahwasanya, Aku mengatakan kepadamu, Angkatlah matamu, dan pandanglah ladang-ladang itu, karena sekaliannya itu sudah putih untuk dituai”. Yahya 4 : 35.

Memang penuaian adalah luas, “tetapi pekerja-pekerjanya sedikit; oleh sebab itu berdoalah kamu kepada Tuhan pemilik penuaian itu; supaya Ia mau mengirim para pekerja ke dalam penuaian-Nya”. Matius 9 : 37, 38.

“Banyak permintaan datang dari mana-mana memohonkan terang yang telah dikaruniakan Allah kepada umat-Nya; tetapi panggilan-panggilan ini untuk sebagian besarnya adalah sia-sia. Siapakah yang merasa bertanggung jawab untuk menyerahkan dirinya kepada Allah dan bagi pekerjaan-Nya? Dimanakah terdapat orang-orang muda yang sedang memantapkan diri untuk menjawab panggilan-panggilan ini? Banyak daerah luas sedang terbuka di hadapan kita dimana terang kebenaran belum pernah berhasil memasukinya.  Jalan yang mana pun kita pandangi kita menyaksikan tuaian-tuaian yang kaya sudah siap untuk dikumpulkan, tetapi tidak ada seorang pun yang akan melakukan pemungutan hasilnya. Doa-doa telah dipersembahkan memohon kemenangan bagi kebenaran. Apakah yang dimaksudkan oleh doa-doamu, Saudara-Saudara? Bentuk keberhasilan yang bagaimanakah yang anda inginkan? — suatu keberhasilan yang cocok dengan ketidak-cekatanmu, atau kegemaranmu yang bersifat mementingkan diri? — suatu keberhasilan yang akan menunjang dan menopang dirinya sendiri tanpa sesuatu usaha dari pihakmu?

“Harus ada suatu perubahan yang pasti …. yang akan membuat tidak puas orang-orang yang bersantai-santai berbaring pada punggungnya, sebelum para pekerja yang siap bagi tugas penting mereka, dapat dikirim ke ladang. Harus ada suatu kebangunan, yaitu suatu pembaharuan rohani. Suhu kesetiaan Kristen harus dibangunkan. Rencana-rencana harus diciptakan dan dilaksanakan bagi penyebaran kebenaran kepada semua bangsa di bumi. Setan sedang meninabobokan para pengikut Kristus untuk tidur, sementara jiwa-jiwa terus binasa di sekeliling mereka; maka alasan apakah yang dapat mereka berikan kepada Tuhan untuk kelalaiannya itu?

” ….. ‘Mengapakah kamu berdiri-diri saja di sini menganggur sepanjang hari?’ Mengapakah kamu tidak bekerja sesuai keahlianmu di dalam kebun anggurnya? Berulang kali ia mengundang kamu, ‘Pergilah juga kamu ke dalam kebun anggurku, maka apa saja yang pantas ia itu akan kamu terima. ‘Tetapi panggilan kemurahan dari Sorga ini telah dilalaikan oleh mayoritas terbesar orang-orang. Bukankah sudah sampai waktunya sekarang agar kamu mematuhi perintah-perintah Allah? Ada terdapat tugas bagi setiap pribadi yang menyebut nama Kristus. Suatu suara dari Sorga sedang memanggilmu dengan serius untuk bertugas. Perhatikanlah suara ini, dan pergilah segera bekerja di mana saja, sesuai kemampuan apa saja. Mengapakah kamu berdiri-diri saja di sini menganggur sepanjang hari? Ada terdapat tugas bagimu untuk dilaksanakan, — suatu tugas yang membutuhkan tenaga-tenagamu yang terbaik. Setiap saat kehidupan yang berharga adalah berkaitan dengan sesuatu tugas yang wajib anda lakukan kepada Allah atau kepada sesamamu, tetapi ternyata anda menganggur!” Testimonies, vol. 5, pp. 203, 204.

“Marilah kuceriterakan kepadamu”, demikian Roh Nubuatan melanjutkan; “jika hatimu ada dalam pekerjaan ini, dan kamu beriman pada Allah, maka kamu tidak perlu bergantung pada persetujuan seseorang pendeta atau pun sesuatu umat; jika engkau pergi langsung bekerja dalam nama Tuhan, dalam cara yang sederhana melakukan apa yang dapat engkau ajarkan kebenaran itu, maka Allah akan menguatkan kamu. Kalau saja pekerjaan ini tidak dibatasi sedemikian rupa oleh sesuatu halangan di sini dan sesuatu halangan di sana, dan bahkan sesuatu halangan di seberang sana, maka ia itu sudah akan maju pesat dalam kebesarannya. Ia itu sudah akan berjalan pertama sekali dalam kelemahan; tetapi Allah dari sorga itu hidup”.‘Review and Herald, April 16, 1901. (Lihat juga Testimonies, vol. 7, p. 25).

“Suatu pekerjaan besar menyelamatkan jiwa-jiwa tetap masih belum terlaksana, Setiap malaikat dalam kemuliaan ada terlibat dalam pekerjaan ini, sementara setiap iblis-dari kegelapan terus menentangnya, Kristus … mengharapkan penyangkalan diri dan pengorbanan yang seimbang pada pihak orang-orang kepada siapa Ia telah datang untuk memberkati dan menyelamatkan. Setiap orang diminta untuk bekerja sejauh kemampuannya. Setiap keinginan duniawi harus disingkirkan demi untuk mendapatkan kemuliaan Allah”.Testimonies, vol. 5, p. 204. Inilah yang menggaris bawahi semua.

Persyaratan-Persyaratan Para Pekerja

Orang-orang yang mau mendengarkan suara-Nya pada hari ini dan tidak mengeraskan hati mereka seperti pada hari hasutan, akan dibuat-Nya mereka itu menjadi hamba-hamba-Nya di masa depan.

“Bukan oleh kuat dan bukan oleh kuasa, melainkan oleh Roh-Ku, demikianlah firman Tuhan-serwa sekalian alam”. Zakharia, 4 : 6. Para pekerja sebaliknya akan “diajari oleh perantaraan urapan Roh Suci, dan bukan oleh latihan luar pada lembaga-lembaga ilmiah … Allah akan memanifestasikan, bahwa Ia tidak akan bergantung pada orang-orang terpelajar yang mementingkan diri sendiri”. “Mereka yang terlemah dan ragu-ragu di dalam sidang akan jadi seperti Daud — rela melaksanakan dan berani”.Testimonies, vol. 5, pp. 82, 81.

“Aku hendak mengambil orang-orang yang buta huruf”, demikian firman Tuhan, “Yaitu orang-orang yang gelap, lalu menggerakkan mereka oleh Roh-Ku, untuk melaksanakan rencana-rencana hati-Ku dalam pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa. Pekabaran kemurahan yang terakhir akan diberikan oleh sesuatu umat yang cinta dan takut akan Daku”.Review and Herald, September 21, 1904. “Ia akan menggunakan orang-orang untuk menyelesaikan rencana-Nya, yaitu mereka yang oleh sebagian saudara-saudara akan ditolak karena dianggap tidak cakap untuk ikut serta dalam pekerjaan”.Review and Herald, February 9, 1985.

Dalam panggilan yang terakhir ini bagi para pekerja, baik kecil atau pun besar, baik kaya atau pun miskin, terpelajar ataupun buta huruf, semuanya memperoleh kesempatan istimewa yang tinggi dan mulia untuk menjadi pendeta-pendeta Kristus, yaitu

Orang-Orang Yang Terhormat Dan Beruntung

“Kebenaran Sekarang memimpin ke depan dan ke atas, menghimpun orang-orang yang berkekurangan, orang-orang yang tertindas, orang-orang yang menderita, orang-orang yang melarat. Semua yang mau datang akan dibawa masuk ke dalam kandang. Dalam kehidupan mereka akan terjadi suatu reformasi yang akan membentuk mereka menjadi anggota-anggota dari keluarga kerajaan, yaitu anak-anak dari Raja samawi”. Testimonies, vol. 8, pp. 195, 196.

Bagi para pekerja ini, yaitu mereka yang 144.000 itu, Tuhan dengan penuh kemurahan menjanjikan: “Maka orang-orang asing akan berdiri dan hidup dari kawanan dombamu, dan putera-putera orang luar (mereka yang bukan dari 144.000 itu) akan menjadi pembajak-pembajak sawahmu dan penjaga-penjaga kebun anggurmu. Tetapi kamu akan disebut Imam-lmam Tuhan: orang-orang akan memanggilmu Pendeta-Pendeta dari Allah kita: engkau akan memakan segala kekayaan orang-orang Kapir, dan dalam kemuliaan mereka itu engkau akan menyombongkan dirimu” (Yesaya 61 : 5, 6), kalau saja engkau bangkit sekarang dan secepatnya melaksanakan sepenuhnya.”

Peralihan Jabatan

Karena pelayanan injil ini “yang belum pernah ada sebelumnya” dan juga tidak akan ada lagi sesudah itu” (Yoel 2 : 2), akan bebas dari semua halangan dan rintangan di bumi ini, maka hendaklah jangan lagi seorang pun terlambat beralih, yang pada akhirnya akan melibatkan dirinya, hati maupun jiwa dalam “pekerjaan Tuhan yang terakhir bagi sidang”, dalam menghimpunkan “buah-buah pertama” yang akan dimeteraikan dari antara orang-orang hidup di Laodikea. Maka sambil menyerahkan dirinya bagi pekerjaan ini, pada waktu yang sama ia juga akan mempersiapkan dirinya untuk menyampaikan pekabaran dalam masa Seruan Keras, yang oleh penyucian sidang — kelepasan orang-orang yang dimeteraikan dan pembinasaan orang-orang yang tidak bermeterai —- akan dihantarkan datang, dan yang akan diberitakan oleh orang-orang yang sudah disucikan itu.

Hendaklah setiap orang secara bijaksana beralih dengan cara berangsur-angsur mengurangi usaha-usaha kepentingan pribadinya, dan Iebih meningkat mengajar kepentingan-kepentingan Tuhan. Dengan cara ini masing-masing orang akan terus memanjat dari usaha kepentingan sendiri masa lalu yang hampa dan tak menggembirakan, kepada usaha kepentingan ilahi masa depan yang penuh dan gilang-gemilang, yang akan mengilhami “dari hujung bumi nyanyian-nyanyian, yaitu kemuliaan bagi orang-orang benar”. Yesaya 24 : 16.

Sekaranglah waktunya dimana Tuan pemilik Kebun Anggur itu sedang mananyakan: “Mengapa engkau berdiri-diri saja di sini menganggur sepanjang hari?” dan sambil menganjurkan: “Pergilah juga kamu ke dalam kebun anggur itu; maka apa saja yang pantas, ia itu akan kamu terima”. Matius 20 : 6, 7.

Saudara-Saudaraku, jika anda ingin memperoleh bagian dalam pekerjaan yang mulia ini, yaitu tindakan yang mulia dalam penebusan dunia ini, maka, anda harus cepat mempersiapkan diri. Janganlah membiarkan berbagai urusan hidup ini merampas dari anda mahkota kehidupan yang kekal itu. Janganlah membiarkan Setan memasukkan di dalam mulutmu dalih-dalih: “Saya baharu membeli sepotong tanah, maka saya tak dapat tiada harus pergi melihatnya; saya mohon maaf”; atau, “Saya baru membeli lima pasang lembu, maka saya harus pergi mencobanya: Saya mohon maaf”; atau “saya baru menikah dan karena itu saya belum dapat datang”. Lukas 14 : 18 – 20. ”Karena semua yang ada di dunia, keinginan daging, dan keinginan mata, dan kesombongan hidup; adalah bukan dari Bapa; melainkan darl dunia ini. Maka bumi akan berlalu berikut semua keinginannya; tetapi orang yang melakukan kehendak Allah itu akan tetap abadi selama-lamanya”. 1 Yahya 2 : 16, 17.

Selagi masih bekerja dalam kedudukanmu yang sekarang, pergilah masuk kedalam kebun anggur Tuhan, maka sementara kepentinganmu, di sana bertumbuh, pekerjaanmu sendiri akan makin berkurang sampai kelak engkau akan menemukan dirimu sepenuhnya berpisah daripadanya lalu berpaut (menikah) dengan pekerjaan Tuhan.

“Oleh sebab itu janganlah kuatir, dengan mengatakan, Apakah yang akan kami makan? Atau, Apakah yang akan kami minum? Atau, Apakah yang akan kami pakai?” melainkan,

”Carilah Olehmu Dahulu
Kerajaan Allah” — Bukan Upah.

Kalau saja-semua pemikiran kita yang tertinggi adalah bagi kemajuan Kerajaan itu, maka kita tidak akan menghiraukan siapa yang akan memberi upah kepada kita, melainkan kita akan tetap gembira pada jaminan, bahwa semua kebutuhan kita akan dilayani.

Sesuai perumpamaan itu, para pekerja yang dikontrak oleh Tuan itu pergi keluar dalam iman tanpa mengetahui apa yang akan mereka terima pada akhir hari kerja. Jika pekabaran Tongkat Gembala adalah milik Allah, maka adalah lebih baik agar para pekerjaNya belajar, bahwa pekabaran itu harus dilaksanakan bersama-sama dalam cara-Nya, bukan dalam cara manusia, dan bahwa orang-orang yang bekerja untuk memperoleh upah sebagai penghargaan atas pekerjaannya, mereka itu bukan bekerja bagi Kristus, melainkan bagi dirinya sendiri; juga bahwa sekiranya kantor memberikan tunjangan keuangan kepada seseorang yang bekerja hanya sambilan, maka dengan sendirinya akan ada kewajiban untuk membayar semua orang yang berbuat apa saja, baik sedikit maupun banyak — suatu permulaan yang hanya akan merusak gantinya membangun baik pekerja maupun orang-orang bagi siapa ia dapat bekerja.

Dengan sendirinya, satu-satunya prosedur yang benar ialah agar semua orang yang melibatkan diri dalam mengerjakan pekabaran pemeteraian ini, melaporkan semua kegiatan mereka kepada kantor, supaya ia itu dapat mencatat semua hasil pekerjaan mereka pada nama-namanya. Dan sekiranya kelak terkumpul dari semua usaha ini cukup biaya untuk memungkinkan mereka mengajarkan pekabaran itu dalam waktu penuh (full time), maka kepada mereka dapat diberikan status waktu penuh, sehingga mereka berhak untuk memperoleh sejumlah biaya hidup yang perlu dari uang hasil pekerjaan mereka.

Roh Nubuatan mengatakan: “Waktu sudah singkat, maka semua pasukan kita harus diorganisir untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang besar. Para pekerja ada diperlukan, yaitu mereka yang mengerti besarnya pekerjaan itu, dan yang mau melibatkan diri di dalamnya, bukan untuk upah yang akan mereka terima, melainkan karena sadar akan dekatnya akhirat itu. Waktu menuntut penghematan yang Iebih besar dan pengabdian yang lebih dalam” (Testimonies, vol. 9, p. 27) dan

Keningratan Kristus

“Saya memperoleh pekabaran ini dari Tuhan bagimu. Berbicaralah lemah lembut, sopan dalam tindakan. Awasilah dirimu dengan saksama, karena engkau akan cenderung berlaku keras dan diktator, dan akan mengatakan perkara-perkara yang kasar. Tuhan berbicara kepadamu, kata-Nya: Berjagalah dan berdoa, supaya jangan kamu masuk ke dalam cobaan. Pernyataan-pernyataan yang kasar menyedihkan hati Tuhan; perkataan-perkataan yang tidak bijaksana lebih banyak merusak. Saya ditugaskan untuk mengatakan kepadamu: Berlakulah sopan dalam pembicaraanmu; perhatikanlah baik-baik semua perkataanmu; jangan membiarkan kata-kata kasar keluar dati mulutmu atau tampak melalui gerakan-gerakan tanganmu. Masukkanlah ke dalam semua yang engkau perbuat dan ucapkan keharuman yang menyerupai Kristus. Jangan membiarkan sifat-sifat tabiat alamiah menodai dan merusak pekerjaanmu. Engkau harus membantu dan menguatkan orang-orang yang dicobai. Jangan membiarkan sifat-sifat mementingkan diri terlihat dalam kata-kata yang, kasar. Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kawanan domba, dan bagi semua untuk siapa kamu bekerja. Jangan membiarkan perkataanmu mengimbangi jiwa-jiwa dalam arah yang salah. Di dalam diri pendeta dari Kristus harus terungkap tabiat yang menyerupai Kristus.”

“Perkataan-perkataan yang kasar dan yang berlebihan tidak sesuai dengan tugas yang suci yang telah diberikan Kristus kepada para pendeta-Nya untuk dilaksanakan. Apabila pengalaman setiap hari adalah pengalaman yang memandang kepada Yesus dan belajar kepada-Nya, maka engkau akan mengungkapkan suatu tabiat yang sehat dan cocok. Perlunaklah semua pembawaan dirimu, dan jangan membiarkan kata-kata tuduhan keluar dari mulutmu. Belajarlah kepada Guru yang besar itu. Perkataan-perkataan yang bersahabat dan simpatik akan sama baiknya dengan obat dan akan menyembuhkan jiwa-jiwa yang berada dalam alam kebimbangan. Pengetahuan firman Allah yang dibawa ke dalam praktik kehidupan akan memiliki kuasa penyembuhan dan penenangan. Kasarnya pembicaraan tidak pernah mendatangkan berkat bagi dirimu atau bagi setiap jiwa yang lain.”

“Saudaraku, engkau akan menjadi seorang wakil dari Kristus yang lemah lembut, sabar, dan baik hati dalam semua pembicaraanmu di depan umum, hendaklah semua pembawaan dirimu mengikuti teladan dan tata cara Kristus. ‘Hikmat pengetahuan yang dari atas adalah pertama-tama murni, kemudian mendamaikan, sopan, dan mudah untuk dihimbau, penuh kemurahan dan buah-buahan yang baik. Berjaga-jagalah dan berdoa, dan kalahkanlah kekerasan itu yang seringkali pecah dalam dirimu. Oleh kemurahan Kristus yang tinggal di dalam dirimu, semua perkataanmu dapat rnenjadi suci. Jika saudara-saudaramu tidak mau bertindak sesuai dengan kehendak hatimu; maka janganlah menghadapi mereka itu dengan kasar. Tuhan sudah seringkali kecewa oleh ucapan-ucapan yang keras.” Gospel Workers, pp. 163, 164.

“Adalah bukan sebanyak apa yang kau katakan,
‘Sebagaimana dalam cara engkau mengucapkannya.
“Adalah bukan sebanyak Bahasa yang kau gunakan,
Sebagaimana dalam nada-nada yang kau membawakannya.
Kata-kata mungkin halus dan indah,
Dan nada-nada mungkin menusuk bagaikan anak panah;
Kata-kata mungkin lembut bagaikan udara musim panas,
Dan nada-nada dapat mematahkan hati”
.

”Kebenaran harus disajikan dengan kebijakan ilahi, kesopanan dan Iemah lembut. Ia itu harus datang dari suatu hati yang sudah dihalusi dan sudah dibuat menjadi simpatik. Kita perlu memiliki kerukunan yang erat dengan Allah, ….. kita harus berjaga dan berdoa, dan selalu siap untuk memberikan alasan bagi harapan yang ada di dalam kita dengan rendah hati dan takut. Supaya jangan kita kelak memberikan kesan yang kurang menyenangkan pada satu jiwa bagi siapa Kristus telah mati, maka kita hendaknya selalu mengangkat hati kepada Allah, supaya apabila kesempatannya terbuka, kita dapat memiliki perkataan yang tepat untuk diucapkan pada waktu yang tepat”. — Testimonies, vol. 6, p. 400. Inilah

Ilmu Keberhasilan

“Kepada setiap pekerja saya ingin mengatakan: Pergilah keluar dalam iman yang sederhana, maka Tuhan akan pergi bersamamu. Tetapi berjagalah dan berdoa. Inilah ilmu dari usahamu. Kemampuan adalah dari Allah”. –– Testimonies, vol. 7, p. 272.

“Saya diperintahkan untuk mengatakan kepada rekan-rekan pekerja saya, jika engkau ingin memiliki perbendaharaan sorga yang kaya itu, maka engkau harus secara rahasia rukun dengan Allah. Jika engkau tidak melakukan hal ini, maka jiwamu akan menjadi hampa akan Roh Suci, bagaikan lembah-lembah Gilboa yang hampa akan embun dan hujan. Apabila engkau bergegas-gegas dari perkara yang satu ke perkara yang lainnya, apabila engkau menghadapi sedemikian banyak pekerjaan yang harus dilakukan sehingga tidak dapat mengambil waktu untuk berbicara dengan Allah, maka bagaimanakah engkau dapat mengharapkan kuasa dalam pekerjaanmu? …..

“Berlakulah rukun dengan hatimu sendiri, dan kemudian rukun dengan Allah. Jika engkau tidak melakukan ini, maka semua usahamu akan sia-sia hasilnya, yaitu yang dibuat sedemikian ini oleh keadaan bingung dan tergesa-gesa yang tidak suci”.Gospel Workers, p. 272.

“Orang-orang yang mengajar dan berhotbah dengan sangat berhasil ialah mereka yang berharap kepada Allah dalam kesederhanaan, dan mengharapkan dengan sangat akan bimbingan dan kemurahan-Nya. Berjagalah, berdoa, bekerja — inilah semboyan orang Kristen. Kehidupan seorang Kristen yang benar ialah suatu kehidupan dengan doa yang tetap”. Gospel Workers, p. 257.

“Seseorang penghotbah tertentu yang hotbah-hotbahnya berhasil mentobatkan banyak jiwa, menerima suatu wahyu dari Allah bahwa bagairnana pun juga adalah bukan hotbah-hotbah dan usaha-usahanya sendiri, melainkan adalah doa-doa dari seorang anggota yang buta huruf yang duduk pada tangga-tangga mimbar mernohonkan keberhasilan hotbah itu. Mungkin hal itu akan terjadi dengan kita pada hari keseluruhan ungkapan itu. Kita mungkin saja percaya, sesudah berusaha lama dan melelahkan, bahwa semua hormat adalah hak pembangun yang Iain yang doa-doanya berupa emas, perak, dan batu-batu berharga, sedangkan penyajian hotbah kita, karena terpisah dari doa, hanya akan merupakan rumput kering dan sekam”. C. H. Spurgeon.

Utusan-utusan Allah harus menunggu Iama bersama-sama denganNya, kalau saja mereka ingin berhasil dalam pekerjaan mereka. Ceriteranya adalah mengenai seorang wanita tua dari Lancashire yang sedang mendengarkan berbagai alasan yang dikemukakan oleh para tetangganya mengenai keberhasilan pendeta mereka. Mereka itu berbicara tentang bakat-bakatnya, tentang cara menyampaikan hotbahnya, tentang kebiasaan-kebiasaan pribadinya. ‘Dan lagi,’ kata wanita tua itu, Akan kuceriterakan kepadamu hal itu. Orangmu itu adalah sangat karib dengan YANG MAHA KUASA.’”

“Apabila orang-orang mengabdi sama seperti Eliyah dan memiliki iman sama seperti yang dimilikinya, maka Allah akan rnengungkapkan DiriNya sama seperti yang dilakukanNya dahulu. Apabila orang-orang memohon kepada Tuhan seperti yang dilakukan oleh Yakub, maka hasil-hasilnya yang tampak dahulu itu akan kembali terlihat. Kuasa akan datang dari Allah menjawab doa yang diucapkan dari Iman”. — Gospel Workers, p. 255.

Bangkitlah bekerja, Saudara guru-guru KEBENARAN SEKARANG! Lakukanlah semua tugas dari DIA yang telah mengutus kamu, “selagi masih siang hari,” karena malam sudah hampir tiba, “apabila kelak tidak seorang pun lagi dapat bekerja”, Yahya 9 : 4. “Maka apa pun saja yang pantas, ia itu akan kamu terima” asalkan kamu mengajarkan dengan setia

Hanya Itu Yang Harus Diajarkan!

Karena Alkitab: dan buku-buku Roh Nubuat merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala, maka apabila Tongkat itu diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuat juga akan diajarkan. Dan karena tidak satu pun selain Roh Kebenaran yang telah mengirim rahasia-rahasia Ilham itu, yang dapat menginterprestasikan sekaliannya, maka orang-orang yang mencoba mengajarkannya tanpa Otoritas interprestasi yang diilhami ini, tak dapat tiada akan jatuh ke dalam praktik interpretasi sendiri yang terlarang itu (2 Petrus 1 : 20) — yaitu kejahatan besar yang telah menjerumuskan dunia Kristen ke dalam perpecahannya yang hampir tak menentu sekarang ini, berikut kekacauan, persaingan, dan ketidakmampuannya yang ada.

Karena kami tidak berani ikut berjalan pada jalan yang sedemikian itu, maka. Sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian Advent Hari Ketujuh), kami harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu pekabaran-pekabaran yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Yesaya 52 : 8).

Maka dengan demikian mereka yang memilih untuk ikut melakukan interpretasinya sendiri dimlnta dengan hormat agar jangan mengajar dengan nama Tongkat dan memanfaatkan biaya-biayanya. Hendaklah mereka sebagai orang-orang terhormat, mengajar dalam namanya sendiri dan dengan biayanya sendiri.

Akhirnya, Saudara-Saudaraku pertahankanlah tugasmu di tempat sesuai semua usahamu, maka pada gilirannya ia itu akan memberikan setiap kemungkinan yang akan menunjang pekerjaanmu sampai berhasil. Semoga Allah menyertaimu !

*****

 

 

 

 291 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart