Kematian yang kedua
<< Go Back


Kematian Yang Kedua

Bagian dari bumi baru itu di mana kaki-kaki orang-orang jahat itu telah berpijak dan telah menajiskannya selama “sementara waktu itu”, akan dibersihkan oleh api yang turun “dari Allah dari dalam sorga” yang membakar habis mereka itu berikut segala perbuatannya, sementara orang-orang yang akan mendiami bumi baru itu untuk selama-lamanya akan dilindungi di dalam maupun di sekitar “kota suci itu”. Wahyu 21 : 2.
 

“Maka mereka itupun naiklah ke tanah yang luas, lalu mengepungi tempat tinggal segala orang suci itu berkeliling, serta kota yang dikasihi itu : maka turunlah api dari Allah dari dalam sorga lalu menelan akan mereka itu. Maka Iblis yang menyesatkan mereka itu tercampaklah ke dalam lautan api dan belerang, dimana binatang dan nabi palsu itu berada, maka mereka itu akan terkena siksa siang dan malam selama-lamanya ………… Maka maut dan neraka dicampakkanlah ke dalam lautan api itu. Inilah mati yang kedua itu. Maka barangsiapa yang tidak didapati namanya tertulis di dalam Buku Kehidupan dicampakkan ke dalam lautan api itu.” Wahyu 20 : 9, 10, 14, 15.
 

Oleh karena bukan hanya Setan, tetapi juga “barangsiapa saja yang tidak didapati namanya tertulis di dalam Buku Kehidupan dicampakkan ke dalam lautan api”, maka api di dalam lautan api ini hanya akan meneruskan pembinasaan yang sama yang akan dilakukan oleh api yang akan turun “dari Allah dari dalam sorga”. Ayat 9. Dengan kata lain, sesudah masa seribu tahun itu, api yang turun “dari Allah dari dalam sorga”, mengakibatkan “lautan api” (Ayat 10) dan mengakibatkan pemusnahan semua orang berdosa. Dari hal pemusnahan yang terakhir ini, akan diberikan suatu demonstrasi pendahuluan sebelum masa seribu tahun itu apabila binatang dan nabi palsu itu dicampakkan ke dalam “lautan api” — kubur mereka untuk selama seribu tahun itu. Dan karena api itu tentunya tidak terus menyala selama masa seribu tahun itu, maka kata-kata, “Iblis………. dicampakkan ke dalam lautan api dan belerang di mana binatang dan nabi palsu itu berada” (Ayat 10) oleh karenanya menunjukkan, bahwa terdapat suatu contoh dan suatu contoh saingan mengenai kebinasaan itu; yaitu lautan api sebelum masa seribu tahun itu merupakan contoh untuk lautan api yang satunya sesudah masa seribu tahun itu.
 

“Mengingat kemudian, bahwa segala perkara ini akan binasa”, demikian kata rasul itu,

 

 228 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart