<< Go Back
Tata Surya
Ilham menjelaskan, bahwa matahari telah diciptakan pada hari yang ke empat dari minggu kejadian bumi, dan ilmu pengetahuan perbintangan menemukan, bahwa dalam tata surya kita di samping planet Bumi terdapat delapan planet lainnya yang bergantung kepada matahari untuk terang, panas, dan energi pemberi hidup. (Kemungkinan ialah, bahwa masih ada tiga planet lagi akan ditemukan, karena sesuai dengan tulisan Kejadian 37 : 9 serta kenyataan-kenyataan yang lain, perlu harus ada dua belas planet besar di dalam tata surya kita). Akibatnya, selama minggu kejadian dunia itu Allah tak dapat tiada sudah menciptakan bukan hanya bumi, melainkan juga seluruh sistem matahari. Jika tidak, maka planet-planet yang ada tanpa memperoleh manfaat dari pengaruh matahari pemberi hidup itu tentu akan mengalami kekosongan penduduk dan sekaligus tak berguna adanya. Lagi pula Ilham juga mengatakan, bahwa dalam minggu kejadian itu Allah telah menciptakan bumi, matahari, bulan, dan “juga bintang-bintang.” Kejadian 1 : 16.
Tanpa sebuah matahari, maka tata surya kita sudah akan merupakan hanya sebuah kumpulan planet tanpa satupun unit kontrol, dibiarkan termiring-miring serta terbanting-banting tanpa maju atau mundur sepanjang angkasa, hanya untuk menjalani tingkah laku kejam dari keadaan yang tak menentu, yaitu berbagai peristiwa benturan yang terus menerus tak habis-habisnya. Sungguhpun diciptakan dan digerakkan secara bersama-sama oleh Tangan yang mengendalikan mereka itu, semua planet itu dengan aman mengikuti matahari sesuai peredarannya sepanjang angkasa pada kecepatannya yang luar biasa 400.000.000 mil setahunnya.
Oleh karena itu langit dan bumi kita merupakan sebuah unit kesatuan di dalam tata surya, maka baik kepergiannya maupun pembaharuannya kembali, tak dapat tiada akan meliputi sistem itu keseluruhannya. Bukan saja langit kita sebagai akibatnya, tetapi juga
263 total, 1 views today


