Orang-orang benarlah yang “Tertinggal”
<< Go Back


“Orang-Orang Benarlah yang Tertinggal”

 

Dengan bernubuat, seperti yang dilakukan Yeremiah, dari hal kesunyian bumi, Yesaya mengatakan: “Tengoklah, bumi itu dihampakan dan disunyikan oleh Tuhan, dibalik belahnya akan dia, dan dicerai-beraikan-Nya segala orang isinya. ……… Bumi itu muramlah dan layulah ia, dunia itu meranalah dan layulah ia, segala orang besar bumi meranalah. Bumi juga dicemarkan oleh segala penduduknya; sebab mereka telah melanggar segala undang-undang, mereka telah merubah peraturan, mereka telah menghancurkan ikatan perjanjian yang kekal. Maka sebab itu bumi itu dimakan habis oleh laknat, dan mereka yang diam di dalamnya adalah sunyi : oleh karena itu segala penduduk bumi dihanguskan, dan sedikit orang yang tertinggal (few men left) ………. Bahwa bumi itu hancurlah berantakan, bumi itu terpecah-pecahlah, bumi itu bergoncanglah dengan amat sangatnya. Bumi itu akan terhuyung-huyung bagaikan orang mabuk, dan akan dipindahkan bagaikan sebuah pondok; karena beratlah kesalahan yang akan menindih padanya; maka ia akan jatuh dan tidak akan bangkit lagi.” Yesaya 24 : 1, 4 – 6, 19, 20.
 

Ayat-ayat ini membawakan bagi kita pengertian lanjutan, menggambarkan a p a yang Tuhan akan lakukan terhadap bumi, sementara ayat-ayat yang dilewati (ayat-ayat 2, 3, dan 7 sampai dengan 18), sebagaimana ditunjukkan oleh tanda-tanda lewat, berisikan pengertian-pengertian sisipan yang menggambarkan b a g a i m a n a Ia akan melaksanakannya, dan menjelaskan, bahwa Ia akan memberikan kepada salah satu kelas umat semua berkat, dan membawakan terhadap kelas umat yang lainnya segala laknat. Ayat 2 dan 3 membuka selubung bumi yang didapati kosong dari semua penduduknya, tanpa melihat kepada kedudukan siapapun, apakah seorang terhormat ataupun tidak, mulai dari imam yang saleh turun sampai kepada budak yang terhina. Dan ayat 4 sampai 12 mengemukakan, bahwa semua kegembiraan akan disingkirkan dari umat itu; bahwa bencana-bencana besar akan melewati mereka sebelum bumi dibuat hampa; dan bahwa “apabila demikian itu jadi di tengah-tengah negeri di antara umat itu, maka akan kelak jadi bagaikan kegoncangan pohon Zait, dan bagaikan memungut buah-buah anggur setelah masa panen berakhir.” Ayat 13. Singkatnya, ayat-ayat ini menyatakan bahwa mendahului pengosongan bumi, akan terjadi suatu kegoncangan besar di antara orang-orang itu, dengan hasilnya bahwa semua orang yang didapati tidak teguh berpegang kepada Kristus, — yaitu Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan itu (Yahya 14 : 6), — akan jatuh; sebaliknya orang-orang yang didapati teguh akan menjadi mereka “yang tertinggal”, dan dengan demikian menjadi mereka

 

 

 215 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart