<< Go Back
Ringkasan dari Buah-Buah Pertama dan Buah-Buah Kedua
1. Apabila tiba masaknya “lalang-lalang” itu, “yaitu anak-anak dari si jahat itu” (Matius 13 : 38), maka akan mulailah “penuaian”, dan ini akan mendatangkan “akhir sejarah dunia ini”. Ayat 30, 40. Dengan mengambil tempat di dalam akhir sejarah dunia, tak dapat tiada adalah pengumpulan orang-orang oleh pekabaran Eliyah, pemberitaan Injil dari Sorga yang terakhir itu, yang akan pertama-tama dihotbahkan kepada sidang sebelum datang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu (Maleakhi 4 : 5), dan kemudian kepada seluruh dunia selama hari yang telah cukup lama dinanti-nantikan itu.
Pekabaran itu menemukan pukat itu penuh pada kedatangannya dan kemudian menimbulkan suatu pemisahan di antara orang-orang yang menyambutnya dan orang-orang yang menolaknya, pekabaran itu memungkinkan malaikat-malaikat memilih-milih yang jelek dari antara yang baik (Matius 13 : 48). Semua “yang baik” ini adalah buah-buah pertama dari semua orang tebusan. Kemudian menyusul pemisahan seperti yang terkandung di dalam panggilan itu : “Keluarlah daripadanya, hai umat-Ku, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya, dan supaya jangan kamu sama kena segala belanya.” Wahyu 18 : 4. Orang-orang yang keluar ini adalah buah-buah kedua.
Dalam peristiwa yang pertama itu yang jelek dicampakkan keluar dari antara yang baik yang tertangkap didalam pukat (pekabaran itu menaruh di dalam sidang); sebaliknya dalam peristiwa kedua, hanya umat Allah yang setia yang dipanggil keluar dari antara orang-orang berdosa di Babilon, di sana tak ada lalang di antara mereka.
Lalang dan gandum berkumpul bersama-sama di dalam contoh peristiwa yang pertama, sebab Tuhan katakan “sementara orang tidur, musuh itu telah datang dan menaburkan lalang di antara gandum” ; sebaliknya di dalam contoh peristiwa kedua gandum dibebaskan dari lalang, sebab kata Tuhan : “Telah Ku taruh beberapa orang pengawal di atas pagar tembokmu, hai Yerusalem yang tidak akan pernah diam suaranya baik siang maupun malam.” Yesaya 62 : 6.
Kerajaan Babilon dilambangkan oleh binatang yang merah kirmizi, binatang yang di atasnya duduk perempuan itu (Wahyu pasal 17); oleh karena itu lambang itu menunjukkan kepada suatu sistem campuran agama-politik internasional. Aspek agamanya dilambangkan oleh perempuan itu; aspek sipilnya dilambangkan oleh tanduk-tanduk dari binatang itu : secara gabungan merupakan suatu lambang yang meramalkan suatu sistem gabungan gereja dan negara yang meliputi seluruh dunia. Binatang itu sendiri, terlepas dari tanduk-tanduknya, seperti halnya binatang-binatang dari Daniel pasal 7, melambangkan penduduk dunia yang besar jumlahnya — penduduk dari Babilon contoh saingan dari mana umat Allah akan dipanggil. Pengumpulan ini akan merupakan pemisahan buah-buah kedua itu.
Dari sini, kebenaran akan kembali terlihat, bahwa buah-buah pertama dan buah-buah kedua dari orang-orang hidup itu (yang satu dikumpulkan dari dalam sidang pada permulaan “hari yang besar dan mengerikan itu”, dan yang lainnya dikumpulkan dari Babilon selama hari itu) membentuk kerajaan itu pada permulaannya dan sebelum kebangkitan orang-orang mati.
Lagi pula, kenyataan-kenyataan bahwa hanya yang baik dari pukat yang dipelihara, dan bahwa hanya umat Allah yang dipanggil keluar dari Babilon, menyambut kerajaan itu sebagai rumah dari hanya orang-orang benar.
“Tetapi ini akan menjadi perjanjian”, demikianlah firman Tuhan dari hal kebenaran yang mulia ini tentang kerajaan itu, “yang akan Ku perbuat dengan isi rumah Israel; sesudah hari-hari itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam batin mereka itu, dan menuliskannya di dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tiada lagi mereka itu akan mengajar seorang akan seorang dan saudara akan saudaranya, katanya : Hendaklah kamu mengenal akan Tuhan : karena mereka itu sekalian mengenal Aku, dari yang terkecilnya sampai kepada yang terbesarnya, demikianlah firman Tuhan : karena Aku akan mengampuni segala kejahatan mereka, dan tiada Aku ingat lagi akan segala dosanya.” Yeremiah 31 : 33, 34.
Yesaya mengatakan, “maka akan digelar orang akan mereka itu, ‘bangsa yang suci, orang tebusan Tuhan’,” Yesaya 62 : 12. “Maka di sana akan ada suatu jalan raya, demikian ditegaskannya, “dan suatu jalan, maka ia itu akan disebut Jalan kesucian; seorang najispun tiada akan lalu daripadanya; tetapi ia itu adalah bagi mereka, yaitu orang-orang bepergian yang sungguh pun bodoh sekalipun tiada akan sesat di dalamnya.” Yesaya 35 : 8.
2. Apabila “Injil kerajaan ini akan diberitakan ke seluruh dunia bagi suatu kesaksian kepada segala bangsa” (Matius 24 : 14), maka pekerjaan Injil akan berakhir, dan masa kasihan akan berakhir bagi setiap manusia.
3. Apabila baik orang-orang Yahudi maupun orang-orang Kapir yang telah menyambut akan seruan itu telah berkumpul dari keseluruhan empat penjuru bumi, maka penuaian akan berakhir : kemudian detik-detik masa kasihan yang terakhir yang masih tinggal itu akan berlalu untuk selama-lamanya : lalu akan datang kesudahan, dan dari “tahta putih yang besar” itu akan keluar keputusan yang pasti : “Maka orang yang jahat, biarlah langsung ia melakukan kejahatan : dan orang yang cemar, biarlah langsung ia menjadi cemar : dan orang yang benar, biarlah langsung ia mengerjakan kebenaran : dan orang yang kudus, biarlah langsung ia menjadi kudus.” Wahyu 22 : 11.
Dengan melihat kepada ketakutan mereka itu, serta dengan berlalunya masa kasihan, sehingga mereka itu untuk selama-lamanya hilang, maka orang-orang yang tak dihiraukan ini akan menangis dengan penuh penyesalannya : “Musim menuai sudah berlalu, kemarau pun sudah berakhir, maka belum juga kami diselamatkan.” Yeremiah 8 : 20.
“Tengoklah, Aku datang segera; (demikian pernyataan Kristus, menyusul pemberitahuan-Nya yang hikmah mengenai berakhirnya masa kasihan itu) (ayat 11), dan pahala daripada-Ku ada beserta-Ku untuk diberikan kepada setiap orang sesuai dengan perbuatannya.” Wahyu 22 : 12. Di sinilah bukti yang berbobot, bahwa masa kasihan itu berakhir sebelum Tuhan kembali secara nyata.
4. Pada akhir dari bela yang ketujuh itu, Tuhan sendiri, yang tampak oleh setiap mata (Wahyu 1 : 7), “akan turun dari langit dengan suatu suara besar, dengan bunyi suara penghulu malaikat, dan dengan sangkakala Allah ; maka orang-orang yang mati di dalam Kristus akan terlebih dulu bangkit ; kemudian kita yang hidup dan yang lagi tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka itu di dalam awan-awan, untuk menjumpai Tuhan di angkasa : dan demikian itulah kita akan
242 total, 1 views today


