Kepada banyak tetapi bukan kepada semua
<< Go Back


Kepada Banyak Tetapi Bukan Kepada Semua.

 

 

Karena Pewahyu juga telah diberikan sebuah khayal dari hal kedua pergerakan ini (terdapat di dalam pasal 10 dan pasal 11), maka kami mengarahkan perhatian pembaca kepada “buku kecil” itu yang telah diminta kepadanya untuk dimakan. Di dalam “mulutnya” ia itu terasa manis seperti madu, tetapi di dalam “perutnya” ia itu telah menjadi sangat pahit. Pengalaman yang penuh ini, dalam khayal, dari hal rasa manis yang telah berbalik menjadi kekecewaan yang pahit, benar-benar meramalkan pengalaman tahun 1844 umat Allah. Harapan manis dan keseluruhan harapan yang dihabiskan mereka pada janji Tuhan, “Aku akan datang kembali, dan menerima kamu bagi diriKu; supaya dimana Aku berada, di sanapun akan kamu berada” (Yahya 14 : 3), yang pada waktu itu ditunggu-tunggu untuk menjadi kenyataan, ternyata sebaliknya, ia itu telah berbalik menjadi kekecewaan yang pahit.

Menyusul pengalaman yang manis-pahit ini, telah datang kegenapan kata-kata malaikat itu yang berbunyi: “Engkau harus bernubuat lagi ke hadapan banyak umat, dan bangsa-bangsa, dan bahasa-bahasa, dan raja-raja.” Wahyu 10 : 11.

Di sini, juga, seperti halnya di dalam nubuatan Zakharia, Pergerakan itu akan “bernubuat kembali” atau “berseru lagi”; artinya, mengulangi lagi misinya, menunjukkan bahwa masa kasihan belum berakhir.

Demikianlah atas kuasa dari ayat-ayat injil ini, maka sesudah kekecewaan besar itu pergerakan itu kembali lagi memberitakan Injil, tetapi hanya kepada “banyak,” bukan kepada “semua.” Sesuai dengan itu, maka gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam penugasan tahun 1844 nya, akan “bernubuat” (mengajar), bukan kepada “semua,” melainkan hanya kepada “banyak” bangsa-bangsa. Jadi, ia itu harus perlu menerima suatu penugasan yang lain, yaitu penugasan untuk pergi kepada “segala bangsa.”

Oleh sebab itu, akan ada sebuah pekabaran yang lain; pekabaran ini akan bergabung dengan Pekabaran dari Malaikat Yang Ketiga, sama seperti yang ditegaskan oleh Roh Nubuatan berikut ini :

“Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga; dan memberikan kuasa dan tenaga kepada pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan diberikan kepada malaikat itu, dan sementara ia turun, bumi diterangi dengan kemuliaannya …… Pekabaran ini tampaknya merupakan tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya sama seperti seruan tengah malam bergabung dengan pekabaran dari malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” —– Early Writtings, p. 277.

Roh Nubuatan mengatakan dari hal penyambutan sidang akan pekabaran itu, dan caranya dalam mana Tuhan akan bekerja di waktu itu sebagai berikut: “Apabila terang keluar menerangi bumi, maka gantinya mereka datang memperhatikan bantuan Tuhan, mereka malahan hendak membatasi pekerjaanNya untuk memenuhi pendapat-pendapat mereka yang sempit. Marilah kuceriterakan kepadamu bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sangat berbeda daripada biasanya, dan dengan jalan yang akan bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada di antara kita orang-orang yang akan selalu hendak mengontrol pekerjaan Allah, untuk memerintahkan kemauannya sampai kepada semua pergerakan apapun yang harus dibuat apabila pekerjaan itu terus maju di bawah pengarahan malaikat yang menggabungkan dirinya dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang akan disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan berbagai cara dan peralatan oleh mana ia itu akan terlihat bahwa Ia sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tanganNya sendiri.” —– Testimonies to Ministers, p. 300.

Kembali kepada “nubuatan yang lebih pasti” itu, maka dalam penyelidikan mengenai penugasan kepada segala bangsa, kita juga akan menemukan bahwa

 

 99 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart