Persyaratan-persyaratan bagi semua orang
<< Go Back


PERSYARATAN-PERSYARATAN BAGI

SEMUA ORANG

 

“Dalam Firman-Nya Tuhan menyebutkan satu demi satu talenta-talenta dan karunia-karunia yang sangat diperlukan bagi semua orang yang berhubungan dengan pekerjaan-Nya. la tidak mengajarkan kita supaya meremehkan belajar atau menganggap enteng pendidikan ; karena apabila dikontrol oleh kasih dan takut akan Allah, maka budaya kecerdasan adalah suatu berkat ; namun ini bukan dikemukakan sebagai persyaratan yang sangat penting bagi pekerjaan pelayanan Allah. Yesus telah melewati orang-orang pandai di zaman-Nya, yaitu orang-orang yang berkedudukan dan berpendidikan, sebab mereka adalah sangat sombong dan merasa kecukupan sendiri dalam keunggulannya yang membanggakan itu sehingga mereka tidak dapat bersimpati dengan penderitaan manusia, dan menjadi rekan-rekan kerja-sama dengan Lelaki dari Nazareth itu. Dalam sikap keras mereka itu mereka telah mengejek untuk diajar oleh Kristus. Tuhan Yesus menginginkan orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaan-Nya, yaitu mereka yang menyukai pekerjaan itu sebagai pekerjaan yang suci ; kemudian mereka dapat bekerja sama dengan Allah. Mereka akan merupakan saluran-saluran yang lancar melalui mana karunia-Nya dapat mengalir. Sifat-sifat tabiat Kristus dapat dlberikan hanya kepada orang-orang yang tidak menaruh harap pada dirinya sendiri. Pendidikan ilmiah yang tertinggl sekalipun tidak dapat mengembangkan sendiri suatu tabiat Krlstus. Buah-buah kepintaran yang benar hanya berasal dari Kristus.
 
“Setiap pekerja harus menguji kemampuan-kemampuannya sendiri dengan Firman Allah. Adakah orang-orang yang sedang menangani perkara-perkara yang suci itu memiliki pengertian yang cerah, yaitu suatu penglihatan yang benar mengenai perkara-perkara dari hal kepentinqan yang kekal? Adakah mereka berniat untuk menyerahkan diri kepada pekerjaan Roh Suci atau adakah mereka mengijinkan dirinya dikontrol oleh kecenderungan-kecenderungan sifat keturunan dan peliharaan mereka sendiri? Ini akan mengharuskan sernua orang untuk memeriksa dirinya sendiri, apakah mereka benar-benar berada dalam iman.
 
Kedudukan Dan Tanggung
Jawab
“Mereka yang menduduki jabatan-jabatan terpercaya di dalarn pekerjaan Allah harus senantiasa ingat bahwa jabatan-jabatan ini meliputi juga tanggung jawab besar. Pelaksanaan yang benar pekerjaan yang penting ini bagi zaman ini, dan penvelarnatan jiwa-jiwa yang berkaitan dengan kita dalam cara apapun, sebagian besarnya bergantung pada kondisi kerohanian kita sendiri. Semua orang harus memeliharakan suatu perasaan tanggung jawab mereka yang nyata ; karena kebahagiaan mereka sendiri yang ada sekarang dan nasib kekal mereka akan ditentukan oleh roh yang mereka bina, Jika sifat mementingkan diri dimasukkan ke dalarn pekerjaan, maka itu adalah bagaikan mempersembahkan api yang asing menggantikan api yang suci. Pekerja-pekerja yang sedemikian ini mendatangkan kemarahan Tuhan. Saudara, singkirkanlah tanganmu dari pada pekerjaan itu jika engkau tidak dapat membedakan antara api yang suci dan api yang biasa.
 
“Mereka yang berdiri sebagai wakil-wakil rnanusia tidak semuanya adalah orang-orang Kristen yang terhorrnat, Ada suatu roh yang merajalela yang berusaha mencari keunggulan atas orang-orang lain. Orang-orang yang menganggap dirinya sendiri berkuasa, mereka mengeluarkan pendapat-pendapatnya dan menyetujui resolusi-resolusi mengenai hal-hal yang mana mereka sendiri sama sekali belum memiliki pengetahuan pengalamannya. Beberapa orang yang berhubungan dengan kantor penerbitan di —————— berjalan melalui kantor ltu, berbicara dengan orang-orang yang berbedabeda, memberikan petunjuk-petunjuk yang disangkanya pantas bagi mereka untuk memberikan, sedangkan mereka tidak mengerti apa yang sedang mereka blcarakan.”
Keadilan dan Kejujuran
“Ketidak adilan yang besar dan bahkan ketidak jujuran telah melibatkan orang-orang di dalam rapat-rapat pertemuan pengurus, dalam membawakan persoalan-persoalan ke hadapan orang-orang yang belum berpengalaman yang akan memungkinkan mereka menjadi hakim-hakim yang mampu. Naskah-naskah tulisan telah diletakkan di dalam tangan orang-orang untuk mengerltik, sedangkan mata pengertian mereka adalah sedemikian buta sehingga mereka tidak dapat melihat akan kepentingan rohani dari masalah itu yang sedang mereka tangani. Lebih-Iebih lagi, mereka sama sekali tidak menguasai pengetahuan tata buku. Mereka belum pernah belajar maupun berpraktik di bidang penerbitan buku-buku. Orang-orang telah menetapkan keputusan terhadap buku-buku dan naskah-naskah tulisan yang telah ditempatkan secara tidak bijaksana di dalam tangan-tangan rnereka, dimana. mereka seharusnya menolak untuk bekerja dalam sesuatu kemampuan yang sedemikian ini. Sudah seharusnva jujur sala bagi mereka untuk mengatakan : ‘Saya belum ·berpengalaman sama sekali dalam bidang pekerjaan ini, maka saya tentu akan berbuat ketidak-adilan bagi diri saya sendiri maupun kepada orang lain, dalam memberikan pendapat saya Maafkan sava, saudara-saudara; gantinya memerintahkan orang-orang lain, saya memerlukan seseorang untuk mengajar saya.’ Tetapl ini adalah jauh dari pemikiran-pemikiran mereka. Mereka menyatakan dirinya bebas terhadap pokok-pckok masalah yang sama sekali tidak mereka fahami. Kesimpulan-kesimpulan telah disambut sebagai pendapat-pendapat orang-orang yang pandai, padahal semuanya itu hanya pendapat-pendapat orang-orangyang tidak berpengalaman.
 
“Masanya telah tiba apabila dalam nama dan kekuatan Allah sidang harus bertindak bagi kebaikan jiwa-jiwa dan bagi kehormatan Allah. Tidak adanya iman yang kuat dan penglihatan terhadap perkara-perkara yang suci harus dianggap cukup untuk menghalangi setiap orang berhubungan dengan pekerjaan Allah. Demikian pula pemanjaan slfat cepat marah, suatu roh yang kasar dan su ka menguasai, mengungkapkan bahwa pribadi pemiliknya tidak boleh ditempatkan dimana ia akan diundang untuk menentukan masalah-masalah penting yang mempengaruhi warisan Allah. Seseorang yang bernapsu tidak boleh memperoleh bagian apapun untu k bertindak dalam mengurusi pikiran-pikiran manusia. la tidak dapat diberi kepercayaan untuk membentuk masalah-masalah yang bertalian dengan 0rang-orang yang telah dibeli oleh Kristus dengan harga yang tak ternilai. Sekiranya ia berusaha untu k mengatur orang-orang, maka ia akan menyakiti dan melukai jiwa mereka ; karena ia tidak memiliki sentuhan yang halus, yaitu kemampuan rasa yang enak, yang diberikan oleh karunia Kristus. Hatinya sendiri perlu dihalusi, ditundukkan oleh Roh Allah; hati batu belum menjadi suatu hati daging.”
M e w a k i l i   K r i s t u s
“Orang-orang yang salah mewakili Kristus sedemikian ini sedang meletakkan suatu bentukan corak yang keliru pada pekerjaan itu ; karena mereka mendorong semua orang yang berhubungan dengannya untuk berbuat seperti mereka. Demi bagi kepentingan mereka, bagi kepentingan orang-orang yang sedang dalam bahaya karena pengaruh mereka, maka mereka seharusnya meninggalkan jabatan-jabatan mereka itu ; karena catatan akan rnuncul terlihat di dalam sorga bahwa pelaksana yang salah itu memikul darah banyak jiwa pada baju-baju mereka. la telah membuat sebagian orang menjadi jengkel sehingga mereka telah melepaskan iman mereka ; lain-Iainnya telah diisi dengan sifat-sifat iblisnya sendiri, sehingga kejahatan yang diperbuat tidak mungkin untuk diperkirakan. Hanya orang-orang yang memperlihatkan secara nyata bahwa hati mereka sedang disucikan oleh kebenaran yang harus dipertahankan pada jabatan-jabatan kepercayaan di dalam pekerjaan Tuhan.
 
“Hendaklah semua orang memikirkan bahwa apapun juga lapangan kerja mereka, mereka harus mewakili Kristus. Dengan maksud hati yang teguh hendaklah setiap orang berusaha memiliki pikiran Kristus. Terutama sekali orang-orang yang telah menerima jabatan-jabatan direktur atau penasehat harus merasa bahwa mereka dituntut untuk dalam segala hal menjadi orang-orang Kristen yang terhormat. Selagi, dalam menangani orang-orang lain kita harus selalu setia, kita tidak boleh kasar. Jiwa-jiwa yang harus kita layani adalah milik Tuhan yang telah dibeli-Nva, maka jangan sekali kita membiarkan pernyataan yang suka menguasai dan terburu-buru keluar dari bibir kita.
 
“Saudara-saudara, layanilah manusia sebagaimana layaknya manusia, jangan bagaikan pelayan pelayan, untuk diperintah sesuai dengan kesenanganmu. Orang yang memanjakan roh yang kasar, yang suka menguasai, adalah lebih baik menjadi penjaga domba-domba, seperti yang dilakukan oleh Musa, maka dengan demikian ia dapat belajar bagaimana untuk menjadi seorang gembala yang benar. Musa telah memperoleh di Mesir suatu pengalaman sebaqai seorang negarawan yang perkasa, dan sebagai seorang pemimpin angkatan perang, tetapi di sana ia tidak mempelajari pelajaran-pelajaran yang penting bagi kebesaran yang sesungguhnya. la membutuhkan suatu pengalaman dalam tugas-tugas yang lebih sederhana dan rendah, supaya ia dapat menjadi seorang pengawal yang ramah terhadap setiap mahluk yang hidup. Dalam memeliharakan kawanan domba milik Jethro, maka perasaan-perasaan simpathinya terpanggil keluar terhadap domba-domba dan anak-anaknya, lalu ia belajar mengawasi mahluk-mahluk ciptaan Allah ini dengan pengawasan yang balk sekali. Walaupun suara binatang-binatang itu tidak pernah bersungut atas sesuatu pelayanan yang kasar, namun sikap mereka dapat menunjukkan banyak hal. Allah mengawasi semua mahluk ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Dalam bekerja bagi Allah pada lapangan yang rendah ini Musa telah belajar untuk menjadi seorang gembala yang ramah bagi Israel.
Bergantung Pada Allah
“Tuhan menghendaki agar kita mempelajari juga suatu pelajaran dari pengalaman Daniel. Ada banyak orang yang dapat menjadi orang-orang yang perkasa, jika sekiranya, seperti halnya lberani yang setia ini, mereka mau bergantung pada Allah bagi karunia untuk menjadi orang-orang yang menang, dan bagi kekuatan dan tepatguna dalam usaha-usaha mereka. Daniel telah memanifestasikan sikap sopan-santun yang sangat sempurna, baik terhadap para tua-tuanya maupun terhadap orang-orang muda. la berdiri sebagai saksi bagi Allah dan berusaha menempuh suatu cara yang sedemikian ini supaya ia tidak malu bagi Sorga untuk mendengarkan kata-katanva atau memandang akan perbuatan-perbuatannya. Sewaktu Daniel diminta untuk ikut mengambil bagian pada segala kemewahan makanan raja, ia tidak langsung terbang mengikuti napsu, ia juga tidak langsung menvatakan keputusannya untuk makan dan minum sesuai kesenangan hatinya. Tanpa mengucapkan sepatah-katapun yang menentang, ia lalu membawa persoalan itu kepada Allah. Dia dan teman-temannya memohon hikmat kebijaksanaan dari Tuhan, dan sewaktu mereka keluar dari doa yang bersungguh-sungguh itu, keputusan mereka dibuat. Dengan keberanian yang benar dan kesopanan Kristen Daniel menyampaikan masalah itu kepada perwira yang mengawasi mereka, sambil memohon agar mereka kiranya diberikan saja makanan yang sederhana. Orang-orang muda ini merasa bahwa prinslp-prinsip agamanya sedang terancam, maka mereka bergantung pada Allah yang mereka cintai dan berbakti. Permohonan mereka dikabulkan, karena mereka telah berkenan kepada Allah dan mereka disenangi manusia.
 
“Orang-orang yang menduduki setiap jabatan kepercayaan perlu mengambil tempat mereka di dalam sekolah Kristus, lalu mematuhi anjuran dari GURU BESAR itu yang berbunyi : ‘Belajarlah kepada-Ku; karena Aku adalah lemah lembut dan rendah hati : maka kamu akan mendapatkan istirahat bagi jiwamu. Karena beban-Ku ringan, dan pikulan-Ku adalah tidak berat.’ Kita tidak punya alasan apapun untuk memanifestasikan sesuatu sifat tabiat yang salah. ‘Bukan oleh kuat, bukan juga oleh kuasa, melainkan oleh Roh-Ku saja, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.’ Dalam kamu menangani orang-orang lain, maka apapun yang kamu lihat atau dengar yang perlu dikoreksi, pertama-tama berusahalah mencari Tuhan untuk hikmat kebijaksanaan dan kemurahan, supaya dalam usaha untuk menjadi setia, engkau tidak akan berlaku kasar. Mohonkan kepadaNya untuk mengaruniakan kepadamu kehormatan Kristus; maka engkau akan menjadi benar terhadap tugasmu, benar terhadapjabatan kepercayaanmu, dan benar kepada Allah, sebagai seorang penatalayan yang setia yang menguasai kecenderungan-kecenderungan jahat yang alami dan yang diperoleh.
 
“Tak ada orang lain terkecuali seorang Kristen yang sepenuh hati yang’ dapat menjadi seoranq terhormat yang sempurna ; tetapi jika Kristus tinggal di dalam jiwa, maka Roh-Nya akan terungkap dalam pembawaan hidup, kata-kata, dan tindakan-tindakan. Kehormatan dan kasih yang dipelihara di dalam hati akan terlihat dalam penyangkalan diri, dan daiam sopan-santun yang. benar, Pekerja-pekerja yang sedemikian ini akan menjadi terang dunia.” – Testimonies to Ministers, pp. 259 – 264.
PERSYARATAN – PERSYARATAN BAGI
ANGGOTA·ANGGOTA
SIDANG
“Masuknya anggota-anggota yang be/um memperbaharui hatinya dan belum mereformasikan hldupannya adalah merupakan sumber ke/emahan bagi sidang. Kenyataan ini seringkali dilalaikan. Sebagian pendeta-pendeta dan gereja-gereja adalah demiklan bernapsu : untuk mendapatkan peningkatan jumlah anggota sehingga mereka tidak memberikan kesaksian yang jujur melawan kebiasaan-kebiasaan dan praktik-praktik yang bukan Kristen. Orang-orang yang menyambut kebenaran tidak diajarkan bahwa mereka tidak mungkin berhasil sebagai orang-orang duniawi dalarn sikap sementara mereka adalah Kristen dalam nama saja. Sebelum ini mereka adalah pengikut-pengikut Setan ; mulai sekarang mereka harus menjadi pengikut-pengikut Kristus. Kehidupan harus membuktikan kepada penggantian pemimpin. Pendapat umum menyenangi pengakuan sebagai orang Kristen. Sedikit saja penyangkalan diri atau pengorbanan diri yang dipersyaratkan untuk memakaikan bentuk peribadatan, dan untuk mendaftarkan nama seseorang di dalam buku sidang. Sebab itu banyak orang menggabungkan ‘diri dengan sidang tanpa terleblh dulu bersatu dengan Kristus. Dalam hal inilah Setan berhasil menang. Orang-orang bertobat yang sedemikian ini adalah agen-agennya yang paling tepatguna Mereka melayani sebagai pemikat jiwa-jiwa yang lainnya. Mereka adalah terang-terang yang palsu yang membujuk-bujuk orang yang tidak waspada ke dalam kebinasaan. Adalah sia-sia orang yang berusaha membuat jalan Kristen itu menjadi luas dan menyenangkan bagi orang-orang dunia. Allah tidak melicinkan ataupun melebarkan jalan yang kasar berbatu-batu dan sempit itu. Jika kita mau masuk ke dalam kehidupan, maka kita harus menelusuri jalan yang sama itu juga yang telah dijalani oleh Yesus dan murid-murid-Nya, — yaitu [alan kesederhanaan, penyangkalan diri, dan pengorbanan.”– Testimonies, vol. 5, p, 172.
 
Kristen — betapa banyak orang yang ada yang belum mengerti akan artinya ! Itu bukanlah sesuatu yang dipakaikan di sebelah luar. Itu adalah suatu kehidupan yang ditempa dengan kehidupan Yesus. ltu berarti bahwa kita sedang memakaikan jubah kebenaran Kristus. Mengenai dunia, orang-orang Kristen akan mengatakan : Kami tidak mau mencampuri segala macam politlk. Mereka akan mengatakan dengan tegas : Kami adalah  musafir-musafir dan orang-orang asing ; kewarga-negaraan kami ada di atas. Mereka tidak akan terlihat memilih teman-teman bagi keplesiran.· Mereka akan mengatakan : Kami telah berhenti untuk dirangsang dengan perkara-perkara kekanak-kanakan. Kami adalah orang-orang asing dan musafir-musafir, yang sedang mencari sebuah negeri yang berpondasi; yang pendiri dan pembuatnva adalah Allah.” — Testimonies to Ministers, p, 131.
 
“Satu saja langkah yang tidak bijaksana, satu saja tindakan yang sembrono akan menjerumuskan sidang ke dalam kesulitan-kesulitan dan cobaan-cobaan yang untuk bertahun-tahun lamanva ia mungkin tidak dapat sehat kembali. Satu saja anggota yang dipenuhi dengan ketidak-percayaan akan memberikan manfaat kepada musuh yang besar itu sehingga akan mempengaruhi kemakmuran seluruh sidang, dan banyak jiwa akan hilang sebagai akibatnya.” — Testimonies, vol. 3, p. 446.
 
“Jika gereja-gereja menghendaki kekuatan, maka mereka harus menghidupkan kebenaran yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka. Jika para anggota gereja-gereja kita melalaikan terang atas masalah inl, maka mereka akan menuai hasilnya yang pasti baik dalam kemerosotan kerohanian maupun dalam kemerosotan fisik. Dan pengaruh dari para anggota gereja yang lebih tua ini akan meracuni orang-orang yang baru datang kepada iman. Tuhan sekarang tidak bekerja untuk membawa masuk banvak jiwa ke dalam kebenaran, sebab adanya anggota-anggota gereja yang belum pernah bertobat, dan orang-orang yang pernah bertobat, mereka sebaliknya sudah jatuh kembali. Pengaruh apakah yang dapat diberikan oleh anggota-anggota yang tldak berserah diri ini kepada orang-orang baru? Tidakkah mereka akan menyia-nyiakan pekabaran karunia Allah itu yang harus dibawa oleh urnat-Nva?” — Testimonies, vol. 6 p, 371.
Baptisan — suatu Tanda
“Peraturan-peraturan baptisan dan perjamuan Tuhan adalah dua tonggak bangunan utama yang satu di luar dan yang satunya di dalam sidanq. Pada kedua peraturan inilah Kristus telah menuliskan nama Allah yang benar itu. 
 
Kristus telah menjadikan baptisan itu sebagai tanda masuk kepada kerajaan kerohanian-Nya. Ini telah dibuat-Nya menjadi suatu persyaratan yang pasti dengan mana semua orang harus mengikutinya, yaitu setiap orang yang ingin diakui sebagai berada di bawah kekuasaan BAPA, ANAK, dan ROHULKUDUS. Sebelum orang dapat memperoleh suatu tempat tinggal di dalam sidang, sebelum melewati ambang pintu kerajaan kerohanian Allah, maka ia wajib terlebih dulu menerima cap nama i1ahi, yaitu ‘Tuhan Kebenaran Klta.’ Yeremiah 23 : 6.
 
“Baptisan adalah suatu penolakan terhadap dunia yang sangat bersungguh-sungguh. Orang-orang yang dibaptis dalam tiga nama dari BAPA, ANAK, dan ROHULKUDUS, pada permulaan masuknya kehidupan ke-Kristenan mereka itu menyatakan secara resmi bahwa mereka telah meninggal kan pekerjaan pelayanan Setan, dan telah menjadi anggota-anggota keluarga kerajaan, yaitu anak-anak dari Raja Samawi. Mereka telah mematuhi perintah: ‘Keluarlah dari antara mereka itu, dan berpisahlah kamu, dan janganlah menjamah barang yang keji.’ Maka kepada mereka terpenuhilah janji yang berbunyi : ‘Aku akan menyambut kamu, dan Aku akan menjadi Bapa bagimu, maka kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-Iaki dan perempuan, demikianlah firman Tuhan Yang Maha Kuasa.’: 2 Korinthi 6 : 17, 18.
Persiapan Bagi Baptisan
“Adalah diperlukan suatu persiapan yang lebih menyeluruh pada pihak calon-calon baptisan. Mereka memerlukan petunjuk-petunjuk yang lebih jujur dari pada yang biasanya diberikan kepada mereka. Prinsip-prinsip kehidupan Kristen harus diperjelas kepada mereka yang baru datang kepada kebenaran. Jangan bergantung pada pengakuan iman mereka saja sebagai bukti bahwa mereka telah mempunyai hubungan selamat dengan Kristus. Kita tidak boleh hanya mengatakan, ‘Saya percava.’ melainkan wajib mempraktikkan kebenaran itu. Adalah oleh menyesuaikan diri kepada kehendak Allah dalam kata-kata kita, tindak tanduk kita, dan tabiat kita, baharulah kita membuktikan hubungan kita dengan Dia. Apabila seseorang meninggalkan dosa, yaitu pelanggaran hukum, maka hidupnya akan dlbawa ke dalam penyesuaian dengan hukum itu, yaitu ke dalam kepatuhan yang sempurna. Inilah pekerjaan dari Roh Suci. Terang dari Firman itu dipelajari dengan saksama, maka suara hati nurani, yaitu usaha-usaha Roh akan menghasilkan di dalam hati kasih bagi Kristus yang murni, yaitu Dia yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai suatu korban yang menyeluruh untuk menebus seluruh pribadi, tubuh, jiwa, dan roh. Maka kasih akan dimanifestasikan dalam kepatuhan penurutan. Garis demarkasi akan menjadi lebih jelas dan nyata di antara orang-orang yang mencintai Allah dan memeliharakan hukum-hukum-Nya, dan orang-orang yang tidak mencintai-Nya dan melalaikan segala ketentuan hukum-hukum-Nya.
 
“Orang-orang Kristen yang setia laki-Iaki dan wanita harus memiliki perhatian yang sungguh-sungguh untuk membimbing jiwa yang bersalah kepada suatu pengetahuan kebenaran yang benar dalam Kristus Yesus. Jika seseorang telah membiarkan keinginan bagi pemanjaan diri menjadi unggul dalam hidup mereka, maka orang-orang percaya yang setia harus mengawasi jiwa-jiwa ini. karena ‘rnerekalah yang harus mempertanggung-jawabkannya. Mereka tidak boleh melalaikan petunjuk yang setia, lemah lembut, dan penuh kasih sayang yang begitu penting bagi orang-orang baru yang muda itu supava kiranya tidak akan ada pekerjaan yang separuh hati. Pengalaman yang pertama sekali harus benar.
 
“Setan tidak menghendaki agar setiap orang dapat rnelihat akan perlunya suatu penyerahan yang menyeluruh kepada Allah. Bilamana jiwa gagal melakukan penyerahan ini, maka dosa tidak dapat ditinggalkan; selera-selera lidah dan napsu-napsu sedang berjuang untuk berkuasa; godaan-godaan mengacaukan pikiran, sehingga pertobatan yang benar tidak dapat terjadi. Jika sekiranya semua orang memiliki kesadaran mengenai pertikaian yang setiap jiwa harus hadapi melawan agen-agen Setan yang sedang berusaha untuk rnenjerat, membujuk, dan menyesatkan, maka akan ada lebih banyak lagi usaha yang rajin bagi orang-orang yang masih muda dalam iman.
 
“Jiwa-jiwa ini, yang dibiarkan sendiri, adalah seringkali digodai, tetapi mereka tidak melihat akan jahatnya godaan itu. Hendaklah mereka merasakan perlu, bahwa adalah hak dan kesempatan mereka untuk meminta nasehat. Hendaklah mereka mencarikan rnasyarakat orang-orang yang dapat membantu mereka. Oleh bergabung dengan orang-orang yang mencintai dan takut akan Allah mereka akan memperoleh kekuatan.” — Testimonies, vol. 6, pp. 91 – 93.
 
“Tidak ada ujian masuk keanggotaan yang, depat diberikan dengan demikian telitinya dari pada yang harus diberikan kepada orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada baptisan. Harus dimengerti apakah mereka itu sedang hanya mengambil nama sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, atau apakah mereka sedang mengambil tempat untuk berdiri di pihak Tuhan, untuk keluar dari dunia dan berpisah, lalu tidak lagi menjamah barang yang keji. Sebelum baptlsan perlu sekali diberikan pertanyaan-pertanyaan yang menyeluruh mengenai pengalaman-pengalaman dari para calon baptisan itu. Hendaklah pertanyaan ini dibuat bukan dalam cara yang dingin dan jauh, melainkan dengan ramah, lemah lernbut, sambil menunjukkan orang-orang baru itu kepada Anak Domba Allah yang telah menyingkirkan dosa dunia. Kemukakan persvaratan-persyaratan injil yang berlaku bagi para calon baptisan bagi baptisannya.
 
“Salah satu pokok penting pada mana orang-orang yang baru datang kepada iman itu perlu diberi petunjuk ialah rnasalah pakaian. Hendaklah orang-orang baru itu ditangani dengan jujur. Apakah mereka itu sia-sia dalam berpakaian? Apakah mereka itu memeliharakan kesombongan di dalam hatlnva? Berhala pakaian adalah suatu. penyakit moral. Iaitu tak boleh diikutsertakan kedalam hidup yang baru. Dalam banyak hal, penyerahan kepada persyaratan-persyaratan injil menuntut suatu perubahan yang tegas dalarn hal pakaian.
 
“Semua perkataan Firman yang berhubungan dengan pakaian harus dipikirkan dengan saksama. Kita perlu mengerti akan apa yang disukai Tuhan sorqa itu sampai kepada pakaian yang menutupi tubuh. Semua orang yang sungguh-sungguh berusaha mencari karunia Kristus akan mematuhi perkataan-perkataan petunjuk yang berharga yang diilhami Allah. Bahkan corak mode pakaian akan mencerminkan kebenaran injil.” – Testimonies, vol. 6, pp, 95, 96.
 
“Dan sebagaimana para rasul dahulu menyatakan bahwa tidak ada penyelamatan dalarn nama lain dibawah langit,yang diberikan di antara manusia, rnaka dernikian itu juga .harnba-harnba Allah harus mengamarkan dengan setia dan berani kepada orang-orang yang memeluk hanya sebagian kebenaran-kebenaran .yang berkaitan dengan pekabaran yang ketiga, bahwa mereka harus menyambut semua pekabaran sebagaimana yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, atau rnereka tidak akan memperoleh bagian dalam masalah itu.” – Early Writings, pp. 188, 189.
 
“Di dalam setiap gereja jubah-jubah baptisan harus disediakan bagi para calon baptisan. Ini janqanlah dianggap sebagai perbelanjaan yang tidak perlu. Ini adalah salah satu dari perkara-perkara yang dituntut dalam penurutan kepada anjuran yang berbunyi : ‘Hendaklah segala perkara dilakukan dengan sopan dan tertib.’ 1 Korinthi 14 : 40.
 
“Adalah tidak baik bagi sesuatu gereja untuk hanya bergantung pada peminjaman jubah-jubah gereja lainnya. Seringkali apabila jubah-jubah itu diperlukan, maka sekaliannya itu tidak ditemukan ; ada peminjam yang lalai mengembalikannya. Setiap gereja harus menyediakan bagi segala keperluannya sendiri dalam bidang ini. Kumpulkanlah suatu dana bagi maksud ini, Jika seluruh gereja bersatu dalam hal ini, maka ia itu tidak akan menjadi beban yang berat
 
“Jubah-jubah itu harus dibuat dari bahan yang kuat, dari pada beberapa warna yang gelap agar supaya tidak mudah rusak oleh air, dan supaya diperberat pada bagian bawahnya. Jubah-jubah itu supaya bersih rapih, berupa baju-baju yang baik bentuknya, yang dibuat sesuai pola yang telah disetujui. Tidak boleh ada hiasan-hiasan, tidak boleh ada Iipatan-Iipatan atau dibuat ramping. Semua pameran, apakah itu berupa bentukan ramping atau perhiasan-perhiasan, sekaliannya tidak boleh ada. Bila calon-calon baptisan benar-benar memiliki kesadaran akan arti peraturan upacara itu, maka mereka tidak akan memiliki keinginan untuk menghiasi diri. Namun tidak boleh ada jorok atau ketidak-pantasan, karena ini adalah pelanggaran bagi Allah. Setiap perkara yang berkaitan dengan peraturan upacara yang suci ini harus memperlihatkan suatu persiapan yang sesempurna rnungkln.’ — Testimonies, vol. 6, pp. 97, 98.
 
“Apabila mungkin, maka hendaklah baptisan dilaksanakan di dalam danau yang jernih atau di dalam sungai yang mengalir. Dan manfaatkanlah kesempatan itu dengan segala kepentingan dan kesungguhan yang dapat dibawa ke dalamnya. Pada pelayanan yang sedemikian ini malaikat malaikat Allah akan selalu hadir.
 
“Orang yang melaksanakan upacara baptisan itu harus berusaha membuatnya menjadi suatu kesempatan yang hikmah, berpengaruh yang suci bagi semua penontonnya. Setiap upacara sidang harus sedemikian rupa diselenggarakan sehingga dijunjung tinggi dalam pengaruhnya. Jangan satupun dibuat menjadi biasa-biasa saja atau tak berharga, atau ditempatkan pada tingkat yang sama dengan hal-hal lainnya yang biasa. Gereja-gereja kita perlu dididik kepada rasa hormat yang lebih besar dan penghargaan bagi pekerjaan pelayanan Allah yang suci. SambiI para pendeta melaksanakan pelayanan-pelayanan yang. berkaitan denqan perbaktiari kepada Allah, demikian pula mereka mendidik dan melatih orang banyak itu. Tindakan-tindakan sedikit saja yang mendidik dan melatih dan mendisiplinkan jiwa bagi kehidupan yang kekal mempunyai akibat yang luas dalam meninggikan dan menyucikan sidang.” — Sda.
 
Kewajiban-Kewajiban Sesudah
Baptisan
 
 
Janji-janji yang kita ucapkan pada diri kita sewaktu baptisan merangkul banyak hal. Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Suci, kita dikubur dalam kesamaan dengan kematian Kristus, dan dibangkitkan dalam kesamaan dengan kebangkitan-Nya, dan kita harus menghidupkan suatu kehidupan yang baru. Kehidupan kita akan terikat dengan kehidupan Kristus. Kemudian selanjutnya orang percaya harus ingat bahwa ia akan berdedikasi kepada Allah, kepada Kristus, dan kepada Roh Suci. la harus membuat semua perhatian duniawi menjadi yang kedua dari pada hubungan yang baru ini. la harus menyatakan dengan resmi bahwa ia tidak lagi mau hidup dalam kesombongan dan pemanjaan diri. la tidak boleh lagi hidup secara tak teratur, dan secara acuh tak acuh. la telah membuat janji dengan Allah, la telah mati bagi dunia. la akan hidup kepada Tuhan, untuk menggunakan bagi-Nya semua kemampuan yang dipercayakan kepadanva, tidak pernah akan lupa bahwa ia selalu memikul tanda nama Allah, bahwa ia adalah warga kerajaan Kristus, yaitu seseorang yang ikut dalam alam keilahian. la harus berserah kepada Allah semua dirinya dan semua miliknya, sambil menggunakan semua talentanya bagi kemuliaan nama-Nya.
 
“Segala kewajiban dalam persepakatan rohani yang diucapkan pada waktu baptisan adalah mengikat kedua belah plhak. Sebagai manusia yang melaksanakan bagian mereka dengan kepatuhan yang sepenuh hatl, mereka berhak untuk berdoa, ‘Biarlah dlkenal, Tuhan, bahwa Engkaulah Allah di Israel.’ Dari kenyataan bahwa engkau telah dlbaptlskan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Suci, adalah merupakan jaminan bahwa jika engkau meminta bantuan rnereka, rnaka penguasa-penguasa ini akan membantumu dalam setiap keperluan yang mendesak. Tuhan mau mendengar dan rnenjawab doa-doa yang datang dari para pengikut-Nya yang jujur yang memikul beban Kristus dan yang mempelajari di dalam sekolah-Nya akan kelemah-Iembutan-Nya dan kerendahan kesederhanaan-Nya.
 
‘Maka jika engkau bangkit bersama dengan Kristus, maka carilah perkara – perkara yang di atas, dimana Krlstus duduk di sebelah kanan Allah. Taruhlah segala cita-cita hatimu pada perkara-perkara yang di atas, jangan pada perkara-perkara yang di bumi. Karena engkau akan mati maka nyawamu akan tersimpan dengan Kristus di dalam Allah.’ Kolosi 3 : 1 – 3.
‘Sebab itu, sebagai umat pilihan Allah yang kudus dan dlkasihi-Nya, hendaklah kamu bersalutkan belas kasihan, kemurahan, rendah hati, lemah-Iembut, panjang hati, bersabar seorang dengan seorang, dan bermaaf-maafan di antara sesamamu. Jikalau barang seorang menaruh saklt hati terhadap yang lain; sebagaimana Kristus sudah mengampuni kamu, maka demikian itu pula hendaklah kamu mengampuni. Maka di atas segala perkara ini pakaikanlah kasih yang menjadi pengikat kesempurnaan. Maka hendaklah damai Allah itu memerintah di dalam hatimu, untuk mana karnu juga telah dipanggil ke dalam satu tubuh ; maka hendaklah kamu bersyukur. Maka apapun yang kamu perbuat baik dalam kata atau perbuatan, hendaklah sekalian itu dalarn nama Tuhan Yesus, sambiI mengucap syukur kepada Allah dan kepada Bapa oleh Dia.’ Kolosi 3 : 12 – 17.” — Sda, p. 99.
 
 
Hidup Yang Sehat
 
 
“Pendidikan orang-orang Israel dahulu adalah meliputi semua kebiasaan hidup mereka. Setiap perkara yang berkenan dengan kebahagiaan mereka adalah merupakan pokok perhatian ilahi, dan telah masuk di dalam batas lingkungan hukum ilahi. Bahkan dalam mengadakan makanan mereka, Allah telah mencarikan bagi mereka yang terbaik. Manna yang diberikan-Nya kepada mereka untuk dimakan di padang belantara itu adalah suatu makanan alamiah yang meningkatkan kekuatan fisik, mental, dan moral. Walaupun sekian banyak dari mereka mendurhaka menentang pembatasan makanan mereka itu, lalu rindu kembali kepada hari-hari sewaktu mereka mengatakan : ‘Kami duduk dekat dengan periuk daging, dan sewaktu kami rnakan roti sampai kenyanq.’ namun pilihan Allah yang bijaksana bagi mereka itu telah dipertahankan dalam cara yang mereka tidak dapat meramalkan. Meskipun banyak kesulitan hidup mereka di padang belantara, ternyata tidak terdapat seorang pun yang lemah diantara semua suku bangsa itu.” — Education, p, 38.
 
“Banyak yang telah mengharapkan bahwa Allah akan menghindarkan mereka dari penyakit hanya karena mereka telah memohon kepada-Nya untuk berbuat demikian itu. Namun Allah tidak menghiraukan doa-doa mereka, sebab iman mereka tidak disempurnakan oleh perbuatan-perbuatannya. Allah tidak mau mengerjakan mujizat untuk memeliharakan mereka itu dari penyakit, yaitu mereka yang tidak memeliharakan dirinya sendiri, melainkan terus menerus menginjak-injak hukum-hukum kesehatan, dan sarna sekali tidak berusaha untuk mencegah penyakit. Bilamana kita berusaha dengan sekuat tenaga kita untuk mendapatkan kesehatan, maka dapatlah kita berharap bahwa hasil-hasilnya yang diberkahi akan menyusul, dan kita dapat memohon kepada Allah dalam iman untuk memberkati segala usaha kita bagi mempertahankan kesehatan. la kemudian akan menjawab doa kita, sekiranya nama-Nya dapat dipermuliakan olehnya. Namun hendaklah semua orang rnengerti, bahwa mereka mempunyai .suatu tugas untuk dilaksanakan. Allah tidak mau bekerja dalam cara yang mengherankan untuk mempertahankan kesehatan orang-orang yang karena kelalaiannya sendiri memperhatikan hukum-hukum kesehatan sehingga mereka sedang menempuh suatu jalan yang pasti akan membuat dirinya sakit.” — Counsels on Health, p, 59.
 
 
S a n i t a s i
     ( K e b e r s i h a n )      
 
 
Di Israel “peraturan-peraturan sanitasi yang berlaku menyeluruh telah ditegakkah. Sekaliannya ini telah diwajibkan kepada orang banyak itu bukan hanya perlu bagi kesehatan, melainkan juga sebagai persyaratan untuk tetap mempertahankan kehadiran DIA YANG SUCI itu di tengah-tengah mereka. Oleh kuasa ilahi Musa telah memberitakan kepada mereka : ‘Tuhan Allahmu berjalan di tengah-tengah perkemahanmu, untuk melepaskan kamu ;  oleh sebab itu perkemahanmu harus suci.” — Education, p, 38.
 
“Kebersihan yang saksama maupun ketertiban yang ketat di seluruh perkemahan dan sekitarnya adalah diharuskan. Peraturan-peraturan sanitasi yang menyeluruh ditegakkan. Setiap orang yang cemar karena sesuatu sebab dilarang memasuki perkemahan. Tindakan-tindakan ini adalah perlu untuk memeliharakan kesehatan di antara sedemikian besar rombongan orang banyak itu; dan ia itu pun perlu agar ketertiban yang sempurna dan kemurnian dapat dipertahankan, supaya Israel dapat menikmati kehadiran seseorang Allah yang suci.  Dengan demikian la menyatakan : ‘Tuhan Allahmu berjalan di tengah-tengah perkemahanmu, untuk melepaskan kamu, dan untuk menyerahkan segala musuhmu ke hadapanmu ; sebab itu perkemahanmu harus suci ” – Patriarchs and Prophets, p, 375.
 
“Apabila penyakit yang berat menimpa sesuatu keluarqa, maka perlu sekali setiap anggota keluarga menaruh perhatian yang ketat kepada kebersihan pribadi, dan makanan, untuk  mempertahankan dirinya dalam kondisi yang sehat, dengan demikian rnernperkuat dirinya sendiri melawan penyakit, Juga adalah penting sekali agar kamar si sakit, sejak pertama sekali diberi ventilasi (Iobang-Iobang udara pada tembok) yang memadai. Ini adalah bermanfaat bagi si penderita, dan sangat perlu untuk memeliharakan dengan balk orang-orang yang terpaksa tinggal di dalam karnar si sakit untuk suatu jangka waktu lama.
 
“Sejumlah besar penderitaan dapat ditolong jika semua orang mau berusaha mencegah penyakit dengan cara mematuhi dengan ketat hukum-hukum kesehatan. Kebiasaan-kebiasaan kebersihan yang ketat harus dipatuhi. Banyak orang, selagi masih sehat, tidak mau bersusah payah untuk tetap bertahan dalam kondisi yang sehat. Mereka melalaikan kebersihan pribadi, dan mereka tidak berhati-hati memeliharakan pakaian mereka dengan bersih. Kotoran-kotoran adalah selalu dan secara tidak kelihatan lewat dari badan, melalui lobang pori-pori, dan jika sekiranya permukaan kulit tidak terpelihara dalam kondisi yang sehat, maka jaringan tubuh akan dibebani dengan hal-hal yang tidak bersih. Jika pakaian yang dipakai tidak seringkali dicuci, dan berulang kali dijemur di udara, maka ia itu akan menjadi kotor dengan kotoran-kotoran yang terbuang dari tubuh oleh keringat yang sehat maupun yang tidak sehat. Dan jika pakaian-pakaian yang dipakai tidak seringkali dicuci dari kotoran-kotoran ini, maka lobang pori-pori dari kulit akan kembali mengisap sisa kotoran yang terbuang itu. Kotoran-kotoran tubuh itu jika tidakdibuang, maka ia itu akan terambil kembali ke dalam darah, dan terdesak memasuki organ-organ tubuh yang di dalam. Untuk menolong dirinya sendiri dari kotoran-kotoran yang beracun, maka Alam melakukan suatu usaha membebaskan jaringan itu. Usaha ini akan menghasilkan demam-demam dan apa yang disebut penyakit. Tetapi pada waktu itu, jika mereka yang menderita itu mau membantu Alam dalam segala usahanya, dengan menggunakan air yang murni dan lunak, maka banyak penderitaan akan dapat dicegah. Tetapi banyak orang, gantinya berbuat demikian, dan berusaha menyingkirkan kotoran yang beracun itu dari jaringan tubuh, mereka justru memasukkan suatu racun yang lebih mematikan lagi ke dalam jaringan, untuk menyingkirkan suatu racun yang sudah ada di sana.
 
“Jika setiap keluarga dapat menyadari akan hasil-hasil yang bermanfaat dari kebersihan yang menyeluruh, maka mereka akan melakukan usaha-usaha istimewa untuk menyingkirkan setiap kotoran dari pribadi-pribadi mereka, dan dari numah-rumah mereka, dan mereka akan memperluas usaha-usaha mereka sampai kepada tanah-tanah pekarangan mereka. Banyak orang menderita karena bahan tumbuh-tumbuhan yang membusuk yang tersisa di sekitar tanah pekarangan mereka. Mereka tidak sadar akan pengaruh dari benda-benda ini. Adalah selalu timbul dari bahan-bahan yang membusuk ini suatu bau yang meracuni udara. Oleh menghirup udara yang tidak bersih, maka darah akan terkena racun, paru-paru akan terkena akibatnya, dan seluruh jaringan tubuh terkena penyakit. Penyakit dari hampir setiap bentuk akan disebabkan karena menghirup udara yang diracuni oleh bahan-bahan yang membusuk.
 
“Para keluarga telah menderita susah dengan demam-demam, sebagian anggota keluarga mereka telah meninggal, maka bagian lingkungan keluarga yang sisanya sudah hampir bersungut-sungut menentang Pencipta mereka karena kesedihan mereka ditinggal mati, sedangkan satu-satunya sebab dari semua penyakit dan kematian mereka itu adalah akibat dari kecerobohan mereka sendiri. Kotoran-kotoran di sekitar tanah pekarangan mereka sendiri telah mendatangkan atas mereka penyakit-penyakit menular, dan penderitaan-penderitaan yang menyedihkan itulah yang mereka tuduhkan kepada Allah. Setiap keluarga yang menghargai kesehatan harus membersihkan rumah-rumah mereka dan tanah-tanah pekarangan mereka dari semua bahan-bahan yang membusuk.
 
“Allah memerintahkan bahwa bani Israel dilarang membiarkan kotoran-kotoran melekat pada pribadi-pribadi mereka, atau pada pakaian mereka. Mereka yang memiliki sesuatu kecemaran pribadi diasingkan di luar perkemahan sampai malam hari, dan kemudian mereka diharuskan membersihkan diri dan pakaiannya sebelum mereka diperkenankan masuk ke dalam perkemahan. Mereka juga diperintahkan Allah supaya tidak memiliki kotoran-kotoran di tanah-tanah pekarangan mereka dalam suatu jarak yang luas dari perkemahan itu, jangan sampai Tuhan berjalan lalu dan melihat akan kecemaran mereka itu.
 
“Mengenai kebersihan, apa yang dipersyaratkan Allah bagi umat-Nya di waktu ini tidak kurang dari pada yang telah dipersyaratkan-Nya bagi Israel kuno yang lalu. Melalaikan kebersihan akan mendorong penyakit. Sakit dan kematian yang premature tidak akan datang tanpa sebab. Demam-demam yang sukar disembuhkan dan penyakit-penyakit yang kejam telah merajalela di tetangga-tetangga dan kampung-kampung yang tadinya dianggap sehat, dan beberapa orang telah meninggal, sedangkan yang lainnya telah ditinggalkan dengan keadaan jasmani yang rusak, menjadi pincang dengan penvakit untuk seumur hidup. Dalam banyak contoh ternyata pekarangan-pekarangan mereka sendiri yang mengandung agen pembinasa itu, yang telah mengeluarkan racun yang mematikan ke dalam udara, dihirup oleh keluarga itu dan oleh tetangganya. Kelalaian dan kecerobohan yang seringkali disaksikan adalah seperti binatang, tetapi kebodohan terhadap akibat-akibat dari perkara-perkara yang sedemikian ini bagi kesehatan adalah mengherankan. Tempat-tempat yang sedemikian ini harus dibersihkan kembali, terutama dalam musim panas, dengan kapur atau habu, atau oleh penimbunan setiap hari dengan tanah.” — Counsels on Health, pp. 61 – 63.
 
* *  
 
“Tuhan mengetahui bagaimana melepaskan orang yang beriman itu dari segala godaan, dan menyimpan orang yang tidak benar itu sampai kepada hari pengadilan untuk dihukum ; terutama mereka yang berjalan mengikuti keinginan daging itu dalam napsu yang cemar, dan yang meremehkan pemerintahan.” — 2 Petrus 2 : 9, 10.
 
“Hendaklah segala perkara dilakukan dengan senonoh dan dalam tata tertib.” — 1 Korinthi 14 : 40.
* * * 

 309 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart