Lambang dari meterai yang kelima
<< Go Back


Lambang Dari Meterai Yang Kelima

 

 

“Maka setelah Ia membuka meterai yang kelima aku tampak di bawah medzbah jiwa-jiwa dari mereka yang telah mati dibunuh karena Firman Allah dan karena Kesaksian yang dipegangnya; maka mereka itu berseru dengan suara besar, katanya: ‘Berapa lamakah lagi ya Tuhan yang suci dan benar, tiadakah Engkau mengadili dan membalas semua darah kami ke atas mereka yang tinggal di bumi itu?” Maka kepada masing-masing mereka itu dikaruniakan sebuah jubah putih; dan dikatakan kepada mereka itu, bahwa mereka hendaknya bersabar dalam sedikit masa lamanya sampai semua sesama hamba mereka pun dan semua saudara mereka yang akan dibunuh seperti mereka itu akan digenapi”. Wahyu 6 : 9 – 11.

Kepastian bahwa jiwa-jiwa itu berteriak dari bawah medzbah, yaitu tempat dari mana kebenaran milik Allah disalurkan, memperjelas bahwa mereka itu dibunuh karena keteguhan mereka berpegang pada Firman Allah, dan bahwa karena kesetiaan mereka  itu mereka telah dikaruniakan jubah-jubah putih — mereka dinilai pantas bagi hidup yang kekal. Bahwa mereka itu adalah orang-orang yang mati sahid dari masa periode sebelumnya, yaitu masa periode dari meterai yang keempat, jelas terlihat dari kenyataan bahwa mereka itu sudah mati pada waktu meterai yang kelima dibuka.

Lagi pula, sesuatu medzbah menunjukkan pembaharuan kembali iman, yaitu reformasi. Itulah yang dimaksudkan kepada Nuh, Ibrahim, Ishak, dan Yakub dalam hal mereka mendirikan medzbah-medzbah mereka (Kejadian 8 : 29; 12 : 8; 26 : 25; 35 : 14). Adanya jiwa-jiwa itu di bawah medzbah menunjukkan bahwa mereka itu telah mengorbankan hidup mereka karena sesuatu alasan yang sama dengan alasan yang dianut oleh para martir selama Reformasi Protestan. Maka pertanyaan, “Berapa lama, Ya Tuhan, yang suci dan benar, belum juga Engkau mengadili?” juga jawabannya, “bahwa mereka harus beristirahat sedikit masa lagi, sampai saudara-saudara sesama hambanya pun dan saudara-saudara mereka yang akan dibunuh seperti mereka itu, kelak digenapi”, membuktikan dengan tegas bahwa aniaya dan mati sahid dari meterai yang keempat itu akan meliputi juga meterai yang kelima, dan bahwa Pehukuman terhadap orang-orang mati itu (orang-orang yang mati sahid itu) tidak akan dimulai sebelum aniaya itu berakhir, tetapi bahwa kemudian ia itu akan pasti dimulai.

Urutan peristiwa-peristiwa sejarah ini kini membawa kita kepada masa dari peristiwa-peristiwa berikutnya, yaitu peristiwa yang diungkapkan dalam

 

 

 291 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart