“Masa-masa pengembalian”
<< Go Back


“Masa-Masa Pengembalian”

 

Karena mereka yang 144.000 itu adalah “buah-buah pertarna” maka tak dapat tiada harus ada buah-buah kedua, karena di mana terdapat yang pertama, tak dapat tiada harus ada juga yang kedua. Dan karena buah-buah pertama itu adalah “hamba-hamba Allah,” maka mereka tak dapat tiada selanjutnya harus diutus kepada segala bangsa untuk mengumpulkan buah-buah kedua itu  (Yesaya 66 : 19, 20) — yaitu rombongan besar orang banyak itu (Wahyu 7 : 9) yang Yahya telah saksikan setelah ia melihat pemeteraian mereka yang 144.000 itu. (Untuk penyelidikan yang mendetail terhadap masalah ini, yaitu mereka yang 144.000 itu dan rombongan besar orang banyak itu, — lihatlah Buku Kecil kami No. 1 yang berjudul: SEBELUM JAM KE SEBELAS EXTRA; Buku TONGKAT GEMBALA, Jilid 1.)

Dari kenyataan bahwa “di dalam mulut mereka itu tidak terdapat tipu” (Wahyu 14 : 5), menunjukkan dengan jelas bahwa mereka  tidak akan memberitakan apapun yang lain, terkecuali kebenaran Injil yang murni, dan membuat semua perkataan mereka itu penuh kuasa dan berbobot seperti halnya semua kata-kata tertulis dari para nabi dan rasui-rasul. Sesungguhhya buah-buah pertama ini adalah dilengkapi dengan kemampuan dan kekuasaan yang lebih besar: “Pada hari itu Tuhan akan kelak mempertahankan semua penduduk Yerusalem; maka orang yang lemah di antara mereka pada hari itu akan kelak jadi seperti Daud; dan rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu.” Zakharia 12 : 8.

Juga “pada hari itu,” demikian kata Zakharia selanjutnya, “kelak akan ada sebuah mata air yang terbuka bagi isi rumah Daud dan bagi semua penduduk Yerusalem bagi pencucian dosa dan kecemaran.” Zakharia 13 : 1.

Apabila mata air ini “bagi pencucian dosa dan kecemaran” pada akhirnya terbuka “bagi isi rumah Daud,” maka puncak kenyataannya akan terlihat, bahwa konsolidasi kedua kerajaan itu adalah suatu bukti kenyataan yang dicapai, dan bahwa masanya telah tiba bagi pemberitaan injil ke seluruh dunia.

Dan “akan jadi kelak pada hari itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, bahwa Aku akan menghapuskan nama-nama dari dewa-dewa dari tanah itu, dan semuanya itu tidak akan lagi diingat; dan juga Aku akan melalukan keluar dari tanah itu segala nabi dan roh yang najis.” Zakharia 13 : 2. Artinya, pada masa kerajaan pemberita injil ini didirikan ia itu akan merupakan sebuah sidang yang tidak terdapat tipu di dalamnya — bebas dari orang-orang penyembah berhala dan guru-guru yang palsu. Dan ia itu akan diberi makan oleh “seorang gembala yaitu hamba-Ku Daud; ia akan memberi makan mereka, dan ia akan menjadi gembala mereka itu. Dan Aku Tuhan akan menjadi Allah mereka, dan hamba-Ku Daud akan menjadi seorang penghulu di antara mereka itu.” Yeheskiel 34 : 23, 24.

Bilamana sedemikian ini Tuhan “memegang pemerintahan dalam tangan-Nva sendiri” (Testimonies to Ministers, halaman 300), lalu kembali memerintah sebagai sebuah pemerintahan theocrasi (di akhir zaman), maka “akan jadi kalak,” seperti yang dikatakan Yesaya, “…………… bahwa bukit rumah Tuhan kelak akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia itu akan ditinggikan di atas segala bukit; maka segala bangsa akan mengalir masuk ke dalamnya. Dan banyak orang akan pergi lalu mengatakan, Datanglah, dan marilah kita naik ke bukit Tuhan, ke rumah Allah Yakub; maka la akan mengajarkan kepada kita segala jalanNya, dan kita akan berjalan di dalam segala lorong-Nya: karena dari dalam Sion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Yerusalem. Maka Ia akan mengadili di antara segala bangsa, dan Ia akan mempersalahkan banyak orang; maka mereka akan menempa segala pedangnya menjadi alat pembajak, dan tombak-tombaknya menjadi sabit; bangsa tidak lagi mengangkat pedang melawan bangsa, mereka juga tidak lagi belajar perang.” Yesaya 2 : 2 – 4.

Demikianlah dengan datangnya kerajaan yang kekal ini, dan menyusul kembalinya segala perkara, maka kelak akan ada pada satu pihak suatu kejutan besar di antara bangsa-bangsa; mereka menghapuskan segala penyimpanan-penyimpanan peralatan perang yang luas yang telah ditimbunnya bertahun-tahun lamanya, mereka akan berusaha untuk naik menjadi warga dari kerajaan itu, lalu menggabungkan diri dengan bala tentara Tuhan, sehingga membiarkan Tuhan sendiri berperang bagi mereka; sebaliknya pada pihak yang lain kelak akan terdapat demam persiapan-persiapan perang di antara orang-orang yang menolak untuk sadar; sehingga menyeret semua orang ke dalam suatu rencana persenjataan yang hebat, mereka merobah bahkan segala peralatan pertaniannya menjadi senjata-senjata perang melawan keralaan Kristus — yaitu sidang-Nya. (Yoel 3: 9 -12 ; Zakharia 12 : 3).

“Sebab itu segala pintu gerbangmu akan terbuka selalu, baik siang baik malam tiada ia itu tertutup, supaya dibawa masuk orang kepadamu bala tentara orang Kapir, dan supaya raja-raja mereka pun dapat dibawa. Pada masa itu akan datang kepadamu sambil menunduk-nunduk dirinya segala anak orang yang sudah menganiayakan dikau, dan segala orang yang sudah meremehkan dikau akan bersujud pada kakimu: maka mereka akan memanggilmu, Negeri Tuhan, Sion dari Yang Maha Suci orang Israel.” Yesaya 60 : 11, 14. (Untuk penyelidikan selanjutnya terhadap langkah dari masalah ini, lihatlah baku Tongkat Gembala, Jilid 1, halaman-halaman 195 – 204, yang menjelaskan “Mikha pasal Empat.” Dan untuk sebagai contoh gambaran mengenai bagaimana peperangan itu menjadi peperangan Tuhan sendiri, bacalah 2 Tawarikh 20 : 15, 19, 24 – 30). Tetapi karena jauh, masih sangat jauh dari keadaan terhormat dan suci yang sedemikian ini, maka

 

 

 261 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart