Jawaban yang dijanjikan
<< Go Back


Jawaban yang dijanjikan

 

Sesudah kira-kira empat minggu berlalu terhitung dari pertemuan yang ditunda itu, kepada kami diberitahu mengenai waktu, bahwa mereka akan memberikan jawabannya, yang telah dipersiapkannya secara tertulis. Pada pertemuan ini dua belas orang penganut Tongkat Gembala hadir, dan tidak ada yang berkeberatan atas kehadiran mereka. Salah seorang dari anggota komitee itu membaca laporan yang panjang bertele-tele hasil penemuan-penemuan mereka, yang jelas-jelas menunjukkan, bahwa dokumen itu telah disusun dengan tekad akhir, yang dengan resiko apa pun juga, menggambarkan penolakan terhadap pekabaran Tongkat, bahkan dengan menggunakan cara-cara yang seringkali digunakan menentang kebenaran Sabat. Kenyataan ini akan jelas-jelas menyedihkan sekali bagi semua orang yang secara jujur membaca dokumen itu, yang kini telah dicetak di bawah nama: Sebuah Jawaban kepada Tongkat Gembala.

Segera sesudah membacanya kepada kami, mereka lalu menunda pertemuan itu, sambil secara kaku menolak desakan permohonan kami untuk hanya tiga menit saja, dalam mana untuk mengemukakan pernyataan kami. Tindakan sewenang-wenang sedemikian ini dan cara-cara kerja tanpa timbang rasa, yang sama sekali tidak menggambarkan sifat Kristus, menunjukkan bahwa komitee itu sesungguhnya cukup mengerti, bahwa laporan mereka menentang Tongkat sama sekali belum berhasil menolak satu pun persoalannya. Karena sekiranya mereka yakin bahwa laporan mereka itu benar, maka mereka sudah akan langsung menuntut kepada kami di sana maupun kemudian untuk menepati janji kami untuk menarik kembali semua ajaran kami, dan kemudian sudah akan membentangkan hasil pertemuan itu secara terbuka sebagai kesaksian-kesaksian pengakuan mereka. Tetapi saying, mereka menolak untuk mendengarkan satu perkataan pun dari antara kami yang hadir.

Lagi pula, telah diperinci dalam persetujuan itu bahwa kami harus pertama sekali memberikan kepada mereka pelajaran mengenai “Penuaian Itu”, dan bahwa hanya terhadap pelajaran itu yang harus mereka jawab. Tetapi dalam jawaban mereka yang terlambat itu, kembali mereka melalaikan persayaratan-persyaratan pada persetujuan itu, mereka berusaha dengan sekali pukul menolak seluruh pekabaran, dengan cara mengutip dari bagian-bagian Tongkat Gembala itu pernyataan-pernyataan, yang karena diangkat dari konteksnya, dengan demikian terpisah dari semua bukti penunjangnya, maka terlihat bagaikan asumsi belaka yang seluruhnya lepas dari kekuasaan, dan bahkan bertentangan satu dengan yang lainnya dan juga bertentangan dengan Roh Nubuatan.

Tetapi, baik tindakan-tindakan mereka yang tidak berprinsip itu maupun penolakannya karena buta pandangan itu, semuanya tetap tidak berhasil meruntuhkan pekabaran itu seperti yang mereka harapkan. Malahan sebaliknya mereka justru telah meninggikan pekabaran itu. Namun mereka telah mendorong orang-orang yang lamban dan yang picik pengetahuannya, yaitu setiap orang yang bergantung pada orang lain untuk memutuskan apa artinya kebenaran dan apa artinya kekeliruan, untuk tetap tinggal dalam kondisi Laodikea mereka, yaitu suam, merasa puas, sambil menunggu untuk “diludahkan keluar”.

Pendeta A.G. Daniells, ketua dari komitee dua belas orang itu, menjanjikan kepada Saudara Houteff sebuah salinan dokumen itu yang mereka baca kepada kami, tetapi sampai kepada hari ini mereka tidak pernah menjunjung tinggi janji mereka. Selama dua bulan sesudah pertemuan itu, kami berulang kali menelepon kantor Union Conference, dan setiap kali hanya untuk menerima permohonan maaf disertai sebuah janji yang lain lagi yang sia-sia. Pada akhirnya, sewaktu berlangsung pertemuan Spring Council di Washington D.C. kami telah mengirim kawat kepada Pendeta Daniella sebagai berikut:


Los Angeles, California
28 April, 1934.

Pendeta A. G. Daniells,
Takoma Park, Washington. D.C.
Care of Spring Council, S.D.A.

“Sekalipun Saudara menjanjikan pengiriman laporan penyelidikan Penuaian sesudah dicetak, dalam beberapa hari, enam minggu sudah berlalu, sekalipun permintaan-permintaan berulang kali kepada Union Conference memohon pengirimannya telah disampaikan. Laporan-laporan menunjukkan, seluruhnya, atau sebagian-sebagian, sudah disebarkan.  Sekiranya benar mohon kawat, juga tanggal kapan Saudara mau mengirim copy-nya untuk saya.”

 

tertanda

V. T. HOUTEFF

*****

 

Terhadap permohonan yang sangat mendesak ini pun tidak ada satu pun jawaban diberikan kepada kami.

Kami sadar bahwa tindakan komitee itu adalah hampir-hampir tak dapat dipercaya. Dan kami menyesal sedalam-dalamnya, bahwa mereka telah memaksa kami dalam membela Kebenaran, untuk mengungkapkan semua kenyataan itu di sini, agar setiap orang dapat mengetahui dan memutuskan sendiri bagi dirinya sesuai yang dianjurkan oleh Roh Nubuatan di bawah ini:

“Sementara siswa mengorbankan kemampuan berpikirnya lalu menilai sendiri, maka ia menjadi tidak mampu untuk membedakan di antara kebenaran dan kesalahan, lalu jatuh menjadi mangsa kesesatan. Ia akan mudah dikendalikan untuk mengikuti adat kebiasaan. ………. Pikiran yang bergantung pada keputusan penilaian orang-orang lain pasti cepat atau pun lambat akan tersesat.” – Education, pp. 230, 231.

Suatu waktu yang sedemikian seperti sekarang akan mengungkapkan kepada setiap orang apakah ia sedang berharap hanya pada Allah saja atau juga pada seseorang Daniel, seseorang Nuh, atau seseorang Ayub. Orang-orang yang membiarkan orang lain berpikir dan belajar dan memutuskan bagi mereka, akan benar-benar kecewa secara menyedihkan apabila tak lama lagi mereka akan menemukan dirinya pada pihak yang salah. Kemudian “akan terjadi tangisan dan keretak gigi.” Oleh sebab itu, maka bahaya ini akan memimpin kita untuk memeriksa dengan saksama kesungguhan dari J A W A B A N itu, juga untuk mengetes kemampuan menginterpretasi dari

 

 265 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart