Yang disucikan — Mereka yang akan berdiri untuk selama-lamanya
<< Go Back


Yang Disucikan — Mereka yang akan Berdiri untuk Selama-lamanya

 

“Mereka akan mengangkat suaranya, mereka akan menyanyi bagi kebesaran Tuhan, mereka akan berseru dengan nyaring dari laut.” Ayat 14. “Oleh sebab itu”, dengan melihat kepada harapan ini nabi itu menasehatkan, “permuliakanlah olehmu akan Tuhan jikalau dalam api sekalipun, bahkan permuliakanlah nama Tuhan Allah Israel pada segala pulau di laut.” Ayat 15.
 

Dengan bersuka bergembira dalam Tuhan sekalipun mereka melewati “api” (pencobaan-pencobaan — 1 Petrus 4 : 12), orang-orang setia itu “akan disucikan, dan dibuat putih, dan dicobai; tetapi orang-orang jahat akan makin melakukan kejahatan; dan tak seorang pun dari orang-orang jahat itu akan mengerti; tetapi orang-orang yang bijaksana akan mengerti.” Daniel 12 : 10.
 

“Tetapi siapakah”, tanya nabi Maleakhi, berbicara dari hal masa dan peristiwa ini, “yang dapat tahan pada hari kedatangan-Nya? dan siapakah yang dapat berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan api pandai emas, dan bagaikan sabun binara : maka Ia akan duduk menghalusi dan membersihkan perak : maka Ia akan membersihkan segala bani Lewi, dan menyucikan mereka itu bagaikan emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran.” Maleakhi 3 : 2, 3.
 

Kelas orang-orang yang dibersihkan ini yang berdiri teguh selama kegoncangan terjadi di tengah-tengah negeri itu (sidang — Yesaya 19 : 24), juga dibuat perhatian di dalam nubuatan Yesaya, pasal 24, ayat 14 : “…….. mereka akan menyanyi bagi kebesaran Tuhan”; sebaliknya dalam ayat 16 dikemukakan suatu kelas orang-orang yang disucikan yang berikutnya yang dikumpulkan “dari seluruh penjuru bumi”, dan dari siapa “terdengar nyanyian-nyanyian, yaitu kemuliaan bagi segala orang benar”. Kegoncangan, dengan kata lain, para pengumpul orang-orang suci buah-buah pertama dan buah-buah kedua — yang satu dari sidang, “tengah-tengah negeri itu”, dan yang lainnya dari dunia, “segala hujung bumi”. Maka sementara mereka yang dari sidang “menyanyi bagi kebesaran Tuhan,” mereka yang dari dunia menyanyi “kemuliaan bagi segala orang benar.”
 

Demikianlah kita saksikan dengan jelas, bahwa mereka yang ditebus dari sidang — hamba-hamba Allah (buah-buah pertama atau anak sulung — sebutan Alkitab bagi jabatan keimamatan atau kependetaan) — berdiri teguh selama kegoncangan “di tengah-tengah negeri itu”, dengan hasilnya, bahwa mereka membawakan kebenaran itu kepada segala bangsa selama “kegoncangan itu” di dunia, olehnya membawa keselamatan bagi banyak orang. Oleh karena itu kedua kelas orang-orang hidup ini adalah perlu, yaitu satu-satunya rombongan yang tertebus yang tertinggal sesudah kegoncangan itu. Mereka diselamatkan, “diloloskan”, dari kebinasaan itu, sebab nama-nama mereka terdapat tertulis di dalam buku Daniel 12 : 1. Dan, bahwa mereka adalah tidak “tertinggal” di bumi sewaktu bumi keseluruhannya dalam keadaan hancur, sunyi, dan hampa, tetapi sebaliknya mereka adalah yang “tertinggal” dari kebinasaan itu, Yesaya sendiri memperjelaskannya sewaktu ia mengatakan “penduduk bumi terbakar, dan hanya sedikit orang yang tertinggal”. Yesaya 24 : 6. Dalam kata-kata inipun tidak terkandung, bahwa orang-orang tebusan itu tertinggal di bumi selama masa kesunyiannya, melainkan “tertinggal”, diselamatkan dari kehancuran.
 

Dengan mengumpulkan semua fakta di depan kita, maka kita dapati, bahwa datangnya masa seribu tahun itu akan didahului oleh enam macam peristiwa yang akan jadi secara berurutan, peristiwa-peristiwa mana dikenal dengan:
 

  1. Pembinasaan Allah terhadap semua orang munafik di dalam sidang;
  2. Panggilan Allah terhadap semua umat milik-Nya untuk keluar dari antara segala bangsa, lalu kemudian membawa mereka ke dalam sidang yang sudah disucikan — Kerajaan;
  3. Berakhirnya masa kasihan;
  4. Pembinasaan Allah terhadap segala orang jahat;
  5. Allah membangkitkan segala orang benar yang mati dan mengubahkan segala orang benar yang masih hidup;
  6. dan pada akhirnya Allah mengosongkan bumi.
     

Sampai dengan hujung akhir dari ke enam peristiwa yang terakhir ini, masa yang mana Alkitab menyebutnya akhir sejarah dunia, maka terbukalah tirai untuk selama-lamanya mengenai drama yang berabad-abad lamanya dari hal dosa dan penebusan. Sungguhpun, sebelumnya, “Injil ini dari hal Kerajaan itu (tanda-tanda akhir zaman – Matius 24) akan diberitakan, kata Kristus, “diberitakan kepada seluruh dunia bagi suatu kesaksian kepada segala bangsa (yang ada sekarang); maka kemudian akan datang kesudahan” (Matius 24 : 14), dan kelak akan jadi, seperti yang tertulis : “……….langit itupun hilanglah seperti surat yang digulung apabila ia itu tergulung bersama-sama; dan tiap-tiap gunung dan pulau berubah keluar dari tempatnya.” Wahyu 6 : 14. “Karena demikianlah sudah Tuhan katakan, bahwa seluruh negeri itu akan menjadi sunyi”; walaupun dengan menambahkan : “namun belum lagi Aku mengakhirinya selengkapnya” (Yeremiah 4 : 27) — meninggalkan sebuah janji bagi

 

 244 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart