<< Go Back
Akan “Memulihkan Segala Perkara”
Matius 17 : 11
Sungguhpun kehilangan karena dosa, semua yang diciptakan pada mulanya kelak akan dipulihkan pada “masa-masa pemulihan segala perkara, seperti yang difirmankan Allah melalui mulut segala nabi-Nya yang suci semenjak dari permulaan dunia.” Kisah Rasul-Rasul 3 : 21. Sesudah menciptakan laut mendahului mulanya dosa itu, kemudian melenyapkannya sesudah penghapusan dosa, seperti yang diajarkan beberapa orang, bahwa Ia akan melaksanakannya, akan pasti bukan merupakan pemulihan-Nya akan “segala perkara” itu, melainkan disingkirkannya semua perkara itu, dan akan mengandung arti, bahwa pada mula pertama Ia telah melakukan kekeliruan dalam menciptakan laut, dengan demikian tidak menepati ucapan-Nya sendiri “bahwa semua itu baik adanya.” Kejadian 1 : 10. Lagi pula, karena ular itu, bukan laut, yang telah membawa Adam dan Hawa berdosa (Kejadian 3 : 1 – 7), dan karena ular itu akan berada dalam Kerajaan yang dipulihkan itu (Yesaya 65 : 25), maka mengapakah Allah harus melenyapkan laut itu?
“Allah cemburu”, demikianlah penjelasan nabi Nahum di dalam khayalnya mengenai masa akhir zaman, “dan Tuhan akan membalas; Tuhan akan membalas, dan adalah besar murkaNya; Tuhan akan membalas terhadap semua penentang-penentang-Nya, dan Ia murka terhadap semua musuh-Nya.Tuhan itu panjang sabar, dan besar kuasa-Nya, dan sama sekali tidak akan dibebaskan-Nya orang jahat itu : Tuhan memiliki jalan-Nya di dalam angin puyuh dan di dalam topan, dan segala awan itulah duli tempat kaki-Nya. Ia menegur akan laut itu, lalu dikeringkan-Nya dia, dan dikeringkan-Nya segala sungai : maka lemahlah Bashan dan Karmel dan layulah segala bunga di Lebanon. Segala gunung bergeraklah di hadapan-Nya, dan segala lereng mencairlah, dan bumi hanguslah di hadapan hadirat-Nya, yaitu dunia berikut semua yang tinggal di dalamnya. Siapakah dapat tahan berdiri di hadapan murka-Nya? Dan siapakah dapat tahan terhadap kehangatan murka-Nya? Geram-Nya itu dituangkan bagaikan api, maka segala bukit batu diruntuhkan oleh-Nya. Tuhan itu baik adanya, suatu pegangan kuat dalam masa kepicikan; dan diketahui-Nya segala orang yang berharap kepada-Nya. Tetapi dengan suatu hempasan air bah Ia akan mengakhiri segala sesuatu yang melawan-Nya, dan kegelapan akan mengikuti segala musuh-Nya. Apakah sangkamu melawan Tuhan? Ia akan mengadakan kesudahan itu selengkapnya : kesusahan tidak akan timbul sampai dua kali.” Nahum 1 : 2 – 9.
“………. maka aku tampak”, demikian kata Yahya Pewahyu, sama seperti setelah ia melihat akan kesunyian bumi, “sebuah langit yang baru dan sebuah bumi yang baru : karena langit yang mula-mula dan bumi yang mula-mula itu sudah lenyap; dan lautpun tidak ada lagi.” Wahyu 21 : 1.
Kapankah tidak akan terdapat lagi laut? – Apabila langit yang mula-mula dan bumi yang mula-mula itu telah berlalu. Injil tidak mengatakan, bahwa kelak tidak akan ada lagi sesuatu laut dalam bumi yang sudah diperbaharui. Ia hanya mengatakan, bahwa “tidak ada lagi laut” sewaktu langit dan bumi berada dalam keadaan penyingkirannya – “berlalu”. Dengan kata lain, bagian pertama dari ayat itu membayangkan sebuah “langit baru dan sebuah bumi baru”, sebaliknya bagian yang terakhir dari ayat itu meramalkan dari hal tidak ada lagi laut sebelum “langit baru” dan “bumi baru” itu dibuat.
Dengan demikian sebagai akhir mutlak dari firman-Nya sendiri, Tuhan akan membawa segala perkara kepada suatu masa akhirnya, bahkan Ia akan mengeringkan segala sungai dan segala laut sementara Ia menyingkirkan dosa itu dengan jelas.
Olehnya itu, oleh karena bersama-sama dengan langit dan bumi kita seluruh tata surya kita akan lenyap berlalu, maka bukan hanya orang-orang suci dari bumi, namun juga bersama-sama dengan mereka anak-anak Allah dari keseluruhan sistem itu, akan kelak hidup dan memerintah bersama Kristus di dalam Sorga dari segala langit itu untuk seribu tahun lamanya. Oh, betapa suatu hak istimewa! Betapa indahnya sebuah kesempatan! Betapa hebat suatu pertemuan yang akan datang!
“Aku telah menyaksikan kasih sayang yang ramah yang Allah miliki bagi umat-Nya dan itu adalah cukup besar. …….. Sorga adalah sebuah tempat yang baik. Aku rindu tinggal di sana, dan memandang kepada Yesus ku yang manis, yang telah memberikan hidup-Nya bagiku, dan yang telah diobahkan ke dalam kemuliaan bayangan-Nya sendiri. Wah, bagi bahasa untuk menyatakan kemuliaan dari cerahnya dunia yang akan datang itu! Aku haus terhadap aliran-aliran air yang hidup yang membuat kegembiraan bagi kota Allah kita.” Early Writings, p. 39.
Upah penghargaan yang termulia ini mendorong orang untuk menyelidiki selanjutnya untuk mengetahui kebenaran. Oleh karena itu terhadap buku Wahyu, yaitu pembukaan dari segala nubuatan, orang akan dibawa kepada penyelidikan terhadap
257 total, 1 views today


