Diluputkan karena “keju dan madu”
<< Go Back


Diluputkan Karena “Keju dan Madu.”

“Karena keju dan madu akan kelak dimakan oleh setiap orang yang tertinggal di tanah itu.” Yesaya 7 : 22.

Betapa tergeraknya jiwa oleh jaminan itu! Mengapa engkau harus binasa bilamana Bapa Samawimu masih menawarkan kesempatan yang sedemikian ini? Percayalah sepenuhnya pada Roh Nubuatan dan hiduplah untuk selama-lamanya.”……… percayalah akan nabi-nabiNya, maka demikianlah engkau akan berbahagia.” 2 Tawarikh 20 : 20.

Belum jugakah engkau menemukannya, apakah itu di dalam masa kuno yang lalu ataupun di dalam masa modern sekarang, semua kebenaran Alkitab yang pernah dipelajari manusia, telah datang hanya melalui saluran yang diilhami —– yaitu Roh Nubuatan? Jadi, bagaimanakah, Saudara-Saudaraku, dapatkah Anda lebih lama lagi menolak undangan yang sangat bersahabat ini? Marilah, makanlah sekenyang-kenyangnya “keju dan madu”, hanya secicip daripadanya akan memulaikan cara Anda untuk kembali sembuh daripada kondisi Laodikeamu yang sengsara itu.

Walaupun sidang kini “suam” (merasa puas) dalam “kesesatannya yang menyedihkan”, namun jika ia membiarkan kesempatan yang ada ini luput daripada genggamannya, maka hari itu akan datang apabila setiap anggota akan menggeretak giginya dalam siksa kesusahan yang tak tergambarkan. Memang, bahwa semua orang yang menyangkal baik Alkitab Wasiat Lama ataupun Alkitab Wasiat Baru, ataupun Roh Nubuatan, ataupun ketiga-tiganya, dan orang yang, karena tetap tinggal dalam akibat kebodohan, sehingga tidak setuju dengan segala tuntutan Kebenaran, mereka tidak akan “tertinggal”, melainkan akan binasa.

Jika Kristus, Pencipta alam semesta itu (Yahya 1 : 3, Iberani 1 : 2) merendahkan diriNya dengan mempercayai semua tulisan nabi-nabi, maka mengapakah manusia tidak mau berbuat juga begitu? Apakah mereka itu lebih besar daripadaNya? Maukah Saudara terdapat di antara mereka itu terhadap siapa la mengatakan: “Hai orang-orang bodoh, dan yang ragu-ragu mempercayai semua yang telah dibicarakan oleh para nabi”? Lukas 24 : 25.

Jika Kristus sendiri memakan “keju dan madu” untuk dapat “menolak kejahatan, dan memilih yang baik,” maka bagaimanakah dapat Anda berharap untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah jika engkau tetap menutup matamu supaya tidak melihat dan menutup telingamu supaya tidak mendengar, lalu sedemikian itu tetap tinggal dalam kebodohan terhadap kehendakNya? Tanpa memakan “keju dan madu-Nya,” tidakkah kebenaranmu itu hanya berupa kebenaran sendiri “gombal-gombal yang kotor” (Yesaya 64 : 6)?

Marilah, Saudara-Saudariku, selagi masih terdapat kelimpahan keju bagi pemakaianmu, madu untuk membuatmu bergembira, dan sebuah “mangkok keemasan” yang penuh dengan “minyak” untuk membuatmu “bercahaya.” Mengapa masih terus berlambatan dalam kegelapan, kelaparan dengan sisa-sisa makanan, apabila Allah mengundang kamu untuk berteman dengan “lembu mudaNya” dan dengan “kedua ekor dombaNya”? Namun bagaimanapun juga, demi untuk kepentinganmu sendiri, bukan bagi kepentingan mereka, agar makanlah keju mereka itu. Sebab itu marilah dan ambillah akan dia, karena Tuhan berfirman,

 

 37 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart