Setan telah dibuang ke bawah dengan marah besar
<< Go Back


Setan Telah Terbuang Ke Bawah Dengan
Marah Besar

 

Sesudah naga itu dicampakkan ke bawah, maka Yahya mendengar suatu bunyi suara besar yang mengatakan di dalam sorga.

“Sekarang sampailah keselamatan, dan kekuatan, dan kerajaan dari Allah kita, dan kuasa dari Kristus-Nya, karena sudah tercampak ke bawah penuduh segala saudara kita itu, yang telah menuduh mereka itu di hadapan Allah kita baik siang maupun malam. Maka mereka itu sudah mengalahkan dia oleh perantaraan darah dari Anak Domba itu, dan oleh perkataan dari kesaksian mereka itu; maka tiada mereka itu menyayangi nyawanya sampai kepada mati sekalipun. Oleh sebab itu bersuka-citalah kamu, hai segala langit, dan semua kamu yang tinggal di dalamnya. Celaka bagi semua penduduk bumi dan laut! Karena iblis telah turun kepadamu dengan besar amarahnya, sebab ia tahu bahwa masanya hanya singkat”. Wahyu 12 : 10 – 12.

“Tuduhan-tuduhan Setan melawan orang-orang yang berusaha mencari Tuhan bukanlah didorong oleh kebencian terhadap dosa-dosa mereka. Ia bergembira karena cacad tabiat-tabiat mereka itu, karena ia mengetahui bahwa hanya oleh pelanggaran mereka melawan hukum Allah dapatlah ia memperoleh kuasa atas mereka itu”.Prophets and Kings pp, 585, 586.

Setan, sebagaimana kita saksikan, mendorong orang berdosa untuk melakukan pelanggaran secara tidak sadar, dan demikianlah untuk mengumpulkan tuduhannya, tidak perlu di bumi, tetapi di dalam sorga. Di hadapan Hakim yang benar itu Setan menuduh-nuduh pelanggar hukum itu “karena memakaikan baju-baju yang hitam dan kotoran dosa”. Tetapi apabila Roh Allah mendorong menegor, maka Ia itu mengungkapkan dosa dan menghukum orang berdosa oleh perantaraan sidang-Nya.

Umat Allah hendaknya senantiasa waspada karena suara dari Roh Kristus itu pun senantiasa berjaga-jaga untuk mengamati roh Setan itu. Bilamana keduanya itu bertempur, maka yang satu akan berjuang untuk mematuhi Firman Allah, sedangkan yang lainnya akan memaafkan dosa lalu bersimpathi dengan orang yang berdosa. Dalam cara licik yang terakhir ini Setan seringkali berhasil dan memenangkan orang berdosa ke dalam barisannya karena orang berdosa pada hakekatnya lebih mencintai dosanya. Walaupun demikian orang-orang yang setia akan mengalahkannya “oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka”. Mereka itu “tidak mencintai nyawanya sekalipun sampai kepada mati”. Wahyu 12 : 11.

“Maka kepada perempuan itu dikaruniakan dua buah sayap burung garuda yang besar, supaya ia dapat terbang ke dalam padang belantara, yaitu ke dalam tempatnya, dimana ia akan dipelihara selama satu masa, dan dua masa, dan setengah masa, jauh dari wajah ular itu”. Wahyu 12 : 14.

Oleh karena suatu padang belantara adalah justru kebalikan dari suatu kebun anggur, maka sebutan yang berbunyi “Supaya perempuan itu dapat terbang ke dalam padang belantara” secara tegas mengandung arti bahwa ia sudah harus meninggalkan kebun anggur itu. Dan itulah tepatnya yang ia lakukan. Tak lama sesudah kebangkitan Kristus, maka sidang (perempuan itu) telah meninggalkan tanah suci (kebun anggur itu) dan pergi ke tanah orang-orang Kapir (padang belantara).

 

Di samping adanya fakta-fakta sejarah ini, kita juga mempunyai pengertian Alkitab mengenai kebun anggur itu sebagai berikut: “Kebun anggur Tuhan serwa sekalian alam ialah isi rumah Israel, dan orang-orang Yehuda itu ialah tanaman yang disukaiNya”. Yesaya 5 : 7.

Oleh sebab itu tak dapat dibantah, bahwa padang belantara dimana perempuan itu telah dipelihara selama masa itu ialah tanah orang-orang Kapir. Dan keharusan perempuan itu pergi melarikan diri dari wajah ular itu di tanah airnya, menunjukkan bahwa uIar naga itu telah menjadikan tanah suci itu markas besarnya. Walaupun demikian, karena tidak puas dengan ini, maka ia bahkan telah mengikuti perempuan itu ke dalam padang belantara.

“Maka ular itu menyemburkan air dari dalam mulutnya bagaikan suatu air bah mengikuti perempuan itu, agar ia dapat menghanyutkannya dengan air bah itu”. Wahyu 12 : 15.

Dalam harapan untuk membinasakan perempuan itu, maka ular itu pertama sekali menganiayanya. Sungguhpun demikian, karena gagal mencapai tujuannya, maka secara tiba-tiba ia merubah siasatnya. Ia membatalkan penganiayaan itu, dan sebagai gantinya ia mulai mendekatinya secara teman yang intim. Namun alangkah ruginya bagi perempuan itu! Secara Iicik ia menyemburkan air bagaikan suatu air bah dari belakang perempuan itu, yang tampaknya seolah-olah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyegarkannya, padahal sesungguhnya itulah suatu usaha besar dengan mana untuk membinasakan perempuan itu.

Kata-kata simbolis dari Ilham menjelaskan, bahwa wajib Kristenisasi terhadap orang-orang Kapir dan mengalirnya mereka itu ke dalam sidang selama abad yang keempat sejarah Kristen yang lalu, pada kenyataanya bukanlah suatu tindakan yang bersahabat. Sebaliknya ia itu adalah bagaikan suatu aliran deras yang menghancurkan untuk menghilangkan kuasa ke-Kristenan yang menyelamatkan. Dengan lain perkataan, Ilham meramalkan masa periode dimana ular naga itu telah memakaikan para politisi Kapir dengan jubah ke-Kristenan dan kemudian mengendalikan mereka untuk memaksa orang-orang kapir yang bukan Kristen untuk menggabungkan diri dengan sidang, supaya dengan demikian itu mereka dapat mengkapirkan sidang, bukannya sidang yang meng-Kristenkan mereka.

Untuk menguatkannya, maka berikut ini kami kutip sebagian gambaran dari karya-karya Tuan Gibbon sebagai berikut: “Dengan beberapa keputusan toleransi, maka ia (Kaizar Constantine) telah menyingkirkan beberapa ketentuan sementara yang tidak menguntungkan yang sampai pada waktu itu telah menghalangi kemajuan-kemajuan ke-Kristen-an; maka pendeta-pendetanya yang giat dan yang banyak itu telah memperoleh ijin kebebasan mereka, yaitu suatu dorongan kebebasan untuk menyambut kebenaran-kebenaran sehat yang diungkapkan oleh setiap argumentasi yang dapat mempengaruhi pemikiran atau kesetiaan beragama umat manusia. Keseimbangan yang rata dari kedua agama (Kristen dan Kapir) itu hanya berlangsung sementara. ……. Kota-kota yang menunjukkan semangat kemajuan oleh merusakkan secara sukarela tempat-tempat ibadah mereka (tempat-tempat ibadah Kapir) memperoleh penghargaan dengan hak-hak istimewa kota, serta dihadiahi dengan hadiah-hadiah yang bersifat pemberian resmi yang populer…….. Keselamatan dari rakyat biasa diperoleh dengan jalan pembelian dengan pembayaran yang murah, jika demikian itu benar bahwa dalam setahun 12.000 orang telah dibaptiskan di kota Roma, belum terhitung sejumlah besar wanita dan anak-anak, dan bahwa sebuah jubah putih berikut 20 keping emas telah dijanjikan oleh kaizar kepada setiap orang yang bertobat.” Inilah “undang-undang dari Constantine yang .memberikan kebebasan kepada semua budak yang hendak memeluk agama Kristen”. — Gibbon’s Rome, Vol. 2, pp. 273, 274.

“Tetapi bumi menolong perempuan itu, dan bumi membuka mulutnya lalu menelan air bah yang disemburkan oleh ular naga itu dari dalam mulutnya”. Wahyu 12 : 16.

“Bumi”, sebagai senjata Allah yang sangat ampuh, pada akhirnya akan menolong perempuan itu. Bumi akan menelan “air bah” itu; artinya, senjata Ilahi yang sama itu juga, yang sesuai dengan perumpamaan, akan menyingkirkan Ialang-Ialang lalu membakarnya, demikian pula menyingkirkan semua orang yang telah msnggabungkan diri dengan sidang, yang masih tetap kapir di dalam hatinya. Lalu apakah yang jadi kemudian? — Injil memberikan jawabannya sebagai berikut:

“Maka naiklah amarah naga akan perempuan itu, lalu pergi memerangi mereka yang tersisa dari benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan perintah-perintali Allah dan memiliki kesaksian Yesus Kristus”. Wahyu 12 : 17.

Sebutan “yang tersisa” mengungkapkan, bahwa benih perempuan itu terbagi dalam dua bagian. Bagian yang satu diambil, bagian yang lainnya tertinggal. Sebagai contoh, maka Nehemiah menjelaskan sebagai berikut: “Segala orang yang tersisa yang ditinggalkan dari pada tawanan itu di sana di dalam negeri itu berada dalam kesukaran besar dan kecelaan.” Nehemiah 1 : 3. (Terjemahan yang lebih tepat), Sesuatu “yang tersisa” selalu menunjukkan sebagian dari pada keseluruhan, mungkin besar mungkin juga kecil.

Dan perhatikanlah bahwa naga itu berperang bukan melawan sesuatu yang tersisa dari pada “air bah” itu, melainkan melawan mereka yang tersisa dari pada benihnya. Karena Kristus adalah satu-satunya anak dari perempuan itu, maka benihnya itu ialah orang-orang Kristen, yaitu orang-orang yang lahir ke dalam sidang oleh perantaraan Roh Kristus. Sesuai dengan itu, maka tindakan membawa buah-buah pertama ke Gunung Sion (Wahyu 14 : 1) akan menghasilkan suatu keadaan yang akan membuat suatu sisa dari mereka itu yang masih akan tertinggal di antara orang-orang Kapir. Oleh karena itu, maka dalam contoh ini mereka, buah-buah kedua itu, ialah mereka yang tersisa itu.

Hendaklah diingat bahwa adalah sesudah bumi menelan air bah itu baharu naga itu naik amarahnya melawan perempuan itu, lalu “melakukan peperangan melawan mereka yang tersisa dari pada benihnya (bukan melawan perempuan itu secara pribadi), yaitu mereka yang memeliharakan perintah-perintah Allah, dan yang memiliki kesaksian Yesus Kristus”. Wahyu 12 : 16, 17. Jadi  jelaslah, tak dapat disangsikan lagi kesimpulannya, bahwa dihapuskannya air bah Setan itu tidak lain adalah pembersihan sidang, yaitu pembinasaan orang-orang yang telah menggabungkan diri dengan sidang melalui bantuan ular itu. Pembersihan ini adalah satu-satunya perkara yang memungkinkan sidang sebagai suatu badan untuk memeliharakan perintah-perintah Allah dan juga untuk memiliki kesaksian Yesus Kristus, Roh Nubuatan yang hidup itu (Wahyu 19 : 10) di tengah-tengahnya. Inilah satu-satunya harapan miliknya, satu-satunya kekuatan miliknya, yaitu satu-satunya jalan kelepasannya. Dalam terang inilah, Ilham kini memberikan hidup baru ke dalam kata-kata itu yang berbunyi:

“Bangunlah, bangunlah, kenakanlah kuatmu, hai Sion; pakaikanlah baju-bajumu yang indah-indah itu, hai Yerusalem, kota suci; karena kemudian seterusnya tidak lagi akan masuk ke dalammu orang-orang yang tidak bersunat dan yang najis. Yesaya 52 : 1.

Oleh karena itu, maka pembersihan sidang itu tak akan mendatangkan masa seribu tahun millenium yang penuh damai. Sesungguhnya tidak, tetapi ia itu akan mengakhiri nasib semua orang jahat yang ada di dalam sidang, dan bersamaan dengan itu pembersihan itu juga akan menaikkan amarah Setan yang besar melawan mereka yang tersisa, yaitu melawan orang-orang yang masih berada di antara orang-orang Kapir, yang kemudian dari pada pembersihan itu dengan berani bertekad untuk berdiri di pihak Tuhan. Namun mereka akan dilepaskan jika mereka rela mempertaruhkan nyawanya — jika mereka bertekad berdiri di pihak Tuhan, sehingga dengan demikian itu nama-nama mereka dicatat di dalam “buku”. Daniel 12 : 1.

Naga itu tidak dapat memerangi perempuan itu, yaitu sidang yang terdiri dari buah-buah pertama, sebab pada waktu itu ia berada bersama-sama dengan Anak Domba di atas Gunung Sion (Wahyu 14 : 1), jauh dari jangkauan ular naga itu.

Bagi penyelidikan selanjutnya terhadap nubuatan Wahyu pasal 12, bacalah buku kami yang berjudul: DUNIA, KEMARIN, HARI INI, DAN BESOK! (Walaupun pokok masalah dari buku Wahyu ini hanya sebagian yang baru dibicarakan di sini, namun karena terbatasnya ruangan di dalam buku ini sehingga tidak dapat mengijinkan saya untuk bergerak lebih jauh).

****

 

 254 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart