<< Go Back
PERSYARATAN-PERSYARATAN BAGI
PARA DOKTER
“Dokter yang ingin menjadi seorang pekerja sama dengan Kristus yang dapat diterima akan berjuang untuk menjadi tepatguna dalam setiap segi pekerjaannya. la akan menyelidiki dengan rajin, agar ia dapat memenuhi persyaratan bagi tanggungjawab-tanggung-jawab profesi pekerjaannya, dan akan senantiasa berusaha untuk mencapai standard yang lebih tinggi, berusaha mencarikan pengetahuan yang meningkat, keahlian yang lebih besar, dan penglihatan yang lebih dalam. Setiap dokter harus menyadari, bahwa barangsiapa melakukan pekerjaan yang lemah dan tidak tepatguna adalah bukan saja memperberat bagi si penderita, tetapi juga sedang melakukan ketidak-adilan terhadap rekan-rekan sesama dokternya. Dokter yang merasa puas dengan suatu standard keahlian dan pengetahuan yang rendah bukan saja memperkecil arti profesi kedokteran, tetapi juga mempermalukan bagi Kristus, Dokter yang terutama itu.
“Barangsiapa yang menemukan dirinya tidak cocok bagi tugas kedokteran hendaklah memilih sesuatu pekerjaan yang lain. Mereka yang dapat menyesuaikan diri untuk pekerjaan mengawasi orang sakit, tetapi pendidikan dan kemampuan-kemampuan medisnya terbatas hendaklah bekerja menyandang bagian-bagian tugas yang lebih sederhana, melayani dengan setia sebagai juru-juru rawat. Oleh bekerja dengan sabar di bawah dokter-dokter yang ahli mereka dapat senantiasa belajar, dan oleh memperbaiki setlap kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan, maka mereka pada waktunya akan dapat mampu sepenuhnya baqi tugas seorang dokter. Janganlah para dokter muda, ‘sebagai pekerja-pekerja bersama-sama dengan Dia (Dokter Yang Terutama itu), menerima karunia Allah itu dengan sia-sia, dalam hal apapun janganlah menyakiti hati supava pelayanan (terhadap si saklt) tidak dipersalahkan : tetapi dalam segala perkara sesuaikanlah diri kita sebagai pelayan-pelayan Allah.’
“Maksud Allah bagi kita ialah agar kita senantiasa akan bergerak maju. Dokter missionaris medis yang benar akan merupakan seorang dokter praktik yang terus meningkat keahliannya. Dokter-dokter Kristen yang berbakat, yang memiliki kemampuan profesional yang lebih unggul, harus dicari dan dianjurkan untuk bergabung dalam pelayanan Allah di tempat-tempat dimana mereka dapat mendidik dan melatih orang-orang lainnya untuk menjadi missionaris-missionaris medis.
“Dokter harus mengumpulkan bagi jiwanya terang dari firman Allah. la harus bertumbuh terus menerus dalam karunia. Dengan dia, agama bukan hanya akan menjadi suatu pengaruh di antara orang-orang lainnya. la itu adalah untuk menjadi suatu pengaruh yang menguasai semua orang lainnya. la harus bertindak dari motif-motif yang tinggi dan suci, — yaitu motif-motif yang penuh kuasa karena semuanya itu berasal dari D I A yang telah menyerahkan nyawa-Nya untuk melengkapi kita dengan kuasa untuk mengalahkan kejahatan.
“Jika dokter itu dengan setia dan rajin berjuang membuat dirinya tepatguna dalam profeslnva, jika ia mengabdikan dirinya kepada pelayanan Kristus, dan mengambil waktu untuk memeriksa hatinya sendiri, maka ia akan mengerti bagaimana menggenggam rahasia-rahasia panggilannya yang suci. la dapat sedemikian itu mendisiplin dan mendidik dirinya sendiri sehingga semua orang yang berada dalam Iingkungan pengaruhnya akan melihat keunggulan pendidikan dan kepintaran yang dicapal oleh D I A yang berhubungan dengan Allah pohon pengetahuan dan kuasa itu.
Seorang Pembantu Ilahi Di Dalam
Kamar Penderita
Tidak ada satu ternpatpun dimana terdapat suatu hubungan yang lebih erat dengan Kristus diperlukan dari pada di dalarn pekerjaan dokter. Barangsiapa yang hendak melaksanakan kewajiban-kewajiban dokter dengan tepat harus setiap hari dan bahkan setiap jam menghayati suatu kehidupan Kristus. Nyawa penderita berada di dalam tangan dokter. Satu saja diagnosa yang sembrono, satu saja resep yang keliru dalam suatu peristiwa yang kritis, atau satu gerakan tangan yang kaku dalam suatu operasi pembedahan, walaupun hanya sebesar sehelai rarnbut, maka suatu nyawa dapat dikorbankan, suatu jiwa terbuang untuk selama-Iamanya. Betapa serius gambarannya! Betapa pentingnya bahwa dokter harus senantiasa berada di bawah pengawasan D O K T E R ilahi itu !
“Juruselamat adalah rela membantu semua orang yang berseru kepada-Nya memohonkan hikmat pengetahuan dan pemikiran yang cerah, Maka siapakah yang memerlukan hikmat pengetahuan dan kecerahan pikiran lebih besar dari pada yang diperlukan dokter, pada siapa keputusan-keputusan yang begitu banyak bergantung? Hendaklah orang yang sedang mencoba memperpanjang nyawa itu memandang dalam iman kepada Kristus untuk mengendalikan setlap gerakannya. Juruselamat akan mengaruniakan kepadanya kebijaksanaan dan keahlian untuk menangani masalah-masalah yang sulit.
“Kesempatan-kesempatan yang indah sedang diberikan kepada para penunggu orang-orang sakit. Dalam segala-galanya yang dilakukan bagi mengembalikan kesehatan si penderita, hendaklah mereka fahami bahwa dokter sedang berusaha untuk membantu mereka bekerja sama dengan Allah dalam memerangi penyakit. Bimbinglah mereka untuk merasa bahwa pada setiap langkah yang diambil sesuai dengan hukum-hukum Allah, maka mereka boleh mengharapkan pertolongan dari kuasa llahi.
“Para penderita dan si sakit akan lebih banyak menaruh harapan pada dokter yang oleh mereka diyakini sebagai dokter yang mencintai dan takut akan Allah. Mereka bergantung pada kata-katanya. Mereka merasa terjamin dalam kehadiran dan pelayanan dokter itu.
“Karena mengenal Tuhan Yesus, maka adalah hak dan kesempatan istimewa bagi dokter Kristen yang berpraktik melalui doa untuk mengundang kehadiran-Nya di dalam kamar penderita. Sebelum melakukan sesuatu operasi pembedahan yang kritis, hendaklah si dokter memohonkan bantuan dari DOKTER yang besar itu. Hendaklah ia memberikan jaminan kepada si penderita bahwa Allah dapat menghantarkannya dengan aman melalui cobaan yang besar itu, bahwa dalam segala saat yang sukar itu la adalah ternpat berlindunq yang aman bagi orang-orang yang menaruh harap pada-Nya. Dokter yang tidak dapat melakukan ini akan kehilangan satu demi satu kasusnya yang sesungguhnya sudah akan dapat diselamatkan. Sekiranya ia dapat mengucapkan kata-kata yang akan mengilhami iman pada Juruselamat yang penuh simpathi itu, yang merasakan setiap denyut penderitaan, lalu ia menyampaikan semua kebutuhan jiwa kepada DIA dalam doa, maka saat-saat genting itu seringkali dapat dilalui dengan aman.
“Hanya DIA yang membaca hati manusia dapat mengetahui betapa gentar dan ngerinya banyak penderita terpaksa setuju dioperasi di tangan dokter ahli bedah. Mereka sadar akan bahayanya. Sementara mereka mungkin yakin akan keahlian dokter yang bersangkutan, mereka juga tahu bahwa keahlian itu bukan mutlak sempurna. Namun setelah mereka melihat dokter itu tunduk berdoa, memohon bantuan dari Allah, maka mereka akan diilhami dengan keyakinan. Perasaan syukur dan percaya akan. membuka hati kepada kuasa penyembuhan dari Allah, semua tenaga dari seluruh tubuh dihidupkan kembali, lalu kehidupan mendesak kepada kemenangan.
“Bagi si dokter pun kehadiran Juruselamat akan merupakan suatu unsur kekuatan. Seringkali tanggung-jawab tanggung-jawab dan kemungkinan-kemungkinan pekerjaannya mendatangkan kengerian pada roh. Demam ketidak-pastian dan ketakutan akan mernbuat tangan menjadi tidak cekatan. Tetapl jaminan bahwa Penasehat ilahi itu berada di sampingnya, untuk memimpin dan untuk menunjang, memberikan ketenangan dan keberanian. Sentuhan Kristus pada tangan dokter akan membawa kekuatan, ketenangan, keyakinan, dan kuasa.
“Apabila saat krisis telah dilalui dengan aman, dan keberhasilan sudah tampak, maka hendaklah beberapa saat digunakan bersama-sama dengan penderita untuk mengucapkan doa, Berikanlahpernyataan untuk terima kasihmu bagi nyawa yang telah berhasil .dlselamatkan. Sementara kata-kata terima kasih mengaIir dari mulut si penderita kepada dokter, maka hendaklah puji dan syukur diarahkan kepada Allah. Katakanlah kepada penderita bahwa nyawanya telah tertolonq sebab ia berada di bawah perlindungan DOKTER semawi.
“Dokter yang mengikuti cara yang sedemikian ini akan membimbing penderitanya kepada DIA yang pada-Nyalah penderita bergantung bagi nyawanya, yaitu DIA yang dapat menyelamatkan sampai kepada semua orang yang datang kepadaNya.
” P e I a y a n a n B a g i J i wa “
“Ke dalam pekerjaan missionaris medis kedokteran hendaklah dimasukkan suatu kerinduan yang mendalam untuk mendapatkan jiwa-jiwa. Kepada dokter yang sama sejajar dengan pendeta injil diberikan kepercayaan tertinggi yang pernah diberikan kepada manusia. Apakah disadarinya atau tidak setiap dokter adalah dipercayakan untuk mengobati jiwa-jlwa.
“Dalam tugas mereka menangani penyakit dan kematian, para dokter seringkali lalai melihat akan: realitas-realitas penting mengenai kehidupan yang akan datang. Dalam usaha mereka yang sungguh-sungguh untuk rnencegah bahaya terhadap tubuh, mereka lupa akan bahaya yang mengancam jiwa. Penderita yang sedang mereka layani mungkin akan kehilangan pegangan hidupnya. Kesempatan-kesempatannya yang terakhir sedang luput jatuh dari pada genggaman si dokter. Jiwa ini si dokter harus temui kembali pada tahta pengadilan Kristus.
“Seringkali kita kehilangan berkat-berkat yang sangat bernilai karena lalai membicarakan sepatah-kata pada waktunya. Jika kesempatan emas itu tidak ditunggu-tunggu, maka ia itu akan lenyap. Di sisi tempat tidur penderita janganlah sekali membicarakan faham kepercayaan atau pertentangan apapun, Tunjukkan kepada si penderita DIA yang selalu rela menyelamatkan semua orang yang datangkepada-Nya dalam iman. Berjuanglah dengan sungguh-sungguh dan dengan lemah lembut untuk rnernbantu jiwa yang sedang terayun-ayun di antara hidup dan mati itu,
“Dokter yang mengetahui bahwa Kristus adalah Juruselamat pribadlnva, karena ia sendiri telah dibimbing kepada Perlindungan itu, mengetahui bagaimana menangani jiwa-jlwa yang gentar, yang bersalah, yang sakit-dosa, yang datang kepadanya meminta pertolongan. la dapat menjawab akan pertanyaan : ‘Apakah yang harus ku perbuat untuk diselamatkan?’ la dapat menceriterakan tentang kasih Juruselamat. la dapat berbicara dari pengalaman tentang kuasa pertobatan dan irnan, Dalam kata-kata yang sederhana dan bersungguh-sungguh ia dapat rnernpersembahkan kebutuhan jiwa itu kepada Allah dalam doa, dan ia dapat mendorong si sakit juga untuk memohon dan menyambut kemurahan Juruselamat yang penuh kasih sayang itu. Sementara ia melayani sedemikian ini pada sisi tempat tidur si sakit, sambil berjuang untuk membicarakan kata-kata yang akan membawakan pertolongan dan penghiburan, rnaka Tuhan akan bekerjasama dengannya dan oleh perantaraannya. Sementara pikiran si penderita diarahkan kepada Juruselamat, maka kedamaian Kristus akan memenuhi hatinya, dan kesehatan rohani yang datang kepadanya itu akan digunakan sebagai tangan pertolongan Allah dalam mengembalikan kesehatan tubuh.
“Dalam mendatangi si sakit dokter akan seringkali menemukan kesempatan untuk memberikan pelayanan kerohanian kepada teman-teman dari si penderita. Sementara mereka mengawasi di sisi tempat tidur. si penderita, dan merasa tak berdaya untuk menghindari suatu perasaan sakit yang tiba-tiba datang, maka hati mereka akan tenang. Seringkali kesedihan yang disembunyikan dari orang-orang lain itu diungkapkan kepada dokter. Pada saat itulah kesempatan untuk mengarahkan orang-orang yang susah ini kepada DIA yang telah mengundang orang-orang yang lelah dan yang menanggung berat untuk datang kepadaNya. Seringkali doa dapat dipersembahkan bagi dan bersarna-sama dengan mereka, sambil menyampaikan segala kebutuhan mereka kepada PENYEMBUH segala penyakit, yaitu PENGRINGAN segala kesusahan.
Janji-Janji Allah
“Dokter memiliki kesempatan-kesempatan yang berharga untuk mengarahkan para pasiennva kepada janji-janji dari Firman Allah. la harus mengeluarkan dari rumah perbendaharaan perkara-perkara yang baru maupun yang lama, sambil berbicara di sini dan disana kata-kata penghiburan dan petunjuk yang sangat dirindukan. Dokter hendaknya membuat pikirannya menjadi suatu ternpat sirnpanan pemikiran-pemikiran yang segar. Hendaklah ia menyelidiki Firman Allah dengan rajin, supaya ia dapat terbiasa dengan janji-janjiNya, Hendaklah ia belajar mengucapkan kembali kata-kata penghiburan yang diucapkan Kristus selama pelayanan-Nya di bumi dahulu, sewaktu memberikan pelajaran-pelajaran-Nya dan menyembuhkan orang-orang sakit. la harus berbicara mengenai perbuatan-perbuatan penyembuhan yang diperbuat Krlstus, mengenai lemah lembut dan kasih sayang-Nya. Jangan sekali ia lalai mengarahkan pikiran para pasiennya kepada Kristus, DOKTER yang terutama itu.
“Kuasa yang sama yang Kristus perlihatkan sewaktu la berjalan kelihatan di antara orang-orang ialah Firman-Nya. Adalah oleh firman-Nya maka Yesus telah menyembuhkan penyakit dan mengusir keluar setan-setan ; oleh firman-Nya la telah menenangkan lautan, dan membangkitkan orang mati ; dan orang banyak itu menyaksikan bahwa dengan firman-Nya itu ada kuasa. la membicarakan firman Allah, sama seperti yang telah dibicarakan-Nya kepada semua nabi-nabi dan guru-guru Wasiat Lama. Seluruh Alkitab adalah sebuah manifestasi dari hal Kristus.
“lnjil harus diterima sebagai Firman Allah bagi kita, bukan hanya tertulis, tetapi juga yang dibicarakan. Sewaktu orang-orang yang susah itu datang kepada Kristus, Ia memandang bukan saja kepada orang-orang yang memohon bantuan-Nva, tetapi juga kepada semua orang yang sepanjang zaman datang kepadaNya dalam kebutuhan yang sama dan dengan iman yang sama. Sewaktu la mengatakan kepada pemuda yang lumpuh itu : ‘Hai anak, bersukacitalah hatimu ; segala dosamu sudah diampuni;’ sewaktu la mengatakan kepada wanita Capernaum itu : ‘Hai gadis, terhiburlah kamu ; imanmu telah membuatmu menjadi sempurna ; pergilah dengan damai’, la telah berbicara kepada orang-orang susah, orang-orang yang memikul beban dosa lainnya yang mencarikan pertolongan-Nya.
“Demikianlah halnya dengan semua janji-janji dari Firman Allah. Di dalam sekaliannya itu la sedang berbicara sekarang kepada kita secara pribadi, berbicara secara langsung seolah-olah kita dapat memperhatikan suara-Nya. Adalah dalam janji-janji inilah maka Kristus mengkomunikasikan kepada kita karunia dan kuasa-Nya. Sekaliannya itu adalahdaun-daunan dari pohon itu yang berguna ‘bagi penyembuhan segala bangsa.’ Apabila diterima, digabungkan, maka sekaliannya itu akan menjadi kekuatan bagi tabiat, inspirasi dan penunjang bagi kehidupan. Tidak ada apapun di samping itu yang dapat memberikan keberanian dan iman, yang memberikan tenaga vital bagi seluruh tubuh.
“Kepada orang yang berdiri qemetar dengan ketakutan pada tepi kubur, kepada jiwa yang lelah oleh beban penderitaan dan dosa, hendaklah dokter sementara ia memiliki kesempatan supaya mengucapkan kembali kata-kata Juruselamat itu –karena semua kata-kata dari Kitab Suci adalah milik-Nya : ” ‘Janganlah takut ; karena Aku sudah menebus kamu, Aku sudah memanggil kamu oleh namamu sendiri ; kamu adalah milik-Ku. Apabila kamu berjalan melalui banyak air, Aku akan berada sertamu ; dan melalui sungai-sungai, sekaliannya itu tidak akan menghanyutkan kamu ; apabila kamu berjalan melalui api, kamu tidak akan terbakar ; nyala api itu pun tidak akan menyala atas karnu, Karena Akulah Tuhan Allahmu, Dia Yang Suci dari Israel itu, yaitu Juruselamatmu. Karena engkau adalah berharga pada pemandangan-Ku, maka engkau telah dihargai, maka Aku telah mencintai karnu.’ ‘Aku, bahkan Akulah Dia yang menghapuskan segala pelanggaranmu karena demi kepentingan-Ku sendiri, maka Aku tidak akan ingat lagl akan dosa-dosamu.’ ‘Janganlah takut ; karena Aku menyertaimu.'” – Ministry of Healing, pp. 116 -123.
PERSYARATAN-PERSYARATAN BAGI
PARA JURU RAWAT
“Di sanatorium-sanatorium dan rumah-rumah sakit dimana para juru rawat selalu bergabung dengan jumlah besar orang-orang sakit, adalah dipersyaratkan suatu usaha yang pasti untuk selalu menarik dan bergembira, dan menunjukkan perhatian yang saksarna dalam setiap kata dan tindakan. Di dalam lernbaga-Iembaga ini adalah sangat penting agar para juru rawat berjuang rnelakukan tugas mereka dengan bijaksana dan baik. Mereka perlu senantiasa ingat bahwa dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka sehari-hari mereka sedanq melayani Tuhan Kristus.
Pikiran Yang Siap
“Si penderita perlu mendapatkan kata-kata yang bijaksana diucapkan kepada mereka. Para juru rawat harus mempelajari Alkitab setiap hari, supaya mereka mampu membicarakan perkataan-perkataan yang dapat menerangi dan menolong segala penderitaan. Malaikat-malaikat Allah berada di dalam ruangan-ruangan dimana para penderita ini sedang dilayanl kerohaniannva, maka suasana yang mengelilingi jiwa orang yang memberikan pelayanan harus bersih dan harurn. Para dokter dan juru-juru rawat harus menghargai prinsip-prinsip Kristus. Dalam kehidupan mereka segala kebajikan-Nya harus terlihat. Kemudian, melalui apa yang mereka perbuat dan ucapkan mereka akan menarik si sakit kepada Juruselamat.
“Juru rawat Kristen, sambil melaksanakan pelayanan untuk mengembalikan kesehatan, mereka akan menarik pikiran si penderita dengan berhasil dan menyenangkan kepada Kristus, penyembuh jiwa dan tubuh itu. Pemikiran-pemikiran yang dikemukakan, disini sedikit dan disana sedikit, akan mempunyai pengaruhnya sendiri. Para juru rawat yang lebih tua jangan sekali melepaskan kesempatan yang baik untuk menarik psrhatian si sakit kepada Kristus, Mereka harus senantiasa siap untuk menggabungkan penyembuhan rohani dengan penyembuhan badani.
“Dalam cara yang sangat ramah dan lemah lembut para juru rawat harus mengajarkan bahwa barangsiapa yang ingin sembuh harus berhenti dari melanggar hukurn Allah. la harus berhenti dari pada memilih kehidupan yang berdosa. Allah tidak dapat memberkahi orang yang terus mendatangkan atas dirinya penyakit dan penderitaan dengan cara sengaja melanggar hukum-hukum sorga. Namun Kristus oleh perantaraan Roh Suci akan datang sebagai suatu kuasa penyembuhan bagi mereka yang berhenti melakukan kejahatan lalu belajar berbuat baik.” — Ministry of Healing, pp. 222 – 224.
T e p a t g u n a B e r g a n t u n g P a d a
K e k u a t a n T e n a g a
“Tepatguna juru rawat sebagian besarnya bergantung pada kekuatan fisik. Makin baik kesehatannya makin lebih mampu ia (perempuan itu) tahan menghadapi tekanan menunggui si sakit, dan ia akan lebih mampu melaksanakan kewajiban-kewajibannya dengan berhasil. Mereka yang menunggui orang sakit harus .menaruh perhatian khusus terhadap makanan, kebersihan, udara segar, dan latihan. Perhatian yang sama di pihak keluarga akan juga memungkinkan mereka untuk tahan menghadapi beban-beban tambahan yang datang menimpa mereka, dan akan membantu menghindari mereka untuk tidak terkena penyakit ……….
“Juru-juru rawat berikut semua orang yang berurusan dengan ruangan penderita harus selalu gembira, tenang, dan menguasai diri. Semua yang tergesa-gesa, kegelisahan: atau kebingungan, harus.dlhindarl. Pintu-plntu harus dibuka dan ditutup dengan hati-hati, dan seluruh isi rumah harus tetap tenang. Dalam hal terjadi demam, maka pengawasan khusus diperlukan sewaktu masa krisis datang sampai demam itu berlalu. Pada waktu itulah pengawasan yang tetap seringkali diperlukan. Kelalaian, kelupaan, dan kecerobohan telah menyebabkan kematian banyak orang yang seharusnya masih hidup sekiranya mereka itu memperoleh pengawasan yang pantas dar! para juru rawat yang adil dan penuh perhatian.” — Counsels on Health, pp, 406, 407.
Orang-orang muda yang tekun dan bersungguh-sungguh adalah diperlukan untuk masuk bekerja sebagai juru-juru rawat. Karena pemuda-pemudi ini menggunakan secara sadar pengetahuan yang mereka peroleh, maka mereka akan meningkat kemampuannya, sehingga makin hari makin mampu menjadi tangan pertolongan Tuhan.
“Tuhan menghendaki orang-orang laki-Iaki dan perempuan yang bijaksana, yang dapat bertindak dalam kemampuan juru-juru rawat untuk menghibur dan membantu orang-orang yang sakit dan menderita. Yah, alangkah baiknya jika semua orang yang menderita dapat dilayani oleh dokter-dokter dan juru-juru rawat Kristen yang dapat membantu meletakkan tubuh mereka yang lemah dan terkoyak kesakitan itu dalam pengawasan Penyembuhan Besar itu, dalam iman memandang kepada-Nya memohon penyembuhan. Jika melalui pelayanan yang adil penderita dibimbing untuk menyerahkan jiwanya kepada Kristus dan membawa semua pemikirannya ke dalam kepatuhan kepada kehendak Allah, maka suatu kemenangan besar akan dicapai. . . .
“Ada banyak bidang pekerjaan untuk dimajukan oleh juru rawat missionaris. Ada banyak kesempatan bagi juru rawat juru rawat yang terlatih baik untuk memasuki rumah-rumah lalu disana membangkitkan perhatian orang pada kebenaran. Dalam hampir setiap kelompok masyarakat terdapat jumlah-jumlah besar orang-orang yang tidak mau mendengarkan ajaran Firman Allah atau mendatangi sesuatu acara agama. Sekiranya mereka ini akan dicapai oleh injil, maka ia itu harus dihantarkan ke rumah-rumah mereka. Seringkali bantuan bagi kebutuhan-kebutuhan fisik mereka adalah satu-satunva jalan masuk oleh mana mereka dapat didekati.
“Para juru rawat missionaris yang melayani orang sakit dan membantu kesulitan orang miskin akan menemukan banyak kesempatan untuk berdoa bersama-sama dengan mereka, untuk membaca bagi mereka. dari Firman Allah, dan untuk berbicara dari hal Juruselamat. Mereka dapat berdoa bersama-sama dan bagi orang-orang yang tak berdaya yang tidak memiliki kemampuan kehendak untuk mengontro! selera-selera lidah yang telah direndahkan oleh napsu. Mereka dapat menghantarkan suatu sinar harapan ke dalam kehidupan orang-orang ini yang telah dikalahkan dan dikecewakan. Ungkapan kasih sayang yang tidak mementingkan diri, yang dimanifestasikan dalam tindakan-tindakan kebaikan yang tidak memihak, akan memudahkan bagi para penderita ini untuk percaya pada kasih Kristus.” – Counsels on Health, pp. 387, 388.
“Allah memiIiki suatu pekerjaan bagi setiap orang percaya yang bekerja di Sanatorium. Setiap jururawat akan menjadi suatu saluran berkat, yang menerima terang dari atas, lalu membiarkannya bercahaya kepada orang-orang lain. Para pekerja tidak boleh menyesuaikan diri kepada pameran mode-mode orang-orang yang datang ke Sanatorium untuk mendapatkan pelayanan, melainkan mereka harus menyerahkan dirinya kepada Allah. Suasana yang mengelilingi jiwa-jiwa mereka itu harus merupakan suatu nikmat hidup bagi kehidupan. Cobaan akan memerangi mereka pada setiap sisi, namun hendaklah mereka memohon kepada Allah akan kehadiran dan bimbingan-Nya. Tuhan berfirman kepada Musa : ‘Pasti Aku akan berada bersama-sama dengan dikau;’ dan kepada setiap pekerja yang berserah diri dan setia jaminan yang sama itu pun diberikan.” —- Testimonies, vol. 8, p, 144.
274 total, 1 views today


