“TENGOK, AKU JADIKAN SEGALA PERKARA BARU”
<< Go Back


“TENGOK,
AKU JADIKAN SEGALA
PERKARA BARU”

 

 

Dalam kata-kata nubuatan, “Tengok, Aku jadikan segala perkara baru” (Wahyu 21 : 5), Allah mengamarkan, bahwa “segala perkara” akan menjadi tua. Untuk memahami dengan lebih tepat nubuatan ini, kita harus ingat akan kenyataan, bahwa bagi sesuatu yang tua untuk dijadikan baru, ia itu harus pertama-tama dipecah-pecahkan, — diperkecil sampai kepada bentuk unsur-unsur komponennya atau bagian-bagiannya dalam mana ia itu berada sebelum semuanya itu dipersatukan ke dalam suatu komposisi susunan secara keseluruhan, — kemudian diperbaharui, diproses kembali, dan akhirnya diperbaiki. Lagi pula sementara proses yang sedemikian ini berjalan, benda yang sedang diperbaharui itu tentunya oleh karenanya tak dapat memulai kembali fungsinya sebelum selesai. Selama periode masa pembaharuan itu ia itu tak dapat dipakai dan tak berguna.
Dalam hal ini sebagaimana dipahami oleh semua siswa Alkitab, bahwa makin bertambah tuanya “segala perkara” adalah akibat, bukan dari kemerosotan alam karena mengikuti masa, melainkan karena kutuk dosa yang dibawa masuk oleh penipuan Setan terhadap segala bangsa manusia. Demikian itulah, maka apabila “segala perkara” yang berasal dari bumi berada dalam proses pembaharuan kembali, lalu dengan demikian itu tak dipakai dan tak berguna, maka bumi yang sia-sia yang tak lain daripada tumpukan sampah itu tak dapat tiada akan benar-benar merupakan sebuah lobang yang tak terduga dalamnya.
 
Jadi kata-kata firman, “Tengok, Aku jadikan segala perkara baru”, membayangkan suatu periode perombakan dan pembaharuan kembali dari segala perkara — suatu masa dalam mana Setan akan diikat sebagaimana diramalkan di dalam nubuatan-nubuatan mengenai

 

 

 240 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart