<< Go Back
T A T A T E R T I B
“Allah adalah suatu Allah yang tertib. Setiap perkara yang berkaitan dengan sorga adalah dalam ketertiban yang sempurna ; kepatuhan dan disiplin yang menyeluruh menandai gerakan-gerakan rombongan besar malaikat. Keberhasilan hanya dapat mendatangi ketertiban dan tindakan yang selaras. Allah menuntut ketertiban dan tata-cara di dalam pekerjaan-Nya di waktu inl tidak kurang dari pada di zaman Israel dahulu. Semua orang yang sedang bekerja bagi-Nya harus bekerja dengan bijaksana, bukan dengan cara sembrono yang tldak teratur. la ingin melihat pekerjaan-Nya terlaksana dengan iman dan ketepatan, supaya dapat la menempatkan meterai perkenan-Nya pada hasil pekerjaan ltu.” — Patriarchs and Prophets, p. 376.
“Allah adalah bukan pencipta kekacauan, melainkan pencipta perdamaian, seperti halnya di dalam semua sidang orang-orang sucl.’: la menghendaki agar tata-tertib dan tata-cara dipatuhi di dalam perilaku segala persoalan sidang di waktu ini, tidak kurang dari pada di zaman dahulu. la ingin pekerjaan-Nya dimajukan dengan lengkap keseluruhannya dan dengan ketepatan, supava dapat la menempatkan di atasnya meterai perkenan-Nya itu. Kristen harus dipersatukan dengan Kristen, sidang dengan sidang, peralatan manusia bekerja sama dengan peralatan ilahi, setiap perwakilan tunduk kepada Roh Suci, dan semuanya tergabung dalam memberikan kepada dunia kabar-kabar baik mengenai karunia Allah.” — TheActs of the Apostles, p, 96.
“Waktu dan kekuatan dari pada orang-orang yang dalam kehendak Allah telah ditempatkan pada jabatan-jabatan pemimpin yang bertanggung jawab di dalam sidang, harus digunakan menangani perkara-perkara yang lebih berat yang memerlukan kepintaran khusus dan kebesaran hati. Bukanlah menurut tata-tertib Allah bahwa orang-orang yang sedemikian ini harus diimbau untuk menetralisasikan masalah-masalah kecil dimana orang-orang lainnya cukup mampu untuk menanganinya. ‘Setiap perkara besar harus mereka bawa kepadamu.’ demikian anjuran Jethro kepada Musa, ‘tetapi setiap perkara kecil harus mereka putuskan : dengan demikian ia itu akan menjadi lebih ringan bagi dirimu, dan mereka akan memikul beban bersama-sama dengan kamu. Jika engkau harus melakukan perkara ini, dan Allah memerintahkan demikian itu kepadamu, maka engkau akan mampu bertahan, dan semua bangsa ini akan juga kembali ke tempat mereka dengan damai.'” — The Acts of the Apostles, p. 93.
Sidang Wasiat Lama — Sebuah Contoh
Perkemahan Iberani itu telah diatur dalam tata tertib yang tepat. Perkemahan itu telah dibagi ke dalam tiga bagian besar, masing-masing memperoleh tempatnya sendiri-sendiri yang ditunjuk di dalam perkemahan itu. Di tengah-tengah terdapat tabernakel, tempat tinggal dari pada Raja yang tak kelihatan. Sekelilingnya para imam-imam dan orang-orang Lewi bertempat tinggal. Di seberang sana dari mereka itu berkemah semua orang dari pada suku-suku bangsa lainnya.
“Kepada orang-orang Lewi telah diberikan tugas melayani tabernakel berikut semua yang berhubungan dengan itu, baik di dalam perkemahan maupun sepanjang perjalanan. Apabila perkemahan itu dimajukan, maka mereka harus menurunkan tenda yang suci itu ; apabila tempat berhenti telah dicapai, maka mereka harus mendirikannya. Tidak seorang pun dari sesuatu suku yang lain diperkenankan datang mendekat, karena ancaman kematian. Orang-orang Lewi itu dipisah-pisahkan ke dalam tiga bagian, yaitu keturunan-keturunan dari tiga putera Lewi, dan kepada masing-masingnya ditunjuk kedudukan dan pekerjaannva yang khusus. Di depan tabernakel ltu, dan terdekat dengannya terdapat tenda-tenda dari Musa dan Harun. Pada sebelah selatan terdapat orang-orang Kohathite, yaitu mereka yang tugasnya adalah menjaga peti perjanjian dan perabotan lainnva ; di sebelah utara terdapat orang-orang Merarite, yaitu mereka yang ditempatkan disana dalam tugas menjaga tiang-tiang pilar, persendian-persendian, papan-papan, dan sebagainya ; di belakang terdapat orang-orang Gershonlte, kepada siapa dipercayakan pengawasan terhadap kain-kain tirai dan gantungan-gantungan lainnya.
“Kedudukan dari masing-masing suku bangsa juga ditentukan secara terperinci. Masing-masing harus berbaris dan berkemah di samping standarnya sendiri, sesuai dengan yang diperintahkan Tuhan : ‘Setiap orang dari bani Israel harus mendirikan tendanya di samping standarnya sendiri, dengan tanda alamat rumah bapa mereka. Jauh sekeliling tabernakel perhimpunan itu harus mereka pasang tendanya.’ ‘Sebagaimana mereka berkemah, maka demikian itu pula mereka harus maju, masing-masing orang pada ternpatnva dekat dengan standar mereka.’ Rombongan campuran yang telah mengikuti Israel dari Mesir tidak diijinkan untuk menduduki tempat-ternpat tinggal yang sama dengan suku-suku bangsa itu. tetapi mereka harus tinggal di pinggiran perkemahan ; dan anak-anak mereka harus dikeluarkan dari masvarakat itu sampai kepada keturunan yang ketiga.
*****
“Dalam seluruh perjalanan Israel, ‘peti perjanjian Tuhan berjalan di depan mereka,…… untuk mencarikan suatu tempat istirahat bagi mereka.’ Dengan dibawa oleh putera-putera Kohath, maka peti suci yang berisikan hukum Allah yang suci itu memmpin kereta pengangkut itu. Di depannya berjalan Musa dan Harun ; dan para imam yang membawa trompet-trompet perak berada di dekatnya. Imam-imam ini menerima petunjuk-petunjuk dari Musa, yang oleh mereka dikomunikasikan langsung kepada orang banyak itu melalui trompet-trompet. Itulah tugas para pemimpin dari masing-masing rombongan untuk memberikan pengarahan-pengarahan yang pasti mengenai semua pergerakan yang akan ditempuh sebagaimana ditunjukkan oleh trompet-trompet itu. Siapapun yang lalai menyesuaikan diri dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan itu dihukum dengan hukuman mati.” — Patriarchs andProphets, pp. 374, 375, 376.
Sidang Wasiat Baru — Sebuah Contoh
“Hanya setelah mereka bersatu dengan Kristus, baru dapatlah para rasul itu berharap untuk memperoleh kuasa pendamping dari Roh Suci, dan kerja-sama malaikat-malaikat sorga. Dengan bantuan perwakilan-perwakilan ilahi ini mereka akan muncul ke hadapan dunia sebagai suatu front kesatuan, dan akan menjadi pemenang dalam peperangan yang terpaksa mereka tempuh secara tak habis-habisnya melawan kuasa-kuasa kegelapan. Karena mereka harus terus bekerja secara bersatu, maka utusan-utusan sorga akan berjalan mendahului mereka sambil membuka jalan ; banyak hati akan dipersiapkan untuk menyambut kebenaran, dan banyak orang akan dimenangkan bagi Kristus. Selama mereka tetap bersatu, maka sidang akan keluar, ‘indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya,” Tidak ada yang dapat menahan gerak maju mereka. Sidang akan terus maju dari kemenangan kepada kemenangan memenuhi missi ilahinya secara gilang gemilang memberitakan injil kepada dunia.
“Organisasi sidang di Yerusalem itu akan melayani sebagai sebuah model bagi organisasi sidang-sidang di setiap tempat lainnya dimana utusan-utusan kebenaran harus memenangkan orang-orang bertobat kepada injil. Mereka yang diberikan tanggung jawab pengawasan sidang secara umum bukanlah untuk menjadi majikan atas milik pusaka Allah, melainkan, sebagai gembala-gembala yang bijaksana mereka harus ‘memberi makan kawanan domba Allah, menjadi teladan-teladan kepada kawanan domba itu ;’ dan para diakon harus menjadi ‘orang-orang yang terkenal jujur, penuh Rohulkudus dan akal budi.’: Orang-orang ini harus mengambil tempat mereka secara bersatu di pihak yang benar dan mempertahankannya dengan teguh dan pasti. Dengan demikian mereka akan memiliki suatu pengaruh pemersatu atas seluruh kawanan domba.
“Terakhir dalam sejarah sidang yang mula-mula sewaktu di berbagai bagian dunia banyak kelompok orang-orang percaya telah terbentuk menjadi sidang-sidang, maka organisasi sidang selanjutnya disempurnakan, sehingga tata-tertib dan keserasian tindakan dapat dipertahankan. Setiap anggota didesak untuk melaksanakan bagiannya dengan sebaik-balknva, Masing-masing harus memanfaatkan dengan bijaksana talenta-talenta yang dipercayakan kepadanya. Sebagian orang diberkahi oleh Roh Suci dengan karunia-karunia khusus, — ‘pertarna-tarna rasul-rasul, kedua nabi-nabi, ketiga guru-guru, setelah itu keajaiban-keajaiban, kemudian karunia-karunia menyembuhkan, pertolongan-pertolongan, pemerintahan-pemerintahan, berbagai-bagai bahasa.’ Tetapi semua kelas pekerja-pekerja ini harus bekerja dalam keserasian.
“’Ada terdapat berbagai karunia-karunia yang berbeda-beda, namun Roh-nya sama. Dan ada terdapat pengelolaan-pengelolaan yang berbeda-beda, tetapi Tuhannya sama. Dan ada berbagai-bagai usaha, namun adalah Allah yang sama itu juga yang bekerja dalam segala-galanya. Namun manifestasi Roh itu dikaruniakan kepada setiap orang untuk mengambil manfaat dari padanya. Karena kepada yang satu oleh Roh dikaruniakan perkataan yang bijaksana ; kepada yang lainnya dikaruniakan perkataan pengetahuan oleh Roh yang sama; kepada yang lainnya dikaruniakan iman oleh Roh yang sama ; kepada yang lainnya dikaruniakan bakat-bakat menyembuhkan oleh Roh yang sama ; kepada yang lainnya dikaruniakan kemampuan membuat keajaiban-keajaiban ; kepada yang lainnya dikaruniakan nubuatan; kepada yang lainnya dikaruniakan kemampuan melihat roh-roh; kepada yang lainnya dikaruniakan berbagai jenis bahasa-bahasa ; kepada yang lainnya dikaruniakan kemampuan rnenqinterpretasikan bahasa-bahasa ; tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang sama yang satu itu juga, yang membagi-bagikan kepada setiap orang seberapa banyak sesuai kehendak-Nya. Karena sebagaimana tubuh adalah satu, tetapi memiliki banyak anggota, maka semua anggota dari tubuh yang satu itu, yang banvak jumlahnya, adalah satu tubuh : demikian juga Kristus.'” — The Acts of the Apostles, pp. 90 – 92.
“Tata-tertib yang dipertahankan di dalam sidang Kristen yang mula-mula telah memungkinkan mereka untuk bergerak maju dengan gigih sebagai suatu bala tentara yang berdisiplin baik yang berpakaikan seniata Allah. Rombongan-rombongan orang-orang percaya itu, walaupun tercerai-berai di seluruh daerah teritorial yang luas, sekaliannya adalah anggota-anggota dari tubuh yang sama ; semuanya bergerak bersama-sama, dan dalam keserasian antara satu dengan yang lainnya. Bilamana timbul perselisihan di dalam sesuatu sidang setempat ‘sepertl yang kemudian terjadi di Antiochi dan lain-Iainnya, maka persoalan-persoalan sedemikian ini tidak dibiarkan menimbulkan perpecahan di dalam sidang, melainkan telah diserahkan kepada suatu majelis umum dari seluruh badan orang-orang percaya yang dibentuk terdiri dari anggota-anggota delegasi yang ditunjuk dari berbagai sidang-sidang setempat, bersama-sama dengan para rasul dan tua-tua dalam jabatan-jabatan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Dengan demikian semua usaha Setan untuk menyerang sidang di tempat-tempat yang terpencil jauh telah dihadapi dengan tindakan bersama dari semua pihak ; sehingga segala rencana musuh untuk mengacau dan membinasakan telah dihalangi”. — The Acts of the Apostles, pp. 95, 96.
“Alkitab secara khusus mengajarkan kepada kita untuk berhati-hati jangan sedikitpun membawakan tuduhan-tuduhan menentang orang-orang yang telah dipanggil Allah untuk bertindak sebagai utusan-utusan-Nya. Rasul Petrus dalam menggambarkan suatu kelas orang-orang yang sengaja menjadi orang-orang berdosa, mengatakan : ‘Mereka adalah sombong, keras kepala, mereka tidak takut membicarakan jahat melawan martabat-rnartabat orang. Sedangkan malaikat-malaikat yang jauh lebih berkuasa dan lebih kuat tidak menyerang mereka itu dengan tuduhan-tuduhan di hadapan Tuhan. Dan Paulus, dalam petunjuknya bagi mereka yang ditempatkan mengawasi sidang, mengatakan : ‘Terhadap seorang tua-tua. janganlah menerima sesuatu tuduhan, terkecuali di depan dua atau tiga orang saksi.’Dia yang telah menempatkan atas orang-orang tanggung jawab berat sebagai pemimpin-pemimpin dan guru-guru bagi umatNya, akan menuntut orang banyak itu bertanggung jawab atas cara-cara dalam mana mereka melayani hamba-hamba-Nya. Kita harus menghargai orang-orang yang telah dihargai Allah.” – Patriarchs and Prophets, p, 386.
D I S I P L I N
“Allah telah memilih Musa, dan telah menaruh Roh-Nya di atasnya ; maka Miriam dan Harun oleh persungutan-persungutan mereka, mereka telah bersalah karena tidak setia, bukan saja kepada pemimpin mereka yang terpilih itu. melainkan juga kepada Allah sendiri. Para pembisik hasutan itu diundang ke tabernakel, lalu dibawa muka dengan muka menghadap Musa. ‘Maka turunlah Yehovah di dalam tiang awan, lalu berdiri di pintu tabernakel itu. lalu memanggil Harun dan Miriam.’ Tuntutan mereka akan karunia nubuatan tidak ditolak ; Allah sudah mungkin dapat berbicara kepada mereka dalam khayal-khayal dan mimpi-mimpi. Namun kepada Musa, yang oleh Tuhan sendiri telah dinyatakan ‘setia di dalam seluruh rumah-Ku,’ suatu hubungan yang lebih dekat telah diijinkan. Dengan dia Allah berbicara dari rnulut ke rnulut, ‘Maka sebab itu tidakkah kamu takut untuk. berbicara menentang harnba-Ku Musa ? Maka naiklah murka Tuhan terhadap mereka ltu, lalu menghilanglah la.’ Awan itu lenyap dari tabernakel menandakan ketidak-senangan Allah, lalu Miriam dipalu, la ‘kemudian menjadi penderita kusta, seluruh tubuhnya menjadi putih seperti salju.’ Harun luput, namun ia dimarahi dengan sangat dalam hukuman terhadap Miriam. Kini, kesombongan mereka direndahkan sampai ke tanah, Harun mengakui dosa mereka, lalu ia memohon kiranya adiknya itu tidak dibiarkan binasa oleh pukulan yang memuakkan dan mematikan itu, Sebagai jawaban kepada doa-doa Musa, maka kusta itu kemudian sembuh. Namun Miriam dikucilkan dari perkemahan untuk tujuh hari lamanya. Bukannya setelah Miriam disingkirkan dari perkemahan itu lalu lambang perkenan Allah kembali berada di atas tabernakel. Sebagai penghargaan terhadap kedudukannya yang tinggi, dan sebagai kesedihan karena pukulan yang telah menimpa dirinya, rnaka seluruh rombongan tetap tinggal di Hazeroth, sambil rnenantikan dia kernbali.” – Patriarchs and Prophets, pp, 384, 385.
Kemudian “suatu komplotan yang cukup kuat terbentuk, yaitu hasil dari suatu tekad maksud untuk meruntuhkan otoritas para pemimpin yang telah ditunjuk oleh Allah sendiri.
“Korah, roh yang memimpin dalam pergerakan ini, adalah seorang Lewi, yang berasal dari keluarga Kohath, dan adalah saudara sepupu dari Musa, la adalah seseorang yang berkemampuan dan berpengaruh luas. Walaupun telah ditunjuk pada tugas melayani tabernakel, ia ternyata telah menjadi kecewa dengan kedudukannya itu, lalu mencita-citakan untuk menduduki martabat keimammatan. Penganugerahan jabatan keimammatan kepada Harun dan isi rumahnya, yang dahulu dipindahkan ke atas anak lelaki yang pertama lahir di dalam setiap keluarga, telah menimbulkan irihati dan ketidakpuasan, sehingga selama beberapa waktu Korah secara diam-diam telah menentang otoritas Musa dan Harun, walaupun ia belum bergerak dengan sesuatu tindakan pemberontakan secara terbuka. Pada akhirnya timbullah di dalam hatinya rencana yang berani itu untuk meruntuhkan baik kekuasaan sipil maupun kekuasaan agama. ia tidak henti-hentinya mencari para simpatisan yang bersimpati kepadanya. Dekat dengan tenda-tenda Korah dan orang-orang Kohathite, pada sebelah selatan dari tabernakel, terdapat perkemahan dari suku Reuben, yaitu tenda-tenda dari Dathan dan Abiram, dua penghulu suku ini yang tak jauh letaknya dari pada tenda-tenda Korah, Para penghulu ini secepatnya menggabungkan diri kepada rencana-rencananya yang ambisius itu. Karena adalah keturunan-keturunan dari putera tertua Yakub, maka mereka menyatakan bahwa kekuasaan sipil itu adalah milik mereka, maka mereka bertekad untuk membagi-bagi dengan Korah segala kehormatan keimammatan itu.
“Suasana perasaan di antara orang banyak itu menyetujui semua rencana Korah. Dalam kepahitan kekecewaan mereka, maka keragu-raguan mereka yang dahulu, irihati, dan kebencian itu kembali lagi, lalu kembali keluhan-keluhan mereka itu diarahkan kepada pemimpin mereka yang sabar itu. Orang-orang Israel itu selalu lalai melihat kepada kenyataan bahwa mereka berada di bawah bimbingan ilahi. Mereka lupa bahwa Malaikat perjanjian itu adalah pemimpin mereka yang tak kelihatan, bahwa dengan terselubung oleh tiang awan kehadiran Kristus berjalan di depan mereka, dan bahwa dari pada-Nyalah Musa menerima semua pengarahannya.
“Mereka tidak rela untuk rnenyerah kepada kalimat yang mengerikan bahwa mereka semuanya harus mati di padang belantara, dan sebab itulah mereka siap untuk berpegang padasetiap dalih untuk percaya bahwa adalah bukan Allah melainkan Musa yang telah memimpin mereka itu, dan yang telah mengucapkan nasib bahaya mereka. Usaha-usaha yang terbaik dari pada orang yang terlembut hatinya di bumi itu tidak dapat mengalahkan keras hati umat ini ; dan walaupun tanda-tanda murka Allah terhadap keras kepala mereka yang terdahulu masih ada di hadapan mereka dalam pecahnya barisan-barisan mereka dan hllangnya sejumlah bilangan mereka, mereka tidak juga mau memanfaatkan pelajaran itu. Kembali mereka dikalahkan oleh cobaan.
* * *
“Mereka telah berhasil menyesatkan dua ratus lima puluh orang penghulu, yaitu orang-orang yang terkenal di dalam perhimpunan itu. Bersama dengan para pendukung yang kuat dan berpengaruh ini mereka merasa yakin dapat mengadakan suatu perubahan yang radikal di dalam pemerintahan, dan akan banyak memperbaiki administrasi Musa dan Harun.
“lri hati telah mendatangkan curiga, dan curiga mendatangkan pemberontakan. Mereka telah membicarakan persoalan hak kekuasaan Musa yang sedemikian besarnya dan terhormat, sehingga akhirnya mereka sampai kepada menganggap dia menduduki suatu jabatan yang sangat menimbulkan irihati, yang dapat saja diisi oleh salah saorang dari mereka seperti halnya Musa. Maka mereka telah menipu dirinya sendiri dan saling menipu di antara sesamanya dengan berpikir bahwa Musa dan Harun sendirilah yang telah menduduki jabatan yang dipegangnya itu. Orang-orang yang tidak puas itu mengatakan bahwa para pemimpin ini telah meninggikan dirinya sendiri di atas perhimpunan Tuhan karena mengambil bagi dirinya jabatan keimammatan dan pemerintahan, sedangkan isi rumah mereka tidak diistimewakan di atas orang-orang lainnya di Israel ; mereka juga tidak lebih suci dari pada orang banyak itu, dan seharusnya cukup bagi mereka untuk berada pada tingkat yang sama tinggi dengan saudara-saudaranya yang sama-sama berkenan kepada kehadiran dan perlindungan Allah yang istimewa.
“Pekerjaan berikutnya dari para pengkhianat itu adalah ditujukan kepada orang banyak itu. Kepada orang-orang yang berada dalam kekeliruan, sehingga patut rnendapat teqoran, tidak ada lagi yang lebih menyenangkan hatinya dari pada menerima simpathi dan pujian dari orang lain. Maka demikianlah Korah dan kawan-kawannya telah berhasil menarik perhatian dan memperoleh dukungan dari perhimpunan orang banyak .itu. Tuduhan bahwa persungutan-persungutan orang banyak itu telah mendatangkan atas mereka murka Allah, telah dinyatakan sebagai suatu kekeliruan. Mereka mengatakan bahwa perhimpunanorang banyak itu tidak bersalah sebab mereka tidak lain hanya menginginkan hak-hak mereka; tetapi Musa adalah seorang pemimpin yang gila kekuasaan ; sehingga ia telah menegor orang banyak itu sebagai orang-orang berdosa, sedangkan mereka adalah suatu umat yang suci, dan Tuhan berada di antara mereka.
* * *
“Dalam pekerjaan yang tidak memuaskan ini telah terjadi ikatan persatuan dan keharmonisan yang lebih besar di antara unsur-unsur pemecah-belah perhimpunan orang banyak itu dari pada yang pernah ada sebelumnya. KeberhasiIan Korah dengan orang banyak itu menaikkan keyakinannya dan mengukuhkan dirinya dalam kepercayaannya bahwa perampasan kekuasaan oleh Musa itu, jika tidak diawasi, akan berbahaya bagi kebebasan Israel. la juga mengatakan bahwa Allah telah membuka masalah itu kepadanya, dan telah memberi kuasa kepadanya untuk melaksanakan suatu perubahan di dalam pemerintahan sebelum ia itu kelak terlambat. Tetapi banyak orang tidak bersedia untuk menyambut semua tuduhan Korah melawan Musa. Kenangan terhadap kesabaran Musa dan segala pengorbanan dirinya telah datanq di hadapan mereka, sehingga hati mereka menjadi kacau. Oleh sebab itu ia perlu menunjukkan sesuatu motif Musa yang bersifat mementingkan diri sendiri daripada perhatiannya yang mendalam terhadap Israel ; maka tuduhannya yang lama kemudian diulangi bahwa Musa telah membawa mereka itu keluar untuk binasa di padang belantara, supaya dapat ia menguasai semua harta milik mereka.
“Selama sesuatu waktu pekerjaan ini diteruskan secara diam-diam. Namun segera setelah pergerakan itu berhasil memperoleh cukup kekuatan untuk menjamin suatu perpecahan yang terbuka, maka muncullah Korah sebagai pemimpin orang-orang itu, lalu secara resmi menuduh Musa dan Harun merampas kekuasaan yang sama-sama diberikan juga kepada Korah dan kawan-kawannya. Selanjutnya dituduhkan, bahwa orang banyak itu telah dirampas dari kebebasan dan kemerdekaan mereka. ‘Anda terlalu banyak mengambil kekuasaan bagi diri anda,’ dernikian kata para pengkhianat itu, ‘karena seluruh perhimpunan adalah suci masing-masingnya, dan Tuhan berada di antara mereka ; maka mengapakah anda mengangkat diri anda melebihi perhimpunan Tuhan?’
“Musa sebelumnya tidak mencurigai komplotan yang terrencana ini, sehingga sewaktu akibatnya yang sangat berbahaya itu pecah menimpa dirinya, maka jatuhlah ia tersungkur dalam doa secara diam-diam kepada Allah. la kemudian bangkit dengan penuh kesedihan, namun benar-benar tenang dan gigih. Petunjuk ilahi telah dikaruniakan kepadanya. ‘Bahkan juga besok,’ demikianlah katanva, ‘Tuhan akan menunjukkan siapa sebenarnya milik-Nya, dan siapa sebenarnya yang suci ; maka Tuhan akan menyuruh orang itu datang hampir kepada-Nva, bahkan orang yang telah dipilih-Nya itu juga akan disuruh-Nya datang hamplr kepada-Nya.’ Pengujian itu ditunda sampai besok supava semua orang memiliki cukup waktu untuk berpikir. ‘Kemudian mereka yang bercita-cita menduduki jabatan keimammatan itu akan datang masing-masingnya dengan sebuah pedupaan, lalu mempersembahkan ‘kernenyan ‘pada tabernakel itu di hadapan perhimpunan orang banyak itu. Peraturan hukum adalah sangat jelas bahwa hanya rnereka yang telah dilantik bagi jabatan yang suci itulah yang harus melayani di dalam kaabah. Dan bahkan imam-imam Nadab dan Abihu telah dibinasakan karena mencoba-coba mempersembahkan ‘api yang lain.’ dengan melalaikan perintah iahi. Namun Musa menantang para penuduhnya, jika mereka berani melangkah memasuki suatu undangan yang begitu berbahaya untuk menunjukkan persoalan itu kepada Allah.
“Dengan mengkhususkan Korah dan teman-teman sesama orang-orang Lewinya itu, Musa mengatakan : ‘Apakah tampak bagimu hanya sesuatu masalah kecil bahwa Allah Israel telah memisahkan kamu dari antara perhimpunan orang Israel untuk menghantarkan kamu hampir kepada-Nya, untuk melaksanakan pelayanan tabernakel Tuhan, dan untuk berdiri di hadapan perhimpunan orang banyak itu melayani mereka? Maka la telah membawa kamu hampir kepada-Nya, berikut semua saudaramu bani Lewi itu bersama-sama dengan dikau; maka diusahakan juga olehmu mendapatkan keimammatan itu untuk hal mana baik kamu maupun semua rombonganmu berkumpul bersama-sama melawan Tuhan? Dan apakah Harun itu sehingga kamu bersungut-sungut melawan dia?’
“Dathan dan Abiram tidak menempuh pendirian yang sedemikian tegas seperti halnya Korah; maka Musa, yang berharap bahwa mereka telah mungkin ditarik ke dalam komplotan itu tanpa sepenuhnya menyeleweng, telah mengundang mereka untuk datang ke hadapannva, agar dapat ia mendengarkan tuduhan-tuduhan mereka melawannya. Tetapi mereka tidak mau datang, dan mereka secara angkuh menolak mengakui kekuasaannya. Jawaban mereka, yang diucapkan pada pendengaran perhimpunan orang banyak itu adalah, ‘Apakah itu suatu persoalan kecil bahwa engkau telah menghantarkan kami keluar dari suatu negeri yang berkelimpahan susu dan madu, untuk membunuh kami di padang beiantara, tetapi engkau membuat dirimu sendiri menjadi penghulu atas kami? Lagi pula engkau tidak membawa kami ke dalam suatu nageri yang berkelimpahan susu dan madu, atau memberi kami mempusakai padang-padang rumput dan kebun-kebun anggur; maukah engkau mencungkil mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang.’
* * *
“Pada keesokan harinya dua ratus lima puluh orang penghulu bersama-sama dengan Korah sebaqai pemimpin mereka datang hadir dengan pedupaan-pedupaan mereka. Mereka dihantarkan ke dalam sidang tabernakel itu, sementara orang banyak itu berkumpul di luar, untuk menunggu hasilnya. Bukannya Musa yang telah menghimpunkan perhimpunan orang banyak itu untuk menyaksikan kekalahan Korah dan rombongannya, melainkan para pemberontak itu sendiri yang dalam persangkaan mereka yang buta telah mengundang orang banyak itu bersama-sarna untuk menyaksikan kemenangan mereka. Sebagian besar perhimpunan orang banyak ltu secara terbuka memihak kepada Korah yang semua harapannya adalah tinggi untuk membawakan tuduhannya melawan Harun.
“Sementara mereka berhimpun sedemikiah ini di hadapan Allah, maka ‘kelihatanlah kemuliaan Tuhan bagi semua perhimpunan orang banyak itu.’ Amaran ilahi disampaikan kepada Musa dan Harun adalah : ‘Berpisahlah kamu dari antara perhimpunan orang banyak ini, supaya dapat Aku menghapuskan mereka dalam sejenak.’ Namun mereka jatuh tersungkur dengan mukanya ke tanah dan berdoa : ‘Ya Allah, Allah dari pada roh-roh dari semua orang, apakah karena dosa seorang, maka engkau akan murka terhadap seluruh perhimpunan orang banyak ini?’
“Korah telah menarik diri dari kumpulan orang banyak itu untuk bergabung dengan Dathan dan Abiram sewaktu Musa yang diikuti oleh tujuh puluh tua-tua itu turun dengan sebuah amaran terakhir kepada orang-orang yang menolak datang kepadanva. Orang banyak itu mengikutinya, dan sebelum menyampaikan pesannya, maka Musa dibawa petunjuk iahi mengundang orang banyak itu : ‘Saya mohon kepadamu agar jauhilah dirimu dari tenda-tenda perkemahan orang-orang jahat ini, dan janganlah menyentuh apapun milik mereka, supaya jangan kamu dihabiskan dalam semua dosa mereka itu.’ Amaran ini dipatuhi, karena menyadari akan pehukuman yang tak dapat tiada akan menimpa semua orang. Para pemimpin pemberontakan itu menyaksikan diri mereka ditinggalkan oleh orang-orang yang sudah mereka sesatkan itu, namun kegigihan rnereka tetap tidak goyah. Mereka tetap berdiri bersama-sama dengan keluarga mereka pada pintu kemah-kemah mereka, seolah-olah menantang peringatan ilahi ltu.
“Dalam nama Allah Israel Musa kini menyatakan kepada pendengaran perhimpunan orang banyak itu sebagai berikut : ‘Dengan ini kamu akan mengetahui bahwa Tuhan telah mengutusaku untuk berbuat segala pekerjaan ini ; karena bukannya aku yang telah melakukan semuanya itu menurut pikiranku sendiri. Jika orang-orang ini mati dengan kematian biasa orang-orang pada umumnya, atau jika mereka dibunuh kemudian dari kematian semua orang, maka bukanlah Tuhan yang telah mengutus aku. Tetapi jika Tuhan membuat sesuatu perkara yangbaru, dan bumi mengangakan mulutnva, lalu menelan rnereka itu, berikut semua orang milik mereka, lalu mereka turun dengan cepatnya ke dalam lobang, maka hendaklah kamu mengerti bahwa orang-orang inilah yang telah menghasut Tuhan.’
“Segala mata seluruh Israel terpaku pada Musa sementara mereka berdiri dalam ketakutan dan harapan menantikan peristiwa itu. Setelah ia berhenti bicara, maka tanah yang padat itupun terbelah, lalu para pemberontak itu turun hidup-hidup ke dalam lobang bersama-sama dengan semua milik mereka, dan ‘binasalah mereka itu dari perhimpunan orang banyak ltu.’ Orang banyak itu melarikan diri, merasa bersalah sendiri karena ikut serta dalam dosa itu.
“Tetapi pehukuman-pehukuman itu belum berakhir. Api yang sambar menyambar dari awan kemudian menghabiskan dua ratus lima puluh penghulu-penghulu itu yang telah mempersembahkan kemenyan. Orang-orang ini karena bukan merupakan yang pertama dalam pemberontakan, maka mereka tidak dibinasakan bersama-sama dengan para pemimpin komplotan itu. Mereka telah diijinkan untuk mempertimbangkan nasib mereka, dan memperoleh kesempatan untuk bertobat; namun mereka bersimpathi dengan pemberontak-pemberontak itu, sehingga mereka ikut memikul nasib mereka itu.
“Sewaktu Musa mengimbau Israel supaya melarikan diri dari kebinasaan yang akan datang itu, hukuman ilahi itupun masih dapat ditahan di saat itu jika sekiranya Korah dan rombongannya telah bertobat dan mencarikan pengampunan. Namun kegigihan keras kepala mereka itu telah memeteraikan nasib celaka mereka. Keseluruhan perhimpunan orang banyak itu telah ikut dalam kesalahan mereka, karena semua mereka baik sedikit ataupun banyak telah bersimpathi dengan mereka itu. Namun Allah dalam kemurahan-Nya yang besar telah rnernbedakan di antara para pemimpin dalam pemberontakan itu dan orang-orang yang dipimpinnya. Orang-orang yang telah membiarkan diri mereka disesatkan masih diberikan kesempatan untuk bertobat. Kenyataan yang berada dirnana-rnana telah diberikan agar mereka didapati keliru, dan bahwa Musalah yang benar. Pertanda manifestasi kuasa Allah telah menyingkirkan semua ketidak-pastian.
* * *
“Semua Israel telah melarikan diri dalam ketakutan karena tangisan orang-orang berdosa yang kena bencana itu yang turun ke dalam lobang, karena katanya : ‘Supaya jangan kita pun ditelan oleh bumi.’ ‘Tetapi pada keesokan harinya semua perhimpunan bani Israel itu bersungut-sungut menentang Musa dan Harun, katanva, Engkau telah membunuh umat Tuhan itu.’ Dan mereka sedang akan maju melakukan kekerasan melawan para pemimpin mereka yang setia dan yang berkorban itu.
* * *
“Tetapi pelaksanaan murka telah keluar; celaka itu sedang melakukan pekerjaannya yang mematikan. Oleh petunjuk saudaranya, maka Harun telah mengambil sebuah pedupaan, lalu bergegas-gegas masuk ke tengah-tengah perhimpunan orang banyak itu untuk ‘melaksanakan suatu grafirat bagi mereka.’ ‘Maka berdirilah ia di antara orang-orang yang mati dan yang hidup.’ Sementara asap kemenyan itu naik, maka doa-doa dari Musa di dalam tabernakel naik kepada Allah ; lalu celaka itu ditahan ; tetapi belum sampai nyata kesalahan persungutan dan pemberontakan empat belas ribu orang telah didapati mati.
“Tetapl kenyataan berikutnya telah diberikan bahwa keimammatan telah ditegakkan di dalam keluarga Harun. OLeh petunjuk ilahi masing-masing suku mempersiapkan sebuah tongkat, lalu menulis di atasnya nama dari pada sukunya. Nama Harun terdapat pada tongkat Lewi. Tongkat-tongkat itu ditaruh di dalam tabernakel, ‘di hadapan kesaksian ltu.’ Berkembangnya sesuatu tongkat akan menjadi pertanda bahwa Tuhan telah memilih suku itu bagi tugas keimammatan. Pada keesokan harlnva, ‘bahwasanya, tongkat Harun bagi isi rumah Lewi itu telah bersemi, lalu mengeluarkan tunas-tunas, lalu berkembang, dan memberikan buah-buah amandel.’ Ini diperlihatkan kepada orang banyak itu dan kemudian diletakkan di dalam tabernakel sebagai suatu saksi bagi generasi-generasi berikutnya. Keajaiban ini secara tepat menyelesaikan persoalan keimammatan itu.
“Sekaranglah sepenuhnya dikuatkan bahwa Musa dan Harun telah berbicara oleh kuasa ilahi; maka orang banvak itu dipaksa untuk percaya kepada kebenaran yang tak disukai ltu bahwa mereka harus mati di padang belantara. ‘Bahwasanva.’ Demikian kata mereka, ‘kami mati, kami binasa, kami seluruhnya binasa.’ Mereka mengakui bahwa mereka telah berdosa karena mendurhaka melawan para pemimpin mereka, dan bahwa Korah dan rombongannya telah menderita dari hukuman Allah yang adil.”– Patriarchs and Prophets, pp, 395 – 403.
Di zaman Ezra sejumlah kecil para pemimpin Israel telah mendekati dla dengan suatu keberatan yang serius. “Sebagian ‘umat Israel dan para imam-imam dan orang-orang Lewi.’ Sedemikian jauh telah meninggalkan perintah-perintah Yehovah yang suci mengenai kawin-campur dengan bangsa-bangsa di sekelilingnya. Mereka telah mengawini anak-anak gadis mereka itu, dan mereka mengawinkan putera-puteranya dengan anak-anak gadis mereka ltu.’ demikian dilaporkan kepada Ezra, ‘sehingga benih yang suci itu telah bercampur baur dlrinva dengan bangsa’ dari negeri-negeri kapir ; ‘sesungguhnya, tangan para penqhulu dan pemimpin itu telah menjadi yang terutama dalam pelanggaran ini.’
* * *
“Pada waktu upacara korban malam hari Ezra telah bangkit, lalu sekali lagi merobek-robek pakaiannya dan jubahnya, ia jatuh tersungkur pada kedua lututnya, lalu melepaskan beban jiwanya dalam permohonan ke Sorga. Sambil membuka kedua lengan tangannya kepada Tuhan ia berseru : ‘Ya Allahku, aku malu dan merah mukaku untuk mengangkat wajahku kepadaMu, Allahku; karena segala kejahatan kami telah meningkat melebihi kepala kami, dan pelanggaran kami telah bertumbuh sampai kepada sagala langit.
* * *
“Salah seorang dari mereka itu yang ada, bernama Shechaniah, mengakui kebenaran semua kata-kata yang diucapkan oleh Ezra itu. ‘Kami telah rnelanqqar melawan Allah kaml.’ Demikian pengakuannya, ‘dan kami telah memperisteri isterl-lsteri asing yang berasal dari bangsa negeri itu : namun sekarang masih ada harapan di dalam Israel mengenai perkara inl.” Shechaniah mengusulkan agar semua orang yang melanggar hendaknya membuat suatu janji kepada Allah untuk meninggalkan dosa mereka, dan supava diputuskan ‘sesuai hukum.’ ‘Banqkitlah.’ demikian permintaannya kepada Ezra ; ‘karena ini adalah persoalanmu : kami juga akan berdiri bersama-sama denganmu ; janganlah takut.’ ‘Kemudian Ezra bangkit lalu menyuruh imam-imam besar, orang-orang Lewi, dan semua Israel, supaya bersumpah bahwa mereka akan berbuat sesuai dengan perkataan ini.’
“Inilah permulaan dari pada suatu pembaharuan yang indah. Dengan disertai kesabaran yang tak terbatas dan kebijakan, dan dengan suatu pertimbangan yang saksama bagi hak-hak dan kebahagiaan setiap pribadi yang bersangkutan, maka Ezra dan kawan-kawannya berjuang untuk memimpin Israel yang bertobat ke dalam jalan yang benar. Di atas segala-galanya yang lain Ezra adalah seorang guru yang mengajarkan hukum ; dan karena ia menaruh perhatian pribadi kepada pemeriksaan setiap kasus perkara, maka ia berusaha memberi kesan kepada orang banyak itu akan kesucian hukum ini, dan berkat-berkat yang dapat diperoleh melalui penurutan.” — Prophets and Kings, pp. 619 – 622.
275 total, 1 views today


