<< Go Back
Pemeriksaan Hukum Selama Masa Seribu Tahun Itu
Jika seseorang hakim dunia saja tidak akan menyatakan bersalah dan menuduh seseorang terdakwa tanpa pertolongan keputusan juri, maka pastilah, bahwa Allah dari Sorga yang pangkal segala keadilan itu pun tidak akan berbuat demikian. Ia tidak akan mengeluarkan keputusan hukuman terakhir kepada orang jahat, menyatakan mereka berdosa dan menghukum mati mereka dengan “mati yang kedua” itu (Wahyu 20 : 14), sampai kelak selesai Ia memberikan kesempatan kepada orang-orang suci (para juri) untuk menyaksikan sendiri pemeriksaan hukum orang-orang jahat itu — para suami, para isteri, anak-anak, sanak saudara, teman-teman, serta kenalan-kenalan yang pada waktu itu tidak berada dalam rumah-rumah yang di atas – dan menyelidiki catatan-catatan mereka itu yang menunjukkan mengapa mereka tidak berada di sana, tetapi sebaliknya sedang membusuk di dalam kubur-kubur mereka di bawah.
Bahwa tidak ada maaf ditinggalkan bagi setiap orang karena kebodohan atau kekeliruan terhadap kebenaran ini, kepada Yahya diperlihatkan bukan saja tahta putih yang besar pada mana duduk Hakim Kekal itu, yang “dari hadapan Wajah-Nya langit dan bumi lenyaplah” (ayat 11) melainkan juga tahta-tahta lainnya, atau kursi-kursi pada mana duduk para juri. Maka bukan hanya “sepuluh ribu kali sepuluh ribu, dan beribu-ribu laksa” (Wahyu 5 : 11) malaikat sebagai saksi, ia menyaksikan juga yang hadir pada kesempatan ini “jiwa-jiwa dari orang-orang yang dipancung kepalanya karena menyaksikan Kristus, dan karena firman Allah, dan yang tidak menyembah binatang itu, ataupun patungnya, ataupun menerima tandanya pada dahi-dahi mereka, atau di dalam tangan mereka; maka mereka itu tinggal dan memerintah dengan Kristus seribu tahun lamanya ………. Inilah kebangkitan yang pertama itu.” Ayat 4, 5.
Sungguhpun bahwa “mereka lainnya yang lagi tinggal daripada segala orang mati itu tidak hidup balik sampai genap masa seribu tahun itu” (ayat 5), kenyataan menunjukkan, bahwa orang-orang yang hadir di hadapan tahta itu telah dibangkitkan.
Tetapi orang-orang mati, “kecil dan besar”, yaitu mereka yang tidak bangkit dalam kebangkitan yang pertama (Wahyu 20 : 6), sebagai lambang oleh Yahya disaksikan “berdiri di hadapan Allah; dan buku-buku terbuka : dan sebuah buku lain terbuka, yaitu Buku Kehidupan : maka segala orang mati itu diadili sesuai dengan perkara-perkara yang tersurat di dalam buku-buku itu, sesuai dengan perbuatan-perbuatan mereka.” Ayat 12. Dengan berakhirnya pekerjaan ini, maka tibalah peristiwa-peristiwa
251 total, 1 views today


