Pikiran yang mempengaruhi pikiran dua belas orang itu
<< Go Back


Pikiran yang mempengaruhi pikiran
dua belas orang itu

 

Dalam sebuah surat kepada Dr. W. S. Butterbaugh, Professor Graf menunjuk komitee penyelidik dari conference itu sebagai “komitee dua belas,” sambil mengulangi sebutan itu beberapa kali, membuatnya jelas agar mereka dapat dihormati sebagai suatu badan kekuasaan masa kini seperti halnya Sanhedrin di zaman Kristus dahulu. Salah seorang dari mereka ini adalah Professor Graf sendiri, yang mana brosur-brosurnya yang pertama, dalam pilihan kata-kata maupun argumentasinya diperbandingkan kepada kata-kata dan argumentasi dari JAWABAN itu, mengungkapkan bahwa sejauh yang berkaitan dengan sumbangan mereka kepada JAWABAN itu, “komitee dua belas” ini sesungguhnya adalah komitee seorang saja, dan bahwa penemuan-penemuan mereka itu adalah hasil dari metode-metode interpretasi sederhana dari orang yang satu ini juga. Dengan demikian anggota-anggota telah ditipu dengan sebuah laporan yang tidak memihak yang mewakili mereka, dan telah diberikan pendapat-pendapat theologis dan pemikiran-pemikiran dari seorang saja, sebagai penemuan-penemuan dari dua belas orang.

Dalam suatu usaha untuk meruntuhkan iman Dokter (Butterbaugh) terhadap Tongkat Gembala, Professor ini dalam suratnya mengatakan:

“Saudaraku, kini saya yakin Saudara telah cukup berpengalaman dalam penyelidikan dan interpretasi Alkitab untuk menyadari, bahwa adalah pasti berbahaya untuk mencoba membangun doktrin Alkitab yang penting dan interpretasi yang didasarkan pada interpretasi simbol-simbol dan perumpamaan-perumpamaan.”

Di sini benar-benar adalah luar biasa, professor itu menyatakan dengan tegas bahwa bergantung pada contoh-contoh, simbol-simbol, dan perumpamaan-perumpamaan sebagai “landasan” pada mana membangun “doktrin Alkitab yang penting” adalah “pasti berbahaya”. Namun sekiranya penegasannya itu benar, maka ia bukan saja sedang menuduh mempersalahkan ajaran-ajaran Tongkat Gembala, melainkan juga ajaran-ajaran Masehi Advent Hari Ketujuh, karena sekaliannya itu kebanyakan berlandaskan pada interpretasi simbol-simbol.

Sebagaimana dengan kebanyakan orang-orang MAHK, maka penulis buku kecil Traktat ini telah bertobat menjadi anggota gereja Masehi Advent Hari Ketujuh oleh ajaran-ajaran ungkapannya, terutama semua yang didasarkan pada simbol-simbol dan contoh-contoh, seperti misalnya patung besar dari Daniel pasal 2 dan binatang-binatang dari Daniel pasal 7. Sesungguhnya, interpretasi mereka itu menyajikan satu-satunya konci yang membuka sejarah masa kini dan masa yang akan datang, yang mengungkapkan bahwa kerajaan-kerajaan dunia ini akan sampai kepada ajalnya pada waktu berdirinya kerajaan Kristus: karena batu itu yang “terpotong keluar tanpa pertolongan tangan” (Daniel 2 : 34), menghantam patung itu, meratakannya sampai ke tanah sampai menjadi habu, dan mencerai-beraikannya ke seluruh empat mata angin.

Kebenaran yang sederhana adalah bahwa interpretasi mengenai binatang-binatang simbolis dari Daniel pasal 7 itu adalah benar-benar merupakan tulang punggung dari “ajaran Alkitab penting” dari MAHK. Kebenaran mengenai “tanduk kecil”, yang memiliki “mata seperti mata manusia, dan sebuah mulut yang membicarakan perkara-perkara besar” (Daniel 7 : 8), ialah kebenaran yang telah membuat kita menggabungkan diri dengan madzab organisasi gereja M.A.H.K. Oleh sebab itu, mengingat bahwa kebanyakan ajaran-ajaran M.A.H.K. yang penting adalah berlandaskan pada interpretasi simbol-simbol, maka kami telah meminta kepada Professor itu supaya menjelaskan dimana letak bahayanya. Tetapi sampai kepada hari ini sembilan tahun sudah berlalu dan kami masih tetap menunggu dengan sabar penjelasannya.

Dan lagi: jika sekiranya komitee itu percaya, sama dengan yang dipercayai oleh Professor itu, bahwa simbol-simbol dan contoh-contoh adalah tidak dapat diharapkan, maka madzab organisasi terakhir ini sudah harus merubah pendirian mereka, karena ia itu pernah mengajarkan simbol-simbol ini dengan penuh tekanan, juga contoh-contoh, seperti misalnya pergerakan Eksodus sebagai contoh dari pergerakan tahun 1844. (Bacalah Certainties of Advent Movement, dan buku kecil, Forty Years in the Wilderness).

Oleh sebab itu, jelaslah bahwa komitee itu harus mengakui kekeliruan mereka sendiri yang luar biasa itu, dan mengakui kebenaran itu bahwa simbol-simbol adalah bukan saja pasti diperlukan, melainkan juga pasti aman, sebagai landasan dari “ajaran Alkitab yang penting”. Dan hanya kekeliruan inilah yang hendaknya memberikan cukup dorongan bagi setiap orang untuk melakukan penyelidikan secara pribadi yang jujur dan menyeluruh terhadap Tongkat Gembala itu.

Sekarang dapatlah kita bertanya, apakah yang telah menggerakkan mereka itu untuk mengambil pendirian yang sedemikian ini melawan Tongkat Gembala, bahkan sampai bertentangan dengan apa yang telah mereka ajarkan sendiri? Jelaslah, bahwa itulah ketidakmampuan mereka untuk mempersalahkan pokok persoalan mengenai “Penuaian Itu”. Roh Nubuatan mengatakan:

“Pemberi interpretasi yang benar itu harus datang. DIA yang digambarkan oleh semua contoh-contoh ini harus menjelaskan pengertian contoh-contoh itu.”

“Melalui alam, melalui contoh-contoh dan simbol-simbol, melalui para kepala suku dan nabi-nabi, Allah telah berbicara kepada dunia. Pelajaran-pelajaran harus diberikan kepada manusia dalam bahasa manusia ……….. DIA, penulis kebenaran itu, harus memisahkan kebenaran daripada sekam ucapan manusia, yang telah membuatnya menjadi tidak berpengaruh. Prinsip-prinsip pemerintahan Allah dan rencana penebusan harus digariskan dengan jelas. Pelajaran-pelajaran dari Wasiat Lama harus sepenuhnya dihadapkan kepada manusia.” — The Desire of Ages, pp. 33, 34.

“Seluruh sistem contoh-contoh dan simbol-simbol itu merupakan suatu nubuatan yang padat dari injil, yaitu suatu penyajian dimana terikat janji-janji penebusan.” – The Acts of the Apostles, p. 14.

“Semua perkara ini dibicarakan Yesus kepada orang banyak itu dalam perumpamaan-perumpamaan; maka tanpa sesuatu perumpamaan Ia tidak berbicara kepada mereka.” Matius 13 : 34.

Professor itu ternyata buta terhadap kenyataan, bahwa sistem upacara bayangan berikut semua upacara simbolisnya adalah landasan dari ajaran-ajaran Wasiat Lama, dan juga bersama-sama dengan perumpamaan-perumpamaan Kristus, juga merupakan landasan dari ajaran-ajaran Wasiat Baru, dan bahwa contoh-contoh nubuatan dan simbol-simbol dari Yeheskiel, Daniel, Hosea, Zakharia, Wahyu, dan semua yang lainnya dari Alkitab, karena dimaksudkan terutama untuk memancarkan terang terhadap pekerjaan injil yang terakhir, maka jelas merupakan kebutuhan utama dan satu-satunya yang terjamin sebagai landasan dari “ajaran Alkitab yang penting.” Memang, bagaimana lagi mungkin hal itu, dan sekaliannya masih tetap sebagaimana adanya – pekerjaan dasar dari Injil?

Lagi pula, karena lambang-lambang ini, contoh-contoh, dan perumpamaan-perumpamaan belum diinterpretasikan di dalam tulisan-tulisan Sister White (hanya sebuah janji yang dibuat disana, bahwa seseorang harus datang untuk menginterpretasikan sekaliannya itu), dan karena Professor itu tidak mau menerima otoritas interpretasi yang lain, maka jelas, bahwa ia berikut orang-orang yang percaya pada apa yang dikatakannya, tidak akan pernah sampai pada kebenaran dari semua perkara ini. Namun yang lebih buruk lagi ialah

 

 245 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart