<< Go Back
Kembalinya Orang-Orang Yahudi Ke Yerusalem
Mengenai berbagai kegiatan yang ada sekarang di Yerusalem kuno, dan dari hal kembalinya orang-orang Yahudi ke negeri asal mereka, sebagai menggenapi janji-janji yang telah dibuat kepada semua keturunan Yakub, maka kita supaya tidak kehilangan pandangan terhadap kenyataan, bahwa janji-janji itu tidak akan menemui kegenapannya dalam cara kembali ke tanah perjanjian itu, baik oleh orang-orang Yahudi yang menolak dan menyalibkan Tuhan mereka ataupun keturunan-keturunan mereka yang dalam hampir dua ribu tahun lamanya telah gagal untuk menerima Dia sebagai Juruselamat mereka, melainkan sebaliknya dalam cara Allah menghantarkan ke sana orang-orang Yahudi itu yang bukan saja Yahudi karena darah keturunan melainkan juga karena iman.
Oleh karena itu, maka janji itu secara lebih tepat adalah ditujukan kepada Yahudi yang beriman dan kepada keturunan-keturunan mereka yang telah membentuk sidang Kristen sejak mulanya, dan yang tidak menyangkal Tuhannya, melainkan rela mati bagi-Nya. Dengan kata lain, janji itu bukanlah ditujukan kepada orang-orang yang tidak bertobat (yang pertama dilambangkan oleh Ishmael, dan yang kedua oleh Esau); melainkan ditujukan kepada saudara-saudara mereka yang lebih muda — orang-orang Yahudi yang bertobat (yang dilambangkan pertama oleh Ishak, dan yang kedua oleh Yakub). Oleh karena itulah ditujukan kepada orang-orang yang membiarkan nama-namanya dirubah oleh Tuhan dari “Yahudi” (Israel jasmani) menjadi “Kristen” (Israel rohani), seperti akan hal Yakub leluhur mereka, yang telah membiarkan Allah merubah namanya dari Yakub menjadi Israel. Jadi, secara kelahiran alamiah adalah benih dari Yakub, dan secara kelahiran rohani adalah benih dari Kristus (Kebenaran itu), kedua-duanya adalah anak laki-laki Yakub dan anak laki-laki Allah, dan oleh karena itu merekalah orang-orang Yahudi yang sudah berkembang, yaitu orang-orang Israel yang sesungguhnya.
“………. Aku tahu hojat”, demikianlah kata malaikat itu, “dari hal mereka yang mengatakan dirinya orang-orang Yahudi, tetapi bukan, melainkan adalah suatu jemaat Iblis.” Wahyu 2 : 9.
Walaupun sidang Kristen yang mula-mula itu telah dibentuk semata-mata terdiri dari orang-orang Yahudi, namun sebagaimana mereka mulai disebut “orang-orang Kristen” (sekte Yahudi yang baru) yang bertentangan dengan orang-orang Yahudi (sekte Yahudi yang lama), maka mereka secara berangsur-angsur kehilangan ciri-ciri rasialnya, sampai pada akhirnya berakhirlah mereka sekalian disebut orang-orang Yahudi. Sebaliknya sepanjang berabad-abad lamanya orang-orang Yahudi yang bukan Kristen tetap mempertahankan secara utuh ciri-ciri rasial mereka.
“Karena ada tertulis”, demikian tulis Paulus, yang menunjukkan kedua garis keturunan ini secara simbolis, “bahwa Ibrahim memiliki dua orang putera, yang seorang dari pelayan perempuan, yang lainnya dari seorang wanita merdeka. Tetapi dia yang berasal dari pelayan perempuan itu telah lahir menurut kehendak daging, tetapi dia yang dari wanita merdeka itu telah lahir memenuhi perjanjian. Segala perkara itu menjadi suatu ibarat, karena dua perempuan ini menjadi dua perjanjian, satu dari gunung Sinai yang memperanakkan anak bagi perhambaan, yaitu Hagar. Karena Hagar ini adalah gunung Sinai di tanah Arab, dan menjawab kepada Yerusalem yang ada sekarang, dan yang berada dalam perhambaan bersama anak-anaknya. Tetapi Yerusalem yang di atas itu merdeka, yaitu ibu kita. Karena ada tertulis, “Bersukacitalah, hai engkau yang mandul yang tiada beranak, hendaklah bertempik sorak, hai engkau yang tiada menanggung sakit bersalin. Karena perempuan yang ditinggalkan itu lebih banyak anaknya daripada perempuan yang bersuami.”
“Adapun kita sekarang hai saudara-saudaraku, seperti halnya Ishak, adalah anak-anak perjaniian. Tetapi sama seperti pada masa itu orang yang diperanakkan menurut kehendak daging telah menganiaya orang yang diperanakkan dari Roh, maka demikianlah pula sekarang ini. Akan tetapi bagaimanakah bunyi Alkitab? Buangkanlah hamba yang perempuan itu dengan anaknya, karena anak hamba yang perempuan itu tiada akan mewarisi bersama-sama dengan anak dari perempuan yang merdeka itu. Sebab itu, hai saudara-saudaraku, kita ini bukanlah anak-anak hamba yang perempuan itu, melainkan anak-anak dari perempuan yang merdeka itu” Galati 4 : 22 – 31.
Jadi, karena mereka 144.000 yang dinyatakan itu tak mungkin dapat dibentuk terdiri dari orang-orang Yahudi yang tidak bertobat kepada Kristus, maka kita saksikan bahwa kita harus menggali lebih dalam lagi untuk
251 total, 1 views today


