<< Go Back
Kesaksian Pribadi
“Pada penutupan suatu acara gereja yang diselenggarakan oleh seorang sekretaris lapangan dari General Conference Masehi Advent Hari Ketujuh di salah sebuah gereja kita di kota, Sdr. Houteff telah menanyakan kepada pembicara pada malam itu sesuatu yang berkaitan dengan pernyataan yang telah dibuatnya dari atas mimbar menentang ajaran-ajaran Tongkat Gembala. Tanpa memberi amaran atau pun sesuatu jenis pembicaraan, seseorang laki-laki telah datang menghampirinya dari belakang, memegang leher dan bahunya, lalu mendorongnya keluar dari gedung itu. Tetapi yang terburuk ialah, bahwa pelaku itu pun bukan seorang Adventist; pada kenyataannya, ibunya bahkan mengatakan ia juga bukan seorang Kristen. Sekarang apakah yang telah membakar hati pria celaka ini untuk melakukan tindakan melanggar hukum yang tidak beralasan itu? Apa lagi, kalau bukan tuduhan-tuduhan palsu dari mimbar itu juga yang telah dilontarkan melawan Sdr. Houteff? Karena sampai kepada saat itu sdr. Houteff belum pernah bertemu dengan orang itu maupun berbicara dengannya, dan belum ada sama sekali kegairahan apa pun, terkecuali hanya karena alasan berkawan di pihak para pembicara.”
“Tak lama sesudah pengalaman ini, Sdr. Houteff dan saya bersama-sama dengan seorang saudara yang lain, menghadiri suatu acara Sabat di salah sebuah gereja kita yang lain, dan pada kali ini presiden dari Conference itu telah berbicara menentang Tongkat Gembala.”
“Pada penutupan acara ini seorang wanita telah datang menghampiri sdr. Houteff lalu berbicara kepadanya sementara ia berdiri bersama-sama dengan sejumlah orang lainnya di depan gedung itu; dan sebelum ia berkesempatan untuk menjawab wanita itu, maka seorang pemuda yang juga belum pernah dikenal Sdr. Houteff sebelumnya, telah berlari-lari datang kepadanya, sambil menggulung lengan bajunya mengancam hendak memecahkan kaca matanya dari wajahnya, kalau saja sdr. Houteff tidak mau berhenti berbicara kepada ibunya. Namun seseorang telah membawanya pergi, lalu ibunya juga mengatakan, bahwa pemuda itu bukan seorang Adventist. Apakah yang telah menciptakan kebencian yang sedemikian ini di dalam hati orang muda ini? Apa lagi, kalau bukan hotbah yang telah didengarnya dari mimbar itu? Karena sampai kepada saat itu belum pernah seorang pun dalam seluruh hidupnya terlihat berbicara dengannya.”
“Suatu peristiwa yang ketiga yang benar-benar sama dengan peristiwa-peristiwa yang diceritakan di atas telah sampai ke perhatian saya, sekaliannya terjadi dalam jangka waktu empat minggu. Kali ini presiden dari Union Conference telah mengadakan suatu perkumpulan besar pada sabat sore, yang jaraknya bermil-mil jauhnya dari masing-masing gereja yang disebut di atas, untuk mendengarkan bagaimana ia membuktikan kesalahan Tongkat Gembala itu. Dalam acara itu, ia telah menyelenggarakannya sedemikian rupa sehingga merangsang hati para pendengarnya untuk membenci penulis dari pekabaran yang terkandung di dalam semua seri buku-buku dan traktat-traktat Tongkat Gembala. Sesudah pertemuan itu berakhir, sekelompok anak muda telah datang berkumpul mengelilingi Sdr. Houteff di luar gereja, dekat sebuah tanggul. Tiba-tiba seorang pemuda menyerbu ke rombongan itu lalu mendesakkan dirinya sekeras-kerasnya pada seseorang yang terdekat dengan Sdr. Houteff dalam usaha untuk menghantamnya keluar tanggul. Dan ia benar-benar sudah akan berhasil kalau saja Sdr. Houteff tidak cukup cepat menghindarkan dirinya tepat pada waktunya.”
“Kembali kami dibuat bertanya: Apakah yang telah menciptakan kebencian di dalam hati orang muda ini, yang juga belum pernah bertemu dengan Sdr. Houteff sebelumnya? Apa lagi, kalau bukan hotbah yang baru didengarnya itu, bukan?”
“’Serangan Setan melawan para pembela kebenaran akan meningkat dengan lebih pasti dan menyusahkan sampai kepada akhir sejarah dunia. Sebagaimana di zaman Kristus imam-imam kepala dan para penghulu membakar semangat orang banyak melawan DIA, maka demikian itu juga pada waktu ini para pemimpin agama akan menghasut kemarahan dan ketidak percayaan melawan kebenaran bagi zaman ini. Orang-orang akan dibawa kepada tindakan-tindakan yang kejam dan permusuhan yang belum pernah terpikirkan oleh mereka sekiranya mereka tidak dihasut oleh dendam orang-orang yang mengakui dirinya Kristen yang melawan kebenaran.’” — Gospel Workers, p. 324.
“Janganlah seorang pun lalai mengambil manfaat dari pengalaman-pengalaman ini atau mengambil kepastian agar jangan ada akar kebencian dapat bertumbuh di dalam hatinya. Apa pun juga orang lain berbuat, orang yang berkeluh-kesah dan menangis melawan ‘segala kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya,’ harus tetap mempertahankan kasih yang jujur bagi saudara-saudara itu, lalu dengan demikian berjalan mengikuti jejak-jejakNya, yaitu Dia yang sewaktu dicaci-maki, tidak mencaci-maki kembali.”
E. T. Wilson.
253 total, 1 views today


