Perjanjian dalam contoh saingan
<< Go Back


Perjanjian dalam Contoh Saingan.

“Tengoklah, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan membuat suatu perjanjian yang baru dengan isi rumah Israel, dan dengan isi rumah Yehuda; bukan menurut seperti perjanjian yang sudah Ku perbuat dengan nenek moyang mereka tatkala Aku memegang tangan mereka dan menghantarkan mereka itu keluar dari nageri Mesir, yang mana perjanjian-Ku itu sudah dirombaknya, walaupun Aku adalah suami bagi mereka itu, demikianlah firman Tuhan; tetapi ini akan menjadi perjanjian yang akan Ku buat dengan isi rumah Israel. Sesudah hari itu, demikianlah firman Tuhan, maka Aku akan memasukkan hukum-Ku ke dalam bathin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka; dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu. Dan tiada lagi mereka itu akan mengajarkan seorang akan seorang dan saudara akan saudaranya dengan mengatakan, Hendaklah kamu mengenal akan Tuhan; karena mereka semuanya akan mengenal Aku, dari pada yang terkecilnya sampai kepada yang terbesarnya, demikianlah firman Tuhan; karena Aku akan mengampuni segala kejahatan mereka dan dosa mereka tidak akan Ku ingat lagi.” Yeremiah 31 : 31 – 34.

“Perjanjian” yang lama atau kesepakatan di antara Allah dan umat-Nya adalah berlandaskan pada janjl-janji dari kedua belah pihak; yaitu: “Dan akan jadi kelak, bahwa jikalau kamu hendak mematuhi dengan rajin akan suara Tuhan Allahmu, menurut dan melaksanakan semua perintah-Nya yang ku pesankan kepadamu pada hari ini, maka kamu akan diangkat tinggi oleh Tuhan Allahmu melebihi segala bangsa yang di bumi; maka segala berkat ini akan datang kelak atasmu, dan ia itu akan sampai kepadamu, jikalau kamu hendak mematuhi suara Tuhan Allahmu. Berkatlah kelak kamu di dalam negeri, dan berkatlah kelak kamu di ladang. Berkatlah kelak buah kandunganmu, dan hasil dari pada tanahmu, dan hasil dari pada ternakmu, kandungan lembumu, dan kawanan dombamu. Berkatlah kelak keranjangmu dan gudangmu. Berkatlah kamu kelak apabila kamu masuk, dan berkatlah kamu kelak apabila kamu keluar. Tuhan akan membuat segala musuhmu yang bangkit melawan dikau dipalu di hadapan mukamu; mereka akan keluar melawan dikau dari satu jalan, dan berlarian dihadapanmu melalui tujuh jalan. Bahwa Tuhan akan menyuruhkan berkat menyertai kamu dalam segala perbendaharaanmu  dan dalam semua yang kamu letakkan tanganmu; maka Ia akan mernberkati kamu di dalam negeri yang dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu. Tuhan akan menetapkan kamu sebagai suatu umat yang suci bagi diri-Nya sendiri, seperti yang telah dijanjikan-Nya kepadamu pakai sumpah, jikalau kamu hendak memeliharakan perintah-perintah Tuhan Allahmu, dan berjalan dalam segala jalan-Nya.” “Maka sekalian orang banyak itu menjawab bersama-sama, dan mengatakan: Semua yang Tuhan telah bicarakan akan kami lakukan. Lalu Musa meneruskan semua perkataan orang banyak itu kepada Tuhan.” Ulangan 28 : 1 – 9; Keluaran 19 : 8.

Janji yang pertama ini mencapai semenjak dari saat ia itu dikukuhkan sampai kepada sebentar lagi dan pengumpulan terakhir dua belas suku bangsa itu sebagai sebuah kerajaan. Tetapi, walaupun belurn pernah dibatalkan oleh Allah, janji ini tegas-tegas telah ditiadakan oleh sidang Wasiat Baru, dan kesuciannya dicemarkan baik oleh sidang Wasiat Lama maupun oleh sidangWasiat Baru, sarnpai kepada hari ini. Demikianlah sebagai umat, karena melalaikan janji mereka, mereka telah merusak perintah-perintah Allah, sehingga karenanya mereka juga telah membatalkan “perjanjian yang telah dibuat Allah dengan nenek moyang mereka.”

Tetapi dalam perjanjian yang baru, yang pada waktu ini Tuhan sedang akan penuhi, adalah tidak sama seperti dalam perjanjian yang lama, perintah-perintah Allah itu (Keluaran 20 : 1 – 17) tidak akan ditulis pada log-log batu (Keluaran 31 : 18), melainkan pada log log hati daging, maka pada masa itu semua orang akan “mengenal Tuhan, …….. sejak dari yang terkecil di antara mereka itu sampai kepada yang terbesarnya” (Yeremiah 31 : 34) — memperlihatkan sebuah sidang yang tidak berisikan lalang-lalang di dalamnya.

Kekompakan ini yang sedang akan terjadi ialah perjanjian yang kedua, maka hukum-Nya yang tertulis pada hati itu akan dianut dengan sempurna. Kemudian, dan bukan sebelumnya, maka berbagai berkat yang gagal diperoleh umat-Nya yang dahulu itu akan menjadi kenyataan sepenuhnya.

Yeremiah juga memberi kesaksian, bahwa janji yang diucapkan ini masih belum digenapi, namun bahwa ia itu akan dipenuhi sekarang dalam masa pengumpulan sekarang ini. Ia mengatakan:

“Demikianlah firman Tuhan Allah Israel, bunyinya: Suratkanlah olehmu semua firman yang telah Ku katakan kepadamu itu di dalam sebuah kitab. Karena sesungguhnya hari-hari itu akan datang kelak, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan menghantarkan kembali tawanan umat-Ku Israel dan Yehuda, demikianlah firman Tuhan; dan Aku akan membuat mereka itu kembali ke negeri yang sudah Ku karuniakan kepada nenek moyang mereka itu, maka mereka akan memilikinya.” Yeremiah 30 : 2, 3.

Ayat-ayat ini menunjukkan dengan jelas, bahwa Allah akan mengukuhkan janji yang kedua itu apabila Ia membawa kembali umat-Nya dari perhambaan mereka, sementara ayat-ayat berikut ini menentukan saat dari pelepasan atau pengumpulan ini sebagai berikut: “Karena akan jadi kelak pada hari itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, bahwa Aku akan mematahkankuknya dari pada lehermu, dan Aku akan memutuskan semua tali pengikatmu, maka orang-orang asing tidakakan lagi memperhambakan dia; melainkan mereka akanmelayani Tuhan Allah mereka, dan Daud raja mereka, yang akan Ku bangkitkan bagi mereka itu.” Yeremiah 30 : 8, 9.

Jika kita perhatikan dengan saksama, nubuatan ini belum menemui kegenapannya pada waktu orang-orang Yahudi kembali dari tawanan mereka di Babilon kuno yang lalu, sebab pada waktu itu Allah belum “membangkitkan” Daud raja mereka itu. Sesungguhnya mereka sama sekali belum memiliki seorang raja pun dari mereka sendiri, melainkan mereka berada di bawah pemerintahan Medo-Persia. Oleh sebab itu, maka nubuatan ini tak mungkin dapat diaplikasikan kepada yang lain selain dari pada sekarang ini, apabila keduanya “lsrael dan Yehuda” akan bergabung bersama- sama menjadi sebuah kerajaan besar, yang diteguhkan dalam kebenaran yang kekal. Kemudian “sekalian mereka akan mengenal Aku, sejak dari yang terkecil dari mereka itu sampai kepada yang terbesar dari padanya,” demikianlah firman Tuhan.

Dengan sendirinya, karena dari kenyataan bahwa belum pernah ada sesuatu masa semenjak dari hari kata-kata injil ini ditulis sampai kepada hari ini, bahwa setiap umat Allah sebagai sebuah sidang atau suatu bangsa, pernah mengenal Allah dan memeliharakan perintah-perintahnya, maka kembali lagi terbukti bahwa kegenapan dari janji yang kedua ini (yang mana pergerakan Exodus itu adalah contohnya), masih lagi di depan.

Demikianlah firman Tuhan: “Berapa lama lagi engkau hendak berlambatan, hai anak perempuan yang tiada taat? Karena Tuhan telah rnenciptakan sesuatu yang baru di bumi, yaitu Seorang Perempuan akan mengurung seorang laki-laki.” Yeremiah 31 : 22. “Perempuan” ini tak dapat tiada adalah simbol, karena tak ada seorang manusia pun yang mungkin dapat mengurung seorang yang lain. Untuk hal ini ia tak dapat tiada merupakan simbol dari sidang, dan “orang laki-laki” itu tak dapat tiada adalah Kristus, yang kelak pada masa itu “telah membasuh segala kekotoran dari puteri-puteri Sion” — yaitu menyucikan sidang (Yesaya 4 : 4; Testimonies, vol. 5, p. 80). Kemudian Ia akan “jadi baginya sebuah tembok api sekelilingnya, dan la akan tinggal ditengah-tengahnya. Zakharia 2 : 5, 11.

Walaupun banyak orang mengangkat suara mereka dengan bermacam-macam melawan pengukuhan Allah akan “benih Israel itu” sebagai suatu bangsa yang benar dan suci yang bebas dari orang-orang berdosa, mereka kelak akan gagal untuk menjatuhkan rencana-rencana dari Dia yang “mengaruniakan matahari bagi suatu terang pada siang hari, dan peraturan-peraturan dari pada bulan dan bintang-bintang bagi sebuah terang pada malam hari, yang memisahkan laut apabila ombak-ombaknya bergelora; Tuhan serwa sekalian alam ialah nama-Nya; Jika sekiranya semua peraturan itu lenyap dari hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, maka benih Israel pun akan berhenti dari pada menjadi suatu bangsa di hadapan-Ku untuk selama-lamanya. Demikianlah firman Tuhan, Jika kiranya langit di atas dapat diukur, dan segala alas bumi di bawah dapat diduga, maka Aku akan juga membuang segala benih Israel karena sebab segala perbuatannya, demikianlah firman Tuhan.” Yeremiah 31 : 35 – 37.

Karena semua janji-janji itu dibuat hanya kepada Israel (benih dari Ibrahim), pokok anggur yang asli, yang telah diinjak-injak, maka sebab itu pokok anggur ini harus ditegakkan; kemudian orang-orang Kapir yang bertobat oleh pengangkatan dalam Kristus akan dicangkokkan ke dalamnya, sehingga hanya oleh demikian inilah akan menjadi bagian dari tanaman Tuhan.

“Maka kataku: ‘Sudahkah Allah membuang umat-Nya? Dijauhkan Allah kiranya ini. Karena aku pun adalah seorang Israel, dari benih Ibrahim, dari suku bangsa Benyamin. Allah tidak membuang umat-Nya yang sudah diketahui-Nya lebih dulu. Atau tidakkah kamu ketahui apa yang dikatakan injil dari hal Eliyah, bagaimana ia telah mengadukan bani Israel kepada Allah, katanya, ya Tuhan mereka telah membunuh nabi-nabi-Mu, dan segala tempat kurban-Mu telah dibongkarnya; maka aku tinggal seorang diri saja, dan mereka itu berusaha mencari nyawaku. Tetapi apakah yang dikatakan dari jawaban Allah kepadanya? Aku telah mencadangkan bagi diri-Ku tujuh ribu orang yang tidak bertelut lutut kepada patung dari Baal. Maka bahkan juga pada masa ini ada terdapat sejumlah sisa yang sesuai dengan pilihan anugerah. Dan jika oleh anugerah, maka ia itu bukan lagi oleh perbuatan, sebab jikalau dari perbuatan, maka anugerah itu bukan lagi anugerah namanya. Tetapi jika ia itu dari perbuatan, maka itu bukan lagi anugerah, sebab jikalau dari anugerah, maka perbuatan itu bukan lagi perbuatan namanya. Jadi bagaimanakah? Israel tidak memperoleh apa yang dikerjarnya; tetapi orang-orang yang terpilih itu telah memperolehnya, dan mereka yang selebihnya telah dibutakan hatinya (Seperti yang ada tersurat, bahwa Allah telah memberikan kepada mereka itu roh tidur, supaya mata mereka tidak dapat melihat, dan supaya telinga mereka tidak dapat mendengar;) sampai kepada hari ini. Maka Daud berkata; Biarlah hidangan meja mereka itu menjadi suatu jerat, dan suatu perangkap, dan suatu penghalang, dan suatu pembalasan bagi mereka itu; biarlah mata mereka digelapkan, supaya tidak mereka tampak, dan supaya punggung mereka senantiasa dibungkukkan.

“Maka kataku: ‘Sudahkah mereka itu terantuk sehingga mereka harus jatuh? Dijauhkan Allah; tetapi karena kejatuhan mereka itu datanglah keselamatan bagi orang-orang Kapir, supaya membuat mereka cemburu. Kini jika kejatuhan mereka itu merupakan kekayaan bagi dunia, dan berkurangnya mereka itu menjadi kekayaan bagi orang-orang Kapir; betapa pula jika genap bilangan mereka itu? Karena sesungguhnya aku mengatakan kepadamu, hai bangsa-bangsa Kapir, karena sebagaimana aku adalah rasul untuk orang-orang Kapir, aku memuliakan jawatanku, jika sekiranya oleh sesuatu cara aku dapat membuat mereka itu cemburu, yaitu kaum sedarah dagingku itu, sehingga aku dapat menyelamatkan beberapa dari mereka itu. Sebab jika pembuangan mereka itu berarti perdamaian bagi dunia, apakah kelak jadi dengan penerimaan mereka itu, terkecuali hidup dari pada mati? Karena jika buah-buah pertama itu (Orang-orang Yahudi) suci, maka gumpalan itu (Orang-orang Yahudi dan orang-orang Kapir) juga suci; dan jika akar itu (orang-orang Yahudi)  suci, maka demikian pula cabang-cabangnya (apakah itu asli atau pun yang dicangkokkan). Maka jika beberapa dari cabang-cabang itu patah, maka kamu, yang adalah sebuah pokok zait liar (pohon Kapir), dicangkokkan di antara sekaliannya itu, lalu memperoleh sama-sama bagian dari akar dan lemak dari pokok zait (yang benar) itu; janganlah kamu bermegah-megah terhadap cabang-cabang itu. Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itulah yang menopang kamu. Mungkin kamu akan mengatakan: Cabang-cabang itu telah dipatahkan supaya aku dapat dicangkokkan padanya. Baiklah; karena ketidak percayaan mereka telah dipatahkan, tetapi engkau berdiri tetap karena iman.

“Janganlah kamu sombong, melainkan takutlah; karena jika Allahtidak memeliharakan cabang-cabang yang asal (orang-orang Yahudi yang tidak percaya), perhatikanlah supaya jangan Ia juga tidak akan memeliharakan kamu. Sebab itu perhatikanlah kebaikan dan kekerasan Allah; kekerasan terhadap mereka yang jatuh, tetapi kebaikan terhadap kamu, jikalau kamu tetap dalam kebaikan-Nya; jika tidak, kamu pun akan ditumpas. Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak menetap dalam ketidak percayaan mereka, karena Allah mampu untuk mencangkokkan mereka itu kembali. Sebab jika kamu telah dipotong dari pokok zait liar dan secara tidak alamiah dicangkokkan ke dalam sebatang pokok zait yang baik, betapa pula kelak dengan mereka ini yang berasal dari cabang-cabang asli dicangkokkan kembali ke dalam pokok zaitnya sendiri? Karena tiada aku suka, hai Saudara-Saudaraku, bahwa kamu tidak mengetahui akan rahasia ini, supaya jangan kamu merasa dirimu pandai dalam kesombanganmu sendiri; bahwa kegelapan dalam sebagian telah menimpa Israel, sampai genap orang-orang Kapir  itu masuk iman. Dan demikianlah semua Israel akan selamat, seperti yang tertulis: “Dari Sion akan datang Penebus, maka Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari Jakub; karena inilah perjanjian-Ku bagi mereka, apabila kelak Aku akan menyingkirkan dosa-dosa mereka.”

“Mengenai injil mereka adalah musuh-musuh karena kamu; tetapi menyinggung pilihan itu mereka adalah yang dikasihi karena demi para nenek moyang. Karena Allah tiada menyesal akan segala karunia-Nya dan akan panggilan-Nya itu. Karena seperti kamu dahulu durhaka kepada Allah, tetapi sekarang kamu memperoleh anugerah oleh karena ketidak percayaan mereka itu; demikian juga orang-orang ini sekarang telah mendurhaka, supaya oleh anugerahmu mereka juga dapat memperoleh anugerah. Karena Allah telah menutup sekalian mereka itu dalam ketidak  percayaan, supaya dapat la memberikan anugerah atas semua.

“Oh alangkah dalamnya kekayaan dari pada hikmat dan pengetahuan akan Allah! Betapa dalamnya keputusan-keputusanNya untuk diselidiki, betapa luasnya jalan-jalan-Nya untuk diselami! Karena siapakah yang dapat menyelami pikiran Tuhan, atau siapakah yang pernah menjadi penasehat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan kepada-Nya, sehingga ia itu harus digantikan kembali kepada-Nya? Karena segala sesuatu adalah dari Dia, dan melalui Dia, dan untuk Dia; kepada-Nyalah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.” Rum 11.

“Dengarlah olehmu akan Daku, hai segala pulau; berilah telinga, hai segala bangsa yang jauh-jauh! Bahwa Tuhan sudah memanggil aku (Israel) sejak dari kandungan ibuku, dan dari pada rahim ibuku sudah disebut-Nya namaku. Ia telah membuat mulutku bagaikan sebuah pedang yang tajam, dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya, dan membuat aku menjadi sebuah anak panah yang runcing, dan menyembunyikan aku dalam tabung panahNya; dan firman-Nya kepadaku: ‘Engkau adalah hamba-Ku, hai Israel, maka olehmu juga Aku akan dipermuliakan.’ Maka kataku: ‘Aku sudah berlelah-lelah dengan percuma, dan sudah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; tetapi keputusanku berada dengan Tuhan, dan hasil pekerjaanku adalah dengan Allahku.

“Maka sekarang, firman Tuhan yang telah membentuk aku semenjak dari rahim untuk menjadi hamba-Nya untuk membawa kembali Yakub (keturunannya) kepada-Nya. Walaupun Israel tidak terhimpun, namun aku akan menjadi mulia dalam pemandangan Tuhan, dan Allah-ku akan menjadi kuatku. (Kita juga dapat mengatakan, bahwa walaupun seluruh dunia akan menolak Allah dan pekabaran-Nya, “namun kita akan menaruh harap kepada Tuhan.”) Maka firman-Nya: ‘Adalah suatu hal yang gampang bahwa kamu akan menjadi hamba-Ku untuk membangkitkan segala suku bangsa Yakub itu dan untuk mengembalikan (hanya) Israel yang terpelihara itu; Aku akan juga membuatmu menjadi terang bagi bangsa-bangsa Kapir, supaya kamu boleh menjadi selamat-Ku kepada seluruh hujung bumi.” Yesaya 49 : 1 – 6. Dengan perkataan lain, mereka (yang berasal darl Israel) yang memberitakan pekabaran pemeteraian mereka yang 144.000 itu kepada sidang, akan juga kelak memberitakan kemuliaan Allah di antara segala bangsa Kapir, sehingga demikianlah keselamatanNya akan sampai ke seluruh hujung bumi, lalu “menghantarkan semua saudara (mereka) bagi suatu persembahan kepada Tuhan keluar dari segala bangsa.” Yesaya 66: 19, 20.

“Demikianlah firman Tuhan, Penebus Israel itu, dan Dia Yang Suci-Nya, kepada Dia yang dicela segala orang (dia yang oleh mereka disebut, “orang ini” (Lukas 19: 14). Lihat halaman 64), kepada Dia yang dijijikan oleh bangsa itu, kepada seorang hamba dari penguasa-penguasa, Raja-Raja akan melihat dan bangkit berdiri, penghulu-penghulu juga akan menyembah sujud, oleh karena Tuhan yang setia, dan Yang Maha Suci Israel, maka Ia akan memilih Kamu. Demikianlah firman Tuhan, Pada suatu masa yang Aku berkenan sudah Aku dengar akan dikau, dan pada suatu hari keselamatan sudah Aku menolong akan dikau; maka Aku akan memeliharakan dikau, dan mernberikan engkau bagi suatu perjanjian bagi umat, untuk menegakkan bumi, untuk membuat semua harta pusaka yang ditinggalkan untuk dikuasai; supaya kamu dapat mengatakan kepada semua orang tawanan: ‘keluarlah’; kepada mereka yang dalam kegelapan: ‘Tampillah!’. Mereka akan makan sepanjang jalan, dan padang-padang rumput mereka akan terdapat di tempat-tempat yang tinggi. Tiada mereka itu akan lapar atau dahaga dan panas terik atau panas matahari juga tidak akan menyengat mereka; karena Dia yang pemurah terhadap mereka itu akan memimpin mereka, bahkan dekat dengan pancaran-pancaran air akan dibawa-Nya mereka itu. Maka Aku akan menjadikan semua gunung-Ku sebuah jalan rata, dan semua jalan-jalan-Ku akan ditinggikan. Tengoklah, mereka ini akan datang dari jauh; dan lihatlah, mereka ini dari sebelah utara dan dari sebelah barat; dan mereka ini dari tanah Sinim.

“Menyanyilah, hai segala langit, dan bersukarialah, hai bumi, dan bergembiralah dan menyanyi, hal segala gunung, karena Tuhan sudah menghiburkan umat-Nya, dan Ia akan menyayangi orang-orang susah milik-Nya. Tetapi Sion mengatakan: Tuhan sudah meninggalkan daku, dan Tuhanku sudah melupakan daku.” Yesaya 49 : 7 – 14.

Sion seperti yang kita saksikan di sini, adalah berupa sidang dalam mana mereka yang 144.000 itu berada pada waktu pekabaran pemeteraian ini terdengar, dan karena adalah bagaikan biji mata-Nya, maka Tuhan bertanya kepadanya: “Dapatkah seorang wanita melupakan anak penyusunya, sehingga tiada ia mengasihani akan putera dari rahimnya itu? Walaupun mereka mungkin lupa, namun Aku tidak akan melupakan dikau. Bahwasanya Aku sudah mengukir kamu pada telapak-telapak tangan-Ku; semua pagar tembokmu adalah senantiasa di depan-Ku. Bahwa anak-anakmu akan bergegas-gegas, semua pembinasamu dan mereka yang merampok kamu itu akan lari meninggalkan kamu.” Yesaya 49 : 15 – 17. Artinya, orang-orang berdosa akan diambil keluar dari padanya, yaitu dibuang keluar” dari antara orang-orang yang benar.” Matius 13 : 48, 49.

“Angkatlah matamu berkeliling; dan tengoklah; mereka ini semuanya berkumpul bersarna-sarna, dan datang kepadamu. Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan, sesungguhnya mereka semuanya itu akan kamu pakai sebagai perhiasan, dan mereka akan kamu lilitkan padamu, seperti yang dilakukan oleh pengantin perempuan. (Lihat Zakharia 8 : 23; Tongkat Gembala Jilid 2, halaman 407). Karena semua kerusakanmu dan semua tempatmu yang ditinggalkan, dan negeri kerusakanmu itu, sekarang bahkan akan terlalu sempit karena terlalu banyak penduduknya, dan mereka yang menelan engkau itu akan dihalau jauh-jauh, (Artinya, suatu rombongan besar orang-orang akan menggabungkan diri dengan sidang, tetapi orang-orang berdosa akan ditahan jauh-jauh dari padanya). Anak-anak yang akan kamu miliki (mereka yang akan dihimpunkan masuk), setelah kamu kehilangan yang lainnya (mereka yang jatuh di bawah pembantaian dari Yeheskiel sembilan), akan kembali mengatakan pada pendengaranmu, ‘Tempat ini terlalu sempit; berilah aku tempat supaya aku boleh duduk.’ Maka akan kamu katakan dalam hatimu, Siapa gerangan yang sudah melahirkan semuanya ini bagiku? Karena aku sudah kehilanqan anak-anakku, dan aku adalah sunyi, seorang tawanan, yang terbuang kesana-kemari, maka siapakah yang telah membesarkan mereka ini ? Tengoklah, aku tertinggal seorang diri; mereka ini, di manakah mereka berada tadinya? (Pertanyaan ini menunjukkan, bahwa sidang tidak mengetahui dari hal rombongan besar dari Wahyu 7: 9 — buah-buah kedua itu). Demikianlah firman Tuhan Hua, Tengoklah, Aku akan mengangkat tangan-Ku kepada segala bangsa Kapir, dan menegakkan standard-Ku kepada orang banyak itu; maka mereka akan menghantarkan anak-anakmu laki-laki dalam gendongannya, dan anak-anakmu perempuan akan dibawanya pada bahu-bahu mereka. Maka raja-raja akan menjadi bapa-bapa asuhmu, dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi ibu-ibu asuhmu; mereka akan menyembah sujud ke hadapanmu dengan muka sampai ke tanah, dan menjilat debu kakimu; maka akan diketahui olehmu, bahwa Akulah Tuhan; karena mereka yang menunggui Aku tidak akan malu.

“Dapatkah jarahan dirampas dari tangan orang-orang yang kuat, atau dapatkah tawanan dilepaskan? Tetapi demikianlah firman Tuhan, bahwa bahkan tawanan-tawanan milik orang gagah perkasa sekalipun akan dirampas dari padanya, dan jarahan milik orang yang menakutkan sekalipun akan dilepaskan; karena Aku akan melawan orang yang menentang akan Daku, dan Aku akan menyelamatkan anak-anakmu. Maka Aku akan memberi makan segala orang yang menganiaya akan dikau itu dengan dagingnya sendiri, dan mereka akan diberi minum dengan darahnya sendiri sampai mabuk bagaikan dengan air anggur yang manis; maka segala manusia akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan Juruselamatmu dan Penebusmu, yaitu Yang Maha Kuasa dari Yakub Itu.” Yesaya 49 : 18 – 26.

“Tetapi apabila ia melihat anak-anaknya, yaitu perbuatan tangan-Ku, di tengah-tengahnya, mereka akan mengkuduskan nama-Ku, dan mengkuduskan Yang Maha Suci dari Yakub itu, dan mereka akan takut kepada Allah Israel.” “Bahwasanya nama Tuhan datang dari jauh, murka-Nya bernyala-nyala dan sangatlah kehangatannya. Bibir-Nya penuh dengan geram dan lidah-Nya seperti api yang makan habis; maka napas-Nya (pekabaran-Nya bagi zaman ini) seperti aliran sungai yang meluap akan naik sampai ke tengah leher, untuk menyaring segala bangsa dengan penyaringan kesia-siaan, maka akan dibubuhkan suatu kang di mulut orang banyak itu yang membuat mereka itu keliru.” Yesaya 29 : 23; 30 : 27, 28.

“Tetapi orang dermawan itu merancang perkara-perkara kebajikan; dan oleh perkara-perkara kebajikan ia akan berdiri. Sebab segala istana akan ditinggalkan; orang banyak dari negeri itu akan dibiarkan; semua benteng dan tugu-tugu akan menjadi lobang-lobang gua untuk selama-lamanya, akan menjadi kesukaan bagi keledai-keledai liar, dan tempat rerumputan bagi kawanan hewan; sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas, dan padang belantara menjadi suatu padang lapangan yang subur, dan padang yang subur itu akan dianggap sebagai hutan. Kemudian keadilan akan tinggal di padang belantara, dan kebenaran akan menetap di padang yang subur. Maka perbuatan dari kebenaran akan menjadi damai, dan efek dari kebenaran ialah ketenteraman dan jaminan untuk selama-lamanya. Maka umat-Ku akan tinggal di tempat yang damai, dan di tempat-tempat tinggal yang tenteram, dan di tempat-tempat peristirahatan yang aman; apabila hujan air beku kelak turun atas hutan; dan negeri itu akan direndahkan di tempat yang rendah. Berbahagialah kamu yang menabur di tepi segala air, yang mengirim kesana lembu dan keledai.” Yesaya 32 : 8, 14 – 20. (Terjemahan yang lebih tepat).

“Dengarlah olehmu, hai kamu yang jauh, barang apa yang telah Kulakukan, dan kamu yang dekat, akuilah olehmu akan kuasa-Ku! Orang-orang berdosa di Sion dalam ketakutan; kegentaran berlaku atas segala orang munafik. Siapakah di antara kita yang akan tinggal bersama-sarna dengan api yang memakan habis? Siapakah di antara kita yang akan tinggal bersama-sama dengan nyala-nyala api yang kekal? Orang yang berjalan benar, dan yang berbicara benar; orang yang menolak laba dari penindasan, yang mengebaskan tangannya dari menerima suap, yang menutup telinganya dari pada mendengarkan darah, dan yang menutup matanya dari pada memandang akan kejahatan; ia akan duduk di tempat yang tinggi: kubu pertahanannya adalah bukit batu: roti akan diberikan kepadanya; airnya akan terjamin.

“Bahwa matamu akan memandang Raja itu dalam keindahanNya: mereka akan memandang suatu tanah yang jauh. Hatimu akan memikirkan suatu ketakutan. Dimanakah juru tulis itu (sekretaris)? Dimanakah orang yang menerima bea itu (bendahara)? Dimanakah dia yang menghitung (sekretaris statistik) segala bangunan (president-president dari conference)? Tidak lagi engkau akan melihat bangsa yang bengis, suatu bangsa yang amat dalam bahasanya sehingga hampir-hampir tak dapat kamu mengerti; dan yang berlidah pelat sehingga kamu tak dapat memahami dia (kamu akan berbicara dan memahami semua bahasa).” Yesaya 33 : 13 – 19.

“Kuatkanlah tangan yang lemah lesu, dan perteguhkanlah lutut-lutut yang goyah. Katakanlah kepada mereka yang tawar hati, “pertetapkanlah hatimu, jangan takut: bahwasanya, Allahmu akan datang dengan pembalasan, bahkan dengan ganjaran Allah, Ia akan datang dan menyelamatkan kamu. Kemudian semua mata orang-orang buta akan dicelekkan, dan semua telinga orang-orang yang tuli akan dibukakan. Kemudian orang-orang timpang akan meloncat seperti anak rusa; dan lidah orang-orang yang bisu akan menyanyi; karena di padang belantara akan keluar air yang banyak, dan aliran-aliran air di tanah yang kekeringan. Dan tanah pasir yang kekeringan akan berobah menjadi sebuah kolam air, dan dari tanah gersang akan menjadi sumber air; di termpat kediaman ular-ular naga di mana masing-masingnya berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Maka di sana akan ada suatu jalan raya, dan sebuah jalan, maka ia itu akan disebut Jalan Kesucian; seorang najis pun tak boleh lalu dari padanya; tetapi ia itu akan tersedia bagi mereka: orang-orang pejalan kaki walaupun orang-orang bodoh sekalipun mereka tidak akan kesasar di dalamnya. Di sana tiada akan ada singa, dan sesuatu binatang yang ganas pun tiada akan sampai ke sana, ia itu tiada akan ditemukan di sana; tetapi orang-orang tebusan akan berjalan di sana. Maka segala orang tebusan Tuhan akan kembali, dan akan datang ke Sion dengan nyanyian-nyanyian dan kegembiraan kekal pada kepala mereka; mereka akan memperoleh kesukaan dan kegembiraan, maka kesusahan dan keluhan akan berlalu.” Yesaya 35 : 3 – 10.

Karena sebagaimana halnya “padang” yang berisikan gandum dan lalang (Matius 13 : 30) dan “pukat’ yang berisikan “ikan” yang baik dan ikan yang jelek, keduanya melambangkan siding injil selama masa periode di mana orang-orang benar dan orang-orang munafik bergabung bersama-sama, maka “bejana-bejana” yang ke dalamnya dimasukkan “ikan yang baik” setelah “ikan yang jelek” dibuang” dari antaranya”, dan “lumbung” yang ke dalamnya dimasukkan “gandum” setelah “lalang-lalang” dipisahkan daripadanya, tak dapat tiada harus melambangkan sidang yang beralih dari keadaannya yang cemar (padang atau pukat) ke keadaannya yang lain, yaitu keadaan suci yang, dilambangkan bukan oleh “padang” atau oleh “pukat”, melainkan oleh “lumbung” dan oleh “bejana-bejana” — yaitu suatu tempat yang baru yang aman dan bersih — dimana “semenjak dari itu tidak akan lagi masuk ……….. orang-orang yang tidak bersunat dan mereka yang keji.” Yesaya 52 : 1.

Dengan demikian sebutan apapun juga yang akan kita berikan bagi tempat yang baru ini kedalam mana orang-orang benar akan dihimpunkan, ternpat itu sendiri akan mutlak bebas dari dosa karena semua orang berdosa yang ada di antara orang-orang benar pada waktu sudah dibinasakan.

Karena setelah pemisahan orang-orang yang tidak bertobat dari antara umat Allah yang benar, maka sidang (kemudian terdiri dari 144.000 orang, yaitu buah-buah pertama dari dua belas suku bangsa bani Israel) akan muncul menjadi sebuah pemerintahan theocrasi; maka tak dapat tiada “bejana-bejana” itu melambangkan unit-unit bagian yaitu suku – suku bangsa ke dalam mana orang-orang tebusan akan berhimpun berbondong-bondong, sementara sebaliknya “lumbung” melambangkan kesatuan unit, yaitu kerajaan ke dalam mana mereka itu berhimpun secara kolektip. Dan perhimpunan yang besar ini secara selektip, mutlak dan terakhir, seperti layaknya, berlangsung hanya untuk menunjukkan kembali, bahwa lahirnya kerajaan itu adalah mutlak bergantung pada pembersihan sidang.

“Aku Yesus telah mengutus malaikat-Ku untuk membuktikan kepadamu segala perkara ini di dalam sidang-sidang jemaat. Akulah akar dan benih Daud ltu, dan bintang fajar yang gilang gemilang itu.” Wahyu 22 : 16. “Bangkitlah kamu, supaya dapat kita naik ke sana melawan mereka itu; karena kami telah melihat tanah itu, dan, bahwasanya, ia itu baik sekali adanya; masakan kamu diam saja di sini?” (Hakim-hakim 18 : 9). Janganlah berlambatan, bertindaklah cepat, bersiaplah, ikutilah

 

 284 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart