“Seseorang akan memberi makan” mereka itu
<< Go Back


“Seseorang Akan Memberi Makan”

Mereka itu.

Di sini Tuhan menceriterakan kepada kita, bahwa pemerahan susu dari kedua ekor domba dan dari lembu muda itu (pengungkapan gulungan-gulungan suratan kiriman sorga itu) tidak dipercayakan kepada semua orang, melainkan hanya kepada “seseorang” (n a b i). Ini berarti bahwa orang itu melalui siapa terang diungkapkan, ia memberi makan sumber-sumber makanan ini dengan cara membangkitkan perhatian luas dimana-mana terhadapnya sehingga dengan demikian tetap mempertahankannya hidup dan terus memberi hasil. Maka setiap orang yang tetap tinggal di tanah itu, harus tetap menunjang mereka dan tentunya harus selalu siap untuk menarik perhatian orang-orang lain kepada produk hasil pemberian hidup yang abadi dari mereka itu (dari ketiga binatang itu).

Karena mengetahui bahwa sebagian orang akan menyangkal Alkitab Wasiat Lama dan yang lainnya akan menyangkal Alkitab Wasiat Baru, bahkan juga yang lainnya akan meragukan Roh Nubuatan, maka Allah meminta perhatian kita kepada seluruh tiga-tiganya. Simbol “seekor lembu muda dan dua ekor domba”, yang unik dalam kemampuannya menghasilkan susu, memperjelas bahwa hasil produk mereka itu dapat menunjang hidup bagi kekekalan, dan bahwa kepada “orang” itu yang memeliharakan hewan-hewan itu hendaklah orang-orang suci yang pergi untuk mendapatkan keju mereka. Kemudian mereka akan mengetahui perbedaan di antara

Roh Nubuatan Dan Semua Ciptaan Tiruannya.

Seseorang mungkin mengatakan: “Ya, saya percaya pada Roh Nubuatan, tetapi bukan seperti yang Saudara percayai.” Namun jika apa yang dipercayainya berupa Roh Nubuatan itu tidak memimpinnya untuk “memeliharakan perintah-perintah Allah” dan untuk mengetahui bahwa kesaksian Yesus Kristus adalah Roh Nubuatan yang senantiasa aktif (Wahyu 12 : 17; 19 : 10), maka lebih baik baginya meninggalkan fahamnya itu lalu menerima ini; karena “barangsiapa yang mengatakan, Aku kenal Dia, tetapi tidak memeliharakan segala perintahNya, ia adalah seorang pembohong, dan kebenaran tidak ada di dalam dirinya.” 1 Yahya 2 : 4. Demikian pula Tuhan berfirman: “Barangsiapa yang memegang segenap hukum itu, tetapi melanggar salah satu perkara, maka salahlah ia kepada sekaliannya.” Yakub 2 : 10. “Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintahNya, sehingga mereka ….. dapat masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.” Wahyu 22 : 14.

Lagi pula, jika yang dipercayai orang sedemikian ini benar adalah Roh Nubuatan, maka ia itu sudah akan mengungkapkan kebenaran-kebenaran yang dibukakan di sini. Dengan demikian apa yang diterimanya selain apa yang kami terima sebagai Roh Nubuatan sudah akan dikuatkan dan ditinggikan.

Belum lama ini salah seorang pendeta mengatakan: “Gambaran saya mengenai Roh Nubuatan itu berbeda daripada gambaranmu ; nubuatan-nubuatan di dalam Alkitab adalah Roh Nubuatanku.” Sekarang dengan demikian itu ia harus mengatakan jika Roh Nubuatan itu tidak senantiasa aktif. Tetapi jika sekiranya Roh Nubuatan itu memulai dan berakhir dengan Alkitab, maka semua orang Kristen memiliki Roh Nubuatan. Walaupun demikian, jika sekiranya ini benar, maka mengapakah buku Wahyu membuat perbedaan di antara orang-orang Kristen yang memiliki Roh Nubuatan dan orang-orang Kristen yang tidak memiliki Roh Nubuatan? Pendapat pendeta ini sedikit-dikitnya harus dikatakan tidak masuk akal, karena pendapat yang sedemikian itu membuat kata-kata Wahyu 12 : 17 dan 19 : 10 menjadi tidak berarti.

Tetapi yang lebih celaka lagi, pendeta yang sama inipun dalam pembicaraannya kemudian kepada para pendengarnya telah memperlihatkan ajaran-ajaran Tongkat Gembala itu bertentangan dengan tulisan-tulisan Ny. White, yang kemudian disebutnya sendiri sebagai “Roh Nubuatan”! Memang, sulit untuk percaya bahwa para pendeta sebagai tempat orang banyak menaruh pengharapan sedemikian itu tidak sama pembicaraannya, dan bahwa orang banyak ini sampai begitu buta dan bodoh terhadap mereka itu.

Melalui seluruh halaman buku ini Roh Nubuatan oleh perantaraan Firman nubuatan telah membuktikan diriNya cukup mampu untuk melawan semua tantangan. Ia telah mendirikan diriNya sendiri, bukan sebagai suatu suara yang dimulai dengan Musa dan berakhir sebelum Yahya Pembaptis, melainkan sebagai kesaksian yang senantiasa hidup, yang dimulai dengan kejadian dan berlangsung dengan para kepala suku, Enoch, Nuh, Ibrahim, Ishak, Yakub; kemudian dengan para nabi; berikutnya dengan para rasul; dan akhirnya dengan para juru kabar Tuhan dalam sejarah kita sendiri dan seterusnya. Karena bangkit makin hari makin tinggi bersama dengan setiap penantang seperti yang pembaca dapat cepat saksikan, maka Ia itu akan naik lebih tinggi lagi apabila itu selanjutnya dipikirkan bahwa

 

 97 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart