Sidang harus disucikan
<< Go Back


Sidang Harus Disucikan

 

Tidak seorang Kristen pun dari iman manapun juga yang dapat dengan jujur menolak perlunya penyucian sidang. Dan karena Tuhan tidak pernah berbuat sesuatu tanpa terlebih dulu mengamarkan sidang-Nya, maka Ia kini sedang mengirimkan kepadanya pekabaran tentang penyucian itu, untuk memberikan kepadanya suatu selera pendahuluan terhadap kemuliaan yang akan datang itu, supaya sementara panggilan sorga yang nyaring bagi reformasi terus menggema di antara umat-Nya, mereka boleh memperoleh rangsangan terhadap kebenarannya, dan mereka dapat menyerahkan diri mereka sepenuh hatinya bagi tugas reformasi, sekarang juga selagi Ia masih menyajikan dengan jelas ke hadapan mereka recana-Nya bagi pendirian kerajaan-Nya berikut akibat-akibatnya bagi orang-orang berdosa. Orang-orang yang mematuhi panggilan itu sepenuhnya kelak akan memperoleh suatu kerinduan yang tak terelakkan untuk masuk sepenuhnya ke dalam barisan dan supaya Tuhan kelak memisahkan mereka dari dosa dan orang-orang berdosa. Hanya merekalah yang kelak memperoleh meterai Allah sebagai buah-buah pertama dari kerajaan itu, yang berkekuatan 144.000 orang, yang berdiri bersama-sama dengan Anak Domba itu di atas “Gunung Sion”!

Keadaan kesucian yang sedemikian ini kelak pada waktu ini seperti halnya di masa lalu akan menaikkan amarah naga itu melawan perempuan itu, juga kini untuk berperang melawan mereka yang lagi tinggal dari padanya (Wahyu 12 : 17), yaitu suatu pertikaian yang selanjutnya dilukiskan dalam kata-kata berikut ini:

“Aku tampak empat malaikat berdiri pada empat penjuru bumi (pada masa pemeteraian mereka yang 144.000 itu), memegang empat mata angin di bumi supaya angin tidak akan bertiup di bumi atau di laut, atau pada sesuatu pohon kayu. Maka aku tampak seorang malaikat yang lain naik dari sebelah timur, memegang meterai dari Allah yang hidup itu; maka berserulah ia dengan suara besar kepada keempat malaikat itu, kepada siapa telah diberi kuasa untuk merusakkan bumi dan laut itu, katanya: “Janganlah merusakkan bumi, atau laut, atau pohon-pohon kayu sebelum kami memeteraikan hamba-hamba dari Allah kami pada dahi mereka.” Wahyu 7 : 1 – 3.

Di sini dikemukakan dua pengrusakan yang akan terjadi, yang satu oleh perantaraan angin, yang lainnya oleh perantaraan malaikat-malaikat. Dan kedua perintah yang disampaikan kepada malaikat-malaikat itu yang satu supaya mereka menahan angin-angin itu agar tidak bertiup “ke atas bumi, atau pada lautan, atau pada sesuatu pohon kayu” (ayat 1); yang lainnya supaya malaikat-malaikat itu sendiri menahan diri dari merusakkan “bumi, …laut,” dan “pohon-pohon kayu,” sampai semua hamba Allah selesai dimeteraikan. Ayat 2, 3. Oleh sebab itu, karena segera setelah hamba-hamba Allah dimeteraikan, baik angin-angin itu maupun malaikat-malaikat itu akan mulai melakukan pengrusakan, maka timbul pertanyaan apakah yang dilambangkan oleh pekerjaan angin-angin itu maupun malaikat-malaikat itu —- pertikaian politikkah atau sesuatu yang lain? Karena bangsa-bangsa seringkali berperang, maka pekerjaan pengrusakan rangkap ini tidak mungkin melambangkan pertikaian politik. Dan sebagaimana Yesus mengatakan, bahwa pada akhir zaman “bangsa akan bangkit melawan bangsa, kerajaan melawan kerjaan” (Matius 24 : 7) maka jelaslah bahwa pengrusakan oleh angin-angin itu maupun pengrusakan oleh malaikat-malaikat itu, yang keduanya akan ditahan sampai mereka yang 144.000 itu dimeteraikan, tak dapat tiada harus melambangkan ditahannya “masa kesusahan besar yang sedemikian itu belum pernah ada semenjak berdirinya sesuatu bangsa.” Daniel 12 : 1. Dengan begitu, maka ditahannya Allah akan keempat mata angin itu berarti ditahan-Nya kegiatan dari patung binatang itu  (Wahyu 13 : 15 – 17) melawan orang-orang suci, sebaliknya ditahan-Nya akan keempat malaikat itu supaya mereka tidak merusak berarti Ia menunda pelaksanaan pembalasan-Nya (Yesaya 63 : 1 – 4; Yeremiah 51 : 18) terhadap orang-orang berdosa yang mengacau sidang, sampai selesai pemeteraian mereka yang 144.000 itu. Karena dirangkaikan, maka kedua pengrusakan ini akan mendatangkan masa kesusahan besar yang sedemikian itu belum pernah ada.”

Oleh sebab itu, maka Wahyu 7 : 1 – 3 mengungkapkan suatu pertikaian rangkap; yaitu orang-orang jahat melawan Allah (tiupan angin-angin itu) dan Allah melawan mereka (malaikat-malaikat merusakkan mereka). Tetapi walaupun hembusan angin-angin itu dan pengrusakan dari malaikat-malaikat itu setelah hamba-hamba Allah dimeteraikan, akan mendatangkan “masa kesusahan besar,” namun “setiap orang yang kelak didapati namanya tertulis di dalam kitab” “akan diselamatkan.” Daniel 12 : 1.

Dari kenyataan-kenyataan ini kita. saksikan, bahwa masa kesukaran ini ditahan untuk pengamanan pemeteraian hamba-hamba Allah yang 144.000 itu, supaya mereka, sebagai “orang-orang yang terpilih,” tidak akan dibawa turun menyembah patung binatang itu, atau pun dibunuh karena menolak.

Oleh karena “di dalam buku Wahyu semua buku Alkitab bertemu dan berakhir” (The Acts of the Apostles, p. 585), maka pemeteraian hamba-hamba Allah (Wahyu pasal 7) tak dapat tiada harus ditemukan juga di dalam nubuatan-nubuatan yang lain. Di dalam Yeheskiel pasal 9 ada digambarkan mengenai pembubuhan tanda terhadap orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis “karena semua kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya” (di dalam Yehuda dan Israel), dan pembantaian terhadap orang-orang yang tidak berkeluh-kesah dan menangis sedemikian ini. Dan dari kenyataan, bahwa Allah belum pernah mengeluarkan orang-orang berdosa dari antara orang-orang benar di dalam Yehuda dan Israel, maka jelaslah bahwa nubuatan mengenai peyucian dengan jalan pembantaian ini sesungguhnya belum pernah digenapi. Oleh karena itu, maka karena pembubuhan tanda itu adalah sama dengan pemeteraian, maka jelaslah pembantaian malaikat-malaikat itu adalah sama saja dengan pengrusakan yang dilakukan oleh malaikat-malaikat itu.

Pengrusakan dan pemeteraian yang disaksikan oleh Yahya ini, dan pembantaian dan pembubuhan tanda yang disaksikan oleh Yeheskiel, adalah kembali diketahui sebagai peristiwa yang sama sebagai berikut: “Pemeteraian hamba-hamba Allah ini adalah sama dengan yang diperlihatkan kepada Yeheskiel di dalam khayal.” —- Testimonies to Ministers, p, 445; Testimonies, vol. 5, p. 211; vol. 3, p, 267.

    Walaupun pembubuhan tanda dan pembantaian itu (Yeheskiel 9) meliputi hanya sidang, — Yehuda dan Israel, — pengrusakan oleh angin-angin itu dan pengrusakan oleh malaikat-malaikat itu (Wahyu 7) adalah meliputi seluruh dunia — baik “bumi” maupun “lautan”, masing-masingnya menunjukkan tempat lokasi yang berbeda. Lautan, dalam alam ialah gudang tempat penyimpanan (rumah) dari segala air, maka sebab itu adalah dalam bidang dari simbol-simbol tempat kelahiran bangsa-bangsa — Negeri Tua. Bumi, kebalikan dari lautan, secara cocok adalah suatu ternpat yang terpisah dari Negeri Tua itu. Bagi Yahya ia itu berlokasi di tempat dari mana simbol binatang yang bertanduk dua itu keluar, bukan keluar dari laut, melainkan “keluar dari bumi” (Wahyu 13 : 11), satu-satunva tempat di mana pohon-pohon biasanya bartumbuh. Dan karena menurut Daniel 4 : 20 – 22, pohon-pohon adalah melabangkan para pemimpin, maka sebab itu pohon-pohon dalam contoh peristiwa ini melambangkan “orang-orang bangsawan…….yang di depan rumah itu” (Yeheskiel  9 : 6) —– suatu kenyataan yang mengungkapkan, bahwa dalam masa periode ini, markas besar sidang terdapat di tempat pemerintahan binatang yang bertanduk dua itu — Dunia Baru, “bumi.”

    Dalam terang dari kenyataan-kenyataan yang tegas di hadapan kita, dapatlah kita saksikan, bahwa objek yang utama dari pemeteraian atau pembubuhan tanda hamba-hamba Allah ialah untuk membersihkan sidang dari dosa dan dari orang-orang berdosa, supaya ia dapat mampu berdiri dengan kuat melawan patung binatang itu dalam masa kesusahan; dan supaya bilamana pekerjaan pembersihan ini berakhir, “akan jadi kelak, bahwa barang siapa yang tertinggal di Sion, dan barangsiapa yang diam di Yerusalem, akan kelak disebut suci, yaitu setiap orang yang tertulis namanya di antara orang-orang yang hidup yang di Yerusalem; apabila Tuhan kelak selesai membasuh kekotoran segala puteri Sion, dan kelak selesai membersihkan darah dari Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh roh hukum, dan oleh roh pernbakaran.” Yesaya 4: 3, 4.

Bilamana “pekerjaan penyucian khusus, yaitu pekerjaan pembuangan dosa di antara umat Allah,” selesai, maka “sidang akan memasuki perjuangannya yang terakhir. ‘Indah seperti bulan, cerah seperti matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya.’ ia akan keluar ke seluruh dunia dengan kemenangan dan untuk memenangkan lagi.” — The Great Controversy, p. 425;  Prophets and Kings, p. 725.

“Pada masa itu akan dijadikan Tuhan sebuah awan berasap pada siang hari dan suatu cahaya api yang bernyala-nyala pada malam hari di atas tiap-tiap tempat tinggal di Bukit Sion, dan di atas semua perhimpunannya, karena atas segala sesuatu kemuliaan akan menjadi sebuah tudungan. Maka pada masa itu akan ada sebuah pondok akan naungan daripada panas siang hari dan akan perlindungan dari pada angin ribut dan hujan.” “Pada masa itu akan dipanggil orang akan mereka itu, Umat yang suci, Umat tebusan Tuhan; dan engkau pun akan disebut, Yang kekasih, Negeri yang tidak ditinggalkan.” Yesaya 4 : 5, 6 ; 62 : 12.

“Seluruh sidang, karena bertindak sebagai kesatuan, bercampur dalam persekutuan yang kokoh, akan menjadi suatu agen penginjilan yang hidup dan aktif, yang digerakkan dan diawasi oleh Roh Suci.” “Semua yang diperbuat para rasul di masa lalu, setiap anggota sidang pada waktu ini akan melakukannya.” “Pada waktu itu para pekerja-Nya akan kelak sepakat, dan lengan Tuhan, yaitu kuasa yang telah terlihat dalam kehidupan Kristus, akan kelak dinyatakan.”  — Testimonies, Jilid 8, halaman 47 ; Jilid 7, halaman 33; Jilid 9, halaman 33.

Kemudian akan jadi kelak, demikianlah firman Tuhan, bahwa “Aku akan mengkuduskan nama-Ku yang besar itu, yang telah dicemarkan di antara segala bangsa kapir, yaitu yang telah kamu cemarkan di tengah-tengah mereka itu; maka segala bangsa kapir itu kelak akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman Tuhan Hua, apabila Aku kelak dikuduskan di antara kamu di hadapan mata mereka itu. Karena Aku akan mengambil kamu dari antara segala orang kapir dan menghimpunkan kamu dari pada segala negeri lalu membawa kamu ke dalam negerimu sendiri.

“Pada waktu itu akan Ku percikkan air bersih kepadamu, maka kamu akan menjadi suci dari pada segala kecemaranmu dan dari pada segala berhala tahimu Aku akan menyucikan kamu. Suatu hati yang baru juga akan Ku berikan kepadamu, dan suatu roh yang baru akan Ku masukkan ke dalam dirimu, maka hati batu akan Ku lalukan dari dalam tubuhmu, dan hati daging akan Ku karuniakan kepadamu. Dan Aku akan mengaruniakan Roh-Ku ke dalam bathinmu, dan Ku adakan supaya kamu menurut segala syariat-Ku dan memeliharakan dan melakukan segala hukum-Ku. Maka kamu akan duduk di dalam negeri yang sudah Ku karuniakan kepada nenek moyangmu; maka kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. Dan Aku juga akan melepaskan kamu dari pada segala kecemaranmu, dan Aku akan berseru mendatangkan gandum, dan akan melimpahkannya, dan tiada lagi Aku membiarkan bela kelaparan di antara kamu. Dan Aku akan melimpahkan buah-buah segala pohon dan hasil segala bendang, sehingga tiada lagi kamu dicela oleh kelaparan di antara segala bangsa kapir.

“Pada masa itu kamu kelak ingat akan segala jalanmu yang jahat itu serta semua perbuatanmu yang tiada baik, maka kamu akan muak terhadap dirimu sendiri di hadapan pemandangan matamu karena semua kejahatanmu dan karena segala kekejianmu. Bukan karena kamu Aku berbuat ini, demikianlah firman Tuhan Hua, baiklah kamu tahu! Hendaklah kamu malu dan kena bera muka akan segala kelakuanmu, hai bangsa Israel. Demikianlah firman Tuhan Hua; pada hari Aku menyucikan kamu kelak dari pada segala kejahatanmu Aku akan juga membuat kamu berdiam di segala kota, maka segala kerobohan batu akan dibangun kembali. Pada masa itu akan diketahui oleh segala bangsa kapir yang lagi tinggal sekelilingmu, bahwa Akulah Tuhan yang telah membangun kembali segala tempat yang binasa, dan menanam kembali apa yang telah tandus; bahwa Aku ini Tuhan sudah berfirman begitu, maka Aku akan melakukannya.” Yeheskiel 36 : 23 – 33, 36.

Sekali lagi: “Dalam membersihkan kaabah dari orang-orang yang berjual beli dunia ini, Yesus telah mengumumkan missiNya,” yaitu pertama, “membersihkan hati dari kekotoran dosa, — dari keinginan-keinginan bumi, segala macam tama yang bersifat mementingkan diri sendiri, kebiasaan-kebiasaan jahat yang mengacaukan jiwa” (Desire of Ages, halaman 161); dan kedua, untuk membersihkan seluruh sidang dari dosa dan orang-orang berdosa. Karena dua kali (sekali pada pemberitaan dari Yahya Pembaptis mengenai kerajaan itu, dan pada pembukaan dari periode sejarah injil pada permulaan dari pelayanan Kristus, dan sekali pada penutupan dari pekerjaan-Nya dan pada pembukaan dari pekerjaan para rasul — Special Testimonies to Ministers, No.7, p, 54) Ia telah membersihkan kaabah dari perbuatan-perbuatan yang tidak suci oleh mana orang-orang Yahudi telah mencemarkannya (Yahya 2 : 15), 16; Matius 21 : 12, 13), maka sebab itu Ia dua kali telah memberikan amaran dalam contoh agar juga pada penutupan periode sejarah Kristen Ia akan dua kali membersihkan sidang-Nya; yaitu sekali pada pemeteraian buah-buah pertama, mereka yang 144.000 itu, dan kemudian pada pemeteraian buah-buah kedua, “rombongan besar orang banyak itu.” Wahyu 7 : 1 9.

Lagi pula, karena kedua pembersihan ini terjadi pada pesta perayaan Paskah, dan juga karena semua orang yang “tidak menyucikan dirinya dengan sempurna” (2 Tawarikh 30 : 3; Keluaran 12 : 3 – 6) dilarang mengambil bagian dalam Paskah dalam bulan pertama, tetapi diijinkan untuk bersiap-siap untuk itu dan untuk merayakannya dalam bulan yang kedua (Bilangan 9 : 11; 2 Tawarikh 30 : 13), maka sebab itu telah dilambangkan dengan contoh pembersihan sidang dalam dua bagian, sehingga dengan demikian sekali lagi menunjukkan, bahwa ada terdapat dua pengumpulan dua pemeteraian, dua pemisahan, dua rombongan —- yaitu buah-buah pertama dan buah-buah kedua. (Bagi pelayanan berikutnya dari hal kedua pemeteraian itu, lihatlah Buku Kecil kami Trakt. No. 1, Sebelum Jam Ke Sebelas Extra!, dan untuk contoh saingan dari Paskah, lihatlah buku Tongkat Gembala, Jilid 2, halaman 366)

Roh Nubuat mengatakan: ‘Tak dapat tiada akan ada suatu penyucian lembaga-lembaga yang sama dengan penyucian Kristus terhadap kaabah di masa lalu. ‘Ada tertulis,’ demikian firman Tuhan, bahwa ‘Rumah-Ku kelak akan disebut rumah sembahyang, tetapi kamu telah membuatnya menjadi sebuah sarang maling-maling. Pada waktu ini terdapat transaksi-transaksi jual beli di dalam lembaga-lembaga kita yang sama dengan transaksi-transaksi yang terjadi di dalam serambi-serambi kaabah di zaman Kristus; maka seluruh isi sorga sedang memandang atasnya ………… Tuhan akan bekerja untuk menyucikan sidang-Nya. Aku mengatakan kepadamu dalam kebenaran, bahwa Tuhan sedang akan membolak balik di dalam lembaga-lembaga yang disebut dengan nama-Nya. Tetapi berapa cepatnya proses pembersihan ini akan dimulai, belum dapat ku katakan, namun ia itu tidak akan lama tertunda. Dia yang kipas-Nya terdapat di dalam tangan-Nya itu akan menyucikan kaabah-Nya dari kekotoran moralnya. Ia akan membersihkan lantai-Nya seluruhnya.” —— Brethren in Responsible Positions, September 1895.

Dalam gambaran parabolis mengenai penyucian sidang, Kristus menyatakan: “……. malaikat-malaikat akan keluar, lalu memisahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar” (Matius 13 : 49) ——- membuang yang jahat dan meninggalkan yang baik; sebaliknya di dalam buku Wahyu, dalam memberi amanat kepada orang-orang milik-Nya yang di dalam Babil, Ia berfirman: “Keluarlah dari padanya hai kaum-Ku” (Wahyu 18 : 4) —- memanggil orang-orang benar keluar dan membiarkan orang-orang jahat di tempat. Yang pertama itu disucikan dengan cara orang-orang jahat dibuang keluar dari antara mereka; yang terakhir itu disucikan dengan cara mereka itu sendiri diambil keluar dari antara orang-orang jahat.

Juga terdapat dua perumpamaan yang menyolok dari hal talenta-talenta (Matius 25 : 15 – 30; Lukas 19 : 13 – 27), yang mana keduanya masuk dalam gambar secara jelas dalam gambarannya yang sekarang. Dalam perumpamaan yang satu ada tiga orang hamba; dalam perumpamaan yang lainnya, sepuluh orang hamba. Perbedaan yang berarti ini menunjukkan, bahwa yang pertama itu hanya berlaku setempat, sebaliknya yang kemudian itu berlaku meliputi seluruh dunia (sepintas lalu menunjukkan, seperti yang dilakukan oleh buku Tongkat Gembala, Jilid 2, halaman 83, 86, bahwa di dalam Injil angka bilangan “sepuluh” menunjukkan universalitas dan angka bilangan “tiga” menunjukkan Trinitas di dalam sidang).

Kebenaran-kebenaran yang tidak dapat berobah ini mengenai contoh dan perumpamaan dan “perkataan kesaksian-Nya,” menghadapkan kita muka dengan muka kepada kenyataan yang sungguh, bahwa kita telah sampai pada sejarah dari paskah contoh saingan dan pembersihan kaabah itu, dan kepada penuaian dunia, — yaitu “hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.” Roh Allah mengundang kita “dengan kesungguhan yang betul-betul menakutkan, ‘Bersedialah, bersedialah, bersedialah, karena kehangatan murka Tuhan itu akan segera datang. Murka-Nya akan dituangkan, tanpa dicampuri dengan kemurahan, dan kamu tidak bersedia. Koyakkanlah hati, dan bukan pakaian.” —- Early Writings, p. 119.

Oh janganlah seorang pun keliru berpikir, bahwa setelah masa kasihan berakhir, atau sesudah kedatangan Kristus yang kedua kali (setelah orang-orang berdosa di bumi dibinasakan), sidang Allah akan mencapai standard tabiat yang mulia, dan akan mencapai jabatan yang tinggi yang ditentukan sorga, dan disucikan dari dosa dan dari orang-orang berdosa. Bahkan sebaliknya, “pada hari itu” (sebelum orang-orang berdosa di bumi dibinasakan), demikian firman Tuhan, “Aku akan membuat Yerusalem menjadi sebuah batu tanggungan bagi segala bangsa; semua orang yang membebani dirinya dengan batu itu akan dihancurkan, sekalipun berhimpun segala bangsa di bumi melawannya. Pada hari itu Tuhan kelak akan mempertahankan semua penduduk Yerusalem; maka yang lemah di antara mereka itu pada hari itu akan jadi seperti Daud; dan rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu. Dan akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Aku akan berusaha membinasakan segala bangsa yang datang melawan Yerusalem.” “Pada hari itu akan terdapat pada lonceng-lonceng yang tergantung pada kuda-kuda, K E S U C I A N  B A G I  T U H A N; dan semua pot di dalam rumah Tuhan akan jadi seperti bejana-bejana yang di depan medzbah. Bahkan setiap pot di Yerusalem dan di Yehuda akan menjadi suci bagi Tuhan serwa sekalian alam; maka semua mereka yang mempersembahkan korban akan mengambilnya dan menanak di dalamnya, dan pada hari itu tidak akan ada lagi orang Kanani di dalam rumah Tuhan serwa sekalian alam.” Zakharia 12 : 3, 8, 9; 14 : 20, 21.

Ayat-ayat ini secara terbuka menyatakan bahwa sidang kelak akan jadi “seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu.” selama masa kesusahan besar, apabila segala bangsa akan kelak berhimpun melawannya, dan Tuhan sebagai pembalasan akan kemudian memalu mereka. Masa kasihan masih berlangsung sementara rangkaian peristiwa-peristiwa ini terjadi, “semua mereka yang berkorban” (suatu tindakan yang dilakukan sebelum masa kasihan berakhir) kelak oleh karenanya akan menjadi suci, dan “kelak tidak akan ada lagi orang Kanani di dalam rumah Tuhan.”

Setiap siswa Alkitab yang benar mengetahui, bahwa siding tak dapat tiada harus mencapai kesucian hati dan tabiat dan kedudukan ini, bukan sesudah, melainkan sebelum tugas pembelaan Kristus berakhir dan sebelum “korban” itu berhenti. Semua siswa yang sedemikian ini juga tahu, bahwa Allah belum dapat menyatakan kuasa-Nya yang besar itu untuk mempertahankan mereka dalam masa di mana “semua orang di bumi berhimpun bersama-sama melawan” mereka, juga belum dapat mengaruniakan RohNya ke atas mereka seperti yang dilakukan-Nya ke atas Orang-Orang Kristen yang mula-mula pada hari Pantekosta, jika terdapat orang-orang berdosa di antara umat-Nya, dan jika seluruh siding belum berada “sehati dan sepaham” (Kisah Rasul-Rasul 2 : 1), “berpakaikan kelengkapan senjata kebenaran Kristus …….. ‘Indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat seperti sebuah bala tentara dengan panji-panjinya” ——  seperti halnya sidang rasul-rasul yang lalu, kepada siapa Roh telah turun bagaikan sebuah “hembusan angin yang keras.” Kisah Rasul-rasul 2 : 2.

Roh Nubuat mengatakan: “Hanya mereka yang telah melawan dan mengalahkan pencobaan oleh kekuatan dari Dia yang Maha Kuasa akan diijinkan mengambil bagian dalam rnemberitakan pekabaran ini, apabila ia kelak berkembang menjadi Seruan Keras.” — Review and Herald. November 19, 1908.

Maka karena Seruan Keras itu tidak akan gagal membunyikan suaranya pada waktunya. maka mereka yang tidak menang, mereka yang “menghianati kepercayaan yang telah diberikan kepadanya,” —- yaitu “orang-orang bangsawan, yaitu mereka yang kepadanya Allah telah mengaruniakan terang besar, dan mereka yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal dari semua kepentingan kerohanian umat,” —– mereka harus disingkirkan. “Ini dikemukakan dengan tegas sekali oleh gambaran nabi itu mengenai pekerjaan penghabisan dalam bentuk orang-orang yang masing-masingnya memegang senjata yang membinasakan di dalam tangannya.” — Testimonies, vol. 3, p. 266. “Laki-laki, perempuan-perempuan, dan anak-anak kecil, sekaliannya binasa bersama-sama.” — Testimonies, vol. 5, p. 211.

Menghadapi kepastian yang muncul menonjol dari hal penyucian sidang, pemeteraian, dan menyusul kemuliaan yang tak dapat tiada akan jadi, maka kita segera menghadapi

 

 

 260 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart