<< Go Back
Anak Domba Menuju ke Penguasa
Negeri Itu.
“Kirimkanlah olehmu anak domba itu kepada penguasa negeri itu dari Sela ke padang belantara, sampai ke bukit puteri Sion. Karena akan jadi kelak, bahwa sebagaimana seekor burung yang melarat dibuang keluar dari sarangnya, demikian pula segala puteri Moab akan berada di ternpat tempat penyeberangan sungai Amon. Berembuglah, laksanakanlah keadilan; jadikanlah bayanganmu bagaikan malam di tengah-tengah siang tengah hari; sembunyikanlah orang-orang yang terbuang; janganlah mengkhianati dia yang mengembara itu. Biarlah segala orang-Ku yang terbuang itu tinggal bersamamu, hai Moab; jadilah engkau sebuah perlindungan bagi mereka dari pada wajah si pembinasa itu; karena tak lama lagi akan berakhir si penganiaya itu, pembinasa itu berakhir, para penindas akan habis lenyap dari tanah itu. Maka dalam kemurahan tahta itu akan diperdirikan; dan ia akan duduk di atasnya dalam kebenaran di dalam tabernakel Daud, sambil mengadili, dan mencari keadilan, dan mempercepat pembenaran.” Yesaya 16 : 1 – 5.
Walaupun ayat-ayat di atas ini mungkin tampaknya tidak mengandung apa-apa selain dari pada bahasa irama mistik dari komplotan rahasia, namun ada juga pelajaran-pelajaran dari padanya yang telah dibuat untuk mentobatkan bahkan orang kapir yang keras hati sekalipun kepada kebenaran tertentu dari Alkitab. Sesungguhnya, kalau saja umat Allah dapat maju tanpa ayat-ayat injil ini, maka pasti Ia tidak akan merepotkan nabi itu untuk menuliskannya atau pun mengambil tempat di dalam Alkitab untuk mencatatkannya. Kalau saja ia itu singkatnya hanya merupakan suatu kegembiraan mistik dari gema nubuatan tanpa alasan, maka itu adalah tak lebih dari pada sesuatu yang diulangi dengan sia-sia saja, yaitu sesuatu yang tidak sempurna — suatu perkara yang tidak mungkin bagi Allah. Dengan demikian, maka barangsiapa yang menambahkan kepada ayat-ayat itu sesuatu yang tidak penting atau pun tidak berarti, kelak akan dihukum secara menakutkan menurut kata-kata injil berikut ini:
“Jika seseorang mengurangkan sesuatu dari kata-kata kitab nubuatan ini, maka Allah akan mengeluarkan bagiannya dari kitab alhayat, dan dari kota suci, dan dari segala perkara yang tersurat di dalam kitab ini.” Wahyu 22 : 19.
Oleh sebab itu, karena kata-kata Yesaya harus mengandung terang, maka ketidak-adanya terang itu akan membiarkan kegelapan menguasai jalan kita, menghadapkan kita kepada resiko kejatuhan bersama-sama dengan orang-orang buta yang langsung masuk ke dalam lobang, tetapi penyelidik kebenaran yang rajin akan menemukan, bahwa walaupun ayat-ayat itu tampaknya gelap dan mengandung rahasia, ia itu adalah jelas dan sederhana apabila dilihat dalam terang yang bercahaya dari atas.
“Kirimlah olehmu anak domba itu kepada penguasa negeri itu dari Sela ke padang belantara, sampai kebukit puteri Sion.”
Kata sandang yang tertentu, “the,” memberikan arti mutlak kepada kata benda, “lamb” (anak domba), menunjukkan bahwa satu-satunya jenis yaitu seekor anak domba, ialah objek dari perintah itu untuk mengirimkan “anak domba itu” dari Moab “ke bukit puteri Sion” — Gunung Sion di Yerusalem.
“Karena akan jadi kelak, bahwa sebagaimana seekor burung yang melarat dibuang keluar dari sarangnya demikian pula segala puteri Moab akan berada di tempat-tempat penyeberangan sungai Arnon.” Artinya, anak domba itu harus diambil dari Moab karena orang-orang Moab itu akan “dibuang keluar” “sebagai seekor burung yang merana,” “di penyeberengan-penyeberangan sungai Arnon.” Yesaya 16 : 2.
Sejarah Alkitab mencatat bahwa anak domba yang satu itu yang diambil dari Moab sebelum orang-orang Moab itu “dibuang keluar dari sarang (mereka),” ialah Dia Yang oleh Yahya Pembaptis dikatakan: “Tengoklah anak Domba Allah Itu” — yaitu Kristus. Nubuatan itu menunjukkan bahwa anak domba itu dilarikan dari Moab ke Gunung Sion (istana Daud di Yerusalem) — yaitu suatu peristiwa yang terjadi pada waktu Naomi dengan anak-anak lelakinya pergi ke Moab (“padang belantara” itu — yaitu suatu bangsa yang tidak berada di bawah pengawasan Tuhan yang langsung, dan karena itulah bukan sebuah kebun anggur) dan membawa serta Ruth, wanita Moab itu, dari Moab ke Yerusalem: karena “Boaz mengambil Ruth, dan ia menjadi isterinya ……., dan ia melahirkan seorang putera, ……. dan mereka menamakannya Obed: ia adalah ayah dari Isai, yaitu ayah dari Daud. ……. Dan Isai melahirkan Daud.” Ruth 4 : 13 – 22.
Demiklanlah Kristus, Putera Daud itu, telah “dikirim” dari Moab ke Gunung Sion — istana Daud; dan dengan demikian menunjukkan keilahian Kristus sebagai Putera Allah, dan kemanusiaan-Nya sebagai Putera yang bukan saja dari Daud melainkan juga dari Lot — Moab.
Oh betapa tepatnya secara mentaajubkan Allah kita; nama-nama itu, yaitu Obed, Isai, dan Daud dalam bahasa Iberani berarti Kristus — seorang hamba (Obed), yang akan menjadi kehadiranKu (Isai), yang dikasihi, itu (Daud).
Kristus di dalam daging adalah seorang Moabi seperti juga halnya seorang Israel, Allah berfirman: “Biarlah segala orang-Ku yang terbuang itu tinggal bersamamu, hai Moab (Kristus); jadilah engkau sebuah perlindungan bagi mereka dari pada wajah si pembinasa itu.” “Dan seseorang lelaki (kembali menunjuk kepada Kristus) akan jadi bagaikan suatu tempat berlindung dari angin, dan suatu tempat persembunyian dari angin ribut: seperti sungai-sungai yang berair di tempat yang kering, seperti bayangan dari sebuah batu besar di tanah yang tandus.” Yesaya 16 : 4 ; 32 : 2.
Dikirim untuk “berrembug, melaksanakan keadilan; menjadikan bayanganNya bagaikan malam di siang tengah hari; menyembunyikan orang-orang yang terbuang; jangan mengkhianati dia yang mengembara itu” (Yesaya 16 : 3), maka Kristus, “tempat persembunyian kita dari angin, dan sebuah tempat berlindung dari pada angin ribut” “di suatu tanah yang kering,” adalah sebuah bayangan yang sempurna dan besar, bahkan seperti tengah malam pada siang tengah hari. Demikian pula seperti yang ditegaskan oleh Pemazmur yang berbunyi: “Betapa sempurna kasih sayang-Mu, ya Allah! Oleh karenanya segala anak Adam menaruh harap di bawah bayangan sayap-sayap-Mu. Karena Engkau telah menjadi penolongku, maka di bawah bayangan sayap-sayap-Mu aku akan bersukaria.” Mazmur 36 : 7; 63 : 7.
Maka “sebab itu,” demikianlah nabi Injil mengatakan, “bangsa yang kuat akan kelak memuliakan dikau, negeri dari bangsa-bangsa yang hebat besar akan takut kepadamu. Karena engkau telah menjadi suatu kekuatan bagi orang yang miskin, suatu kekuatan bagi orang yang kekurangan dalam kepicikannya, suatu perlindungan dari pada angin ribut, suatu bayangan dari pada panas matahari, apabila amarah orang-orang yang hebat menakutkan itu datang bagaikan suatu angin ribut menghantam tembok.” Yesaya 25 : 3, 4.
“Maka dalam kemurahan tahta itu kelak akan diperdirikan; maka Ia akan duduk di atasnya dalam kebenaran di dalam kemah tabernakel Daud, sambil mengadili, dan mencarikan keadilan, dan mempercepatkan pembenaran.” Yesaya 16 : 5.
Oleh karena sesuai dengan kata-kata injil ini pendirian tahta Kristus itu masih akan datang, dan karena selanjutnya ia itu akan diperdirikan di dalam kemah tabernakel Daud (yaitu yang belum pernah terlaksana pada kedatangan-Nya yang pertama), maka sebab itu, Kristus, apabila Ia datang memerintah di dalam kerajaan-Nya yang akan datang, Ia akan duduk di atas tahta Daud. Dan karena Ia kemudian akan mengadili, mencari keadilan, dan mempercepat pembenaran, maka semua tindakan ini akan jadi sebelum masa kasihan berakhir — yaitu masa di mana Ia dapat mempercepatkan pembenaran itu. Dengan demikian, secara membesarkan hati, maka nubuatan dari hal silsilah keturunan Kristus ini berikut “pengambilan kekuasaan oleh-Nya dalam tangan-Nya sendiri,” telah diberikan bagi “nasehat dan pelajaran” bagi orang-orang yang akan hidup di akhir zaman, apabila “semua perkara ini akan jadi.” Sebab itu adalah sangat penting diperlukan untuk mengenangkan semua pelajaran penting yang terkandung di dalamnya, lalu bersama-sama dengan
227 total, 1 views today


