Pembaharuan bumi
<< Go Back


Pembaharuan Bumi

 

Dengan memandang ke depan kepada penghancuran bumi, maka Rasul Petrus mengatakan : “ ….. kita, sesuai dengan janji-Nya, mengharapkan langit-langit yang baru dan sebuah bumi yang baru, dalam mana terdapat kebenaran.” 2 Petrus 3 : 13.
 

Dan Yahya Pewahyu, yang diijinkan melihat dalam khayal nubuatan baik terhadap sebelum masa seribu tahun itu maupun terhadap masa sesudah seribu tahun itu, menulis sebagai berikut : “………. Aku tampak sebuah langit yang baru dan sebuah bumi yang baru : karena langit yang pertama dan bumi yang pertama itu sudah berlalu; dan tidak ada lagi lautan. Maka aku Yahya melihat akan kota suci itu, yaitu Yerusalem baru, turun dari Allah dari dalam sorga, tersedia bagaikan pengantin wanita yang telah dipersiapkan bagi suaminya. Maka aku dengar suatu suara besar dari dalam sorga mengatakan, Tengoklah, tempat kehadiran Allah itu berada bersama manusia, maka Ia akan tinggal bersama mereka (sebaliknya selama masa seribu tahun itu, mereka tinggal bersama Dia — Wahyu 20 : 4) dan mereka akan menjadi umat-Nya, dan Allah sendirilah akan berada bersama mereka, dan menjadi Allah mereka itu. Maka Allah akan menghapuskan semua air mata dari mereka; dan tidak akan ada lagi kematian, maupun kesusahan, ataupun tangisan, tidak akan ada lagi sesuatu kesakitan : karena segala perkara yang terdahulu itu sudah berlalu.”
 

“Maka Ia yang duduk di atas tahta itu pun berfirman, Tengok, Aku jadikan segala perkara baru. Lalu kata-Nya kepadaku, Tuliskanlah: karena segala perkataan ini adalah benar dan jujur. Maka firman-Nya kepadaku, sudahlah genap. Aku inilah Alpha dan Omega, yaitu Yang Awal dan Yang Akhir. Aku akan memberikan kepada dia yang berhaus minum dari mata air hayat dengan cuma-cuma. Maka orang yang menang itu kelak akan mewarisi segala perkara ini; maka Aku akan menjadi Allahnya, dan ia akan menjadi anak-Ku laki-laki. Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang-orang hobatan, dan para penyembah berhala, dan segala pendusta, akan memperoleh bagian mereka di dalam laut yang bernyala-nyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua.” Wahyu 21 : 1 – 8.
 

Oleh karena para nabi dan Pewahyu, juga menyaksikan bumi yang pertama itu dan langit yang pertama itu berlalu, dan bumi dan langit yang baru menggantikannya, maka setiap orang yang menyangkal dan menentang akan kebenaran yang jelas ini akan menjadi sama bodohnya dan hina, dengan demikian menipu dirinya sendiri dan mengacaukan orang lain. Demikianlah sangat diperlukan, bahwa semua orang supaya menaruh perhatian penuh terhadap adanya

 

 271 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart