Sesudah angin-angin dilepaskan dan sedang meniup
<< Go Back


Sesudah Angin-Angin Dilepaskan dan Sedang Meniup

 

Pencegahan malaikat-malaikat itu terhadap angin dari ke empat penjuru bumi menunjukkan, bahwa mereka sedang menahan suatu kekacauan luas di seluruh dunia, yang sekiranya jika itu pecah sementara sidang masih berada dalam keadaan suam Laodikeanya, mungkin sekali akan menghalangi pemeteraian. Dan dari kenyataan ini menyusul, bahwa segera sesudah mereka yang 144.000 itu dimeteraikan, maka kekacauan itu akan dimulai, menandai pelepasan malaikat-malaikat akan segala angin itu. Dengan kekacauan ini “yang sedemikian ini belum pernah ada semenjak berdirinya sesuatu bangsa” (Daniel 12 : 1), mereka yang berjumlah besar itu akan dibawa muka dengan muka sambil dipanggil ke luar dari Babilon (Wahyu 18 : 4) masuk ke dalam kerajaan itu.
 

Masa kesusahan ini dibayangi oleh kekacauan yang ada sekarang yang sidang sedang bawakan terhadap buah-buah pertama, yaitu orang-orang yang sedang dimeteraikan, dibubuhi tanda, di tengah-tengahnya, untuk dipindahkan ke kerajaan itu — lumbung (Matius 13 : 30), bejana-bejana (Matius 13 : 48).
 

Akibatnya, karena pembuatan patung dari binatang itu (Wahyu 13 : 11 – 18), di dalam nubuatan, adalah satu-satunya peristiwa sejenis ini yang berlaku luas di seluruh dunia, dan karena mereka yang berjumlah besar itu dengan tangkai-tangkai kormanya di tangan muncul keluar dari kesusahan besar itu, maka satu-satunya kesimpulan yang masuk akal ialah bahwa sesudah mereka yang 144.000 itu termeterai, dan sementara angin-angin masih bertiup, buah-buah kedua akan dikumpulkan lalu pekerjaan Injil berakhir.
 

Kekacauan akan pecah karena binatang yang bertanduk dua itu mengeluarkan keputusannya, “bahwa tak seorang pun boleh berbelanja atau berjualan, terkecuali orang yang (memiliki) tanda, atau nama binatang itu, atau angka bilangan namanya”. Wahyu 13 : 17. Demikian inilah naga itu akan “marah terhadap perempuan itu” lalu “berperang dengan yang lagi tinggal dari benihnya, yang memeliharakan hukum-hukum Allah, dan memiliki kesaksian Yesus Kristus.” Wahyu 12 : 17. Dan pada waktu yang sama malaikat-malaikat akan diperbolehkan untuk menyakiti semua orang yang mengacaukan sidang Allah, dan yang mencoba untuk menggabungkan diri kepadanya dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh lalang-lalang pada waktu ini. Dalam menyakiti orang-orang jahat sedemikian ini, malaikat-malaikat melaksanakan “murka dari Anak Domba itu”. Melihat akan hal ini, maka Tuhan bertanya, “siapakah yang akan tahan berdiri?” Wahyu 6 : 17. Itulah “hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu” (Maleakhi 4 : 5), maka “orang-orang berdosa di Sion menjadi takut; ketakutan mencengangkan segala orang munafik”. Kemudian pertanyaan-pertanyaan : “Siapakah di antara kita yang akan tinggal bersama dengan api yang memakan habis? Siapakah di antara kita yang akan tinggal bersama dengan api yang bernyala-nyala selama-lamanya?” — Hanya mereka yang menyadari akan dirinya sendiri masih memerlukan segala perkara. Maka ini adalah

 

 243 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart