<< Go Back
Keadaan Sidang Pada Menjelang
Penyuciannya Itu
“Betapa besarnya kesesatan yang dapat menimpa pikiran manusia dari pada suatu keyakinan, bahwa mereka adalah benar, padahal mereka sekaliannya adalah salah! Pekabaran dari Saksi Yang Setia itu menemukan umat Allah dalam suatu kesesatan yang menyedihkan, namun mereka jujur dalam kesesatan itu. Mereka tidak mengetahui, bahwa keadaan mereka adalah menyedihkan dalam pemandangan Allah. Sementara mereka yang ditegor ini menyombongkan dirinya, bahwa mereka sedang berada dalam kondisi kerohanian yang tinggi, maka pekabaran dari Saksi Yang Setia itu memecahkan ketenangan mereka dengan tuduhan yang mengejutkan dari hal kondisi kerohanian mereka yang sebenarnya, yaitu buta rohani, melarat, dan sengsara. Kesaksian yang sedemikian tajam dan keras ini, tidak mungkin salah, karena adalah Saksi Yang Setia itu sendiri yang berbicara, maka kesaksian-Nya harus benar.” — Testimonies, vol. 3, pp. 252, 253.
“Siapakah yang dapat mengatakan dengan benar,bahwa “Emas kita adalah emas yang sudah teruji di dalam api; pakaian-pakaian kita adalah tidak ternoda oleh dunia”? Aku tampak Penunjuk Jalan kita itu menunjuk kepada pakaian-pakaian dari apa yang disebut orang-orang benar itu. Ia menelanjangi mereka, Ia membuka semua kekotoran mereka itu di bawah. Kemudian Ia mengatakan kepadaku: ‘Tidakkah kamu melihat bagaimana mereka itu dengan berpura-pura menutup-nutupi kekotoran dan kebusukan tabiat mereka, ‘Bagaimana negeri yang setia itu telah menjadi seorang pelacur? Rumah Bapa-Ku telah dibuat menjadi sebuah rumah dagang, yaitu sebuah tempat dari mana kehadiran dan kemuliaan ilahi telah lenyap berlalu. Karena sebab inilah terdapat kelemahan, dan kuasa telah gagal.'” – Testimonies, vol. 8, p. 250.
“Orang-orang bangsawan, yaitu mereka yang kepadanya Allah telah mengaruniakan terang besar, dan mereka yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal dari segala kepentingan kerohanian umat, mereka telah menghianati kepercayaan yang diberikan kepada mereka …….. Anjing-anjing yang bisu ini, yang tidak mau menyalak, adalah orang-orang yang akan merasakan pembalasan yang adil dari suatu Allah yang murka. Laki-laki, perempuan-perempuan, dan anak-anak kecil, sekaliannya binasa bersama-sama.” — Testimonies, vol. 5, p. 211.
“Adalah sulit bagi mereka yang merasa aman dengan pegangan-pegangannya, dan yang meyakini dirinya kaya dalam pengetahuan rohani, untuk menyambut pekabaran yang menyatakan, bahwa mereka adalah sesat dan memerlukan setiap karunia rohani. Hati yang tidak suci itu adalah penipu di atas segala-galanya, dan tidak berketentuan jahatnya.'” — Testimonies, vol. 3, p. 253.
“Ada banyak orang yang tidak memiliki kebijaksanaan Yusak, dan mereka tidak memiliki tugas khusus untuk menyelidiki kesalahan-kesalahan, dan untuk menangani dengan cepat dosa-dosa yang ada di antara mereka. Janganlah mereka itu menghalangi orang-orang lain yang dibebani tugas ini. Janganlah mereka berdiri menghalangi orang-orang yang mempunyai tugas ini untuk dilaksanakan. Sebagian orang membuatnya menjadi suatu masalah yang dipertanyakan, dan yang meragukan, lalu mencari-cari salah, sebab orang-orang lain melakukan perbuatan yang Allah tidak bebankan ke atas mereka. Mereka ini menghalangi langsung orang-orang yang Allah telah tugaskan untuk menegor dan memperbaiki dosa-dosa supaya kiranya murka-Nya dapat dialihkan dari umatNya. Jika sekiranya suatu perkara seperti halnya perkara Akhan itu terdapat di antara kita, maka akan ada banyak orang yang akan menuduh mereka yang bertindak sebagai Yusak dalam menyelidiki kesalahan, karena mereka itu memiliki suatu roh jahat yang suka mencari-cari salah. Allah tidak dapat dipermainkan, maka semua amaran-Nya yang dilalaikan oleh suatu umat yang mendurhaka tidak akan berlalu tanpa hukuman.
“Kekecewaan Allah adalah terhadap umat-Nya, maka Ia tidak mau menyatakan kuasa-Nya di tengah-tengah mereka itu selama dosa-dosa masih terdapat di antara mereka, dan dibantu perkembangannya oleh orang-orang yang menduduki jabatan-jabatan bertanggung jawab.
“Orang-orang yang bekerja dalam takut akan Allah untuk melepaskan sidang dari pada halangan-halangannya, dan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang menyedihkan, supaya umat Allah dapat melihat perlunya membenci dosa itu, dan supaya nama Allah dapat dipermuliakan, mereka akan senantiasa menghadapi pengaruh-pengaruh yang menentang dari pihak orang-orang yang tidak bertobat. Demikian Zefanya melukiskan keadaan yang sebenarnya dari kelas orang-orang ini, dan hukuman-hukuman yang mengerikan yang akan dating menimpa mereka sebagai berikut :
“‘Maka akan jadi kelak pada masa itu, bahwa Aku hendak memeriksa Yerusalem dengan menggunakan lilin, dan menghukum orang-orang yang duduk dengan sentausanya; yang mengatakan dalam hatinya, bahwa Tuhan tidak akan berbuat yang baik, Ia juga tidak akan berbuat yang jahat.’ ‘Hari Tuhan yang besar itu adalah dekat, ia itu sudah dekat, dan cepat sekali datangnya, yaitu suara dari hari Tuhan itu; bahwa orang perkasa akan menangis di sana dengan tersedu-sedu.’ ………………..
“Apabila suatu krisis pada akhirnya datang, seperti ‘yang sesungguhnya ia itu akan datang, dan Allah akan berbicara menggantikan umat-Nya, maka orang-orang yang telah berdosa, mereka yang telah menjadi awan kegelapan, dan yang telah berdiri menghalangi pekerjaan Allah bagi umat-Nya, mereka akan menjadi gempar sepanjang mereka telah pergi dengan bersungut-sungut dan mendatangkan kekecewaan terhadap pekerjaan itu; maka seperti halnya Akhan, mereka akan menjadi takut, mereka akan mengetahui, bahwa mereka telah berdosa. Tetapi semua pengakuan mereka itu sudah terlambat, dan sekaliannya itu bukanlah cara yang tepat untuk membawa manfaat bagi mereka, walaupun mereka mungkin membantu pekerjaan Allah itu …….
“Orang-orang yang hampir selama hidupnya dikontrol oleh suatu roh yang lain dari pada Roh Allah seperti halnya Akhan, mereka akan sangat lamban apabila masa itu datang bagi semua orang untuk bertindak secara menentukan. Mereka tidak akan menyatakan berdiri pada pihak manapun juga.” — Testimonies, vol. 3. pp. 270 – 272.
“Kita telah cenderung berfikir, bahwa dimana tidak terdapat pendeta-pendeta yang setia, maka tidak mungkin terdapat orang-orang Kristen yang benar; tetapi ini bukanlah jawabannya. Allah telah berjanji, bahwa dimana para gembala adalah tidak benar Ia akan mengawasi kawanan domba itu sendiri. Allah tidak pernah membiarkan kawanan domba itu sepenuhnya bergantung pada alat-alat manusia. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang datang dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan besar yang segera akan jadi, kita akan lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda mengungkapkan, bahwa masa itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya ada di dalam tangan-Nya, maka Ia akan membersihkan selengkapnya seluruh lantai-Nya.
“………Orang-orang yang menaruh harap pada kemampuan berfikir, kecerdasan, atau talenta, tidak akan berdiri pada waktu itu pada barisan terdepan. Mereka tidak menyesuaikan langkahnya dengan terang. Orang-orang yang telah membuktikan dirinya tidak setia tidak akan dipercayakan kepada mereka kawanan domba pada waktu itu. Dalam pekerjaan penghabisan yang serius itu hanya sedikit saja orang-orang besar yang akan terlibat. Mereka adalah orang-orang yang merasa kecukupan sendiri, terlepas dari Allah, maka Ia tidak dapat menggunakan mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba yang setia, yang dalam masa kegoncangan dan ujian mereka itu akan muncul keluar. Ada orang-orang yang berharga yang kini masih tersembunyi yang tidak akan menyembah sujud kepada Baal. Mereka belum memiliki terang itu yang telah bercahaya dalam suatu pemusatan sinar ke atasmu. Namun, mungkin sekali di bawah selubung lahiriah yang kasar dan tak menarik kecerahan yang bersih dari suatu tabiat Kristen yang murni ajan dinyatakan.” ——- Testimonies, vol. 5. pp. 80, 81.
Barisan pernyataan-pernyataan yang dikemukakan di atas menunjukkan, bahwa sidang tak dapat tiada harus disucikan sebelum umat Allah yang sisa dihimpunkan “keluar dari segala” negeri, Kemudian “pada hari-hari itu, dan pada masa itu, apabila Aku kelak membawa kembali para tawanan Yehuda dan Yerusalem,” demikian firman Tuhan, “Aku pun akan menghimpunkan segala bangsa, dan akan menghantarkan mereka itu turun ke dalam lembah Yehoshafat, dan Aku akan berbicara dengan mereka di sana demi karena urnat-Ku dan karena bagian pusaka-Ku Israel, yang telah mereka cerai-beraikan di antara segala bangsa, dan telah membagi-bagikan tanah-Ku.” Yoel 3 : 1, 2.
Tetapi untuk dibebaskan dari tawanan, dan untuk mendengarkan Tuhan “berbicara ……… di sana” demi karena umat-Nya, maka orang tak akan berani sekarang menolak akan
273 total, 1 views today


