<< Go Back
Pembunuhan-Nya Terhadap
Orang-Orang Jahat
Itu “malaikat yang berdiri di dalam matahari ………. berseru dengan suara besar, sambil berkata kepada segala burung yang beterbangan di tengah-tengah langit, “Marilah berhimpun kepada pesta perjamuan Allah yang besar; supaya kamu boleh makan daging segala raja, dan daging segala panglima, dan daging segala orang yang gagah, dan daging segala kuda, dan daging segala orang yang menunggangnya, dan daging segala manusia, baik merdeka baik hamba, baik kecil maupun besar. Maka aku tampak akan binatang itu dan segala raja di bumi, dan segala bala tentaranya, berhimpun bersama-sama hendak berperang melawan Dia yang duduk di atas kuda itu, dan melawan segala tentara-Nya.”
“Maka binatang itupun dibawalah, dan bersama-sama dengan dia nabi palsu itu yang telah mengadakan berbagai tanda ajaib di hadapannya, dengan mana ia telah menyesatkan orang-orang yang telah menerima tanda binatang itu, dan mereka yang telah menyembah patungnya. Kedua-duanya ini dicampakkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang bernyala-nyala dengan belerang. Maka segala orang lainnya yang lagi tinggal (“raja-raja” dan “panglima-panglima” dan “orang-orang yang gagah” dan “kuda-kuda” dan “orang-orang yang menunggangnya” “segala manusia, baik yang merdeka maupun yang hamba, baik yang kecil maupun besar”) dibunuh dengan pedang dari Dia yang duduk di atas kuda itu, pedang mana telah keluar dari dalam mulut-Nya : maka segala burung dikenyangkan dengan daging mereka” (Wahyu 19 : 17 – 21) — suatu pekerjaan terakhir dari mana akan segera terlihat, bahwa orang-orang jahat itu
250 total, 1 views today


