<< Go Back
KUASA ITU YANG MEMBINASAKAN
ORANG-ORANG JAHAT DAN
MELEPASKAN ORANG-ORANG BENAR
N a h u m 1 : 1 – 9 : Persoalan mengenai Nineweh. Kitab mengenai khayal Nahum orang Elkoshit itu. Allah adalah cemburu, dan Tuhan itu pembalas ; Tuhan itu pembalas, dan Ia adalah murka (karena musuh-musuh-Nya membinasakan kebun anggur-Nya) ; Tuhan hendak membalas akan lawan-lawan-Nya, dan Ia mendendam terhadap musuh-musuh-Nya. Tuhan itu panjang sabar adanya, dan besar kuasa-Nya, tetapi sekali-kali tidak Ia mau membebaskan orang jahat itu ; Tuhan itu memiliki jalan-Nya di dalam angin puyuh dan di dalam angin ribut (sedangkan pesawat terbang bangsa-bangsa tidak), dan awan-awan adalah debu kaki-Nya. Ia menghardik laut, dan mengeringkannya, dan mengeringkan semua sungai (tetapi manusia dengan kapal-kapalnya tenggelam di dalamnya dan tidak timbul lagi). Bashan dan Karmel layulah, dan kembang Libanon layu. Gunung-gunung bergetar karena Dia, dan bukit-bukit mencair, dan bumi terbakar di hadapan-Nya, ya, dunia berikut semua yang tinggal di dalamnya. Siapakah yang tahan berdiri di hadapan geram murka-Nya? Dan siapakah yang tahan tinggal menghadapi murka-Nya yang bernyala-nyala? Amarah-Nya tertuang bagaikan api; dan batu-batu karang dilemparkan ke bawah oleh-Nya. Tuhan itu baik, Ialah tempat berlindung pada masa kesusahan, dan Ia kenal mereka yang menaruh harap kepada-Nya. Tetapi dengan suatu air bah yang membanjir Ia akan mengakhiri tempatnya itu (tempat segala orang jahat), maka kegelapan akan mengikuti musuh-musuh-Nya. Apakah yang kau pikirkan menentang Tuhan? Ia hendak mengakhiri sama sekali: kesusahan tidak akan lagi bangkit kedua kalinya (sebab orang jahat sudah ditumpas dan Kerajaan-Nya kini berdiri untuk selama-lamanya).”
Dari rumah persediaan yang gilang-gemilang itu dari mana Immanuel telah memperoleh keju dan madu di masa lalu, Roh Kebenaran itu bersama ini terlihat sedang menuangkan makanannya yang bergizi bagi jiwa dengan lebih berlimpah-limpah dari pada sebelumnya. Kiranya setiap orang yang menerima dengan sedemikian limpahnya tidak saja mengangkat hatinya dalam syukur kepada Pemberi Karunia Yang Besar yang memberikan semua karunia yang baik, yaitu “Bapa dari segala terang,” tetapi juga supaya mereka memberikan dengan limpahnya segala usahanya yang terbaik untuk bekerja sama dengan Penghibur itu Yang telah datang, dengan cara
YANG MEMINTA
Akhirnya, untuk menciptakan selera yang lebih besar bagi lebih banyak “keju dan madu” (supaya jangan kita gagal mengenali hujan akhir itu sementara ia itu turun dalam butir-butirnya yang besar sekeliling kita untuk penuaian yang terakhir – Testimonies to Minister, p. 507), atau dengan kata lain, untuk memanfaatkan suatu penyelidikan yang menyeluruh akan wahyu yang sangat penting ini, maka para penerbit buku kecil ini akan memberikan suatu rangkaian terbitan buku-buku Kebenaran Sekarang kepada setiap orang yang memberikan pendapatnya, baik benar ataupun salah, mengenai siapakah dari bangsa-bangsa yang akan merupakan “Assiria” masa kini dan Siapakah “dia” yang “menghancurkan berkeping-keping itu;” juga mengenai kapan peperangan antara kedua musuh besar ini terjadi. Rangkaian buku-buku itu terdiri dari suatu rangkaian tiga belas buah buku kecil yang mencakup 1000 halaman, yang berisikan banyak rahasia-rahasia nubuatan yang sudah lama tertutup, yang kini terungkap —- yaitu “makanan keras.” Mereka yang sudah memiliki rangkaian tiga belas buku ini, jika meminta dapat menerima lagi tanpa bayaran suatu rangkaian tiga buah buku terbitan Kebenaran Sekarang yang sangat berharga. ” …….. karena keju dan madu akan dimakan oleh setiap orang yang tertinggal di negeri itu.” Yesaya 7 : 22.
Kini karena pengawal samawi itu telah melaksanakan bagiannya, maka hanya terserah kepada orang-orang yang dialamatkan untuk melaksanakan bagian mereka —— yaitu mengambil
SECARA PRIBADI
“Hai anak Adam, berbicaralah kepada bani bangsamu, dan katakanlah kepada mereka, Apabila Aku mendatangkan pedang kepada sebuah negeri, jika bangsa negeri itu mengambil seseorang dari tengah-tengahnya, lalu menempatkan dia bagi pengawal mereka ; jika apabila ia melihat pedang itu datang menimpa negeri itu, ia meniup trompet, dan mengamarkan kepada bangsa itu ; maka siapapun saja yang mendengar bunyi trompet itu, dan tidak memperhatikan amaran ; jika pedang itu datang, dan menyingkirkannya, maka darahnya akan ditanggungnya sendiri. Ia mendengar bunyi trompet itu, tetapi tidak mau memperhatikannya; darahnya akan dipikulnya sendiri. Tetapi orang yang memperhatikan amaran akan melepaskan jiwanya. Tetapi jika pengawal itu melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniupkan trompet, sehingga orang banyak itu tidak diberi amaran ; jika pedang itu datang, dan mengambil seseorang dari antara mereka itu, maka sungguhpun ia disingkirkan dalam kesalahannya sendiri, namun darahnya akan Ku tuntut dari tangan pengawal itu.
“Sebab itu engkau, hai anak Adam! Aku sudah menempatkan dikau sebagai seorang pengawal bagi isi rumah Israel ; olehnya itu hendaklah engkau mendengar firman dari mulut-Ku, lalu mengamarkan mereka dari pada-Ku. Apabila firman-Ku kepada orang jahat itu demikian : Hai orang jahat, engkau pasti akan mati; jika engkau tidak bicara mengamarkan kepada orang jahat itu dari pada jalannya, sehingga orang jahat itu kelak mati dalam kejahatannya ; maka tak dapat tiada darahnya akan Ku tuntut dari tanganmu. Tetapi, jika engkau sudah mengamarkan orang jahat itu dari pada jalannya supaya ia meninggalkannya ; maka jika ia tidak mau berbalik dari pada jalannya, maka ia akan mati dalam kejahatannya sendiri ; dan engkau telah melepaskan jiwamu.” Yeheskiel 33 : 2 – 9.
“Katakanlah kepada mereka itu, ‘Selama Aku hidup,’ demikianlah firman Tuhan, ‘Aku tidak berkenan akan kematian orang jahat itu; melainkan supaya orang jahat itu berbalik dari pada jalannya dan hidup ; berbaliklah kamu, berbaliklah kamu daripada segala jalanmu yang jahat ; karena mengapakah engkau hendak mati, hai isi rumah Israel?’ Oleh sebab itu, engkau hai anak Adam, katakanlah olehmu kepada bani bangsamu, Kebenaran orang benar itu tidak akan dapat melepaskan dia pada hari ia berbuat kejahatan : sama dengan kejahatan orang jahat itu, ia tidak akan jatuh karenanya pada hari apabila ia berbalik dari pada kejahatannya ; juga orang benar itu tidak akan dapat hidup karena kebenarannya pada hari apabila ia berdosa. Apabila Aku kelak mengatakan kepada orang benar itu, bahwa ia pasti akan hidup ; jika ia menaruh harap pada kebenarannya sendiri, lalu melakukan kejahatan, maka semua kebenarannya tidak akan diingat lagi ; maka untuk kejahatan yang telah diperbuatnya, ia akan mati karenanya. Dan lagi, apabila Aku mengatakan kepada orang jahat itu, Engkau pasti akan mati; jika ia berbalik daripada dosanya, lalu melakukan apa yang diperbolehkan dan benar ; jikalau orang jahat itu mengembalikan gadaian orang, memberikan kembali apa yang telah dirampasnya, berjalan sesuai peraturan-peraturan kehidupan, tanpa melakukan kejahatan ; ia pasti akan hidup, ia tidak akan mati. Tak ada satupun dosanya yang telah diperbuatnya itu akan diingat lagi ; ia telah melakukan apa yang benar dan betul ; ia pasti akan hidup.” Yeheskiel 33 : 11 – 16.
Bagi anda yang menaruh perhatian kepada amaran yang tepat waktunya ini, akan datang pahala yang gilang-gemilang sebagai berikut :
“Maka akan jadi kelak, bahwa orang yang tertinggal di Sion, dan dia yang masih tinggal di Yerusalem itu akan disebut suci, yaitu setiap orang yang tertulis namanya di antara orang-orang hidup di Yerusalem : apabila Tuhan kelak sudah membersihkan kecemaran semua puteri Sion, dan kelak sudah membersihkan darah Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh roh pehukuman, dan oleh roh pembakaran. Maka Tuhan akan menciptakan pada setiap tempat tinggal di gunung Sion, dan pada segala perhimpunannya, suatu awan dan asap pada siang hari, dan cahaya dari suatu api yang bernyala-nyala pada malam hari ; karena pada semua kemuliaan akan merupakan suatu tudungan. Maka akan ada sebuah tabernakel sebagai naungan pada siang hari dari pada panas, dan bagi suatu tempat berlindung, dan bagi suatu tempat bernaung dari pada angin ribut dan dari pada hujan.” Yesaya 4 : 3 – 6.
Tetapi bagi anda yang tidak mau memperhatikan akan amaran ini, “segala orang laki-lakimu akan jatuh dimakan pedang, dan segala pahlawanmu akan mati dalam peperangan.” Yesaya 3 : 25.
• • •
WAKTU DAN KESEMPATAN
MEMECAHKAN RAHASIA-RAHASIA
(Pokok Masalah : Nubuatan Perang dari Nahum)
Waktu dan kesempatan masih tetap merupakan saksi-saksi yang sangat terpercaya, maupun sebagai pengungkap-pengungkap rahasia-rahasia yang terbaik. Sekaliannya itu kini memberikan jawaban-jawaban kepada pertanyaan-pertanyaan yang berbunyi : Yang manakah dari bangsa-bangsa itu yang merupakan “Assiria” masa kini? Siapakah “dia yang menghancurkan berkeping-keping itu”? Kapankah pertempuran dari kedua musuh besar ini terjadi?
Kini karena sekian banyak waktu telah lewat semenjak traktat ini keluar dari percetakannya (4 tahun), dan karena banyak peristiwa-peristiwa penting telah membentuk diri mencapai kematangannya semenjak itu, maka para pembaca Kebenaran yang berkembang sekarang tidak akan ragu-ragu dalam kedudukan yang lebih menguntungkan untuk melihat kebenaran itu dengan lebih jelas dan lebih realistis dari pada sebelumnya. Oleh sebab itu, untuk kepentingan semua orang, kami menambahkan paragraf-paragraf ini. Sekaliannya ini mengemukakan pandangan dari Traktat mengenai pokok masalah sebagaimana yang dapat diperlihatkan sekarang oleh waktu dan peristiwa-peristiwa.
Kecenderungan Perang Dunia II menunjukkan dengan tegas bahwa perang itulah yang diramalkan oleh nabi Nahum. Ini dinyatakan oleh beberapa fakta kenyataan sebagai berikut :
Ilham memperjelaskan bahwa perang dari Nahum itu terjadi dalam masa sewaktu kereta-kereta melaju di jalan-jalan, sewaktu sekaliannya itu kejar mengejar di jalan-jalan raya, sewaktu sekaliannya itu terlihat bagaikan obor-obor dan berlari-larian bagaikan kilat, dalam sejarah kita (Nahum 2 : 4).
Lagi pula nabi itu menegaskan, bahwa sesudah dia “yang menghancurkan berkeping-keping” itu (Nahum 2 : 1) muncul di hadapan wajah Assiria, maka itulah yang membuat Assiria “mengikat pinggangnya kuat-kuat”, memperkuat “kekuatannya dengan sekuat-kuatnya” (Nahum 2 : 1) — yang mana, sebagaimana seluruh dunia mengetahui, ialah yang terjadi sewaktu Hitler datang memerangi negara-negara sekutu. Negara-negara sekutu, karena belum siap untuk memerangi Hitler sewaktu ia mulai menghancurkan berkeping-keping itu, maka mereka perlu memperkuat kemampuan mereka dengan sekuat-kuatnya setelah perang itu dimulai. Semua fakta kenyataan ini membuktikan bahwa Perang Dunia II adalah perang yang dinubuatkan oleh Nahum, dan bahwa Hitler ialah dia yang “menghancurkan berkeping-keping” itu.
Walaupun Nahum meramalkan “keruntuhan Assiria” dalam kaitan dengan “dia yang menghancurkan berkeping-keping itu,” ia itu tidak mengatakan bahwa dia yang menghancurkan berkeping-keping itu sendiri yang akan menyelesaikan Assiria, sebagaimana yang orang cenderung menyimpulkan. Sungguhpun demikian, adalah terlihat sekarang bahwa dia yang menghancurkan berkeping-keping itu, dia sendiri hanya memecahkan atau menimbulkan perpecahan berkeping-keping bukan hanya terhadap negara-negara sekutu, tetapi juga terhadap bangsanya sendiri. Sesungguhnya, nubuatan mengatakan bahwa “para panglimanya” (para panglima dari dia yang menghancurkan berkeping-keping itu), tidak akan menang, melainkan bahwa mereka “akan terantuk dalam perjalanan mereka,” yaitu terantuk sewaktu dalam gerakan maju mereka untuk mencapai kemenangan (Nahum 2 : 5). Dan apakah yang telah terjadi dalam bala tentara Hitler? — Mereka terantuk sewaktu mereka berusaha untuk mengalahkan Rusia.
Sesudah Nahum 2 : 5 tidak ada lagi disebutkan mengenai dia yang menghancurkan berkeping-keping itu. Ini menunjukkan bahwa ia sudah berada di luar perjalanan. Tambahkanlah kepada kenyataan ini kebenaran itu bahwa peperangan itu telah memecahkan seluruh dunia —— praktis semua bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa —— ke dalam bagian-bagian dengan berbagai ukuran yang saling menentang, maka kita memiliki bukti-bukti kuat bahwa Perang Dunia II itulah yang merupakan perang dari Nahum, dan bahwa Hitler-lah yang telah digelar oleh Ilham sebagai “dia yang menghancurkan berkeping-keping itu.” Memang, dialah yang telah memecah-belah bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa sehingga sedemikian jauh belum ada seorang pun yang mampu mempersatukan mereka.
Selanjutnya, dari hasil peperangan itu Inggris sesungguhnya tidak menang. Memang, ia telah kehilangan jauh melebihi apa yang sudah akan ia kehilangan sekiranya ia telah membiarkan Hitler memiliki apa saja yang dikehendakinya dalam tempat pertama — hanya sebagian dari Polandia.
Kemudian juga, kekalahan Jepang dan kekalahan Jerman itu sama sekali belum mengakhiri peperangan itu. Ia itu hanya memperdalam luka internasional yang parah itu. Dengan demikian kemungkinan-kemungkinan untuk menggenapi setiap tahap kebenaran yang tertuang di dalam Traktat No. 14 kini jauh lebih cerah dari pada sebelumnya. Sejauh yang berkaitan dengan Ilham, maka Perang Dunia II belum berakhir.
Ini sendiri adalah cukup terbukti bahwa dunia pada waktu ini, selama masa periode kegelisahan internasional yang sedemikian ini belum pernah ada sebelumnya —- yaitu kegelisahan yang disebabkan oleh setiap unsur yang ada —- akan melahirkan sesuatu. Sebagaimana sejauh kita menyaksikannya sekarang, maka segala perkara yang kita baca dari halnya di dalam Traktat No. 12 dan No. 14, tampaknya sedang dalam perjalanan menuju kepada kegenapannya yang segera.
257 total, 1 views today


