Nasib setiap ahli torat yang membawakan perkara-perkara baru dan lama
<< Go Back


 Nasib setiap Ahli Torat yang membawakan perkara-perkara baru dan lama Matius 13 : 52.

 

Cerita singkat tentang kekejaman-kekejaman saudara-saudara kita ini hanya memberikan sepintas gambaran mengenai apa yang sedang akan mereka lakukan di semua gereja-gereja. Namun, adalah luas untuk memperjelaskan akibat-akibat jahat dari kegiatan-kegiatan mereka itu, oleh mana tidak sedikit yang kasar dan menyedihkan ialah mempengaruhi orang banyak untuk mengambil pendirian, bahwa keliru menerima sesuatu pekabaran jika para pemimpin menolaknya. Sekalipun mereka ini mendapatkan sebagian maaf karena pendirian mereka yang jahat, kebenarannya adalah bahwa sementara sebagian orang takut dibuang keluar dari kaabah, yang lainnya tidak suka dicaci-makin dan dicerca, sekalipun tantangan penghiburan dari Kristus berbunyi:

“Berbahagialah kamu, apabila orang-orang kelak membencimu, dan apabila mereka kelak memisahkan kamu dari perhimpunan mereka, dan kelak mencela kamu, dan membuang keluar namamu sebagai orang jahat, demi karena kepentingan Anak Manusia. Bersukacitalah kamu pada hari itu, dan berlompat bergembiralah; karena bahwasanya besarlah kelak pahalamu di dalam sorga; karena dengan cara yang sama itu juga para nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.” Lukas 6 : 22, 23.

Sama seperti yang diperbuat orang-orang Yahudi dahulu, maka beribu-ribu orang pada waktu ini senang sekali mempercayai, bahwa suatu kekuatan gaib tertentu yang menyelamatkan hanya terdapat pada status keanggotaan di dalam sidang, sehingga dengan demikian membiarkan dirinya dikendalikan untuk mengutamakan dan bergantung pada status keanggotaan sidang lebih daripada bergantung pada pekabaran, yang mempersyaratkan pertobatan dari dosa dan kembali mengangkat orang berdosa yang bertobat dari lobang yang gelap dan berlumpur, ke dalam terang Kebenaran Sekarang yang menyembuhkan dan menyelamatkan. Kalau saja para penyembah kaabah-kaabah buatan tangan ini pernah hidup di zaman Kristus dahulu, mereka sudah akan memperlihatkan kelengkapan kebodohannya dan kelalaiannya terhadap Kebenaran, dengan cara menolak setiap pekabaran yang berasal dari Yahya Pembaptis, Yesus Kristus, dan para Rasul, demi untuk mempertahankan status keanggotaan mereka di dalam “kaabah” dan untuk menghindari cercaan orang terhadap dirinya. Padahal umat Allah yang benar senantiasa mengikat dirinya pada kebenaran-kebenaran baru yang tidak terkenal, yang selagi masih baru, telah dituduh oleh “orang-orang yang menetapkan dirinya berpengalaman” sebagai produk ajaran-ajaran yang berlawanan.

Hendaklah setiap orang menanyakan dengan serius akan hal dirinya sendiri apakah ia sudah akan mematuhi ajaran-ajaran Yahya, Kristus, para Rasul, Luther, para Reformator, William Miller, dan Nyonya White, dengan resiko dibuang keluar pada setiap kesempatan karena mengikuti demikian Anak Domba itu kemana saja Ia pergi, ataukah ia sudah akan menyelamatkan status keanggotaan gerejanya tanpa menghiraukan akibat-akibatnya. Hanya oleh mengikuti cara yang pertama di atas ia sudah akan berjalan dengan Allah seperti yang diperbuat Enoch dahulu. Dan hanya oleh mengikuti cara itu di waktu ini, dapatlah ia berjalan demikian ini bersama dengan Allah di waktu ini.

Karena selalu berbahaya menyambut secara buta pendapat-pendapat orang lain, maka jauh lebih berbahaya lagi ialah bersandar bagi keselamatan pada keputusan-keputusan orang yang tidak diilhami, terutama apabila para penulis mereka itu menolak membuka pintu-pintu bagi suatu pekabaran yang sedang mengetok meminta masuk. Dan sekalipun Allah telah mengamarkan kepada para anggota berulang kali, bahwa “para pemimpin orang banyak ini membuat mereka keliru; dan mereka yang dikendalikan mereka itu akan dibinasakan” (Yesaya 9 : 16), namun dalam setiap peningkatan Kebenaran, mereka terus mengulangi kesalahan-kesalahan ini.

Oleh sebab itu, kami merasa sangat bertanggung jawab, agar supaya kini, di akhir dunia sekarang ini, setelah mengetahui semua pengalaman masa lampau di hadapan mereka sebagai nasehat, umat Allah supaya mematuhi Firman-Nya oleh menyelidiki sendiri bagi dirinya dan oleh mengambil keputusan-keputusan mereka sendiri, seperti yang banyak dibuat oleh kita dahulu sewaktu menggabungkan diri dengan pergerakan Advent melawan kehendak para pendeta dari gereja-gereja kita yang terdahulu.

Sebab itu doa dan harapan kami yang sungguh-sungguh ialah agar saudara-saudara kita tidak akan mengulangi lagi sejarah bangsa Yahudi yang lalu, atau sejarah sidang Kristen di zaman Luther, di zaman Reformasi, di zaman William Miller, dan Nyonya White, pada zaman-zaman mana para pemimpin dari sekte-sekte agama yang sezaman di waktu itu telah menuduh pekabaran-pekabaran Kebenaran sebagai faham yang berlawanan. Bagi waktu ini, sebagaimana semenjak dari mulanya, pekabaran yang berasal dari Allah kepada sidang tak dapat tiada harus menggema dengan lebih aneh dan asing. Roh Nubuatan mengatakan: “Kebenaran-kebenaran berharga yang sudah lama tersembunyi akan diungkapkan dalam sebuah terang yang akan memanifestasikan manfaat kesuciannya; karena Allah hendak memuliakan Firman-Nya, agar ia itu dapat terlihat dalam suatu terang dimana kita belum pernah menyaksikannya sebelumnya.” — Testimonies on Sabbath School Work, p. 62.

Lagi pula, para utusan-Nya pada waktu ini tidak akan membawa satu pun surat-surat kepercayaan panggilan diri mereka yang lebih besar daripada yang dibawa oleh para utusan zaman dahulu. Bahkan Yesus Kristus pun dengan kelahiranNya yang luar biasa, kehidupan-Nya yang tidak berdosa, dan perbuatan-perbuatan Mujizat-Nya telah dituduh oleh para pemimpin di zaman-Nya, yang mengatakan: “Orang ini tidak dapat membuang setan-setan, terkecuali oleh bantuan Baalsebub, penghulu setan-setan itu,” Matius 12 : 24.

Para anggota dari zaman itu memandang para pemimpin mereka tidak berbeda dengan para anggota zaman ini memandang para pemimpinnya. Tidak ada para pemimpin Israel kuno yang kurang alim dibandingkan dengan para pemimpin di zaman kita. Para pemimpin kita di waktu ini telah membuktikan dirinya tak dapat dipercaya karena tindakan mereka melawan pekabaran tahun 1888, yang tidak didukung oleh “seseorang rekan” yang tidak mereka kenal darimana datangnya, terkecuali oleh hamba Allah, yang semenjak dari permulaan pergerakan MAHK telah mereka akui sebagai seorang nabi. Sesuai dengan itu, maka karena adalah begitu mudah untuk memutuskan melawan dia yang sudah lama berada bersama mereka, maka dapatlah anda bayangkan betapa jauh lebih mudah bagi mereka untuk memutuskan melawan seseorang utusan zaman ini yang belum mereka kenal sebelumnya.

“Tantangan akan merupakan nasib yang harus dihadapi oleh semua orang yang Allah akan pekerjakan untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran yang khusus berlaku bagi zaman mereka. Ada suatu kebenaran sekarang di zaman Luther, yaitu suatu kebenaran pada waktu yang sangat penting itu; ada suatu kebenaran sekarang bagi sidang di waktu ini,” “Berbagai periode dalam sejarah sidang masing-masingnya telah ditandai oleh berkembangnya sesuatu kebenaran penting, yang disesuaikan bagi berbagai kebutuhan umat Allah pada masa itu. Setiap terang baru telah mencari jalannya melawan kebencian dan tantangan; orang-orang yang diberkahi dengan terangnya telah dicobai dan diuji. Tuhan memberikan suatu kebenaran istimewa bagi umat dalam keadaan darurat. Siapakah yang berani menolak memberitakannya?”

“ …. Para pengikut Kristus yang benar …………… tidak akan menunggu sampai kebenaran itu menjadi terkenal. Karena yakin akan kewajiban mereka, maka mereka dengan hati-hati lalu menyambut salib itu.”

“Orang-orang yang setengah hati dan yang dangkal imannya tidak lagi dapat bersandar pada iman saudara-saudaranya.”

“Gantinya mempertanyakan dan mempertengkarkan apa yang mereka tidak mengerti, hendaklah mereka memperhatikan terang yang sudah menyinari atas mereka, maka mereka akan memperoleh terang yang lebih besar.”

“Selalu ada suatu kelas orang-orang yang mengaku beribadah, tetapi gantinya terus mengikuti untuk mengetahui kebenaran, mereka justru memanfaatkan agamanya untuk berusaha mencari sesuatu kesalahan tabiat atau kekeliruan iman pada diri orang-orang dengan siapa mereka tidak sepaham. Orang-orang yang sedemikan ini adalah para pembantu tangan kanan setan.”

“Semua orang yang mencarikan cantelan-cantelan untuk menggantungkan keragu-raguannya, akan mendapatkannya. Dan mereka yang menolak untuk menyambut dan mematuhi firman Allah sampai setiap keberatan tersingkir, dan tidak ada lagi kesempatan bagi keragu-raguan, mereka tidak akan pernah sampai kepada terang.” – The Great Controversy, pp. 143, 609, 460, 395, 528, 519, 527, karena terus maju dalam kebutaannya sendiri, dan jalannya yang meragukan, maka mereka dengan sendirinya akan jatuh ke dalam celaka, yang olehnya dianggap hanya kekeliruan. Oleh sebab itu, Saudara-Saudaraku, sebagai kesimpulan, pertimbangkanlah pertanyaan berikut ini:

 

 

 242 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart