<< Go Back
Nyonya White Tidak Pernah Mengatakan
Buku Itu Diilhami
Setiap keragu-raguan yang masih ada mengenai apakah Nyonya White tidak mengatakan dan tidak mungkin mengatakan bahwa buku Thoughts on Daniel and The Revelation itu diilhami, akan selengkapnya lenyap jika surat Pendeta Arthur L. White berikut ini diikuti:
“Di antara pekerja-pekerja kita yang lebih tua terdapat sejumlah orang yang telah mengira, bahwa Nyonya White telah menulis kata-kata yang menguatkan, bahwa ia telah melihat dalam khayal seorang malaikat berdiri di sisi Pendeta Uriah Smith, membantunya sementara ia menulis buku yang dimaksudkan di atas. Tetapi, suatu penyelidikan yang saksama terhadap simpanan-simpanan naskah tulisannya yang dilakukan telah gagal untuk mengungkapkan pernyataan yang sedemikian itu di antara tulisan-tulisannya, maka kami percaya bahwa tidak ada terdapat satu pun pernyataan sedemikian itu yang dicetak. ….. Pendeta A. C. Bordeau beberapa tahun lalu mengeluarkan pernyataan berikut ini:
“Beberapa tahun lalu sewaktu Pendeta Uriah Smith almarhum sementara menulis “Thoughts on Daniel and The Revelation,” Pendeta James White dan Ellen G. White masih ada di rumah saya di Enosburg, Vt., mereka telah menerima dari pos sebuah gulungan lembaran-Iembaran cetak percobaan mengenai “Thoughts on Revelation” yang dikirim oleh Sdr. Smith kepada mereka. Saudara White membaca beberapa bagian dari tullsan-tulisan ini kepada rombongan itu, lalu menyatakan sangat gembira dan puas karena semuanya itu telah ditulis dengan begitu padat dan jelas. Kemudian Sister White menegaskan tentang apa yang telah ditunjukkan kepadanya sebagai berikut :
“Tuhan sedang mengilhami Sdr. Smith — membimbing pikirannya oleh Roh-Nya, dan seorang malaikat sedang mengendalikan tangannya menuliskan “Thoughts on Daniel and The Revelation” ini.
“Saya waktu itu hadir sewaktu kata-kata ini diucapkan.
“‘(Tertanda) A. C. Bordeau.'”
Berkenaan dengan pernyataan dari Pendeta Bordeau itu, maka Pendeta Arthur White selanjutnya mengatakan: “Dalam memperkirakan apakah benar kata-kata itu keluar dari Nyonya White seperti dikemukakan oleh Pendeta Bordeau, maka orang hendaknya ingat bahwa sejumlah tahun sudah berlalu di antara peristiwa yang bersangkutan itu dan ceritanya. Kita tidak mungkin akan terus percaya, bahwa Nyonya White bermaksud untuk mengemukakan pendapatnya bahwa Pendeta Smith telah diilhami sedemikian rupa sehingga tulisan-tulisannya sama sekali tidak keliru.
“Pendeta W. C. White menyaksikan, bahwa ia adalah hadir pada waktu Pendeta Smith diminta untuk melakukan tiga puluh delapan pembetulan di dalam edisi yang terdahulu dari buku Thoughts on Daniel and The Revelation itu, tetapi walaupun ini diketahuinya, semangatnya tidak hilang untuk menjualkan buku yang indah ini.
“Seringkali, bilamana diminta untuk memikirkan sesuatu pemecahan nubuatan, ….. maka saudara-saudara kita menolak memberikan kesempatan untuk itu, tetapi mereka secara keliru membenarkan tindakan mereka dengan mengatakan, bahwa Nyonya White telah mencap buku ini dengan pengesahan ilahi. Pendirian seperti ini adalah bertentangan dengan akal sehat dan bertentangan dengan tulisan-tulisan Kesaksian.”
Dalam membubuhkan tanggung jawab bagi ucapan-ucapan yang disebut di atas, maka surat itu diakhiri dengan kata-kata berikut: “Pernyataan dibuat oleh W. C. White dan A. L. White, Kantor Elmshaven, St. Helena, California, 22 Pebruari 1934.”
Dari hal apa yang tidak konsisten dikatakan oleh dokumen ini mengenai penjualan buku itu, saudara-saudara kita sekali lagi tampaknya tidak begitu awas karena mereka berusaha membuat kita percaya seperti mereka terhadap apa yang mereka ajarkan dan teruskan kepada masyarakat. Perhatikanlah apa yang dikatakannya: ” . . . . . tetapi pengetahuan akan hal ini (kesalahan-kesalahan ini) sama sekali tidak menghilangkan semangatnya (semangat dari W. C. White) demi penjualan buku yang indah ini”! Pengakuan yang lebih jelas dari kebutaan seseorang, secara mental, benar-benar sukar bagi orang untuk mempersiapkannya dengan sengaja.
Walaupun demikian, maka bukan saja Pendeta Smith adalah tidak diilhami, tetapi juga bahwa ajaran-ajarannya adalah langsung bertentangan dengan apa yang ditunjukkan kepada Nyonya White dalam khayal. Dan ini dapat disaksikan dari penegasan berikut ini dari suatu terbitan Masehi Advent Hari Ketujuh yang mula-mula:
“Aku tampak,” demikian kata Nyonya White, “bahwa semua orang yang tidak mau menerima tanda dari Binatang itu dan dari Patungnya pada dahi-dahi mereka atau pada tangan-tangannya, tidak dapat berjual beli (Wahyu 13 : 15 – 17). Aku tampak bahwa angka bilangan (666) dari Patung Binatang itu (binatang bertanduk dua dari ayat 11) adalah dipersiapkan; dan bahwa itulah binatang (binatang bertanduk sepuluh dari ayat 1) yang menggantikan Sabat itu, dan Patung Binatang itu (binatang bertanduk dua) telah mengikuti dia, dan telah memelihara Sabat kepunyaan Paus itu, dan bukan Sabat kepunyaan Allah.” — A Word to the Little Flock, p, 19.
Berlawanan dengan gambaran karunia dari sorga ini, maka Thoughts on Daniel and The Revelation mengaplikasikan angka bilangan “666” itu kepada paus. Dari sini dapat kita lihat, bahwa Pendeta Smith tidak memperoleh Ilham yang sama yang telah mengendalikan Sister White itu. Walaupun sebagai pengikut Nyonya White ia (Pendeta Smith) adalah dipengaruhi olehnya, namun bukunya menunjukkan bahwa ia juga dipengaruhi oleh tulisan-tulisan dari penulis-penulis yang tidak diilhami. Karena berisikan ajaran-ajaran dari tuIisan-tulisannya dan juga dari tulisan-tulisan mereka yang tidak diilhami itu, maka buku itu dengan sendirinya adalah suatu campuran kebenaran dengan kepalsuan.
Tetapi yang sangat tidak dapat dimaafkan dari segala-galanya ialah bahwa para pemimpin telah mengesampingkan sama sekali khayal yang diilhami mengenai angka bilangan 666 itu (Wahyu 13 : 18), dan sebagai gantinya mereka dengan hampir suara bulat telah menyambut kebiasaan-kebiasaan dan teori-teori manusia ini. Hasilnya yang menyedihkan ialah, bahwa mereka telah menjadi buta terhadap terang, mendurhaka melawan Roh Kristus, dan akibatnya menjadi hamba-hamba yang tidak dapat dipercaya, yang tidak pantas dan tidak mampu sebagai pemimpin-pemimpin dari umat-Nya. Tetapi pun bersamaan dengan itu mereka terus maju sambil dengan perasaan puas meyakini dirinya, bahwa mereka adalah “tua-tua yang berpengalaman”, yaitu satu-satunya yang mampu melakukan penyelidikan dan memutuskan apakah pekabaran-pekabaran yang mendatangi umat itu berasal dari Allah atau tidak. Suatu kesombongan kekuasaan yang tidak seorang pun berhak untuk melakukan bagi dirinya sendiri, inilah benih kelaliman dari sifat mementingkan diri dan
247 total, 1 views today


