<< Go Back
Pada Kedatangan Kristus
Disebutkan dengan jelas, bahwa kota-kota akan diruntuhkan “pada kehadiran Tuhan, dan oleh amarah murka-Nya” (Yeremiah 4 : 23 – 26); dan bukan oleh suatu air bah ataupun oleh kuasa bangsa-bangsa, Alkitab menutup pintu secara ketat terhadap sesuatu usaha untuk mengartikan nubuatan ini sedemikian rupa untuk memungkinkan kegenapannya pada sesuatu masa yang lain daripada masa kedatangan Tuhan. Lalu “Ia sendiri akan turun dari langit dengan suatu suara besar, dengan suara penghulu malaikat, dan dengan bunyi sangkakala Allah : maka segala orang yang telah mati dalam Kristus akan bangkit dahulu”, juga “si jahat itu akan dinyatakan, dia akan dibinasakan Tuhan dengan Roh dari mulut-Nya, dan akan dihancurkan dengan kebesaran cahaya kedatangan-Nya.” 1 Tesalonika 4 : 16 ; 2 Tesalonika 2 : 8.
Lagi pula, karena tujuh celaka yang terakhir itu (Wahyu 16) sebagaimana secara luas dipahami akan turun ke atas orang-orang yang tak bertobat sesudah penutupan masa kasihan dan sebelum kedatangan Tuhan, dan karena pengumpulan umat Allah itu akan jadi mendahului celaka-celaka itu (karena suara dari langit itu mengatakan, “Keluarlah dari padanya hai umat-Ku, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya, dan supaya jangan kamu sama-sama kena segala celakanya — Wahyu 18 : 4), maka oleh karena itu perlu sekali sebelum celaka-celaka itu dituangkan, dan sebelum Kristus muncul pada kedua kalinya, semua orang benar demi untuk keamanannya, akan dipisahkan dari dosa dan dari orang-orang berdosa, supaya mereka tidak ikut dibinasakan.
Mengikuti turunnya celaka yang ketujuh, maka “kota-kota dari segala bangsa akan roboh”, demikianlah kata Buku Wahyu, “dan setiap pulau lenyap, dan gunung-gunung tidak ditemukan lagi” (Wahyu 16 : 19, 20), menunjukkan lagi, bahwa pada kedatangan Kristus bumi akan dibuat hampa dan tanpa bentuk; bahwa segala orang yang akan hidup dan memerintah bersama Dia sudah akan diselamatkan dan dilindungi sebelum kedatangan-Nya; dan bahwa sesudah itu tidak akan ada lagi masa kasihan. Kemudian akan bangkit segala orang yang mati dalam Kristus : “Karena Tuhan sendiri akan turun dari surga dengan suatu sorak, dengan suara penghulu malaikat, dan dengan sangkakala Allah : maka segala orang yang mati dalam Kristus akan bangkit dahulu : kemudian kita yang masih hidup dan yang tinggal ini akan diangkat bersama-sama dengan mereka di dalam awan-awan, untuk bertemu dengan Tuhan di udara: maka demikian itulah kita akan selamanya bersama-sama dengan Tuhan.” 1 Tesalonika 4 : 16, 17.
Zaman seribu tahun yang damai itu seterusnya, jelas akan dinikmati bukan di bumi, melainkan di “rumah-rumah mewah” yang di atas, karena janji Tuhan adalah : “Aku pergi untuk menyediakan suatu tempat bagimu. Maka jika Aku pergi dan menyediakan suatu tempat bagimu, Aku akan datang kembali, dan menyambut kamu bagi diri-Ku; supaya di mana Aku berada, di sana pun hendaknya kamu ada.” Yahya 14 : 2, 3. (Terjemahan yang lebih tepat).
Demikianlah pada kedatangan Kristus yang kedua kali, baik semua orang benar maupun semua orang jahat akan menerima upah mereka : orang-orang benar yang sudah mati akan bangkit untuk kehidupan yang kekal dan orang-orang benar yang hidup akan diobahkan kepada keadaan yang tidak mati dalam sekejab mata, lalu kemudian bersama-sama dengan orang-orang yang dibangkitkan itu dibawa ke sorga (1 Korinthi 15 : 52, 53; 1 Tesalonika 4 : 15 – 17), sebaliknya orang-orang jahat yang hidup masuk ke dalam kubur-kubur mereka (2 Tesalonika 2 : 8 ; Yesaya 11 : 4 ; lbrani 10 : 27; Lukas 19 : 27). Dan karena semenjak dari kebangkitan segala orang benar sampai kepada kebangkitan segala orang jahat itu (Wahyu 20 : 5) terbentang masa seribu tahun (millenium), maka jelas masa periode ini tak mungkin merupakan suatu periode penerimaan upah-upah, melainkan harus merupakan suatu masa dalam mana orang-orang benar menikmati di dalam sorga segala upah mereka yang telah diperolehnya, dan dalam mana segala orang jahat beristirahat di dalam kubur-kubur mereka.
Dari hal orang-orang yang akan binasa pada kedatangan Tuhan itu, Yesaya mengatakan: “………. mereka akan dikumpulkan bersama-sama, bagaikan orang-orang penjara dikumpulkan di dalam lubang, dan akan ditutup di dalam penjara, maka sesudah beberapa hari mereka akan dipanggil untuk disiksa.” Yesaya 24 : 22. Dipenjarakan “beberapa hari lamanya”, maka orang-orang jahat ini secara nyata adalah mereka yang “tidak hidup balik sebelum seribu tahun itu” (“beberapa hari itu”) “selesai” (Wahyu 20 : 5), apabila mereka akan “dikunjungi” — dipanggil keluar dari kubur-kubur mereka — hanya untuk menerima, sesudah suatu jangka waktu pendek, mati yang kedua itu, yang ditimbulkan oleh “api” yang turun “dari Allah dari dalam sorga”. (Lihat Wahyu 20 : 9, 14).
“Kematian yang kedua” adalah akhir keseluruhan yang lengkap dari segala orang jahat. Sungguhpun demikian terhadap orang-orang benar kematian itu “tak berdaya”, maka kemudian daripada itu mereka memerintah untuk selama-lamanya di bumi yang telah diperbaharui itu (Wahyu 20 : 6 ; Daniel 7 : 27). Mereka adalah orang-orang tebusan dari segala zaman, — suatu jumlah besar orang-orang suci yang tak terhitung, — namun mereka akan merupakan hanya segenggam diperbandingkan dengan berlegiun-legiun banyaknya orang-orang jahat yang berdesak-desakan semenjak dari masanya Kain sampai kepada berakhirnya masa kasihan, “bagaikan pasir di tepi laut” yang tak terhitung banyaknya. Wahyu 20 : 8.
Demikianlah cukup jelas, bahwa sungguhpun pada kedatangan-Nya, Tuhan “akan memalu bumi dengan tongkat dari mulut-Nya, dan dengan tarikan napas dari kedua bibirNya akan dibunuh-Nya segala orang jahat” (Yesaya 11 : 4), apakah mereka itu anggota-anggota sidang ataupun tidak, Ia akan menyelamatkan dan membiarkan segala orang benar. Akibatnya,
245 total, 1 views today


