<< Go Back
Akan Menjadi Sebuah Pemerintahan Keimamatan
“Tongkat kerajaan itu tidak akan lalu dari Yehuda, pemberi hukum pun tidak akan lalu dari antara kedua kakinya, sehingga datang Silo; maka kepadanyalah kelak berhimpun orang banyak itu.” Kejadian 49 : 10.
“Bahwasanya seorang raja akan memerintah dalam kebenaran, dan para penghulu akan memimpin dalam keadilan. Dan seorang lelaki akan jadi bagaikan suatu tempat berlindung dari angin, dan suatu tempat persembunyian dari angin ribut; seperti sungai-sungai yang berair di suatu tempat yang kering, seperti bayangan dari sebuah batu besar di tanah yang tandus.” Yesaya 32 : 1, 2.
“Karena bagi kita seorang anak telah lahir, bagi kita seorang putera telah dikaruniakan; maka pemerintahan akan berada di atas pundak-Nya; dan nama-Nya akan disebut Ajaib, Penasehat, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Dari hal peningkatan pemerintahan dan perdamaian-Nya kalak tidak akan ada akhirnya, pada tahta Daud dan pada kerajaan-Nya, ia itu diatur; dan didirikan dengan hukum dan keadilan semenjak dari sekarang sampai selama-lamanya. Semangat dari Tuhan serwa sekalian alam akan melaksanakan ini. Tuhan telah mengirimkan suatu firman kepada Yakub, maka ia itu telah menerangi ke atas Israel.” Yesaya 9 : 6 – 8.
“Bahwasanya, Tuhan Hua akan datang dengan tangan yang kuat, maka lengan-Nya akan memerintah bagi-Nya; bahwasanya, pahala-Nya ada bersama-sama dengan-Nya (Ia akan mengaruniakan kepada mereka pada masa itu kerajaan itu) dan pekerjaan-Nya di hadapan-Nya (la akan menghimpunkan umat-Nya pada masa itu)”, Yesaya 40 : 10.
“Maka kelak akan terbit keluar dari batang Isai sebuah pucuk,” nubuatan-nubuatan Yesaya dalam gambaran simbolis mengenai kemenangan maksud Allah yang gilang-gemilang ini,” dan sebuah Cabang akan bertumbuh keluar dari akar-akarnya; maka Roh Tuhan akan tinggal di atasnya, yaitu Roh kepandaian dan pengertian, Roh berbicara dan kuat, Roh pengetahuan dan takut akan Tuhan; maka ia itu akan membuatnya menjadi seseorang yang cepat mengerti dalam takut akan Tuhan; maka ia tidak akan mengadili menurut pemandangan matanya sendiri, ia juga tidak akan menegor menurut pendengarannya sendiri, melainkan dengan kebenaran ia akan mengadili orang-orang miskin, dan ia akan menegor secara adil bagi segala orang yang lemah di bumi; maka ia akan memalu bumi dengan tongkat dari mulutnya, dan dengan napas mulutnya ia akan membunuh segala orang jahat. Maka kebenaran akan menjadi pengikat pinggangnya, dan kesetiaan menjadi pengikat segala pemerintahannya.” Yesaya 11 : 1 – 5.


Di dalam gambaran ini terdapat tiga orang yang dikemukakan, yaitu Isai (Ayah dari Daud), pucuk (Daud), dan Cabang (Kristus). Ikatan hubungan ini menunjukkan, bahwa Daud (pucuk itu) adalah bukan Kristus (Cabang), karena “pucuk” itu keluar dari batang Isai, dan Cabang itu keluar dari pucuk —- suatu kenyataan yang telah terbit dalam seruan orang banyak sewaktu Kristus memasuki Yerusalem. Mereka itu berseru: “Hosanah bagi putera Daud.” Matius 21 : 15. Sebab itu jelaslah, bahwa “pucuk” itu yang datang dari batang Isai adalah melambangkan Daud; dan Cabang itu yang datang keluar dari pucuk melambangkan putera Daud —- Kristus.
Pada “alamat” inilah (Cabang dan pucuk) “Roh Tuhan itu akan tinggal yaitu Roh kepandaian dan pengertian, Roh berbicara dan kuasa, Roh pengetahuan dan takut akan Tuhan; maka ia itu akan membuatnya menjadi seseorang yang cepat mengerti dan takut akan Tuhan; maka ia tidak akan mengadili menurut pemandangan matanya sendiri, ia juga tidak akan menegor menurut pendengarannya sendiri, melainkan dengan kebenaran ia akan mengadili orang-orang miskin, dan ia akan menegor secara adil bagi segala orang yang lemah di bumi; maka ia akan memalu bumi dengan tongkat dari mulutnya, dan dengan napas mulutnya ia akan membunuh segala orang jahat. Maka kebenaran akan menjadi pengikat pinggangnya, dan kesetiaan menjadi pengikat segala pemerintahannya.” Yesaya 11 : 2 – 5.
Sebab itu walaupun “alamat” itu melambangkan hubungan antara tiga orang (Isai, akar; Daud, pucuk; dan Kristus, Cabang), namun kuasa dan kepintaran dari Kristus adalah merupakan kekuatan penopang dan pengawasnya. Sebab itulah Kristus mengatakan: “Aku adalah akar dan benih dari Daud, dan bintang fajar yang gilang-gemilang itu” (Wahyu 22 : 16), membuktikan, bahwa Ia adalah segala-galanya dan Ia berada di dalam segala-galanya.
Sebab itu karena dari “batang” Isai telah keluar “pucuk” (Daud), dan dari pucuk itu telah muncul keluar Cabang (Kristus), maka Daud raja yang kelihatan itu dan Kristus Raja yang tak kelihatan atas segala raja itu kelak “pada hari itu” — dalam sejarah kita — membentuk “alamat” itu, lalu “kepadanyalah kelak segala orang Kapir akan datang mencari-cari; maka peristirahatan-Nya (atau tempat istirahat-Nya, —- yaitu lokasi dimana “pucuk” atau “alamat” itu berdiri —- kerajaan itu) kelak akan menjadi mulia.” Sesungguhnya “Aku hendak membuat tempat berdiri-Ku menjadi rnulia.” (Yesaya 60 : 13). demiklanlah firman Tuhan.
“Dan Ku angkat atasnya kelak seorang gembala yang akan menggembalakan mereka itu, yaitu Daud hamba-Ku; maka ia pun akan memberi makan mereka itu, dan ia akan menjadi gembalanya. Dan Aku ini Tuhan dan Allah bagi mereka itu, dan hamba-Ku Daud akan penghulu di tengah-tengahnya; bahwa Aku ini Tuhan sudah berfirman begitu. Dan Aku akan membuat suatu perjanjian selamat dengan mereka itu, dan Ku hapuskan kelak segala binatang yang buas dari pada tanah itu, sehingga mereka itu boleh duduk di padang belantara dengan sentausa dan boleh tidur di tengah-tengah hutan.” Yeheskiel 34 : 23 – 25.
Demikian sidang-Nya, atau kerajaan-Nya itu akan kembali terlihat tanpa “cacad, atau kerut, atau pun sesuatu perkara yang sedemikian ini” (Epesus 5 : 27), sebuah pemerintahan agama yang damai, aman, dan tak terkalahkan, di bawah pemerintahan seorang gembala dan seorang raja —- Daud, hamba-Nya. Tetapi dari kenyataan bahwa banyak raja telah memerintah atas Israel, maka mungkin timbul di dalam pikiran sebagian orang pertanyaan:
265 total, 1 views today


